I Love You, My Police

I Love You, My Police
Anggota Baru



Kondisi Raiden setelah dalam perawatan Farel semakin membaik dalam 1 minggu ini. Raya yang masih sibuk dengna kuliahnya, kali ini mendapatkan pengawalan khusus dari Sam yang memang sedang tidak bekerja banyak. Dan kali ini sambil menunggu Raya selesai kuliah, Sam duduk di pojok kantin kampus bersama Shaki.


“Lima tahun tidak bertemu, ternyata kamu tetap sama saja, Sam. Dingin dan tidak bisa ditebak.” Kata Shaki sambil tersenyum.


“Kau yang menghilang meninggalkan aku, Sha ...” Kata Sam. “Kenapa ?”


“Bukankah sudah ada Kirei disampingmu ?” Tanya Shaki balik


“Kirei sudah meninggal 2 tahun lalu.” Jawab Sam, tampak raut sedih yang dipertahankan.


“Apa ? Kenapa ?” Tanya Shaki


“Kenapa ?” Tanya Sam balik. “Kamu sudah tahu kenapa masih bertanya kenapa. Kanker otak stadium empat yang membuat dia pergi begitu cepat.”


Ternyata, dimasa lalu, Sam sempat berpacaran dengan Shaki, kemudian hadir Kirei ditengah-tengah mereka, merenggangkan hubungan mereka. Kirei adalah sahabat Shaki, yang Shaki tahu juga menyukai Sam, dan Shaki memilih mengalah karena Shaki tahu Kirei mengidap kanker otak.


“Kau mengalah demi Kirei.... kenapa ?” tanya Sam. “Kenapa waktu itu justru kamu meninggalkan aku ? Tak tahukah kamu, aku sangat hancur.”


“Tapi Kirei butuh kamu.” Jawab Shaki.


“Ya ... memang sejak itu aku selalu bersama Kirei, bahkan kami hampir menikah, tetapi Tuhan berkehendak


lain, dia pergi 3 hari sebelum pernikahan itu terjadi.” Kata Sam


“Maaf, Sam....” Kata Shaki lirih


“Shaki..... sampai sekarang, kamu masih ada di hatiku, tidak tergantikan.” Kata Sam. “Apakah dihatimu masih ada ruang untukku ?”


Shaki tampak terkejut mendengar pertanyaan Sam yang begitu tiba-tiba.


“Sam ..... aku .....”


“Sha ..... jangan bilang kamu sudah memiliki yang lain.” Kata Sam sambil memegang tangan Shaki


“Tidak ada, Sam.... aku pulang ke Indonesia setelah selesai kuliah, dan tidak pernah melupakanmu sedikitpun.”


Balas Shaki.


“Jadi ....?” Tanya Sam


Shaki mengangguk, “Apa kita bisa memulainya lagi seperti dulu ?” Tanya Shaki


Sam tersenyum lebar, senyum yang selama ini hilang entah kemana, kini kembali ke wajah tampan satu itu. Raya yang baru selesai kuliah dan mencari-cari kakaknya dari kejauhan melihat kemesraan kakaknya dan dosen kampus tetangga tampak tersenyum jahil. Dia mengeluarkan ponselnya dan mengabadikan kemesraan dua sejoli dewasa itu di kamera ponselnya.


Kejahilan Raya berlanjut.


Foto dikirim ke grup keluarga dimana disitu beranggotakan Ke empat kakaknya, suaminya, Farel, Viko dan


Kelvin.


Foto terkirim dengan caption. Katanya lagi jadi bodyguard adeknya eh taunya pacaran sama bu dosen


Kenan yang membuka pertama kali langsung menyahut. Senyumnya sudah kembali, Dek ..... pacar lamanya udah balik itu....


Raiden yang sedang ada diruang dosen membuka chatting, dan kemudian berlari keluar menuju kantin dan tiba-tiba


menempeleng kepala Sam.


“Dasar kakak kurang ajar ! malah pacaran di kampus bukan jagain adeknya !” Seru Raiden


“Ahhh !!!” Sam memegangi kepalanya sambil menatap Raiden. “Kau kan dosennya, sedari tadi juga sama kamu


kan !!?”


“Lihat tuhhhh !” Raiden menunjuk ke arah Raya yang tertawa ngakak. “Buka ponselmu dan lihat ulah adikmu !”


Sam membuka ponselnya dan terkejut ada fotonya sedang memegang tangan Shaki dengan mesra terpampang di


grup whatapp.


“Rayaaaaaa !!!!!” teriak Sam tak terima dan mengejar Raya, sang pelaku tertangkap. Sam tentu saja tidak tinggal diam, langsung menggelitiki Raya. “Kau benar-benar ya bikin kakak malu !!!!”


“Ampun kak.... ampun.....!!! Hahahaha ....” Seru Raya


Shaki yang melihat itu semua agak bingung. Sam lalu menarik Raya untuk duduk bersama Shaki dan Raiden.


“Shaki, kenalkan.... ini adekku yang paling bontot !” kata Sam


“Aku sudah kenal kalau sama Raya, siapa di kampus ini tidak kenal Raya.” Balas Shaki. “Lalu dengan Pak


Raiden, apa hubungannya ?”


“Lebih tepatnya, Raya adalah adikku beda ayah, sedangkan dengan Raiden, Raya adalah adiknya satu ayah.”


Jawab Sam


“Kebetulan sekali.” Kata Shaki


“Jadi.... Bu Shaki pacar lamanya Kak Sam ya ...” Kata Raya. “Terima kasih ya, akhirnya senyum kakakku kembali lagi sekarang.”


Akhirnya mereka saling berpisah, Sam mengantar Raya ke kantor Alen, dan akan kembali untuk menjemput Shaki, sedangkan Raiden masih ada kelas mengajar jadi kembali ke ruangannya.


Raya tampak sedang duduk manis di sofa ruang kerja Alen sambil makan bekalnya. Bekal yang dibawakan Bunda Alin untuk makan siang Raya dan Alen. Ketika sedang asyik makan, pintu ruangan Alen diketuk dan Alen mempersilahkan masuk sang tamu.


“Oh, anda rupanya ... sudah siap mulai bertugas disini ?” tanya Alen.


“Siap, pak.” Jawab polwan itu.


Raya yang sedari tadi cuek, akhirnya ikut-ikutan memperhatikan sang polwan.


“Ohya, kenalkan itu istri saya, Raya.” Kata Alen. “Sayang.... ini anggota baru di kantor ini, namanya Meita.”


Sang polwan yang ternyata bernama Meita membalikkan badan lalu tersenyum pada Raya, dan Raya membalas senyum dengan canggung.


Cantik banget, apa dia akan kerja satu divisi dengan kakak. Tanya Raya dalam hati. Lagian cantik-cantik bukannya jadi artis malah jadi polisi.


“Kak .... aku keluar dulu ....” Raya meninggalkan ruangan Alen, dan melihat Pak Dirga sedang duduk ngopi di lobi kantor, Raya pun ikut duduk disana sambil meneruskan makan siangnya.


“Lah .... kenapa makan disini ?” tanya Pak Dirga


“Mataku kelilipan pak.” Jawab Raya asal


“Kok bisa ?” tanya Pak Dirga


“Iya bisalah ... kelilipan jadi panas dingin akunya.” Jawab Raya.


“Hm .... pasti ada sesuatu ini.“ Kata Pak Dirga sambil melirik ke ruangan Alen. “Jadi ceritanya cemburu nih ...”


“Ih ... apaan sih !!?” Seru Raya protes


“Siapa yang cemburu bos ?” Tanya Jonas tiba-tiba dan duduk disebelah Raya.


“Itu, pujaan hatinya Alen.” Jawab Pak Dirga


Jonas melihat ke arah ruangan Alen yang ternyata pintunya terbuka lebar, dan dia langsung tersenyum.


“Cantik kan Ray ..... awas lho kesaing !” Kata Jonas menggoda Raya


“Enggak.” Balas Raya. “Biasa aja ....”


Alen tampak keluar dari ruangan disusul Meita. Meita tampak berjalan ke ruangan lain, dan Alen menghampiri Raya lalu duduk disebelah Raya.


“Kenapa tadi keluar ?” Tanya Alen


“Kepanasan dia, Len.” Jawab Jonas sambil tertawa.


“Panas dari mana, AC ruangan aja nyala.” Kata Alen


“Kepanasan liat yang bening-bening lagi sama suaminya.” Balas Pak Dirga


Alen menatap Raya, “Cemburu ceritanya ?” Tanya Alen tak percaya.


“Apa itu cemburu ?” Tanya Raya. “Sejenis pisang juga kah ?”


Alen tertawa kemudian mengusap rambut Raya, “Hei ...... apa masih kurang percaya sama suamimu ini, hah ??! Biasanya kakak kan juga tugas sama polisi wanita, sayang .... bahkan kadang harus berdrama jadi sepasang kekasih ketika mengintai penjahat.”


“Ini beda kak !!!” Seru Raya


“Beda apanya ?” Tanya Alen


“Dia cantik... bening ... seksi... kenapa gak jadi artis saja sih?” Jawab Raya nyerocos aja gak bisa di rem. “Apa enaknya jadi polisi, susah iya, tiap hari harus dinas, pakai seragam, belum tugas yang aneh-aneh kadang membahayakan nyawanya. Jadi artis kan enak, terkenal.”


Jonas dan Pak Dirga yang merasa bahwa akan ada perang dunia ke tiga setelah ini pun pamit pergi meninggalkan


suami istri yang sedang panas.


Raya yang masih tidak berhenti mengoceh tiba-tiba terdiam karena bibir Alen sudah menyentuh bibirnya dan


********** tanpa ampun.


“Kakak !!!” Seru Raya. “Lobi kantor ini ...”


“Habisnya kamu nyerocos aja kayak burung beo.” Balas Alen.”Ayo .... ngomel lagi .... bakalan lebih dalam aku nyiumnya. Mau ???”


“Enggak !!!” Seru Raya. “Aku mau pulang !!”


“Noooo.... !!! Mau pulang sama siapa ? Tunggu kakak satu jam lagi sudah selesai kerjaan.” Balas Alen.


Ezar yang melihat ulah Alen tadi langsung nempeleng kepala Alen, tak peduli bahwa secara kepangkatan jelas


saja Alen diatasnya.


“Eh kuny*k .... ciuman itu liat-liat, jangan urusan ranjang bawa-bawa ke kantor !” Seru Ezar.


“Ini gara-gara dia nyerocos aja kayak burung beo.” Balas Alen. “Cemburu gak pada tempatnya.”


“Seneng dong, kalau dicemburuin ...” Kata Ezar sambil ngeloyor pergi.


“Terima kasih ya sayang ....” Kata Alen


“Kok terima kasih ? Karena apa ?” Tanya Raya bingung.


“Karena kamu sayang sama aku, buktinya kamu cemburu.” Jawab Alen


“Ihhhhhhh..... menyebalkan.” Gerutu Raya sambil meninggalkan Alen, kali ini Raya justru pergi ke bagian belakang kantor, tempat favoritnya, ngadem di taman belakang sambil bermain gitar.