I Love You, My Police

I Love You, My Police
Black Stars



Enam pria dewasa tampak sedang duduk bersama di sebuah ruang kerja, Alen, Kenan, Ken, Sam dan seorang asisten Kenan bernama Kelvin Hyuga dan asisten pribadi Ken bernama Sabastian Viko.


“Apa yang akan kalian bicarakan ?” Tanya Alen


“Black stars.” Jawab Kenan.”Tentu kamu sudah tidak asing lagi dengan nama itu.”


“Iya. Aku sudah tahu, lalu apa masalahnya ?” Tanya Alen


“Istrimu sebenarnya adalah anak petinggi Black Stars.” Jawab Sam


Alan membulatkan mata tidak percaya, “Bukankah Raya adalah adik kalian ?” Tanya Alen tidak percaya.


“Ya, Aku, Ken dan Sam satu ayah satu ibu, tapi tidak dengan Raya, kami berbeda ayah. Raya adalah korban dari kebejatan ayah kandungnya sendiri.” Jawab Kenan. “Mami waktu itu tertangkap Black Stars. Yang kami tahu paman Jiro menyukai mami sejak dulu. Paman Jiro memperkosa mamisampai akhirnya mami hamil meskipun berstatus suami papi, dan setelah Raya lahir dan dilakukan tes DNA ternyata Raya adalah anak dari paman Jiro.”


“Siapa paman Jiro ?” Tanya Alen


“Petinggi Black Stars. Ayah kandung Raya.” Jawab Ken


“Artinya.... mertuaku ?” tanya Alen sambil mengusap kepalanya.


“Iya. Dan sampai sekarang paman Jiro tidak mengetahuinya. Yang dia tahu Raya adalah anak terakhir mami, dan juga mengejarnya, dengan dalih tidak bisa mendapatkan maminya maka masih bisa mendapatkan anaknya. Paman Jiro tidak sadar jika Raya adalah anak kandungnya.” Jawab Kenan


“Apa Raya tahu soal ini ?” Tanya Alen


“Tidak. Raya tidak boleh tahu. Belum saatnya. Raya sendiri begitu menaruh dendam pada Paman Jiro karena kematian orang tua kami dengan kecelakaan adalah perbuatan paman Jiro juga.” Jawab Sam


“Ini seperti 2 buah mata pedang. Kami memiliki dendam pada petinggi Black Stars yang sudah membunuh kedua orang tua kami, tetapi dia juga ayah kandung Raya.” Kata Sam.


“Apakah berarti Raya juga memiliki kakak lain selain kalian ? yang satu ayah dengan nya ?” Tanya Alen


“Paman Jiro memiliki seorang anak laki-laki, usianya sama denganmu.” Jawab Sam. “Namanya Raiden Jiro. Raiden tidak sekejam David Jiro. Anak itu tumbuh menjadi laki-laki ceria dan mudah bergaul, tetapi mau tak mau dia harus mengikuti langkah ayahnya. Lagi pula Raiden lebih tertarik menjadi pengajar atau dosen ketimbang bergelut bisnis dengan ayahnya”


“Lalu untuk apa kalian disini sekarang ?” Tanya Alen. “Aku tidak percaya jika alasannya adalah karena pernikahan Kak Ken dan bisnis Kak Kenan ?”


“Memang tidak. Ken memang setelah menikah akan menetap disini, aku juga menetap disini karena bisnisku banyak disini. Entah dengan Sam. Black Stars sudah berada di Indonesia. Kau polisi harusnya tahu sepak terjang kelompok itu.” Jawab Kenan. “Lebih dari itu. Paman Jiro tahu keberadaan Raya, maka kami ke sini juga untuk melindungi dia.”


Sam menyerahkan sebuah map pada Alen, dan Alen membacanya, isinya adalah tentang bisnis yang sedang dijalankan Black Stars di Indonesia.


“Serahkan itu ke tim kerjamu, itu bisa membantu kerjamu dan teman-temanmu untuk mengatasi Black Stars. Itu juga bisa membuatmu naik pangkatkan jika berhasil menyelesaikannya ?” Kata Sam.


“Len, mulai sekarang mau tidak mau, suka tidak suka, kamu harus didampingi Viko.” Kata Ken.”Jangan remehkan mantan anggota kepolisian Jepang satu ini.”


“Bos, lalu bagaimana dengan dirimu ?” Tanya Viko.


“Kerjaku disini tidak banyak, Ko. Kamu tenang saja, aku bisa atasi semuanya, lagipula Sam membantuku.” Jawab Ken. “Tugasmu adalah menjaga Alen, sedangkan Raya serahkan pada kami.”


Alen tertawa, “Kak.... jangan melucu, masa aku perwira kepolisian malah dijaga seperti anak seorang petinggi saja.”


“Kamu akan paham nantinya.” Kata Ken


“Len, satu hal yang harus kamu simpan baik-baik. Jangan sampai Raya tahu soal ayah kandungnya.” Kata Kenan. “Akan ada saatnya dia tahu dengan sendirinya.”


“Oke Kak.” Balas Alen


“Maafkan kami, Len ... kami justru merepotkan kamu. Harusnya tidak karena ini adalah masalah antar kelompok.” Kata Ken


“Tidak apa-apa, Kak. Inilah resikoku yang harus aku terima menjadi suami Raya.” Balas Alen


Siang itu, Alen pamit ke kantor, sebenarnya Bunda Alin protes karena Alen sedang cuti menikah seminggu ini, tapi karen Raya mengatakan tidak apa-apa, Alen pun pergi ke kantor.


“Penganten baru ngapain kesini ??!” Tanya Pak Dirga. “Memang semalam kamu gak dapat jatah, hah ?”


“Sudah Pak, berkali-kali malah, Tapi ini ada masalah penting. Kita bisa bicara ?” Tanya Alen balik.


Alen mengajak Jonas, Ezar, Pak Dirga ke ruangan pertemuan tertutup, ditambah beberapa anggota lain.


“Ini !” Alen membanting berkas yang dia dapatkan dari Kenan tadi pagi


Pak Dirga dan yang lain membuka dan membacanya.


“Dari Kak Kenan.” Jawab Alen


“Tapi menghadapi pelaku perdagangan senjata gelap dan perdagangan narkoba seperti ini bukan soal mudah.” Kata Jonas


“Len... kenapa kamu dari tadi diam saja ?” Tanya Ezar. “Ada hal lain kah ?”


“Raya adalah anak kandung Jiro, David Jiro, petinggi Black Stars. Korban kebejatan ayahnya yang telah memperkosa maminya.” Jawab Alen. “Ini sama saja ayah mertuaku adalah musuhku.”


Semua terkejut mendengar jawaban Alen.


“Dan dia sekarang disini, di negara ini. Dia tidak tahu Raya anak kandungnya, dia mengejar Raya dengan prinsip, tidak mendapatkan maminya maka bisa mendapatkan anaknya.” Kata Alen.


“Apa Raya tahu soal ini ?” Tanya Pak Dirga.”Kasian sekali anak itu ...”


“Tidak, kakek dan ketiga kakaknya menutup rapi rahasia ini.” Jawab Alen. “Belum saatnya Raya tahu. “


“Lebih baik Raya tidak tahu selamanya.” Kata Jonas. “Bisa-bisa anak itu mengalami goncangan kejiwaan yang tidak bisa ditebak.”


“Lambat laun harus tahu, karena dia berhak tahu siapa ayah kandungnya.” Balas Alen. “Oke .... kenalkan..... ini Viko, ini adalah mantan anggota kepolisian jepang. Dia asisten kak Ken yang sekarang menjadi pendampingku, karena Viko bisa bantu kita dalam hal mengetahui seluk beluk Black Stars.”


Semua menerima kehadiran Viko. Viko asisten pribadi Ken sejak sebelum menjadi anggota polisi, tetapi karena dia lebih memilih menemani Ken setelah 5 tahun menjadi anggota polisi akhirnya memilih mundur dari pekerjaannya dan kembali dengan Ken.


“Lalu kita akan memulai dari mana ?” Tanya Ezar.


“Kita menyelidiki saja dulu. Menangkap penjahat kelas internasional seperti ini bukan hal mudah.” Jawab Alen.


“Fokus kita tidak hanya pada bisnis gelapnya, tapi pergerakannya dalam mendapatkan Nona Raya.” Kata Viko


“Ohya, Ko ... Boleh aku tahu, apa bisnis Kenan dan Ken sebenarnya di negara ini ?” Tanya Alen


“Bos Kenan memiliki beberapa saham besar di beberapa pabrik garment, selain itu dia pegang beberapa pertambangan batubara. Bos Ken, apalagi kalau bukan bisnis Klab malam, saingan anda sebenarnya, hehe.... tapi sekarang sedang membangun sebuah universitas yang nantinya akan dikelola oleh calon istrinya.” Jawab Viko.


“Apa kamu juga pernah mengikuti mereka ketika mereka berbisnis gelap ?” Tanya Pak Dirga


“Tentu saja.” Jawab Viko. “Bahkan saya yang atur semua jadwal transaksi. Bos Ken bukan orang sembarangan, beberapa kali hampir terbunuh tapi nyatanya musuhnya selalu mati mengenaskan ditangannya.”


“Lalu kenapa kakek memutuskan berhenti dari semua bisnis yang membesarkan namanya ?” Tanya Alen


“Sejak kejadian kecelakaan itu, sebelum meninggal, nyonya muda meminta agar tuan besar berhenti dari semua bisnis ini, dan tuan besar menurutinya. Sampai akhirnya justru bisnis ini diambil alih semua oleh Black Stars.” Jawab Viko. “Paman Jiro sebenarnya masih saudara jauh dari Tuan besar.”


“Len .... ini seperti boomerang, anggota polisi ternyata memperistri anak mafia.” Kata Ezar. “Hati-hati dengan pekerjaanmu. Jangan gampang ambil keputusan. Kami akan membantumu untuk kali ini.”


“Aku juga bingung harus bagaimana ...” Balas Alen. “Mana istriku benar-benar payah, meskipun dia bisa segalanya bahkan mungkin setara dengan kakak-kakaknya kemampuannya, tapi polosnya itu aku yang aku nggak kuat.”


“Nona muda bukan sembarang gadis.” Kata Viko


“Maksudmu ?’ Tanya Alen. “Apa belum cukup dengan keahlian bela diri, menembak, bermain musik, nge DJ dan otak cerdasnya dalam bidang teknologi informasi.”


“Lebih dari itu.” Jawab Viko. “Justin mendidik nona muda dengan baik, menjadi pembunuh berdarah dingin. Nona pernah hampir membunuh Paman Jiro dalam sebuah baku hantam senjata. Semua anak buah paman Jiro mati di


tangan nona muda.”


“Hahhhh !!!” Teriak Alen.


“Maka sejak kejadian itu nona tidak mau pegang senjata  api, trauma.” Balas Viko. “Entah kenapa akhir-akhir ini traumanya hilang. Nona juga seorang pilot handal, sejak usia 15 tahun sudah bisa menerbangkan pesawat tempur dan helikopter tanpa menempuh pendidikan penerbangan. Nona juga bisa dibilang pembalap handal baik


mobil maupun motor”


“Ooooo.... ghosstttt !!!!” Seru Alen tidak percaya.”Lalu bisaku apa sebagai suaminya ?”


“Menidurinya.” Balas Ezar dan Jonas sambil tertawa.


“Selesaikan masalah ini dan buat hidup istrimu tenang, Len.”Kata Pak Dirga. “Sekarang kamu pulang, nikmati masa cutimu. Jangan sampai kamu menyesal cuti seminggu masih kurang menikmati malam-malam indah dengan istrimu”


“Aku diusir ini ?” Tanya Alen


“Iya !!!” Seru yang lain serempak.