
Jam kerja Alen sudah selesai, tetapi rupanya Alen harus mengundurkan jam pulangnya karena ada tamu mendadak. Salah seorang istri bawahannya yang tampak sedang hamil besar.
“Suami saya sudah tidak pulang 3 hari ini pak...” Kata si wanita hamil itu yang ternyata istri polisi, bawahannya Alen.
“Kenapa suami anda tidak pulang ke rumah ?” Tanya Alen. “Dia setiap hari ke kantor.”
“Saya tidak tahu pak .... seminggu terakhir ini dia seperti menghindari saya, padahal saya sudah dekat-dekat waktu ini melahirkan.” Kata si wanita itu.
Jonas yang lewat depan ruangan Alen kemudian dipanggil Alen.
“Pak Jonas ... bisa minta tolong menghubungi Bang Harris ?” Tanya Alen
“Bisa, kenapa ?” Tanya Jonas Balik
“Bilang saja aku mau ketemu dia.” Jawab Alen. “Ah maaf, bu ... sebentar ya ... saya keluar dulu.”
Alen menarik Jonas keluar lalu duduk di lobi, “Sayang ... sebentar ya pulangnya, ada sedikit masalah. Kamu tidak cemburu kan ?” Tanya Alen
“Hah ,.... siapa yang cemburu ?” Tanya Raya bingung
“Itu ... diruanganku ada embak-embak hamil, istri bawahanku.” Jawab Alen
“Enggak.... orang hamil apanya yang dicemburuin, badan melar sana sini.” Kata Raya. “Memang kenapa dia ?”
“Nyariin suaminya, ini lagi di telepon Jonas supaya ke kantor.” Balas Alen. “Ya udah, aku balik ke ruanganku dulu.”
Alen kembali masuk ruangannya, dan dikagetkan dengan si ibu hamil tadi yang wajahnya tampak seperti menahan sakit, duduk di sofa sambil memegangi perutnya, sedangkan dibawahnya tampak seperti air menggenang.
“Mbak .... kenapa ?” Tanya Alen yang langsung duduk disebelah si ibu hamil itu.
Reaksi si ibu hamil yang memang kesakitan tiba-tiba menjambak rambut Alen dan mengerang kesakitan, “Gak tahu pak ... tiba-tiba perut saya kesakitan.”
“Adudududuh.... mbak ..... lepasin dulu, mbak !!!” Seru Alen. “Sakit ini mbak”
“Ini saya juga kesakitan pak .....” Balas si ibu hamil.
Raya dan Jonas yang mendengar keributan dalam ruangan Alen langsung lari masuk ke dalam ruangan Alen dan mendapati pemandangan Alen sedang dijambak-jambak si ibu hamil dan di cubiti.
“Wahhh.... kayaknya si mbak mau melahirkan nih !” Seru Raya. “Tuh air ketubannya udah keluar !”
“Aduh gimana nih Nas !!! Bantuin !!” Seru Alen menahan sakit dijambaki dan dicubiti dicakar-cakar tangannya.
Jonas ikutan bingung, dan berteriak-teriak memanggil Ezar dan Pak Dirga.
“Waduh.... istrinya Harris mau lahiran ini !” Seru Pak Dirga
“Haisss malah pada nonton !” Bentak Raya. “Mana kunci mobil !!!! Bawa ke mobil !!! Kita bawa ke rumah sakit !!!”
Raya segera mengambil kunci mobil dari tangan pak Dirga, kunci mobil patroli, dan Raya langsung mengambilnya dan memarkirkan di depan lobi kantor, “Buruaannnn angkaaattt !!!!”
Ezar, Jonas dan Pak Dirga bergotong royong membopong si ibu hamil, sementara karena Alen tidak dilepaskan sama si ibu hamil pasrah saja ngikutin masuk ke dalam mobil. Jonas ikut masuk di sebelah Raya yang sudah dibelakang kemudi.
Ezar dan pak Dirga di belakang bersama si wanita hamil itu.
“Oke Siap !!! Kita ke rumah sakit !!! Bunyiin sirine gimana ini !!?” Seru Raya
“Ray .... biar aku yang bawa aja !!” Seru Jonas.
“Kelamaan !!! Cepetan !!!”
Raya sudah memacu laju mobil patroli itu dengan kecepatan penuh.
“Pelan-pelan sayangggg !!!” Teriak Alen ketakutan.
“Pelan-pelan gimana !!!!??? Itu bayinya keburu brojol entar !!!” Bentak Raya. “Jangan khawatir, lupa kalau aku ratu jalanan !!!”
“Ray ..... ingat ini mobil polisi jangan sampai nyenggol mobil orang umum !” Seru Pak Dirga
“Aman pak !!! Tenang aja !” Seru Raya
“Nas !!! Harris gimana !!??? Suruh langsung ke rumah sakit aja. Ini yang mau lahiran istrinya, kenapa kita jadi yang repot sih !!!” Seru Alen
“Sudah aku telpon dan dia mau langsung ke rumah sakit.” Balas Jonas
“Ahhhh sakit pakkkk !!!” Teriak si ibu hamil tadi, setiap kesakitan pasti rambut dan tangan Alen jadi sasaran jambakan dan cengkeraman keras.
“Aduh... iya mbak... sabar .... sebentar lagi sampai rumah sakit.” Kata Alen sambil meringis kesakitan
Sementara Raya membawa mobil dengan kecepatan penuh, bak mobil polisi sedang ngejar penjahat. Jonas yang disebelahnya sampai gemetaran kakinya
“Ray ... seumur-umur aku ngejar-ngejar penjahat gak gini-gini amat bawa mobilnya !” Kata Jonas. “Kalem Ray... kalem ....”
“Ray ,.... suara sirine udah bikin mobil lain menyingkir, kalem aja.” Susul Pak Dirga yang ternyata juga ikut gemetaran.
Alen yang juga merasakan jika cara mengemudi Raya benar-benar seperti pembalap sirkuit ikutan lemas, cemas dan gemetaran.
“Sayang .... kita belum punya anak, yang ..... jangan bikin kita semua mati konyol, Jonas juga belum melamar anaknya Pak Dirga.” Kata Alen
“Kalian cerewet amat sih !!! Ini sudah kecepatan biasa aku bawa !!!” Raya masih saja menyetir sambil sesekali klakson dan pindah gigi dia lakukan dengan sangat cekatan.
Sampai di rumah sakit Raya langsung memarkir depan IGD dan disambut oleh para perawat dan dokter. Alen masih saja menjadi sandera si ibu hamil. Raya segera memarkir mobil dan ikut masuk.
“Sayang ... gimana ini tolongin dong !!!” Seru Alen yang sudah tidak karu-karuan bentuknya.
“Mau gimana lagi, kak ! Masa kakak tega ninggalin si embak, suaminya belum sampai.” Balas Raya
“Ini juga si Harris kenapa gak dateng-dateng sih !!! Bocah sialan udah aku suruh cuti supaya bisa nungguin istrinya lahiran malah minggat gak jelas.” Omel Alen
“Pak... sa....saya .....”
“Saya apa, Risss !!!” Bentak Alen. “Ini istri mau lahiran kenapa malah ditinggal dan gak pulang ke rumah !!!”
“Sa... saya takut pak ....” Balas Harris gemetaran. “Sa... saya gak berani nungguin istri saya lahiran !”
“Kamu itu polisi !!! Yang bikin anak juga kamu tapi nungguin istri mau lahiran aja gak berani !!!” bentak Alen.
“Maaf ... ini suaminya yang mana ?” Tanya Dokter
“Sa... saya dok.” Jawab Harris
“Mari, temani istri anda masuk ruang bersalin, sepertinya sudah mau pembukaan lengkap !” perintah dokter.
“Saya gimana, dok !!? Saya bukan suaminya, tapi ini tidak mau dilepas.” Kata Alen
“Bapak .... jangan tinggalin saya .... saya butuh ditemani !!!” Teriak si ibu hamil.
“Tania, aku temani ya ...” Kata Harris. Ternyata istrinya bernama Tania.
“Tapi sakit banget, mas .... aku butuh yang bisa dipegang erat.” Balas Tania.
“Kak ... kayaknya kakak harus ikut dalam proses persalinan mbak Tania.” Kata Raya.”Ayo aku juga ikut.”
“Ini gimana ceritanya, aku gak ikutan bikin malah suruh nemenin lahiran.” Protes Alen.
Akhirnya, Tania masuk ruang bersalin bersama Alen yang masih saja dijambak rambutnya, Harris yang akhirnya pasrah dicakari Tania dan Raya yang dengan santainya ngintilin dua polisi yang sedang dalam posisi menjadi polisi siaga ibu bersalin.
Karena ada orang lain selain Harris sebagai suami, akhirnya perawat memasang kain pembatas diatas perut Tania supaya tidak terlihat Alen dan Raya.
“Bu Tania, sudah pembukaan lengkap, sekarang ikuti arahan untuk mengejan saat kontraksi ya !” Kata Dokter
Alen di sebelah kanan Tania, Harris disebelah kiri Tania, sama-sama dicengkeram keras oleh Tania, sedangkan Raya diatas kepala Tania membantu menyangga pundak Tania supaya saat mengejan nanti bisa posisi setengah
duduk.
Saat kontraksi datang, cengkeraman Tania semakin kencang membuat Alen dan Harris sama-sama meringis kesakitan juga.
“Ayo bu mengejannn ! Satu ... Dua... Tiga !!!” Kata dokter memberi aba-aba.
“Eeeehhmmmmmmm !!!!!” Ternyata bukan hanya Tania yang mengejan, tapi Alen, Harris dan Raya ikut-ikutan mengejan juga padahal mereka tidak merasakan akan mengeluarkan apapun.
“Kenapa kalian ikut-ikutan mengejan !? “Bentak sang dokter. “Ibu nya aja yang mengejan !!!”
“Reflek dokkkk !!!” teriak Alen
Akhirnya setelah 3 kali mengejan seorang bayi laki-laki lahir dan menangis keras. Seiring hal tersebut cengkeraman dan jambakan Tania mereda, Alen langsung terduduk di bawah brankat tempat Tania melahirkan, begitu juga Raya. Harris tampak menangis sambil menciumi istrinya.
Dokter meminta Alen dan Raya keluar, karena bayi harus dilakukan Inisiasi menyusu dini. Alen keluar dengan dipapah Raya. Wajah, rambut dan pakaian dinasnya sudah tidak karuan yang akhirnya Alen melepas pakaian dinasnya dan hanya menyisakan kaos dalamannya.
Alen duduk lemas di lantai rumah sakit, Jonas menyodorkan sebotol minuman pada keduanya dan mereka habiskan segera.
“Ngapain kalian di dalam ?” Tanya Pak Dirga
“Ikut ngejan pak.” Jawab Alen lemas. “Gini amat sih nemenin ibu-ibu bersalin. Sakit semua badanku.”
15 menit kemudian Harris keluar dari ruangan dengan senyum sumringah.
“Pak ... terima kasih ya, tadi sudah ikut nemenin.” Kata Harris
“Nemenin kepalamu somplak !” Bentak Alen. “Kemana saja kamu 3 hari ini tidak pulang kerumah, istrimu sedang hamil besar.”
“Saya jujur takut, pak. Saya tidak siap menemani istri saya lahiran.” Balas Harris. “Tapi ketika lihat bapak berkorban untuk istri saya, rasa takut saya hilang, Pak.”
“Kamu yang bikin anak, kenapa aku malah jadi ikut-ikutan seperti suami siaga !” Gerutu Alen.
“Gakpapa, sayang .... itung-itung latihan jadi bapak siaga kalau besok aku hamil dan melahirkan.” Kata Raya. “Ayo kita pulang sekarang, kalian pasti lelah, aku yang bawa mobil.”
“Noooo !!!” seru Jonas sambil merebut kunci mobil dari tangan Raya. “Aku yang bawa sekarang !!!”
“Kenapa ? Kali ini kan tidak akan ngebut lagi.” Tanya Raya
“Gak lihat apa, tuh kaki Pak Dirga aja masih gemeteran sampai sekarang.” Jawab Jonas.
“Cuma bawa mobil seperti tadi saja udah pada gemeteran.” Kata Raya. “Gimana kalau ngejar penjahat.”
“Sudah biasa, tapi tidak seperti kamu tadi.” Balas Jonas.
“Kamu pikir kecepatan 120 sampai 160 menurutmu biasa, sayang...” Kata Alen. “Kita-kita sudah seperti mau melayang saja tadi.”
Akhirnya mereka pulang meninggalkan Harris yang masih harus mengurus segala keperluan istrinya. Alan sampai rumah dengan tampak kusut berantakan.
“Itu kenapa dia ?” Tanya Bunda Alin. “Kenapa rambut berantakan, tangan penuh cakaran.”
“Abis nemenin ibu-ibu ngeden lahiran Bunda.” Jawab Raya.Raya kemudian menceritakan kejadian tadi, dan tentu saja seisi rumah tertawa.
“Perwira polisi, disiksa ibu hamil istri bawahannya judulnya.” Kata Kenan disela-sela tawanya.
“Gak apa-apa, Len... itung-itung latihan besok kalau mau punya anak juga.” Ledek Sam
“Serah kalian deh.... aku butuh tukang uruttt....” Keluh Alen
“Kang urutnya dah ada nih !” Seru Ken sambil nunjuk ke Raya.”Kang urut plus-plus bikin anak, hahahaha !!!”