I Love You, My Police

I Love You, My Police
KEMBALI MENGGEBUK



Cerita soal liburan di Jogja telah usai, setelah menghabiskan banyak waktu di pantai dan jalanan malioboro akhirnya rombongan keluarga besar itu kembali ke aktivitas mereka kembali di ibukota.


Raya tentu saja masih harus kembali ke kampus, menyelesaikan skripsinya yang tinggal sejengkal lagi selesai. Alen kembali ke kantornya dan tetap berkativitas dengan cafe dan klub malamnya, Farel kembali bertemu pisau bedahnya, juga yang lain.


Kampus pagi ini tampak meriah, karena kembali ada parade band. Kali ini pun band Raya kembali manggung, tetapi entah kali ini apakah Raya kembali dengan gitar atau drum nya. Ibu hamil satu ini masih menikmati duduk manis di bagian depan panggung. Tiba-tiba Raiden menarik Raya untuk naik ke atas panggung.


“Selamat sianggg !!!” Raiden menyapa semua yang ada di kampus. Sebenarnya ada yang aneh, kenapa tetiba Raiden menarik Raya ke atas panggung. Pasalnya anak-anak tidak banyak yang tahu bahwa Raya dan Raiden kakak adik. “Kalau yang dari tadi nyanyi mahasiswanya, boleh dong sekali-sekali yang nyanyi dosennya di iringi mahasiswanya.”


Teriakan sautan sorakan penonton bersautan, terutama yang cewek, ya karena Raiden memang tergolong dosen tampan pujaan banyak wanita.


“Siang ini saya pengen nyanyikan sebuah lagu untuk seseorang ... dan tentu saja saya ingin Raya yang mengiringi drum nya.” Kata Raiden


“Emang kakak bisa nyanyi ?” Tanya Raya tidak percaya


“Jangan meremehkan kakakmu ini ya ...” Jawab Raiden sambil mengacak rambut Raya asal. “Tolong iringi kakak kali ini, kakak nyanyikan lagu ini buat Ara.” Bisik Raiden dengan mesra di telinga Raya, kemudian mengecup pipi Raya. Tentu saja sorakan anak-anak mahasiswa tidak terbendung lagi.


“Kenapa kalian teriak-teriak ?” Tanya Raiden


“Udah ada yang punya itu pakkk !!???”


“Yang punya kan suaminya, saya kakaknya juga dong memiliki cinta dan kasih sayang untuk adikku yang manis satu ini.” Balas Raiden dan membuat penontonnya terbengong. “Kenapa ?! Kalian kaget. Oke deh ! Sekarang kami juga akan buat pengakuan, bahwa aku dan Raya adalah saudara kandung.”


Alen yang memang sudah janji untuk menyusul Raya tampak terkejut melihat Raya sudah diatas panggung bersama Raiden. Dia sebenarnya tidak mengijinkan Raya manggung kali ini, apalagi gebukin drum, takut anak dalam perutnya terkaget-kaget sebenarnya. Alen langsung nyusul naik ke atas panggung.


“Kak....” protes Alen


“Apa ? Kali ini ayo kamu gitarin !!!” Raiden justru balik perintah Alen


“Tapi....”


“Udah... aissshhhh ..... bisa nggak sih bantuin aku kali ini saja.” Kata Raiden sambil memberikan gitar pada Alen.


“Ntar anakku kaget berisik gara-gara emaknya gebuk-gebuk drum ...” Protes Alen


“Mana ada .... anakmu gak bakal loncat keluar juga.” Kata Raiden


Akhirnya Alen menurut, dia sudah siap dengan posisi gitarnya, “Punya kakak satu aja repot amat sih ngurusnya.” Gerutunya.


“Oke ... aku mau nyanyiin satu lagu untuk seseorang, sekaligus aku mau melamarnya .... sebelum resmi melamar pada orang tuanya, aku ingin melamarnya terlebih dahulu.” Kata Raiden


Penonton yang memang kebanyakan mahasiswanya tentu saja langsung berteriak-teriak gak karuan. Banyak mahasiswi patah hati jelasnya.


Hanya dirimu yang kucinta


Takkan membuat aku jatuh cinta lagi


Aku merasa


Kau yang terbaik untuk diriku


 Walau 'ku tau kau tak sempurna


Takkan membuat aku jauh darimu


Apa adanya


'Ku 'kan tetap setia kepadamu


Tuhan jagakan dia


Dia kekasihku


'Kan tetap milikku


Aku sungguh mencintai


Sungguh menyayangi


 Setulus hatiku


Walau 'ku tau kau tak sempurna 


Takkan membuat aku jauh darimu


Apa adanya


'Ku 'kan tetap setia kepadamu


Ho-o-o


Tuhan jagakan dia


Dia kekasihku


'Kan tetap milikku


Aku sungguh mencintai


Sungguh menyayangi…


Raiden turun panggung dan tanpa disangka menghampiri Ara dan menariknya ke atas panggung dan melanjutkan lagunya. Raya yang melihat pemandangan itu tersenyum senang. Kali ini kakaknya sudah tidak menyembunyikan hubungannya dengan Ara.


Ara yang tidak menyangka bakal ditarik naik panggung merah mukanya, jelas dia malu banget karena Raiden benar-benar menunjukkan dan memplokamirkan bahwa dialah kekasih sang dosen tampan. Membuat banyak mata para gadis langsung sendu patah hati.


Satu lagu selesai dinyanyikan Raiden dan Raiden mengecup kening Ara dengan mesra, “Terima kasih, sayang ..... untuk segalanya  .....”


Sorakan keras dari para penonton bersautan menyoraki pasangan dosen dan mahasiswa yang sedang dimabuk asmara itu. Jelas banyak mata mahasiswi yang kecewa karena selama ini banyak yang mengidolakan Raiden bahkan berharap bisa menjadi kekasih Raiden. Ternyata hati Raiden justru jatuh pada seorang Ara.


“Kak, satu lagu lagi .....” Kata Raya. “Ayo .... mumpung aku semangat gebug drum nya ini ... Gimana kalau nyanyi duet .... hehehe .... Ara suaranya juga bagus lho ....”


“Oke deh !!!!” Raiden membisikkan sesuatu ke Ara yang membuat Ara terbengong bingung. Raiden kemudian membisiki Raya dan Alen. Keduanya tentu saja tertawa. Pasalnya ternyata lagu ini lagi hits dan tiap hari Ara pasti ngedengerin nggak di kampus nggak di mobil. Raiden tahu itu.


Alen memetik gitarnya dengan semangat sebagai awalan .... dan Raiden memulainya dengan iringan gebugan drum Raya


Aku ra mundur dik


Teguh atimu


Masio sandaya


Ra ngerestuiku


Koyo tepung kanji


Nong nduwur mejo


Yen Gusti ngrestui


Wong tuo biso opo...


 Ara kemudian mulai menyahut setelah selesai intro ...


Mas.. aku pingin cerito


Tentang kita berdua


Wong tuoku ora setuju


Yen kowe lan aku bersatu.


Kondomu marang aku


Kuwe bakal berjuang


Pengengatku marang sliramu


Ojo sampek.. salah dalan


Raiden kembali menyambut ....


 Aku ra mundur dik


Teguh atimu


Masio sandaya


Ra ngerestuiku


Koyo tepung kanji


Nong nduwur mejo


Yen Gusti ngrestui


Wong tuo biso opo...


Genggemen tanganku


Kalau kamu ragu


Optimis wae


Gusti mboten sare..


Sekalipun mereka tidak bisa berbahasa Jawa, ternyata mereka sukses melantunkan lagu genre dangdut ini dengan mulus, sampai penonton ikut joget gara-gara ternyata salah satu anggota band Raya jago juga main ketipung nya.


Dari kejauhan tanpa disangka, Kenan, Ken dan Sam sudah ikutan nonton, Ken yang juga sedikit suka musik genre dangdut ikutan berjoget ria.


Lagu berakhir dan penontonnya minta lagi ..... jadilah selanjutnya panggung parade music band sementara jadi panggung dangdut, tentu saja Ara yang melanjutkan nyanyi sendiri diiringi band nya Raya membuat semua penonton berjoget ria. Lagu-lagu baru seperti Banyu Moto, Kartonyono Medot Janji. Ya memang Ara penggemar beratnya Denny Chaknan, jadi semua lagunya apal.


“Eh .... punya cewek ternyata diva dangdut gitu, suruh ikutan ajang pencarian bakat aja tuh.” Ledek Kenan


“Wah .... bisa digorok sama bapaknya entar.” Jawab Raiden sambil tertawa.


“Semoga besok kalau hamil gak ngidam konsernya Denny Chaknan aja.” Kata Alen.


“Iya nih .... aku mikirnya juga gitu, bisa repot kalau udah jadi istriku trus hamil ngidamnya gitu, kaya si Raya.” Balas Raiden. “Raya masih ngidam yang aneh-aneh ?”


“Sejauh ini enggak, hanya permintaan lele cowok goreng lurus yang terakhir.” Kata Alen sambil tersenyum.


Raya tampak turun dari panggung bersama Ara kemudian menghampiri gerombolan kakak dan suaminya.


“Kakak ....” Rajuk Raya


“Apa sayang .....?” Tanya Alen


“Aku pengen nasi jagung goreng pake cumi-cumi” Jawab Raya


“Hah ..... makanan apalagi itu ?” tanya Alen bingung.


“Emang ada nasi goreng jagung ?” Tanya Kenan bingung juga


“Ya makanya dibikin.” Jawab Raya.


Raiden tepok jidat benar-benar merasakan ibu hamil satu ini. Ken dan Sam langsung searching mencari penjual nasi goreng jagung.