I Love You, My Police

I Love You, My Police
Inilah Asilnya Sam



“Hei paman Sam ..... “ seorang pria tampak sedang mencengkeram anak kecil, dialah Himawan sedang mencengkeram Yoshi anak dari Kenan.


“Himmmm !!!” Teriak Shaki. “Lepaskan anak itu tidak salah apa-apa !!??”


“Sayang, jangan ikut campur, hubungi Kak Kenan yang lainnya, Yoshi sudah ketemu.” Kata Sam. “Apa maumu ?”


“Serahkan Shaki padaku, maka keponakanmu yang lucu ini akan kembali padamu.” Kata Himawan.


“Wah  !!! Enak saja, anakku sudah punya calon suami, lagi pula siapa kamu berani-beraninya sama anak kecil dan bikin ribut disini !!!” Teriak Pak Harsa


“Pa, tolong jangan ikut campur, saya akan selesaikan ini.” Pinta Sam. “Dia adalah penggemar beratnya Shaki, sayang nya cintanya bertepuk sebelah tangan.”


Reyno yang juga melihat adegan itu tentu saja tidak tinggal diam, Reyno yang ahli dalam bidang bela diri dan menyelinap tiba-tiba sudah dengan cepat berada di dekat Himawan dan merebut Yoshi dengan mudah. Sam langsung memeluk Yoshi.


“Terima kasih, Reyn .... sayang ,... kamu aman sekarang.” Kata Sam. “Saatnya Om bikin perhitungan sama cecunguk satu itu. Kamu sama tante Shaki dulu.”


“Aku akan bantu kamu, Kak.” Kata Reyno


“Jangan, ini bukan yang seperti kamu bayangkan.” Balas Sam. “Lindungi papa dan Shaki saja.”


Anak buah Himawan ternyata lumayan banyak, sekitar 40an. Sam tahu porsi tenaganya untuk menghadapi orang sebanyak itu, belum jika tiba-tiba jika ada yang melayangkan senjata tajam atau meluncurkan peluru.


“Sayang.....” Shaki tampak khawatir sambil menggendong Yoshi yang sudah mulai tenang.


“Jangan khawatir, kau lupa jika aku dari keluarga Arata.” Kata Sam


Pak Harsa tentu saja terkejut mendengar nama Arata, bagaimanapun nama Arata di dunia mafia sudah tidak asing lagi.


“Sepertinya bantuanmu kali ini aku terima, Reyn.” Kata Sam.


“Oke, kak !” Balas Reyno.


Perkelahian tidak ter elakkan, Sam dan Reyno sama-sama menghadapi anak buah Himawan, bahkan satu lawan 5, Pak Harsa yang melihatnya pun tidak tinggal diam dan ikut membantu, sekalipun usianya sudah kepala 5 tapi ternyata tenaganya boleh juga. Tiba-tiba dari arah belakang tampak Ken, Alen dan Raiden muncul dan Kenan sama-sama meghabisi anak buah Himawan tanpa ampun, dibantu Viko dan Kelvin. Pemandangan justru mengejutkan karena ternyata Raya ikut muncul. Sam segera menarik Pak Harsa dan Reyno mundur,


“Cukup, sampai sini bantuannya, kali ini aku yang akan menyelesaikan !” Kata Sam.


Anak buah Himawan tumbang satu persatu, hanya tersisa Himawan dengan 5 orang asistennya. Pak Harsa tampak terkejut melihat kedatangan Kenan dan yang lain.


Sam tanpa ampun segera menyerang Himawan. Duel tak terelakkan. Sampai akhirnya pada titik keduanya sama-sama menodongkan pistolnya.


“Kakkk !!!” Teriak Raya ikut menodongkan pistolnya dari jarak jauh


“Tak usah berteriak, Ray !!! Kau tahu apa yang harus kamu lakukan, kan ?!” tanya Sam dengan nada sarkas.


Ken, Kenan, Raiden, Alen, Viko dan Valent juga pada posisi sama menodongkan pistol mereka. Sungguh pemandangan itu membuat Pak Harsa dan Reyno terkejut bukan kepalang, tidak menyangka akan disuguhkan pada pemandangan dunia mafia yang sebenarnya. Dunia dimana pistol dengan mudah tertarik dari persembunyiannya dan muncul di kepala orang lain dengan jarak hanya beberapa centimeter saja. Sekali tarik pelatuk, pecahlah kepala yang ditodong.


“Kau lupa kau sedang berhadapan dengan siapa, Him !” teriak Sam. “Kita sama-sama berasal dari mana tentu kamu tahu !!!”


“Sam ..... bagaimana kamu bisa hadir di rumah Shaki dengan mulus. Pasti papa Shaki tidak tahu siapa kamu sebenarnya.” Balas Himawan.


“Apa kau akan membantuku untuk menjelaskannya, hah !!?” Tanya Sam


“Hmm.... pak Harsa, ketahuilah siapa calon menantumu ini, mantan mafia didunia narkoba dan senjata ilegal, berkedok fotografer.” Kata Himawan


“Kau pikir kau tidak kalah kotor, Him !!” Balas Sam


Pak Harsa sangat terkejut mendengar ucapan Himawan.


“Jadi Sam ini adik anda, Pak Kenan ?” Tanya Pak Harsa


“Iya.” Jawab Kenan. “Terima kasih Reyn, kamu tadi berhasil merebut Yoshi.”


“Sama-sama kak.” Balas Reyno


“Bapak tidak perlu khawatir anak bapak tidak akan susah hidup dengan Sam. Bukan karena saya menyokong kehidupannya selama ini, karena sudah lama dia berdiri sendiri dengan semua bisnisnya.” Kata Kenan. “Sam !!! Selesaikan atau aku yang selesaikan !”


“Aku yang akan selesaikan, kak !” Balas Sam. “Alen..... kali ini kamu harus tutup mata jadi polisi, ingat kakakmu ini akan menghabisi musuh besarnya selama ini !”


“Kenapa harus nyinggung namaku ?” tanya Alen pilon.


Tiba-tiba sebuah tembakan melesat tepat mengenai tangan Himawan hingga membuat pistol yang dipegangnya terpental jauh dan tangannya terluka.


“Kau lupa, Him !!! Adikku perempuan satu-satunya adalah titisan penembak jitu.” Kata Sam yang sejurus kemudian sudah menghajar Himawan dengan brutal, bahkan Sam sampai melepas jasnya.


“Ini untuk Kirei !!!!!” Teriak Sam sambil memberondong kedua lengan Himawan dengan pistolnya. “Dan ini karena kamu sudah berani mengusik ketenangan penerus keluarga Arata !!!” Sam melanjutkan memberondong kaki Himawan. Himawan benar-benar sudah tidak bisa apa-apa lagi.


Sungguh diluar dugaan, Sam yang pendiam dan tampak biasa saja, dibalik itu semua kegarangannya tampak didepan banyak orang, kekejamannya kembali muncul tanpa ampun, seperti dimasa lalu dia menghabisi lawan-lawannya.


“Sayang, sudah....” Shaki tiba-tiba memeluk Sam dari belakang. “Hancurkan dendammu, bukankah Kirei sudah tenang di surga. Jangan buat dia menangis di surga sana.”


Sam tertunduk, lemas, mengingat semuanya, “Terima kasih, sayang.... sudah mengingatkanku. Sungguh aku benar-benar seperti kembali ke dunia lamaku.”


“Mulai sekarang kamu adalah Sam ku, Sam yang selalu tersenyum untuk kekasihnya.” Kata Shaki.


Beberapa polisi kemudian datang membereskan semuanya, Alen pegang kendali untuk mengatasi kekacauan saat itu.


“Pa.... “ Sam seperti kehabisan kata-kata didepan calon mertuanya. “Inilah aku yang sebenarnya.”


“Itu dulu kan, Sam ...” Balas Pak Harsa sambil memeluk Sam yang masih mematung sendu, bingung dan tegang. “Kamu tetap akan menjadi penjaga Shaki. Papa percaya itu !”


“Terima kasih, Pa.” Kata Sam


“Papa tidak akan pernah ragu lagi sekarang untuk melepaskan Shaki menjadi milikmu.” Balas Pak Harsa. “Ayo semua masuk dulu, kita minum-minum teh dulu. Tapi, kemana tadi adik perempuanmu ?”


“Raya punya bayi umur 3 bulan, pa. Jelas dia harus pulang dulu karena pasti bayinya rewel kalau susu nya saja di bawa maminya.” Jawab Sam.


Kenan tampak duduk sambil memangku Yoshi yang sudah tertidur dipangkuannya.


“Jadi sekarang papa sudah tahu dari mana calon mantu papa ini tahu semua kekayaan papa.” Kata Pak Harsa.


“Ya, gimana nggak tahu, karena dia juga ikut andil pemegang saham di perusahaan-perusahaan yang anda pegang juga.” Balas Kenan sambil nyengir.


“Benar-benar pintar menyembunyikan identitas.” Kata Pak Harsa.


“Jadi, kapan rencana pernikahan kalian ?” Tanya Kenan.


“Sebulan lagi, kak.” Jawab Sam.


“Baguslah, lebih cepat lebih baik.” Kata Kenan. “Supaya adikku satu ini ikut merasakan gimana dibelai istri, masa kalah sama adiknya. Hahahaha ....”


Sam langsung melotot ke arah kakaknya, bagaimana pun dia tetap malu di depan calon mertua karena dalam keluarganya hanya dia sendiri yang belum menikah, malah dikatain kalah dengan Raya.