I Love You, My Police

I Love You, My Police
Dimarahi Ayah



“Kenapa ayah terkejut !??” Tanya Raya


“Belum juga ayahmu ini menikahkan kamu malah kamu sudah menikah, nak !” jawab David.”Dan kamu menikah dengan polisi ?”


“Iya. Ada yang salah ?” Tanya Raya


“Bagaimana mungkin seorang mafia punya menantu polisi.” Jawab David


“Nyatanya bisa.” Kata Raya.


“Sudah... karena masalah sudah jelas, bagaimana kalau kita pulang.” Kata Ken.


“Kau pulang ke rumah ayah, ayah butuh banyak bicara dengan kamu.” Kata David. “Kau juga Raiden !!! Kau punya rumah, jangan terus-terusan di apartement. Dan bawa calon mantu ayahmu itu pulang juga.”


“Hahh !! Siapa ?” Tanya Raiden bingung


“Kau pikun atau bagaimana !!??? Barusan bilang gadis kecil itu kekasihmu !!” Bentak David


Raiden tepok jidat. Melirik ke arah Ara. Ara tentu saja bingung juga. Raiden hanya memberikan tanda lewat matanya agar menurut saja untuk kali ini.


“Aku butuh penjelasanmu nanti kakak.” Kata Raya dengan nada sinis.


Bawahan Alen, Jonas juga Ezar sudah terlebih dahulu kembali ke kantor, Alen masih saja bingung mematung.


“Sayang ... kakak bagaimana ?” Tanya Alen


“Kau ... namamu siapa ?” Tanya David


“Alen.” Jawab Alen


“Ikut sekalian. Kita juga harus bicara banyak.” Kata David


“Paman, bolehkah kami ikut ?” Tanya Sam. “Maaf, kami belum sepenuhnya percaya pada paman sekalipun Raya juga anak paman.”


“Ikutlah kalian, sekarang sudah tidak ada black dan blue Stars. Sama semua.” Jawab David


Akhirnya rombongan mobil itu berjalan beriringan ke sebuah rumah mewah di kawasan elite, memasuki gerbang tinggi bak manssion yang membuat Ara terbwngong-bengong sampai Raiden yang sedang menyetir mobilnya melemparkan sebuah permen ke mulut Ara.


“Bapak   !!!!” Teriak Ara


“Jangan panggil bapak, aku bukan bapakmu !!” Balas Raiden.


“Lalu ?” Tanya Ara


“Kau mau ikutan disebut pikun oleh ayah !?” Tanya Raiden Balik. “Panggil aku sayang .... sementara kita sandiwara dulu, okeee !!!”


“Tapi ada syaratnya ...” Kata Ara sambil tersenyum nakal


“Apa ? Nilai mata kuliahku minta A. Oke aja.” Balas Raiden


“Tidak.” Kata Ara


“Lalu apa ?” Tanya Raiden


“Besok kita main ke taman ria.” Jawab Ara


“Oke tuan putri !” Balas Raiden. “Jadi ceritanya bapak dosen suruh momong mahasiswanya ini.”


Raya turun dari mobil bersama Alen, disusul Ayah David dan Hansen. Raya tampak agak limbung, memang sedari tadi dia sudah merasa pusing lagi, entah apa yang terjadi, harapannya dia tidak mengalami tekanan darah rendah lagi. Tiba-tiba, BRUKKK


Raya terjatuh, untung dengan sigap Alen menangkapnya dan terjatuh dipelukannya. Raya pingsan.


“Sayang.....” Alen menggoncang-goncangkan tubuh Raya.


“Kenapa dia ?” Tanya David


“Mungkin tekanan darahnya turun lagi seperti tempo waktu.” Jawab Raiden. “Biasanya karena ulah Alen.”


“Bawa masuk !” perintah David. “Hansen ! Hubungi dokter !”


“Baik, tuan.” Balas Hansen


Alen membopong Raya masuk ke dalam rumah yang tak kalah megah dengan rumah Kenan. Kemudian menidurkan Raya di sofa ruang tamu.


“Kau ini jadi suami bisa tidak ngurus istrimu ?” Tanya David


“Ah .... maksudnya bagaimana, paman... eh ayah ...” Jawab Alen


“Apa setiap malam kamu selalu menggarap kebon tembakau nya ?” Tanya David


Alen tampak bingung, Ayah, aku ini polisi bukan petani tembakau. Kata Alen dalam hati. Lagi pula kebon siapa itu.


“Kau benar-benar bodoh !” Umpat David sambil memukul pundak Alen. “Kau punya cangkul bisanya hanya menggarap lahannya saja tanpa memikirkan nutrisinya. Pupuknya. Bisanya hanya menyemprot pestisida saja”


“Astaga ..... dikira aku ini petani apa ....?” Tanya Alen


Kenan, Sam dan Ken yang paham maksud dari orang tua yang dari tadi hanya ngomel-ngomel saja senyum-senyum tidak jelas.


“Kau juga Raiden, kalau sudah menikah jangan cuma bisanya nyembur pestisida, rawat juga kebonnya !” Bentak sang ayah


“Kenapa aku juga kena, kawin juga belum !?” protes Raiden


Dokter Anton, yang merupakan dokter pribadi David Jiro datang bersama asistennya seorang perawat cantik. Dokter Anton kemudian memeriksa Raya dengan baik.


“Mana suaminya ?” Tanya Dokter Anton


“Anda tahu kapan istri anda haid terakhir ?” Tanya Dokter Anton


“Sebentar. Saya selalu mencatat di ponsel saya.” Jawab Alen. Alen kemudian membuka ponselnya. “Sudah 1 bulan ini dia tidak datang bulan, dok. Harusnya sudah 1 bulan kemarin.”


Dokter Anton tersenyum, “Nanti kalau sudah siuman bawa istri anda ke dokter kandungan ya !”


“Hah !!!???” Alen malah berteriak bingung


“Belum bisa dipastikan, tapi sepertinya istri anda sedang mengandung anak anda. Usia kandungannya mungkin 6-8 minggu. Dijaga baik-baik kondisi tubuhnya karena memiliki riwayat darah rendah dan anemia.” Kata DokterAnton


Alen masih bingung dengan penjelasan dokter Anton, bahkan sampai sang dokter dan asisten pamit pun dia masih bingung.


“Jadi kebon tembakaunya udah kamu kasih pupuk ini !!!?” Seru Ken


“Ini maksudnya apa ya ?” Tanya Alen


“Istri kamu hamil !” Seru David.


“Hahhh !!! Ma.... masa ???” Tanya Alen bingung. “Aku gak pernah keluarin di dalam.”


“Hahaha .... begonya jangan kebangetan lah.” Kata Kenan. “Aku dulu juga gitu, segitu yakinnya tidak ada yang sampai kebobolan masuk ke dalam. Nyatanya istrimu hamil. Pasti tetap ada yang jalan-jalan di dalam.”


“Selamat !!! Akhirnya polisi pilon ini mau jadi ayah !” Seru Ken


“Kau ini sebenarnya suaminya bukan ?” Tanya David. “Kalau kamu tidak mau ngurus anak dalam kandungan Raya sudah biar aku saja yang urus.”


“Tidak bisa !!! Itu anakku.” Jawab Alen.


“Kalau kamu memang mau jadi ayah yang bener, tolong jangan kelewatan tololnya.” Kata David.


Raya tampak sudah mulai bangun, dia tampak bingung karena semua orang mengerumuninya.


“Sayang .... maaf yaaa ....” Kata Alen sambil memeluknya


“Kenapa ?” Tanya Raya bingung


“Gara-gara aku, kamu jadi kayak gini.” Jawab Alen


“Memangnya kakak ngapain ?” Tanya Raya masih bingung


“Udah, nanti aja jelasinnya. Sekarang Raya harus makan dulu, biar tenaganya pulih dulu.” Kata David


Akhirnya mereka ngobrol di ruang tengah bersama-sama. Tidak disangka, ternyata seorang David Jiro yang terkenal angkuh, pemarah, dan kejam dalam dunia mafia, sekarang tampak hangat dalam sebuah keluarga. Bahkan di balik semua itu dia ternyata adalah seseorang yang humoris, tentu saja dengan hobi ngomel-ngomelnya.


“Alen !!! Kamu perwira polisi, apakah kamu yang menggagalkan semua transaksi ayah ?” Tanya David


“Iya ayah.” Awab Alen sambil nyengir. “Maaf, biarpun anda ayah mertua saya, tapi perbuatan melanggat hukum di negara ini harus saya basmi.”


“Apakah kamu juga akan memenjarakan ayahmu ?” Tanya David


“Asal ada bukti kuat keterlibatan anda, tentu saja, saya bertaruh pekerjaan saya.” Jawab Alen


“Soal itu sudah aku urus.” Kata Kenan. “Paman bersih dari semua hal yang kemarin paman lakukan. Asal paman memang benar-benar menghentikan semua aktivitas kotor paman. Paman masih bisa kan menjalankan bisnis lain, tidak semua bisnis yang paman jalankan bisnis gelap. Seperti juga kakek kami.”


“Tentu.” Balas David. “Alen ..... mulai sekarang jaga istrimu dengan baik, kamu suaminya, harusnya ada restu dari aku, tapi sudah terlanjur ya sudah..... Awas kalau sampai kamu buat dia sengsara.”


“Seumur-umur, aku gak pernah nyengsarain cewek ayah.” Kata Alen


“Dan kamu Raiden..... kamu juga sudah harus segera meresmikan hubunganmu. Ayah tidak ingin kamu jadi bujang lapuk terus-terusan !” Kata David


“A... aku ???? Melamar dia ....?” Tanya Raiden


“Lah iya, siapa lagi ?! Masa mau melamar ibunya !!?” Balas David


“Ayah .... dia masih kuliah, sekelas sama Raya bahkan.” Kata Raiden


“Ya tidak apa-apa, Raya juga toh sudah menikah bahkan hamil.” Balas David


“Hamil ? Siapa yang hamil ?” Tanya Raya. “Kakak .....!!!” Raya memandang Alen tajam


“Maaf sayang ..... kamu hamil....” Kata Alen


“Bukannya dikeluarin di luar. Gimana aku bisa hamil ?” Tanya Raya


“Ada yang ketinggalan, mungkin.....” Jawab Alen


“Huaaaaaa ....!!!” tangis Raya pecah membuat semua orang terkejut. “Kakak bagaimana !!!??? Aku kan masih kuliah  !!!! Huaaaa .....”


“Ah , sayang .... maaf, iya .... kan kuliah sebentar lagi selesai.” Kata Alen menenangkan Raya. “Atau mau cuti dulu ???”


“Enggak mau !!! Kakak menyebalkan !!!” teriak Raya sambil cemberut


“Jadi, kamu tidak mau hamil sayang ?” Tanya Alen


“Bukan begitu, aku mau saja hamil anakmu, tapi kok secepat ini.” Jawab Raya. “Aku ke kampus dengan perut buncit, malu sama teman-teman.”


“Kenapa malu ? Kan ada suaminya ?” Tanya David


“Soalnya raya di kampus terkenal paling tomboy.” Jawab Ara. “Makanya gengsinya tinggi dia.”


“Hahaha .... nak, kamu walaupun tomboy tetap saja kalau menikah akan hamil, apalagi kebon tembakaumu selalu digarap cangkulnya Alen.” Kata David


Jadi maksudnya dari tadi itu yang dimaksud kebon tembakau dan cangkul, lalu semprotan pestisida apaan ya ? Tanya Alen dalam hati.