
Tidak terasa, hari pernikahan Sam dan Shaki tiba, sebuah pesta mewah dihadiahkan Ken untuk adik yang belum menikah sendiri. Usai pemberkatan pernikahan mereka keluarga besar dari berbagai pihak keluarga hadir di acara pernikahan Sam.
Davi, anak dari Alen dan Raya yang sekarang sudah berumur 4 bulan tentu saja sedang sangat menggemaskan, apalagi ketika digendong di pundak Alen, sang papa muda yang tetap saja sepertinya belum cocok dipanggil papi. Raya sedang asyik berperforma di atas panggung di acara pernikahan itu.
“Sayang, setelah acara ini usai.... maukah kamu menuruti satu permintaanku ?” Tanya Sam
“Apa itu ?” Tanya Shaki
“Kita terbang ke Swiss, kita akan habiskan waktu di sana selama 1 bulan.” Jawab Sam. “Sekalian mengurus usaha punya kakek juga. Hanya satu bulan sayang.”
“Lalu pekerjaanku ?” Tanya Shaki
“Aku udah atur itu.” Jawab Sam sambil nyengir. “Aku sudah ajukan surat pengunduran dirimu dari kampus. Jadi kamu sekarang murni Nyonya Samuel, yang tidak terikat pekerjaan apapun.”
“Boleh kah aku meminta sesuatu juga setelah aku tidak bekerja ?” Tanya Shaki
“Apapun sayang .... akan kuturuti.” Jawab Sam
“Di bengkel seni ada pekarangan kosong yang sangat luas, bangunkan aku sebuah shelter untuk kucing dan anjing terlantar di sana.” Kata Shaki.
Sam tahu, dari dulu memang Shaki begitu perduli pada hewan-hewan yang terlantar dijalanan seperti anjing dan kucing.
“Baiklah ....hanya itu, sayang ?” Tanya Sam
“Ya tentu saja sama kebutuhannya.” Jawab Shaki sambil mengerucutkan bibirnya
“Wkwkwkwk.... iya deh... aku paham ....” Kata Sam
3 bulan berlalu, kebahagiaan sungguh-sungguh sepertinya selalu ada dalam lingkup keluarga Arata. Kenan dan keluarga kecilnya Akira dan Yoshi akhirnya kembali ke Jepang karena usaha kakek tidak ter handle dengan baik jika tidak ada Kenan.
Alen dan Raya dengan kesibukan mereka mengurus Davi kecil, Raya juga sudah mulai kembali mengurus usaha toko komputernya kembali yang dengan sengaja dibesarkan oleh Kenan agar Raya bisa fokus pada bidang usahanya saja.
Pasangan Ken dan Sandra juga Sam dan Shaki yang tengah berbahagia karena ternyata Sandra dan Shaki akhirnya hamil dengan usia kehamilannya yang sama, tentu saja dengan berbagai macam kekacauan ngidam yang lebih parah dari Raya ternyata.
Kebahagiaan Raiden dan Ara yang tengah menanti kelahiran sang bayi yang sudah ada di perut Ara. Raiden di Bandung tetap dengan usaha dari Ayah David dalam tangannya, meski kadang harus ke Jakarta untuk beberapa hari saja.
Sampai pada suatu hari .... Ayah David harus dilarikan ke rumah sakit karena tiba-tiba terjatuh di kamar mandi.
“Kak .... pulang ....!” Raya berteriak di telepon ketika menghubungi Raiden.
“Ayah jatuh di kamar mandi, dan sekarang di rumah sakit.” Jawab Raya
Malam itu, Kenan bahkan langsung terbang ke Indonesia bersama keluarganya ketika tahu Ayah David dalam kondisi kritis. Raya tidak mau meninggalkan ayah David sebentar saja, dia terus saja di sebelah tempat tidur
ayahnya.
“Ayah .... bangun.....” isak Raya. “Ayah bilang mau nemenin Raya sampai anak-anak Raya besar.”
“Sayang .... ayah pasti bangun.” Kata Alen berusaha menenangkan.
Sejurus kemudian, tampak Ayah David perlahan membuka matanya, lalu tersenyum pada Raya.
“Ayah ....”
“Anak ayah.... maafkan ayah ya ....”
“Ayah jangan ngomong gitu ..... ayah itu ayah yang hebat buat Raya.” Kata Raya. “Juga Kak Raiden. Lihat, kakak bahkan ngebut dari Bandung ke sini !”
“Raiden .... tolong jaga adikmu dan keluarga kecilmu.... ayah rasa ayah sudah cukup untuk menjalani semuanya.” Kata Ayah David dengan suara lemah.
“Ayah .....”
“Raya , janji sama ayah, jadikan anak-anakmu kelak tangguh seperti kamu dan suamimu.” Kata Ayah David. “A....ayah.... “
Belum selesai berbicara, suara alat menunjukkan bahwa Ayah David pergi untuk selamanya. Tangis Raya pecah seketika, begitu juga Raiden, walaupun hanya mengeluarkan air mata saja, tapi hatinya juga hancur.
Pemakaman telah usai, seluruh keluarga berkumpul bersama di ruang keluarga saat itu. Sebuah perjalanan hidup masing-masing mereka renungi, sekeras apapun, sebejat apapun, sehina apapun dan sesempurna apapun, maka semua akan kembali pada sang pencipta, itulah yang mereka renungkan saat ini.
“Kak .... terima kasih selama ini sudah mau menemani aku dalam keadaan apapun.” Kata Raya
“Sampai kita menua bersama kita akan selalu bersama, sayang.” Balas Alen
“I love you, My Police.” Raya memeluk Alen dan diambut dengan hangat oleh Alen.
“I love you, to.” Balas Alen
Terima kasih, sudah mengikuti novel ke dua ku ini sampai selesai. Mungkin jalan ceritanya masih butuh banyak koreksi, semoga untuk novel-novel berikutnya akan lebih baik lagi.