I Love You, My Police

I Love You, My Police
Bumil dan Calon Penganten



Acara ngidam Raya kalau diteruskan akan selalu ada saja, setelah drama minta opor ayam ala chef


Aldo, kali ini kembali sebentar pada cerita persiapan pernikahan Kenzie Aditama dan Queen Sandra Alma Winata.


Untuk persiapan pernikahan sendiri sudah 90% selesai, semua atas campur tangan Kenan tentunya. Orang tua Sandra sendiri yang juga tinggal di Jakarta ikut mempersiapkan. Tema pernikahan pesta kebun yang dipilih


mereka berdua, kebetulan papa Sandra adalah pengusaha property dan memiliki beberapa aset taman hiburan,, jadilah pesta pernikahan tidak akan diadakan di hotel seperti orang-orang highclass lakukan, tapi justru dilakukan di sebuah taman hiburan yang luas yang akan disulap menjadi pesta pernikahan.


Ken sendiri masih sibuk dengan urusan bisnisnya, mengembangkan beberapa club malam baru di Bali membuatnya harus bolak-balik Jakarta Bali. Sandra yang memang hanya bekerja sebagai dosen di fakultas


psikologi tidak terlalu banyak kesibukan, karena Ken memang meminta Sandra untuk tidak menambah pekerjaan lain selain sebagai dosen. Walaupun sebenarnya Ken menginginkan Sandra tidak usah bekerja, tetapi Sandra tidak mau berdiam diri, akhirnya diperbolehkan Ken untuk tetap menjadi dosen saja.


Sore itu adalah jadwal foto preewed Ken dan Sandra. Ken benar-benar mengambil waktu libur supaya bisa mengabadikan moment yang hanya satu kali seumur hidup bakal dia lakoni. Kali ini Sam lah yang merancang ide foto preewed kakaknya.


“Kau sudah siap kak ?” Tanya Sam


“Siap lahir bathin.” Jawab Ken. “Lihat calon istriku .... gak ada kurang-kurangnya sama sekali. Sempurna.”


“Dih .... dari dulu kek kayak gitu.” Kata Sam. “Kenapa ga dari dulu aja yang beneran pacarannya.”


Akhirnya foto-foto sesi preewed Ken dan Sandra dimulai dengan Sam sebagai pengarah gaya sekaligus fotografernya. Foto cukup dilakukan di studio milik Sam yang sudah ada konsep kebun dan tamannya.


Tiba-tiba nongollah adik ajaibnya dengan perut besar yang sudah berusia 8 bulan. Jalan aja sudah seperti kesusahan, pipi sudah seperti bakpao. Ya.... siapa lagi kalau bukan Raya. Selama hamil ini berat badannya


baik 12 kiloan. Drama ngidamnya pun sudah berkahir sehingga membuat lega semua orang.


“Kakak .....!” Seru Raya mengagetkan, membuat Sam yang sedang mengoreksi hasil jepretannya terkejut.


“Haduh ...... untung aku gak lompat, Ray.” Balas Sam. “Kamu harusnya kan dirumah, bukan malah keluyuran ....”


“Bosen lah di rumah terus ...” Kata Raya


“Kamu ke sini sama siapa ?” Tanya Ken


“Bawa mobil sendiri.” Jawab Raya tanpa merasa salah


“Apaaaaa !!!!” Ken dan Sam sama-sama terkejut.


“Raya ... kamu tuh lagi hamil ....” Kata Ken. “Jangan sembarangan bawa mobil, memang dirumahmu gak ada sopir !!!?”


“Ada, tapi aku pengen bawa sendiri, kak.” Balas Raya. “Ohya, kalian udah selesai foto preewed nya ???”


“Belum, masih ada 1 sesi foto lagi.” Jawab Ken.


“Kalau gitu aku ikutan dongg !!!” Kata Raya


“Ikutan ngapain ?” Tanya Sam bingung


“Ikutan foto.” Jawab Raya


“Mana ada foto preewed ada makhluk lain nyempil di foto calon penganten ?!” Protes Sam


“Ada aja .....” Balas Raya


“Nggak ada !” Kata Sam


“Pokoknya harus ada .... ini dedek di perut pengen foto.” Balas Raya memelas.


“Kalau gitu panggil suamimu kemari saja, kakak buatkan foto konsep maternitiy aja.”


“Gak mau, maunya foto sama calon penganten.” Protes Raya.


“Begitu ya ....” Balas Sam. “Semoga setelah ini tidak merepotkan lagi. Ayo mulai !!!”


Jadilah sesi foto ini seperti gabungan antara preweed dan maternity. Entah nanti pada saat pernikahan apakah foto itu akan di pajang atau tidak. Tapi sepanjang sejarah belum pernah ada di acara pengantenan foto calon pengantennya ada yang nyempil satu makhluk lagi, yang ada dimana-mana pasti foto pasangan pengantennya saja yang ada.


Alen yang tahu jika Raya pergi ke studio foto Sam menyusul naik taksi online, khawatir kalau Raya kenapa-kenapa. Sampai di studio foto dia justru dikejutkan melihat Raya ikutan berpose ria diantara kedua calon


penganten itu.


“Ini foto preewed apa maternity sih ?” Tanya Alen bingung


“Tau, tuh ! Ada-ada aja permintaan anakmu, Len.” Jawab Sam.”Masih dalam perut saja sudah merepotkan, gimana kalau dah brojol entar.”


“Sayang ...... jangan gangguin kak Ken dan Kak Sandra dong !” Kata Alen


“Tapi aku pengen foto sama mereka.” Balas Raya.


“Ya tapi kan mana ada foto calon penganten nyempil 1 ibu hamil gitu. Ntar dikira orang, yang lagi hamil itu istri pertamanya.” Kata Alen


Sam tertawa mendengar protesnya Alen pada sang istri, “Kayaknya cocok nih temanya, istri pertama rasa istri kedua !”


Akhirnya sesi foto selesai, tinggal menunggu hasil dari Sam saja. Tentu saja Sam tidak akan memajang foto yang ada Raya nyempil disana, bisa heboh pesta pernikahan kalau ada sempilan anak itu. Semakin kesini, kemauan ibu hamil ini makin aneh-aneh saja, ngidam makanan usia, eh ganti tingkahnya  tambah konyol.


“Kakak ngapain nyusulin aku ke sini ?” Tanya Raya sambil menyeruput jus alpukatnya.


“Kamu yang kenapa !? Udah aku larang bawa mobil sendiri kenapa tetep bandel. Ada Mang Asep kan di rumah !?” Tanya Alen balik


“Mang Asep lagi diare, kak. Kasian.” Balas Raya.


“Kan bisa pesen taxi online.” Kata Alen lagi.


“Ogah, aku males. Gara-gara pesen taxi online masa supirnya bilang, mbak ,..... masih sekolah kok udah hamil. Yakali aku anak SMA yang keluar dari sekolah gara-gara dihamilin pacarnya.” Balas Raya.


Ya, Raya memang selama hamil tidak mau menggunakan taxi online karena pernah suatu hari mau ke kantor Alen menggunakan taxi online malah sama supirnya dikira anak sekolah hamil duluan dan mau ke kantor polisi untuk mengadukan pacarnya. Sang supir baru percaya setelah taxi masuk ke halaman kantor dan Alen yang membukakan pintu untuk Raya dan memanggilnya dengan sebutan sayang. Baru nyadar sang sopir taxi kalau penumpangnya istri seorang perwira polisi.


“Kamu tahu gak, Len. Istri kamu dari dulu itu paling pinter debat. Jangan dilawan deh !” Kata Ken


“Aku juga pusing ngadepinnya nih, kak.” Balas Alen. “Dirumah ada aja kelakuannya yang membuat aku dan orang serumah pusing dibuatnya.”


“Sabar, Len ... ntar kalau dah lahir anaknya juga gak bakal kayak gitu lagi.” Kata Sandra.


“Paling digangguin anak kalau pas adegan ranjang 19 detik wkwkwkwk !!!” meledaklah tawa Ken.


“Hoho mana bisa, jatahnya pengen ya anakku tak selundupkan ke kamar omanya.” Balas Alen sambil nyengir.


“Hehhh !! Dipikir anaknya narkoba, pake acara diselundupkan !” Protes Raya.


“Enggaklah sayang .... tapi kan perlu sekali-sekali diselundupkan.” Balas Alen.


“Kak ... aku minta cetakin 1 foto yang tadi ya.” Pinta Raya


Sam membulatkan matanya tak percaya, juga Ken.


“Jangan, Dek !!! Ntar apa kata tamu undangan kalau tamu kedua mempelai ada yang nyempil.” Kata Ken


“Siapa bilang mau dipajang di pesta pernikahan. Mau aku pasang di rumahku.” Balas Raya santai


Ken dan Sam langsung bernafas lega mendengarnya.


Bisa dibayangkan kalau dalam sebuah acara pernikahan, ada salah satu foto mempelai pengantin ada nyempil ibu hamilnya satu. Tamu undangan pasti akan berpikir bahwa yang sedang hamil adalah istri pertama mempelai pria nya.