I Love You, My Police

I Love You, My Police
TRI SUAKA



Jogjakarta, memang kota dengan destinasi wisata yang tinggi. Tak heran semua orang selain bermimpi ingin ke Bali juga ingin ke Jogjakarta. Pukul 8 pagi rombongan keluarga besar campur aduk, karena ada bule Jepang, ada bule Korea ada orang Indonesia asli itu sudah sampai di Jogjakarta, dijemput beberapa mobil yang memang sudah disiapkan oleh Kenan. Bukan apa-apa, di Jogja pun Kenan memiliki bisnis hotel mewah, maka tidak heran jika semua sudah dipersiapkan dengan baik oleh Kenan.


Tiba di hotel, semua sudah masuk ke kamar masing-masing, buat yang belum menikah para cewek jadi 1 kamar yang terpisah-pisah, dan para,cowok juga jadi 1 kamar yang terpisah-pisah, kecuali yang sudah menikah pasti satu kamar.


Raya merebahkan tubuhnya diatas kasur. Perut Raya yang sudah tampak sedikit menggembul membuat Alen merasa geli sendiri, kemudian menghampiri Raya dan mengelus-elus perut istrinya.


“Halo, nak .... kamu akhirnya ke Jogja juga nak ....” Kata Alen mengajak anak dalam kandungan Raya berbicara. “Hebat kamu, sekarang bisa bikin 1 keluarga besar kayak studytour. Hahahaha ....”


“Hebat dong anak kita, kak...” Kata Raya sambil senyum-senyum


Siang pukul 10, Alen mengantar Raya makan gudeg di restoran terkenal yang memang sudah memiliki menu khas gudeg turun temurun. Raya tampak menikmati makanan yang dia idam-idamkan selama ini, sedangkan Alen hanya menemani saja sambil minum kopi, karena melihat Raya makan dengan porsi besar saja sudah membuat Alen kenyang.


“Kakak ..... jadi ya ketemu Tri Suaka nya ...” kata Raya disela-sela makannya.


“Kakak harus nyari ke mana sayang ....?” Tanya Alen  bingung


“Biasanya sih di angkringan Pendopo Lawas, kak. Tapi gak tahu aku, apakah nanti malam jadwalnya atau tidak.” Jawab Raya.


“Oke deh... nanti kakak tanya sama Kak Sam yang udah sering ke sini.” Kata Alen. “Lagian juga udah tiap hari pegang gitar, drum, piano sambil nyanyi-nyanyi juga masih aja ada yang kurang.”


“Tapi ini beda kakakkkk !” Kata Raya sambil cemberut


“Iya... iya ... udah tenang aja..... Nanti kakak carikan info dulu ya.” Balas Alen


Mereka akhirnya kembali ke hotel setelah Raya juga membawakan beberapa bungkus bakpia isi ubi ungu.


Sampai di hotel, Alen segera mencari kakak-kakak Raya yang ternyata sedang asyik ngobrol di lobi hotel yang dikhususkan untuk mereka selama liburan. Sementara Raya langsung mencari Bunda Alin dan yang lain.


“Udah makan gudegnya ?” Tanya Ayah David. “Kenapa masih kisut gitu mukanya ?”


“Raya minta sesuatu lagi yang diluar ekspektasiku.” Jawab Alen sambil menjatuhkan dirinya di sofa empuk, rebahan.


“Apa lagi keinginan ajaib dia ?” Tanya Ken


“Pengen nyanyi sama Tri Suaka.” Jawab Alen.”Aku harus menghubungi tu orang gimana coba  ??”


Semua terbelalak tidak percaya. Permintaan ibu hamil satu ini benar-benar aneh kali ini.


“Lah .... biasanya bocah seusia dia idolanya BTS atau blackpink ini malah Tri Suaka.” Kata Ken.


“Tenang, kalau soal itu, biar aku urus.” Kata Sam sambil mengambil ponselnya kemudian menghubungi seseorang. Setelah ngobrol sebentar dengan orang yang ditelepon kemudian Sam mengakhiri obrolannya. “Beres !”


“Beres gimana ?” Tanya Raiden


“Nanti malam jam 7 di angkringan Pendopo Lawas.” Kata Sam


“Kok.... kak Sam gampang amat hubunginnya ?” Tanya Alen bingung


“Kamu lupa, aku ini fotografer, kenalanku kalau cuma artis dan model lokalan juga banyak disini.” Jawab Sam


“Fiuhhhh... syukur deh ..... entah apa jadinya aku ngladenin ngidamnya tu anak kalau tidak ada kalian.” Kata Alen bernafas lega.


Alen sengaja meminta yang lain untuk tidak memberitahukan Raya untuk masalah ini, karena akan membuat kejutan untuk Raya. Sebenarnya Sam sendiri juga sudah memberitahukan pada tim manajemen Tri Suaka bahwa yang meminta adalah adiknya yang sedang hamil, dan membooking beberapa kursi di angkringan pendopo lawas untuk keluarga besarnya. Karena kali ini akan berada di area terbuka, tentu saja Kenan dan Raiden tidak tinggal diam, pengawalnya sudah disiapkan di beberapa titik karena bukan karena apa-apa, sisa-sisa kegiatan mereka di masa lalu masih menyisakan banyak masalah dengan beberapa musuh mereka. Mereka tidak akan membuat keluarga juga orang-orang yang akan menjadi pengunjung nantinya dalam bahaya.


Pukul 6.30 mereka sudah tiba di angkringan pendopo lawas. Raya yang tak menyangka akan diajak ke tempat yang dia selalu idam-idamkan karena setiap hari juga selalu mantengin channel youtubenya tri suaka tampak kegirangan.


Orang-orang yang sebelumnya sudah berdatangan sebenarnya merasa aneh mungkin, kenapa beberapa meja di booking, apalagi ternyata yang booking adalah sebuah keluarga dengan dominasi mayoritas, bahkan semuanya bisa dibilang tampan.


“Kakak .... ini beneran ?” Tanya Raya


“Masa mimpi, perlu aku cium biar kamu gak merasa mimpi ?” Tanya Alen balik


“Hah ...!!! Tidak-tidak !” Jawab Raya.


“Berterima kasihlah pada Kak Sam, karena dia yang sudah mengatur semua ini.” Kata Alen


Raya memutar arah langsung berlari ke arah Sam dan memeluknya, membuat semua orang heran dengan tingkah Raya.


“Hey... sayang .... hati-hati, ingat kamu sedang hamil !” teriak Alen


Raya tidak menghiraukan teriakan suaminya, “Terima kasih kak !!!”


“Untuk apa ?” Tanya Sam bingung


“Untuk semua ini.” Jawab Raya.


“Untuk adikku cewek ini apa sih yang enggak kakak lakukan.” Kata Sam tersenyum sambil mencium kening Raya lembut.


Raya kemudian duduk di sebelah Alen, tampak Tri Suaka memang malam ini hadir bersama Nabila. Lagu pembukaan mereka menyanyikan lagu pura-pura lupa, dan beberapa lagu lain. Lalu


“Saya, tadi pagi dapat telepon dari temen saya, katanya nanti disini ada yang pengen banget nyanyi sama saya, jauh-jauh dari Jakarta ke sini hanya pengen nyanyi sama saya, dan .... ternyata yang minta nyanyi sama


saya ini ternyata sedang hamil. Tentu saja saya tidak bisa menolak keinginannya kan..... masa ibu hamil ngidam saya tolak.” Kata Tri Suaka. “Ayo, mbak.... siapa tadi yang pengen nyanyi sama saya....”


“Sayang .... tuh ....” Kata Alen.


Raya tampak bingung, “Hei .... kakak sudah siapkan ini, ayo...” Sam ternyata sudah disebelah Raya dan menggandeng Raya ke depan.


“Owww.... ini ternyata yang lagi ngidam pengen nyanyi sama saya, tapi kayaknya kok belum kelihatan perutnya ya ...” Goda Tri Suaka.


“Baru 3 bulan kakak.” Jawab Raya


“Namanya siapa ?”


“Raya.”


“Umur berapa ?”


“20 tahun”


“Wow... masih muda banget ternyata, suami ada ?”


“Itu !” Raya menunjuk Alen dan Alen menyambut sambil mendadahkan tangannya ke arah Raya sambil tersenyum


“Wah ini mbaknya cantik, suaminya juga ganteng, pasti nanti anaknya bakal ganteng atau cantik juga ya.” Kata Tri Suaka. “Mau nyanyi apa ?”


“Ehm... boleh aku pakai gitar juga ?” tanya Raya


“Bisa gitar juga ?” Tanya Tri Suaka


“Bisa.”


“Oke ...!!!” Tri Suaka memberikan gitar lain pada Raya. “Karena Mbak Raya sedang hamil, sebaiknya sambil duduk saja ya ....”


Raya duduk di kursi yang agak tinggi, sedangkan Tri Suaka berdiri di sebelah Raya.


“Terima kasih kak Tri Suaka.” Kata Raya. “Lagu ini pengen aku nyanyiin sama kakak buat aku persembahkan untuk kakak-kakakku tersayang, kak Kenan, Kak Ken, kak Sam, juga Kak Raiden, tak lupa suamiku Kak Alen, juga


Ayah David, Ayah Caesar juga Bunda Alin. Kalian lah yang selalu bersamaku selama ini.”


Semua mata tertuju pada cowok-cowok tampan yang masing-masing sudah duduk dengan pasangannya, banyak pengunjung wanita yang tampak berkasak kusuk, kasak kusuk ngomongin ketampanan mereka tentunya.


Walau menangis pilu hati ini


Sayangku akan tetap abadi


Sampai akhir masa kau kunanti


Hanya kau yang aku sayangi


Sumpah mati bukan maksud di hati


Kumelangkah pergi karna janji


Usah kasih engkau bersedih


Cintaku suci


Hanya satu untuk dirimu


Ku percaya padamu


Kasih, ku akan menunggumu


Demi cintamu relaku berpisah


Meski sekian lama kita takkan bersua


Pergilah kasih


Usah risaukan ku yang menanti


Sungguh berat hatiku meninggalkan dirimu kekasih


Air mata berlinang


Ku kan kembali kepada dirimu


Setiamu tak kan ku duakan


Hanyalah dirimu


Kasih satu yang 'ku sayang 'tak kan tergantikan


S'moga kau dan aku satu hati sampai mati


Setia 'tak terganti


Cintaku suci hanya satu untuk dirimu


Ku percaya padamu


Kasih, ku akan menunggumu


Demi cintamu rela…


Satu lagu selesai, Tri Suaka tampak pas karena teman duetnya bukan asal nyanyi, apalagi pinter main gitar juga.


“Wah ... ini suaminya harusnya maju ini.... !!” Seru Tri Suaka. “Suara mbak Raya ternyata emang keren yaaa ...”


Penonton dan pengunjuk berteriak “Maju !! Maju !!”


Alen tampak bingung, pasalnya dia bukan orang yang suka tampil depan panggung, kecuali kalau ada urusan rapat di kantornya.


“Namanya sama mas ?” Tanya Tri Suaka


“Alen.” Jawab Alen


“Mas Alen bisa nyanyi ?” Tanya Tri Suaka


“Entahlah, kalau boleh pinjam gitarnya.” Jawab Alen. “Tapi maaf kalau suaranya jelek.”


Raya memberikan gitar pada Alen. Raya agak bingung, pasalnya selama ini Raya tidak pernah melihat Alen memegang gitar.


“Lagu ini untuk istriku tercinta, apapun yang terjadi dia tetap peri kecil di hatiku selamanya.” Alen mencium kening Raya dengan lembut disambut sorakan penonton.


Hanya dirimu yang kucinta


Takkan membuat aku jatuh cinta lagi


Aku merasa


Kau yang terbaik untuk diriku


 Walau 'ku tau kau tak sempurna


Takkan membuat aku jauh darimu


Apa adanya


'Ku 'kan tetap setia kepadamu


 Tuhan jagakan dia


Dia kekasihku


'Kan tetap milikku


Aku sungguh mencintai


Sungguh menyayangi


Setulus hatiku


Walau 'ku tau kau tak sempurna


Takkan membuat aku jauh darimu


Apa adanya


'Ku 'kan tetap setia kepadamu


 Ho-o-o


Tuhan jagakan dia


Dia kekasihku


'Kan tetap milikku


Aku sungguh mencintai


Sungguh menyayangi…


Semua orang tentu saja yang tahu siapa Alen tidak menyangka jika Alen juga bisa menyanyi dan main gitar dengan lihai. Raya begitu terpana sampai mulutnya melongo.


“Ini beneran pasangan serasi yaaa ...!” Seru Tri Suaka. “Beruntung banget ketemu mereka ini. Ini siapa sebenarnya yang bisa buat mereka sampai sini !?”


“Temenku adalah kakaknya Raya !” Seru salah satu kru Tri Suaka. “Tuh, si Samuel Aditama namanya.”


Siapa tidak kenal Samuel Aditama, seorang fotografer dan arsitektur terkenal itu, adik dari Kenan Aditama dan Ken Aditama, Kenan jelas pernah terkenal dengan sepak terjangnya di dunia mafia, sedangkan Ken terkenal dengan pebisnis muda doyan main perempuan jaman dulunya.


“Ow .... rupanya yang tempo waktu viral di kejadian demo itu yaaaa !” Seru Tri Suaka. “Gak nyangka ketemu disini, berarti mas Alen ini polisi dong !!! yang rame di tiktok an ...”


“Haha... begitulah, udahlah jangan dibahas lagi.” Balas Alen. Alen jelas jengah jika diingatkan soal itu, karena gara-gara itu ruang kerjanya sudah seperti toko serba ada.


“Jangan ingatkan dia soal itu kak.” Kata Raya sambil tertawa. “Ruang kerjanya berasa toko serba ada. Fans nya tetiba buanyak.... wkwkwk...”


Kehebohan tentu saja muncul dari para pengunjung, tidak menyangka bertemu langsung dengan pria-pria tampan yang mereka sebut artis demo. Beberapa berebut berfoto. Raiden yang berada disini tidak tercium keberadaannya, karena sejak datang dia sudah cukup rapat, dengan memakai masker dan kaca mata hitam. Dia senyum-senyum sendiri melihat Alen dikerubutin cewek-cewek.


Tapi hal itu tidak berlangsung lama, mengingat Raya sepertinya sudah lelah, setelah berterima kasih pada Mas Tri Suaka karena mau menuruti ngidamnya Raya mereka berpamitan.