
“Harusnya tadi kakak tidak usah nyinggung soal ngidamnya Raya ...” Gerutu Alen.
Akhirnya mereka menemukan warung makan yang menyediakan menu nasi goreng jagung. Tetapi untuk nasi goreng jagung dengan cumi tidak ada, karena hanya ada di menu nasi goreng biasa.
“Kakak ......” Rajuk Raya lagi. “Aku mau kakak yang masak.”
“Aku ?” Tanya Alen tidak percaya. Pasalnya dia tidak tahu bagaimana memasak nasi goreng jagung.
“Mbaknya lagi ngidam ya mas ....” Kata Pemilik warung.
“Iya pak ....” Balas Alen
“Turutin aja mas. Ayo ke dapur saya, nanti saya pandu bikinnya. Tapi kalau pakai cumi saya belum pernah mas. “ Kata Pemilik Warung
“Turutin saja, pak.” Kata Kenan. “Dari pada entar anaknya lahir kayak cumi-cumi, kita semua yang repot.”
Kali ini Alen tidak perlu repot ternyata, karena ternyata nasi jagung sudah ada, beruntung permintaan Raya tidak memintanya membuat jagung menjadi nasi. 15 menit kemudian Alen kembali dengan menu pesanan Raya, sementara yang lain yang juga ternyata sudah kelaparan sudah dibuatkan menu lain oleh si bapak pemilik warung.
Raya tampak menikmati masakan Alen.
“Enak ?” tanya Alen agak ragu dengan hasil masakannya
“Enak kak ..... ini gak kalah sama chef-chef di master chef. Jadi namanya ini adalah Corn Fried Rice with Squid.....” Jawab Raya
“Alamak... segala nama menu makanan di mirip-miripin menunya Master Chef ini bocah.” Kata Sam.
Sebulan telah berlalu, kehamilan Raya sudah masuk usia 5 bulan. Sekarang mereka sedang berada di sebuah gedung hotel mewah dengan sangat cantiknya, Ya .... hari ini mereka wisuda. Tentu saja tak lupa Raiden dan Alen menjadi pendamping mereka. Nilai Cum Laude disandang Raya dengan sukses.
Setelah usai acara wisuda, mereka menuju sebuah restoran yang sudah disiapkan Kenan untuk merayakan kelulusan Raya dan Ara.
“Kakak ...... udah lulus kuliah, kapan ngelamar Ara ?” Tanya Raya yang masih menikmati burger jumbo pesanannya. Bumil satu ini nyeleneh, yang lain makan menu mewah dari restoran, dia malah milih makan burger. Bahkan dia pesan 2 burger ukuran jumbo.
“Seminggu lagi.” Jawab Raiden
“Kak.... kok mendadak ???? Aku belum laporan ke papa sama mama.” Protes Ara.
“Jangan khawatir sayang, soal itu papa sama mama udah tahu.” Kata Raiden. “Setelah ini kamu pulang ke Bandung dan tunggu aku di sana. Anak buahku akan mengantar kamu pulang sekalian bawa barang-barang dari kos kamu.”
“Berarti kita ke Bandung ?” Tanya Raya
“Iya, masa ke Bekasi.” Jawab Raiden asal.
“Ikutttt !!! Aku pengen makan ulukutek leunca.” Seru Raya.
Ke tiga kakak Raya bengong lagi mendengar makanan yang disebutkan Raya. Yang tidak bengong hanya Sam, si penjelajah destinasi wisata dan makanan.
“Makanan apalagi itu ?” Tanya Kenan bingung. “Dari namanya saja aneh.”
“Bulu ketek ???” Tanya Ken bingung juga.”Yakin mau makan bulu ketek ?”
“Itu makanan khas Bandung.” Jawab Ara.
“Apakah seperti burger spogebob itu ?” Tanya Raiden.
“Bukan. Ulukutek leunca, bahan pembuatanyya juga adalah leunca (ranti) yang dimasak bersama dengan sambal oncom. Nanti aku bilang mama supaya dibuatin mama aja. Enak lho ulukutek leunca buatan mama.” Jawab Ara.
Raiden yang belum lama tinggal di Indonesia, juga Kenan dan Ken selalu saja takjub dengan nama makanan Indonesia yang aneh-aneh. Pernah suatu hari Raya ngidam pengen makan Nasi Kentut. Kenan tahunya, nasi yang harus dikentutin dahulu. Padahal Nasi kentut merupakan makanan khas Medan yang dimasak dengan daun sembukan (paederia scandens). Daun sembukan ini lebih dikenal dengan daun kentut di Medan.
Suatu hari Ken juga dibuat marah oleh Raya karena adik ajaibnya ini pengen makan Kue ****. Otak Ken yang kadang belok kanan kiri tentu saja menjurus ke hal-hal yang berbau senonoh. Ternyata yang dimaksud Raya adalah Kue **** yang merupakan olahan dari tepung terigu dan tepung beras dengan diberi pewarna makanan hijau atau daun pandan. Walaupun bahan dasarnya cukup sederhana, bentuk dari Kue **** ini cukup unik. Kue berwarna hijau ini memiliki bentuk yang melebar dan di bagian tengahnya menonjol, makanya dinamakan Kue ****. Kue **** ini sebenarnya berasal dari Betawi dan memiliki nama lain yakni Kue Ape. Kamu mungkin sudah sering menemukannya dijual di pinggir jalan.
Hari dimana acara lamaran Raiden dan Ara tiba. Raiden berangkat bersama rombongannya ke Bandung, tentu saja bersama Ayah David. Alen, Raya, Kenan dan anak istrinya, Ken dengan kekasihnya, juga Sam bersama kekasihnya ikut datang. Sudah benar-benar seperti rombongan penganten, mereka datang dengan beberapa mobil mewah tentunya.
Ternyata di rumah Ara sudah siap segalanya, termasuk tamu undangan Papa Bin yang merupakan jajaran perwira juga. Raiden tampak celingukan mencari sosok yang sudah dia rindu sejak seminggu yang lalu tidak bertemu.
“Kamu mencari siapa ?” Tanya Papa Bin
“Anak papa.” Jawab Raiden.
“Nanti ... sabar sedikit ....” Kata Papa Bin.
“Pa .... kenapa ini acara lamaran kayak acara nikahan saja ?” Tanya Raiden
“Pa ..... beneran nih .....” Protes Raiden
Sejurus kemudian ada sedikit kehebohan, siapa lagi kalau bukan tamu undangan mama Sonya, grup arisan emak-emak kelas jetset. Mereka heboh karena melihat ternyata calon mantu Mama Sonya tampan banget. Habis pipi Raiden di cemolin sama tante-tante ganjen pokoknya.
“Aduh ya ampun.... Jeng Sonya .... sisain satu dong yang kayak gini.....”
“Ada tuh banyak .....” Kata mama Sonya sambil nunjuk ke arah Kenan dan rombongan.
“Wah .... ini bener-bener pesta berasa bertabur bintang !”
Kenan, Ken dan Sam yang paham menjadi perhatian tante-tante heboh penyuka brondong tentu langsung pasang aksi mesra dengan pasangan masing-masing, apalagi Kenan tampak tidak mau melepas Yoshi dari
gendongannya. Ayah muda nan tampan ini tentu justru menjadi pusat perhatian banyak orang, apalagi disebelahnya Akira yang memang suka memakai pakaian terbuka di bagian punggung menunjukkan keseksiannya dengan tato di punggungnya. Kenan tidak pernah mempermasalahkan selama untuk istrinya pantas dan tidak melewati batas. Ibu muda satu ini tetap saja masih seperti remaja belum punya anak.
Tiba acara, tampak Papa Bin menggandeng seorang perempuan cantik dari lantai dua. Ara tampak cantik sekali berbalut gaun putih. Raiden tampak melongo melihat kekasihnya begitu cantik. Padahal biasanya dia hanya melihat Ara berbalut celana jeans dan kaos oblong atau kemeja kebesaran. Sebelas duabelas timboynya kaya Raya, tapi Ara masih mendingan mau bersolek.
“Siapkah kamu menikahi gadis cantik itu ?” Tanya Ayah David
“Ini baru lamaran, Yah. Belum menikah.” Jawab Raiden
“Kata siapa !!!?” Kata Ayah David. “Gak perlu lamar-lamaran, langsung nikah.”
“Hahhhh !!!!” Raiden tampak terkejut.
Tanpa sepengetahuan Raiden, ternyata kelurga Ara dan Ayah David sudah sekalian mempersiapkan pernikahan untuk mereka. Jadilah yang mereka hadiri sekarang bukan acara lamaran, tapi acara langsung nikahan.
Raiden jelas-jelas gugup bukan main ketika menghadap pendeta bersama Ara.
“Sayang .... kamu benar-benar keterlaluan.” Kata Raiden
“Kan lebih baik segera kak ...” Balas Ara sambil tersenyum. “Kakak memang tidak mau menikahi aku ?”
“Mau sih mau tapi bukan begini juga.” Kata Raiden
Acara sakral pernikahan Raiden dan Ara berlangsung dengan mulus. Beruntung Raiden dapat mengucapkan janji sucinya dengan mulus tanpa kesalahan, dan hari itu resmilah Raiden dan Ara menjadi suami istri.
“Bilangnya lamaran, eh ternyata nikahan.” Kata Raya sambil mencubit lengan Ara. “Udah ga sabar nih ceritanya pengen mraktekin yang di video itu.”
“Hussss !!!!” Balas Ara.
“Cangkulnya Kak Raiden kayaknya gede, makanya kamunya cepet pengen yaaa ....” Kata Raya asal.
“Rayaaa !!!” Sebuah jeweran mendarat di telinga Raya, Raiden tampak jengkel dengan kekonyolan adiknya.
“Hehe ....” Raya nyengir kuda.
“Bro... selamat ya !” Kata Alen. “Ohya .... ini ada hadiah buat kamu. Maaf kecillll.... tapi semoga bermanfaat.” Alen tersenyum nakal.
Raiden menerima sebuah kotak kecil terbungkus rapi dari Alen. Tampak heran, bahkan kotak itu cukup sekali masuk saku celananya.
“Jangan dilihat ukurannya. Itu hadiah spesial yang pilihin Raya lho !” Kata Alen.
“Okelah ....” Balas Raiden
Acara usai pukul 10 malam. Rombongan keluarga Raya lebih memilih menginap di hotel yang sudah disiapkan Kenan. Raiden ditinggal di rumah Ara, di kamar pengantin yang sudah dipersiapkan orang tua Ara.
“Dadah kakak .......” Kata Raya tersenyum jahil. “Jangan bikin Ara pingsan ya ......”
“Udah, jangan godain pengantin baru terus.” Kata Sam
“Mama Sonya, besok Raya kesini lagi ya. Kan katanya mau dibikinin Ulukutek leunca.” Kata Raya
“Iya, sayang.... harus kesini. Besok mama masakin Ulukutek leunca kesukaanmu.” Balas mama Sonya.
Akhirnya rumah yang tadi rame menjadi sepi, tersisa bekas-bekas pesta, yang sedang dibereskan oleh orang-orang yang sudah di pegang wedding organizer. Ara mengajak Raiden masuk ke kamarnya yang sudah disulap menjadi kamar pengantin oleh mama Sonya.