
Kai sudah menggunakan pakaian olahraga dan bersiap pergi ke tempat yang Bobby perintah kan.
Kai menaiki lift ke lantai 7 tempat latihan para bodyguard, saat sampai Kai melihat begitu banyak peralatan gym dan di tengah terdapat sebuah ring untuk bertanding.
"Kai!!" Suara seorang perempuan yang tak lain adalah Charlotte.
"Kau datang berlatih?, pasti kakakku menyuruh mu datang ya?, untuk menguji kemampuan mu" ucap Charlotte yang mengagetkan Kai.
"Kakakmu?" Kai keheranan.
"Ya..Bobby adalah kakakku, dulu kami berdua anak Yatim Piatu Kakek nona Lanaris yang menolong kami, Kakek nona Lanaris orang yang sangat dermawan berbeda dengan tuan Richard Rowen ayah nona Lanaris..kejam" bisik Charlotte menghampiri Kai.
"Charlotte!!, bisa kau tutup mulutmu, di sini banyak telinga" Bobby menghampiri mereka dan melotot.
"Wah Kai..badanmu sangat bagus dan banyak di penuhi tatto, pantas saja nona Lanaris tertarik padamu" Charlotte menggoda Kai.
"Charlotte, berhenti bicara!!, mulutmu membahayakan, kau tidak lihat ada bodyguard tuan Ken berlatih di sini, kamu cerewet sekali" Bobby berbisik dan memukul kepala adiknya yang sedari tadi menggoda Kai.
"Iya..iya..aku akan diam..aku lebih baik menelepon nona Lanaris agar ke sini untuk menyaksikan pasti akan ada pertandingan seru" Charlotte menyingkir dan mengambil ponselnya.
"Kai, ku dengar kau bisa berkelahi?, tunjukkan padaku, kita lebih baik pemanasan terlebih dahulu " Bobby menantang Kai, dan melemparkan sparring gloves (sarung tangan tinju untuk latihan) kepada Kai.
Setelah pemanasan Kai dan Bobby bersiap bertanding.
Bobby menaiki ring dan di ikuti Kai. Mereka melepaskan pakaian dan bersiap.
Semua mata tertuju ke arah ring.
"Tunggu!!!" Suara seorang pria datang menghampiri Bobby dan Kai lalu menghentikan mereka yang akan berlatih bertanding.
Ternyata pria itu Ken, dia datang bersama Lanaris.
"Aku sedang makan bersama Lana di rumahnya, tiba-tiba assistant Lana yaitu Charlotte menelepon, ku dengar, calon bodyguard pribadi Lana ada di sini untuk berlatih, aku ingin lihat kemampuan nya, kenapa Lana begitu tertarik datang kesini dan ingin meninggalkanku makan sendirian, dua bodyguard dari Bobby sebelumnya sungguh mengecewakan membuat Lana hampir di culik, hmm....siapa namamu?, aku harus tahu kemampuan bodyguard pribadi calon tunangan ku, apakah mampu mengalahkan ku? aku ingin menantang mu" tunjuk Ken ke arah Kai.
"Nama saya Kai, tuan" Kai menunduk ke arah Ken.
"Tuan Ken, sebaiknya jangan" bisik bodyguard pribadi Ken.
"Aku bisa Ezra, kamu tenang saja" Ken membalas ucapan bodyguard pribadi nya yaitu Ezra.
"Ken, apa maksudmu?" Lanaris memegang tangan Ken yang sedang memakai sarung tangan.
"Kau khawatir padaku? atau pada Kai, Lana?" Ken melepaskan tangan Lanaris.
"Charlotte ini ulahmu" Bobby berbisik ke arah Charlotte dan mencubit adiknya itu.
"Awww..aku kan tidak tahu nona Lanaris sedang bersama tuan Ken, tapi sudah ku bilang kan akan ada pertandingan seru" bisik Charlotte.
Kai dan Ken pun bersiap di dalam ring, semua orang yang ada di tempat itu berkumpul menyaksikan pertandingan di antara keduanya.
"Ken berhenti!!" teriak Lanaris.
"Ada apa Lana?, kau khawatir bodyguard pribadi mu akan terluka?" Ken meledek Lanaris.
"Apa kau takut Kai?" lanjut Ken yang bersiap melayangkan tinjunya.
Kai pun menghindari tinju pertama Ken dan membalas telak mengenai wajah Ken.
"Arghh...kau hebat juga Kai" puji Ken sambil memegangi pipinya.
Kai bukan orang sembarangan, batin Bobby, Charlotte dan Ezra.
Pertarungan semakin sengit, Ken di penuhi emosi kecemburuan, terlalu gegabah sehingga diapun terjatuh oleh Kai.
"Sudah berhenti!!" teriak Ezra dan Bobby bersamaan.
Ken pun tumbang dan Kai mencoba membantunya berdiri, tapi Ken menolak uluran tangan Kai, Kai pun menyingkir di pinggiran ring.
Ezra menghampiri menaiki ring dan memapah tuannya.
"Anda tidak apa-apa tuan Ken?" Ezra mengkhawatirkan Ken tuannya.
"Dekatkan aku dengan Kai, Ezra" suruh Ken kepada bodyguard nya.
Ezra memapah Ken mendekati Kai yang berdiri di pinggir ring sambil menyeka keringat nya.
"Kai, kau cukup hebat, aku percaya kan Lanaris padamu untuk menjaganya tapi jangan berharap lebih, apalagi mencintai nya, ingat itu!" Bisik Ken kepada Kai.
Ken pun turun dari ring di bantu Ezra.
"Ken, kau tidak apa-apa?" tanya Lanaris.
"Aku tidak apa-apa, aku ingin kau mengobati lukaku, Lana, setelah itu aku akan pulang beristirahat " jawab Ken.
"Hmm...baiklah" Lanaris tertunduk sesekali melihat ke arah Kai, dan pergi mengikuti Ken di belakang nya. Mereka pun meninggalkan arena berlatih.
Kai melihat dari atas ring, Lanaris begitu perhatian kepada Ken, membuat hatinya begitu sesak, diapun turun dari ring dan di sambut Bobby dan Charlotte.
"Kai..kau hebat!, padahal tuan Ken terkenal sadis dan jago melumpuhkan lawan" Charlotte memuji Kai. Dan Kai hanya tersenyum sambil memakai bajunya lagi.
"Apa kau terluka parah Kai?...oh iya darimana kau belajar beladiri?" tanya Bobby.
"Tidak aku tidak terluka hanya ada goresan sedikit di pipiku, aku...belajar beladiri di...ehmmm...penjara" Charlotte dan Bobby terkejut mendengar nya.
"Wow!!" Bobby dan Charlotte bersamaan.
"Jangan terlalu keras, sebaiknya kamu istirahat Kai, jadwal nona Lanaris padat besok, ayo ku antar ke kamarmu, kita bisa mengobrol sambil berjalan" ajak Bobby ingin tahu Sejarah Kai.
"Baiklah, aku pun akan merebahkan badanku, sampai jumpa lagi kalian" Charlotte pergi meninggalkan mereka.
Sepanjang perjalanan Bobby sangat penasaran dengan kehidupan Kai, karena Kai bilang soal penjara.
"Kai, maksud kamu belajar beladiri di penjara, apakah kamu pernah di penjara?" tanya Bobby dan Kai mengangguk.
"Sorry Kai, aku akan banyak bertanya padamu, karena 2 bodyguard sebelumnya berkhianat dan tuan Richard Rowen benar-benar marah padaku, kali ini aku sangat takut soal kau menjadi bodyguard pribadi nona Lanaris, apakah aku bisa percaya padamu?, dan kenapa kau di penjara?" Bobby mulai serius.
"Kau bisa percaya padaku Bobby, takkan ku biarkan nona Lanaris terluka, aku akan menjaga nya sepenuh jiwaku, aku membunuh orang yang memperkosa dan membunuh ibuku" ungkap Kai.
"Membunuh?!!, Apa aku bisa memegang kata-kata mu?, kenapa aku harus percaya padamu?" Bobby semakin mendesak Kai.
"Karena aku......, intinya aku akan menjaga nya dengan jiwaku, apabila nona Lanaris tergores sedikitpun kau bisa mencariku, aku sungguh-sungguh, percaya padaku!!!" jawab Kai.
Tidak mungkin aku mengungkapkan isi hatiku soal aku sangat mencintai nona Lanaris, Bobby pasti akan sangat marah, batin Kai.
"Hmmm....baiklah, kau bodyguard pilihan nona Lanaris, jadi aku percaya padamu" Bobby menghentikan jalannya.
"Aku tahu kau pasti belum sepenuhnya percaya padaku, tapi saat nona Lanaris bersamaku aku jamin keamanannya, takkan ku biarkan tangan jahat menyentuh nya" Kai menjelaskan.
"Baiklah Kai, aku yakin kau orang baik, apalagi kau di penjara karena kau melindungi ibumu, aku akan memberikan kesempatan padamu, tapi apabila kau berkhianat, aku sendiri yang akan menembak kepalamu dengan senjataku" Bobby mengancam.
"Kau bisa pegang kata-kata ku Bobby, aku bersumpah padamu"
"Istirahat lah, oh iya Kai berjanji padaku kau hanya menjaga nona Lanaris tapi tidak mencintai nya, apabila tuan Rowen tahu kau mencintai nya ataupun sebaliknya habislah hidup mu, dan mulai besok kau akan resmi menjadi bodyguard nona Lanaris " Bobby menepuk pundak Kai.
" Baiklah Bobby, terimakasih, aku akan menggunakan kepercayaan dan kesempatan yang kau berikan dengan baik" Kai tersenyum riang mendapatkan dukungan kepercayaan dari Bobby.
Mereka pun kembali ke kamar masing-masing.