
Tiba-tiba seseorang datang dan berteriak lantang.
“Ayah cukup !!!!” teriak Raiden. “Ayah salah sasaran !!!”
“Anak durhaka ini akhirnya muncul juga.” Balas David dan berbalik arah menghadap Raiden. Raiden ternyata hanya muncul dengan Kenan.
“Wowww !!! Cucu petinggi Blue Stars juga datang rupanya.” Kata David
“Lepaskan Ara. Anak itu tidak boleh terlibat dalam masalah diantara kita paman.” Balas Kenan.
“Pak .....” Ara menangis melihat Raiden dosennya muncul
“Tenang Ara, kami akan menyelamatkanmu.” Kata Raiden.
“Apa sebenarnya yang anda kejar dari seorang Raya?” Tanya Kenan
“Raya adalah satu-satunya anak perempuan dari Cecilia. Tidak bisa mendapatkan ibunya secara utuh, maka aku akan mendapatkan anaknya secara utuh.” Jawab David
“Apa paman tidak sadar atas tindakan paman 20 tahun lalu dengan memperkosa mami kami ?” Tanya Kenan. “Apakah paman tidak sadar akibat perbuatan paman, mami menanggung dampak berkepanjangan.”
“Itu salah ibumu kenapa justru memilih hidup dengan ayahmu yang tidak bisa apa-apa.” Jawab David
“Apa ayah tidak sadar yang ayah kejar selama ini siapa ?” Tanya Raiden. “Ayah tidak sadar akibat perbuatan ayah 20 tahun lalu apa dampaknya ?”
“Kau ini anakku satu-satunya tetapi kenapa cerewet sekali seperti almarhum ibumu, Raiden !” Bentak David. “Aku tidak habis pikir anak seorang mafia bisa-bisanya hanya puas menjadi seorang dosen !!!”
“Itu jalan hidupku, yah .... aku capek terus-terusan hidup dalam kekelaman duniamu.” Balas Raiden.
Ara yang mendengar pertengkaran itu tampak bingung, tidak mengerti sama sekali, tetapi akhirnya dia tahu bahwa pria yang sudah tua dan memutih rambutnya ini adalah ayah dari Raiden, dosennya.
“Lepaskan Ara, Ayah..... aku tidak akan membiarkan ayah melukai dia.” Kata Raiden
“Kenapa, Raiden ??? Kenapa kamu begitu peduli dengan gadis ini, hah !?” Tanya Hansen sambil tersenyum sinis
“Ara adalah kekasihku.” Jawab Raiden.
Kenan dan yang lain masih bersembunyi dan membagi lokasi dalam bentuk pengepungan tentu saja terkejut mendengar ucapan Raiden, terlebih Ara dan Raya. Bagaimana bisa sang dosen tampan itu tiba-tiba menyatakan bahwa mahasiswanya adalah kekasihnya.
David yang mendengar ucapan Raiden kemudian tersenyum, “Akhirnya kamu menemukan tambatan hatimu nak.... lepaskan dia Han !”
Raiden tahu, jika itu menyangkut orang yang disayangi maka ayahnya tidak akan mengusiknya sedikitpun.
Hansen melepaskan Ara langsung lari ke arah Raiden, tentu saja Raiden langsung memeluknya.
“Ssttt.... jangan banyak protes dulu, yang penting kamu selamat dulu. Tetaplah seperti kekasihku.” Bisik Raiden sambil mencium puncak kepala Ara. Raya yang melihat dari kejauhan tampak bengong, juga Alen.
“Gimana itu ceritanya dosen sableng jatuh cinta sama mahasiswa berdada rata ...” Kata Ken sambil terkekeh.
PLAKKK !!! Pukulan keras mendarat di punggung Ken. Raya pelakunya.
“Dada rata dada rata .... sekata-kata kalau ngomong ! Dadaku juga rata !” Kata Raya.
“Maaf Dek ....” Balas Ken sambil nyengir
Sementara Ara juga masih kebingungan dengan sikap dosen tampannya ini.
“Pak ....”
“Panggil aku sayang...” Potong Raiden.”Jangan khawatir Sayang... sekarang kamu aman.”
Kenan yang sedari tadi di sebelah Raiden tentu saja cengar-cengir tidak jelas, “Aku butuh penjelasan setelah ini.” Kata Kenan.
Raya yang sedari tadi sudah tidak sabar untuk bertemu langsung dengan ayahnya tiba-tiba berlari ke arah Raiden dan sudah berdiri disebelah Raiden. Ken tentu saja kelabakan karena adiknya lepas dari pengawasannya.
Alen yang berada di sisi lain gedung ikut terkejut dan mau tidak mau ikut-ikutan muncul sambil siaga dengan senjata apinya.
“Kakak .... aku butuh penjelasan soal ini !” teriak Raya. “Kenapa tiba-tiba bisa-bisanya kalian jadian di belakangku !?”
“Rayaaa !!!” Teriak Raiden sambil melotot. “Kenapa kamu muncul !!!???” Raiden meminta Ara berlindung di balik para pasukan polisi yang dibawa Alen.
David yang mendengar Raiden anaknya memanggil nama seorang gadis yang selama ini dia incar tampak terkejut.
“Raiden..... !! Dia panggil kau apa barusan ?” Tanya David
“Inilah yang harus anda ketahui paman David.” Kata Ken. “Hubungan bathin tidak akan pernah hilang, paman.”
“Dampak dari 20 tahun lalu, apa yang anda lakukan pada mami kami. Inilah dampaknya.” Kata Kenan. “Paman kenapa masih saja tidak paham dari tadi ?”
Raya tiba-tiba berjalan ke arah David dan ketika dihadapannya tiba-tiba Raya bersimpuh di hadapan David.
“Kalau dengan membunuhku maka anda puas bunuhlah aku sekarang juga.” Kata Raya. Air mata yang selama ini sulit keluar tiba-tiba mengalir tak terbendung lagi.
“Rayaaaa !!!!” Teriak ke empat kakaknya
“Sayang !!!” Teriak Alen.
“Inilah hasil 20 tahun lalu yang anda lakukan pada mami. Orang yang juga anda cintai.” Kata Raya.
Alen tampak berlari ke arah Raya, “Stop !! Kakak disitu saja, aku akan baik-baik saja, percayalah.... tidak mungkin sekejam apapun ayah akan tega pada anak kandungnya sendiri.”
David tampak bingung, seorang gadis yang selama ini dia incar untuk dia habisi demi memuaskan dendamnya karena tidak bisa mendapatkan ibunya tiba-tiba dengan mudah bersimpuh dihadapannya. Raiden mendekat dan memberikan sebuah amplop pada ayahnya.
“Bukalah ... dari situ ayah akan memahami semuanya.” Kata Raiden.
David membuka amplop dan membaca selembar kertas dari isi amplop itu, sejurus kemudian wajahnya tampak terkejut bukan main.
“Raiden... apa maksudnya ini ?” Tanya David.
“Raya adalah hasil perbuatan ayah terhadap tante Cecilia 20 tahun lalu. Raya anakmu.” Jawab Raiden. “Jadi kalau ayah akan membunuh Raya, maka akulah orang yang pertama kali akan menghalangi karena aku adalah kakaknya.”
David kemudian menatap Raya dan Raiden secara bergantian, tidak dipungkiri memang, kemiripan mata mereka yang sama dengan mata ayahnya menunjukkan bukti siapa Raya sebenarnya. David kemudian berjongkok dan membimbing Raya berdiri kemudian memeluknya erat, air mata nya juga mengalir.
“Ayah ....” Raya masih tidak percaya siapa yang sedang memeluknya ini
“Maafkan aku, nak ... maafkan aku ....” Kata David yang kemudian menciumi Raya dengan penuh sayang. “Maafkan ayah, nak .....”
Alen dan anak buahnya yang sedari tadi sudah siaga akhirnya menyimpan kembali senjata mereka. Kenan, Ken, juga Sam yang tampak tegang juga ikut menghembuskan nafas lega. Ara yang sedari tadi menjadi penyimak tampak masih bingung dengan apa yang sudah terjadi.
Tetapi tiba-tiba, PLAK .... sebuah tamparan keras mendarat di pipi Raiden.
“Ayah kenapa memukulku !!!” Teriak Raiden
“Kau benar-benar keterlaluan tidak bilang ayah dari awal !!” Bentak David ganti.
“Aku mau bilang dari awal malah ayah marah-marah terus, gimana aku mau bilang !!!” Balas Raiden sambil memegangi pipinya dan ternyata sudut bibirnya mengeluarkan darah.
“Paman .... sekarang selanjutnya bagaimana ?” tanya Kenan. “Kita tidak akan terus-terusan seperti ini kan ??? Aku capek terus-terusan bertikai dengan kelompokmu paman. Bagaimana pun juga Raya juga adik kami, lahir dari rahim yang sama.”
“Hansen !!! Mulai sekarang bubarkan Black Stars ! Tentu kamu tahu kan janjiku jika aku memiliki anak perempuan bagaimana !?” Perintah David pada bawahannya
“Siap, Tuan !” Balas Hansen
“Nak.... marahlah pada ayah, kamu tentu saja sudah tahu kan perbuatan ayah dimasa lalu apa saja. Ayah terima ....” Kata David
“Tidak ayah .... yang lalu sudah biarkan berlalu, aku hanya ingin ayah hidup damai denganku dan kak Raiden.” Balas Raya.
“Kenan.... apa anakku ini juga sama seperti kalian ?” Tanya David
“Maksudnya ?” Tanya Kenan
“Apakah dia juga ....”
“Ayah.... anak perempuan mu satu ini sudah tidak bisa ditawar lagi.” Potong Raiden. “Dia jelas sama seperti kami, menguasai segalanya, ingat bahwa dia juga hidup di lingkungan bekas mafia.”
“Tidak mungkin !” Seru David. “Anak perempuanku tidak perlu seperti itu, dia cukuplah menjadi putri manis yang banyak dijaga.”
“Jadi maksud ayah aku tidak boleh bisa bela diri, menembak, bahkan balapan ?” tanya Raya sambil mengerucutkan bibirnya
“Iya.” Jawab David
“Mana bisa seperti itu !!!” protes Raya
“Tunggu .... kenapa kamu juga tadi memanggil dia kak ??!” Tanya David sambil menunjuk Alen. “Tapi kenapa dia memanggilmu sayang ?”
“Dia suamiku ! Perwira polisi !” jawab Raya.
“Hahhhhh !!!!” David tampak terkejut.