I Love You, My Police

I Love You, My Police
Susu Ibu Hamil



Raya dan Alen tiba di supermarket yang tidak terlalu besar, kemudian mereka masuk dan mencari stand susu ibu hamil.


“Kakak .... mereknya banyak amat ....” Kata Raya. “Aku jadi bingung milihnya.”


“Kamu pilih yang menurutmu enak saja, sayang .... sekalian rasa apa yang kamu suka.” Balas Alen yang juga lebih tidak mengerti soal susu ibu hamil.


“Kalau begitu aku ambil dua merek dengan dua rasa saja, Coklat dan Strawberry, besok kita coba, mana yang lebih cocok aku minum.” Kata Raya yang kemudian mengambil 2 merek susu ibu hamil dengan 2 varian rasa.


Ketika melewati stand makanan asinan didalam toples, Raya tampak ingin sekali.


“Kak ....aku kok pengen asinan salak itu ....” Kata Raya


“Oke, kita beli, tapi sedikit saja, rasa pedasnya takutnya bikin kamu sakit perut.” Balas Alen.


Setelah selesai mengambil asinan salak dan asinan mangga, kemudian Raya mengajak Alen ke stand makanan ringan, beberapa makanan ringan diambil raya dan dimasukkan troli belanja. Alen agak kaget karena Raya biasanya tidak doyan ngemil, apalagi Raya termasuk yang sangat jaga body banget, makanya badannya kutilang, kurus, tinggi langsing, tetapi sebenarnya padat berisi karena Raya rajin olah raga, terutama bela diri. Kali ini Alen tidak protes, dia justru senang karena nafsu makan tetap stabil meskipun hamil, tidak seperti ibu-ibu hamil lain yang banyak drama di mual dan muntah.


Akhirnya mereka pulang ke rumah, dengan belanjaan 2 kantong besar. Rumah mungil mereka memang hanya dihuni mereka berdua, pembantu hanya datang setiap pagi dan pulang sore, itu karena Raya tidak ingin diganggu orang lain jika sedang berduaan dengan suaminya.


“Sayang .... kamu mau nyoba susu yang mana dulu ??” Tanya Alen


“Yang strawberry dulu aja, kak.” Jawab Raya


“Aku buatkan ya.” Kata Alen


Alen pun menuju dapur dan membuatkan susu untuk Raya, setelah itu membawa ke ruang tengah dimana Raya sedang duduk santai sambil nonton TV.


“Nih !” Alen menyodorkan segelas susu pada Raya.


Raya meminumnya, tetapi baru 1 tegukan sudah langsung berhenti. “Tidak enak kakkkk!” Seru Raya.


“Terus ???” Tanya Alen. “Coba aku buatkan saja yang coklat.”


Alen kembali ke dapur dan kembali dengan membawa segelas susu coklat dan memberikan pada Raya. Kali ini segelas susu coklat dengan mulus masuk ke perut Raya tanpa ada protes seperti tadi.


“Trus ini susu buat siapa udah dibuat ?” Tanya Alen


“Kakak aja yang minum. Sayang kan ...” Jawab Raya


“Aku kan nggak hamil, sayang.” Protes Alen. “Masa aku suruh minum susu ibu hamil.”


“Kan sama aja judulnya susu, kakkkk.” Balas Raya.


Akhirnya mau tak mau Alen menghabiskan susu rasa strawberry itu sampai habis, sebenarnya enak, tetapi mungkin memang lidah Raya yang sedang tidak sinkron karena efek kehamilannya.


“Aku bisa lama-lama ikutan buncit perutnya kayak ibu hamil kalau harus ikut-ikutan minum susu ibu hamil.” Gerutu Alen.


“Perut kakak gak akan buncit karena hamil, tapi buncit karena kebanyakan lemak, hahahahah ....” Balas Raya.


Pagi harinya, tiba-tiba ketika Alen bangun tidurnya kepalanya terasa pusing, bahkan segera berlari ke kamar mandi dan mengeluarkan isi perutnya, Alen muntah-muntah.


“Kakak kenapa ?” tanya Raya


“Entahlah .... aku sepertinya masuk angin, sayang.” Jawab Alen.


Akhirnya setelah mandi dan memakai seragamnya, Alen tampak lebih segar, rasa mual muntahnya hilang, tetapi ketika Raya menyiapkan sarapan pagi berupa nasi goreng kesukaan Alen, justru Alen seperti mau muntah lagi.


“Sayang .... aku mau muntah bau bawang di nasi goreng ini.” Kata Alen.


“Kan biasanya juga makan nasi goreng, kak ...” Balas Raya bingung.


“Enggak, habiskan kamu saja, kakak akan makan kentang rebus saja.” Kata Alen dan menuju dapur membuat kentang rebus, entahlah, sepertinya perutnya kali ini sangat menolak yang namanya nasi.


Alen berangkat ke kantor mengantar Raya ke kampus dulu, kemudian baru dia ke kantor, wajahnya tampak lesu, karena tadi setelahmenghabiskan 2 potong kentang rebuspun dimuntahkan lagi.


“Kusut amat mukanya ....” Kata Jonas


“Gimana gak lemes, aku sepagian perut belum keisi, setiap diisi muntah.” Balas Alen sambil tiduran di sofa ruang kerjanya.


“Entahlah, sejak Raya hamil aku jadi sering kayak gini, makan nasi seperti ogah-ogahan, tapi makan yang lain setelahnya dimuntahkan.” Balas Alen


“Coba kamu tanya adekmu. Mungkin dia tahu penyebabnya.” Kata Jonas.


Alen kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelepon Farel.


“Ada apa, kak ??? Pagi-pagi sudah telepon ?” Tanya Farel


“Rel .... aku 2 hari ini mual muntah tiap pagi. Makanan apapun aku muntahkan, sepertinya bukan masuk angin biasa.” Jawab Alen


“Kak Raya mual muntah nggak ?” Tanya Farel


“Dia .... malah makan melulu, tadi pagi saja 2 piring nasi goreng bablas masuk perutnya.” Jawab Alen


“Selamat, kak.” Kata Farel


“Kok selamat ?” tanya Alen


“Yang ngidam berarti kakak, itu namanya sindrom kehamilan simpatik, dimana justru yang merasakan morning sickess nya adalah suami, bukan istrinya yang sedang hamil.” Jawab Farel. “Nikmati saja, paling hanya 2 bulan kak, kalau pas enak makan ya makan aja jangan ditunda-tunda.”


“Dua bulan ???? Bisa kurus kerontang aku donggg !” Seru Alen


“Ya baguskan, gak perlu nge gym untuk diet dan jaga body.” Balas Farel sambil terkekeh.


“Haduh .... ini baru hamil aja suaminya dah dibikin repot, gimana besok lahirannya.” Gerutu Alen dan menutup telepon


“Apa kata Farel ?” Tanya Ezar


“Raya yang hamil, tapi yang ngidam aku.” Jawab Alen lesu.


Ezar dan Jonas yang mendengar jawaban Alen tertawa ngakak.


“Ouuuccc.... kacian .... bapak hamil,..... sekarang pengen makan apa .... kita carikan deh !?” Goda Jonas


“Aku pengen makan sesuatu yang tidak pakai nasi.” Balas Alen. “Pokoknya kalau liat nasi aku bisa mual lagi.”


Tak lama kemudian Jonas datang dengan membawa 4 bungkus mie ayam, dan Alen tampak melahapnya seperti orang kelaparan, bahkan dia habis 2 bungkus, membuat Jonas dan Ezar terbengong-bengong.


“Ini lapar apa doyan ?” Tanya Jonas


“Dua-duanya.” Jawab Alen.


“Baguslah, jangan sampai kena busung lapar karena ngidam.” Kata Jonas. “Gak lucu kan polisi kok kurus kering kerontang, bisa-bisa di tonyol penjahat aja langsung melayang.”


“Eh .... 3 hari lagi kita ditugaskan pengamanan demonstrasi mahasiswa.” Kata Ezar


“Demo ???? Akan ada demo lagi ?” Tanya Jonas


“Iya, dan kali ini prediksi nya gelombang masanya besar.” Jawab Ezar. “Karena tidak hanya mahasiswa, tapi juga masyarakat ikut turun ke jalan.”


“Huhhh.... merepotkan saja pemerintah sekarang, mereka yang bikin undang-undang kita yang repot kudu jadi tameng mereka.” Kata Alen. “Raya !!!”


“Kenapa ?” Tanya Jonas


“Dia kali ini pasti ikut.” Jawab Alen. “Tu anak kan wakil BEM. Haduhhhhh !!!!!” Alen menepuk-nepuk jidatnya. “Dia susah dilarang kalau soal itu.”


“Coba saja dulu, kali dengan hamil dia bisa ngerem untuk gak ikut kegiatan itu.” Kata Ezar.


“Aku coba nanti dehh !” Balas Alen.”Masalahnya hamil ini malah dia energik banget, bahkan sampai gak dibolehin sama dokter Anne untuk latihan bela diri terlalu keras.”


“Istrimu itu memang ajaib.” Kata Jonas. “Jarang-jarang ada istri seperti itu.”


Sementara itu disuatu tempat, sedang terjadi sepasang pria dan wanita dengan perdebatan yang sebenarnya sangat konyol, karena ini menyangkut hubungan mereka.