I Love You, My Police

I Love You, My Police
Pacar Meita Marah



Usai melaksanakan tugas, tentu saja semua kembali ke seperti semula. Alen tetap bekerja seperti


biasa, begitu juga Meita. Alen bahkan sedang asyik menemani Raya melakukan prenatal gentle yoga, sebuah inovasi baru dari senam untuk ibu hamil. Hal ini dilakukan karena prenatal gentle yoga adalah keterampilan mengolah pikiran, berupa teknik pengembangan kepribadian secara menyeluruh baik fisik, psikologi dan spiritual. Prenatal gentle yoga juga bermanfaat untuk melatih otot perenium (otot dasar panggul) yang berfungsi sebagai otot kelahiran, membuat otot lebih kuat dan elastic sehingga mempermundah proses kelahiran.


Sam juga sudah kembali ke aktivitasnya, kembali ke studio fotonya, kali ini lebih banyak fokus pada pekerjaan foto pre wedding, dan sekarang sedang sibuk dengan persiapan foto pre wedding Ken, kakaknya yang absurd nya gak ketulungan.


Sore itu tiba-tiba di kantor polisi tempat Alen bertugas bersama teman-temannya tampak sedikit dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang tiba-tiba marah dengan Meita.


“Kamu bener-bener ya, sayang ..... kerja jadi polisi dapatnya Cuma jadi pria bergilir atasanmu dan pria gak jelas.” Kata sang pria


“Aldo, bukan seperti itu kejadiannya.” Kata Meita, ternyata nama pria itu Aldo, kekasih Meita, yang bekerja sebagai manajer eksekutif di sebuah perusahaan swasta.


“Lalu ini apa !?” Aldo melempar beberapa foto di meja kerja Meita. Tampak foto-foto Alen sedang menciumi Meita, ada juga foto Sam sedang memeluk Meita.


Alen, Jonas, dan Ezar yang mendengar keributan di ruang kerja Meita tampak saling penasaran dan mendengarkan dibalik tembok sebelah pintu masuk ruangan.


“Kacau ....” Kata Alen


“Lebih kacau kalau foto itu sampai ke tangan Raya dan Shaki.” Balas Ezar.


“Sepertinya kalau itu akan aman.” Kata Alen. “Yang tidak aman yang ini nih... sebentar aku hubungi kak Sam ini.”


Alen menelepon Sam dan meminta segera datang ke kantornya, tak lupa meminta Sam untuk menjemput Raya, karena sepertinya Raya dibutuhkan dalam menyelesaikan kasus kecemburuan seorang Aldo. Sam yang sudah tahu duduk perkaranya, sebelum menjemput Raya terlebih menjemput Shaki di kampusnya baru menjemput Raya.


“Ini karena tugas, sayang ....” Kata Meita. “Aku sudah menjelaskan kan sebelumnya.”


“Tapi tugas bukan dengan sentuh-sentuh cium-cium gitu !” Bentak Aldo.”Atasanmu bener-bener cari kesempatan !”


“Apa kamu beneran cari kesempatan, Len ?” Tanya Jonas dari balik persembunyian mereka.


“Hah .... siapa suruh aku berakting seperti itu ?! Idemu kan itu.” Jawab Alen. “Kesempatan seperti itu hampir tiap malam aku dapatkan dari Raya.”


“Ngapain pada disini ?” Tanya Sam tiba-tiba mengejutkan tiga polisi yang sedang asyik masyuk menguping pertengkaran sepasang kekasih.


“Duh !!! Copot jantungku Sammm !” Kata Jonas


Sam ikutan mendengar percakapan di dalam ruangan Meita, dan kemudian tertawa terbahak-bahak, kemudian langsung masuk ke ruangan Meita.


“Sayang .....” Sam tiba-tiba memanggil Meita dengan sebutan sayang dan membuat Meita dan Aldo terkejut.


“A   ..... Kak Sam....” Meita tak bisa berkata apa-apa.


“Sayang, kenalkan itu Meita.” Tiba-tiba Shaki muncul di belakang Sam sambil tersenyum.


“Hei, Kakak Meita yang cantik.” Sapa Shaki. “Kenalkan aku Shaki, calon istrinya Sam.”


Aldo tampak bingung melihat kedatangan Sam.


“Kak Aldooo...!” Seru Raya tiba-tiba.


“Raya !!!” Balas Aldo. “Kok kamu disini .... dan ini, siapa yang bikin blendung perutmu ??? Beneran ini Raya kan ????? Lama tidak bertemu.”


“Suamiku lah ...” jawab Raya sambil menarik Alen keluar dari persembunyiannya.


“Ini suamimu ?” Tanya Aldo tidak percaya. “Beneran ???”


Iya.” Jawab Raya mantap. “Kakak ngapain ke sini ?” Tanya Raya yang kemudian melihat foto yang ada di meja Meita. “Wah ..... bener-bener cari kesempatan ternyata kemarin kamu ya kak !”


“Memangnya leher dan tengkukku kurang seksi apa, sampai punya mbak Meita pun kamu gerayangin juga.” Kata Raya. “Trus kemarin pulang-pulang langsung minta jatah ternyata karena tidak tuntas gerayangin Mbak Meita ceritanya.”


“Lah .... ini kenapa bini malah ikutan marah.” Balas Alen bingung.”Bukan seperti itu sayang ....”


“Hehehe .... jangan bingung Kak..... Kak Aldo, kenalin ini Kak Alen, suamiku, atasan mbak Meita. Jadi kenapa Kak Aldo marah ? Mau marah sama suamiku ? Marah aja kak. Pantes dapat timpukan senapan sepertinya dia memang.”


“Mbak Raya kenal pacar saya ?” Tanya Meita


“Raya kan adiknya pak Ken atasanku, sayang.” Jawab Aldo.


“Al, maaf ya ....” Kata Alen. “Itu bukan maksudku begitu, tapi biasanya aku melakukan itu dengan Raya, tapi mana mungkin aku menyamar dengan membawa istri perut udah kayak semangka begini.”


“Jadi yang difoto-foto itu... murni penyamaran ?” Tanya Aldo


“Ya iyalah... Bahkan Raya lah yang mempersiapkan keselamatan Meita.” Jawab Alen. “Aku tidak mungkin puas hanya dengan menggerayangi lehernya, karena setelah aku pulang aku jadi kalap menggerayangi Raya.”


Aldo tampak malu dengan situasi ini.


“Maaf juga, aku muncul diluar skenario.” Kata Sam.”Karena memang aku juga mengincar Himawan.”


“Sepertinya .... kamu Meita, harus segera menikah dengan Aldo.” Kata Alen sambil tertawa. “Supaya besok-besok kalau kita melakukan penyamaran lagi dia tidak cemburu tingkat dewa seperti ini.”


“Ah .... belum ada pikiran ke situ pakkkk !!!” Seru Meita. “Pacaran juga baru 6 bulan.”


“Siapa bilang 6 bulan belum cukup ? Aku tidak sampai 6 bulan sudah menikahi Raya.” Balas Alen. “Segera atau kamu selalu aku jadikan pasangan mesraku.”


Raya tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman Alen pada bawahannya itu. Sungguh ancaman yang tidak bakal ditolak wanita manapun tentunya, apalagi yang ngancam seganteng Alen.


“Kak Aldo atau mau mesra-mesraan sama aku ?” tanya Raya


“Berat kalau ini urusannya.” Jawab Aldo. “Apanya yang bisa dibuat mesra-mesraan kalau kamu saja sudah seperti tahu bulat gitu, Ray.”


Raya langsung cemberut tidak jelas hampir menangis.


“Huaaa..... masa pada tega sih sama aku, udah dibilang semangka, sekarang tahu bulat, besok apa lagi ... Huaaa ....” tangis Raya tiba-tiba pecah membuat Alen kebingungan


“Duh, Dek ..... segitu amat jadi ibu hamil sensi banget.” Kata Sam. “Udah yuk, abang belikan es doger deh !!!!”


“Enggak mauuuu !” Seru Raya


“Kalau gitu kita beli cilok deh cilok.... “ Rayu Alen


“Enggakkk Mau !!!” Teriak Raya


“Lha maunya apa ?” Tanya Aldo


“Kak Aldo harus masakin aku .......”


“Ohhh ghostttt !!! Ngidamnya kumat lagi ini.” Kata Alen.


“Kamu minta masakin apa ?” Tanya Aldo


“Opor ayam. Tapi ayamnya harus kak Aldo yang motong.” Jawab Raya


“Motong ayammmmm......?!” Tanya Aldo sambil membelalakkan mata. Pasalnya selama ini dia mana pernah motong ayam. Tahunya makan yang udah mateng aja.”