![Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/finding-your-way-home-in-another-world-with-the-gender-change-skill-shadow---the-jester--remake-.webp)
"Uhh... apa yang terjadi? dan juga sekarang jam berapa?"
Pada saat aku menggumamkan itu, aku perlahan membuka mataku.
Ohh sekarang aku ingat, walaupun begitu apakah sekarang aku boleh menangis?
Pada saat aku sedang melihat sekeliling ruangan, aku melihat para gadis sedang tertidur. sepertinya setelah aku pingsan, mereka langsung memutuskan untuk tidur. tetapi... kenapa aku tidak melihat Sanada? kemana dia pergi?
Sambil memikirkan itu, aku perlahan berjalan menuju pintu dan membuka pintunya, tentu saja aku membuka dan menutupnya dengan perlahan agar tidak membangunkan mereka, lalu aku menuruni tangga dan perlahan berjalan
keluar.
Pada saat aku membuka pintu, pemandangan yang pertama kali aku lihat adalah kegelapan yang sangat gelap, hanya kastil saja yang sedikit menyala.
Aku memutuskan untuk berjalan dan mencari Sanada dan juga, bukankah kota ini benar-benar terlihat berbeda sekali pada saat malam hari? Melihat pemandangan kota yang seperti ini membuatku memiliki firasat buruk.
Aku langsung menggelengkan kepalaku pada saat aku memikirkan hal-hal tersebut, dan memutuskan untuk lanjut mencari Sanada.
☆-----___-----___-----☆
Di suatu tempat di daerah ibukota, ada seorang gadis yang sedang duduk ditepi air mancur. Gadis tersebut memiliki rambut panjang dan mata berwarna merah muda.
Jika ada seseorang yang lewat, mungkin saja dia bisa dianggap sebagai seorang Dewi ataupun Malaikat yang turun dari langit.
Tapi sayangnya, dia bukan seorang Dewi ataupun Malaikat, melainkan dia adalah salah satu dari pahlawan yang dipanggil oleh Kerajaan Groxia. Gadis itu sedang menatap ke arah langit dan akhirnya dia mulai berbicara sendiri.
“Jadi di malam hari di dunia ini, ada 2 bulan ya... jadi kita benar-benar berada di dunia lain”
Gadis itu mengatakan hal tersebut dengan suara yang agak sedih , Mungkin saja gadis tersebut sedang merindukan keluarganya yang berada jauh darinya. Akhirnya gadis itu melanjutkan kata-katanya.
“Tapi tenang saja Ayah Mamah, aku tidak sendirian disini, aku memiliki Souji-senpai, Shinomiya-senpai dan yang lainnya, dan bahkan ada Ayano-sensei juga... jadi jangan khawatir...”
Pada saat gadis itu mengatakan hal tersebut, air mata jatuh sedikit demi sedikit dari matanya, walaupun begitu masih ada senyum diwajah
gadis tersebut, mungkin karena dia sangat mempercayai mereka.
Setelah jeda beberapa saat, gadis itu melanjutkan kata-katanya.
“Dan juga Ayah Mamah, jangan bersedih walaupun Sanada menghilang.... karena... Sanada akan berusaha keras untuk menjadi lebih kuat dan mencari jalan pulang dengan Souji-senpai dan yang lainnya... jadi Sanada
mohon... untuk jangan terlalu sedih...”
Semakin dia melanjutkan kata-katanya, semakin deras juga air mata yang jatuh dari matanya.
“Sanada berjanji akan pulang ke rumah apapun yang terjadi”
Kata-kata dari gadis tersebut terbang ke udara dan menghilang, dia masih memandangi langit malam ditempat itu.
Akan tetapi, tiba-tiba ada seseorang yang menjawab kata-kata dari gadis tersebut.
“tentu saja mereka pasti percaya bahwa sanada akan pulang suatu hari nanti,”
Gadis tersebut kaget dan langsung melihat ke arah suara itu berasal.
Disana ada seorang anak laki-laki dengan rambut berwarna hitam dan memiliki dua warna mata yang berbeda, mata kiri anak laki-laki tesebut berwarna merah sedangkan mata kanannya berwarna biru muda. Gadis tersebut mengenal anak laki-laki tersebut, lalu gadis itu langsung segera menghapus air matanya dan mulai bertanya kepada anak laki-laki tersebut.
“Kenapa kamu bisa tau kalau Sanada berada disini... Saouji-Senpai?”
Ya, anak laki-laki tersebut adalah Shimotsuki Souji.
☆-----___-----___-----☆
Mari kita kembali ke beberapa waktu yang lalu sebelum Souji menemukan Sanada.
Sial!! Dimana kamu sebenarnya Sanada!!.
Dia hanya bisa berteriak di dalam hatinya sambil berlari, dia merasa frustasi karena tidak dapat berteriak untuk mencari Sanada.
Di tambah lagi, ada beberapa orang yang terus mengikuti kami semenjak kami meninggalkan istana kerajaan, bagaimana jika dia ditangkap pada saat aku pingsan? sial!! Aku harus segera mencarinya.
Akibat terlalu khawatir dengan keselamatan Sanada, itu membuat dia menjadi tidak sabaran. Ditambah fakta bahwa sebelumnya mereka di ikuti, fakta tersebut semakin membuat ketidaksabaran di dalam dirinya menjadi-jadi.
Dan hal tersebut juga membuat orang yang mengikuti dia menjadi semakin terkejut, kenapa mereka bisa terkejut, itu karena mereka sudah
memeriksa bahwa Shimotsuki Souji adalah orang dengan skill yang tidak berguna dan tidak memiliki Job Class sama sekali, lalu orang yang mengejar mereka adalah orang-orang terbaik yang sudah dipastikan memiliki statistik diatasnya.
Karena kejadian yang tiba-tiba ini membuat mereka menjadi sangat kesal.
“Sial, bagaimana bisa bocah ini semakin lama menjadi semakin cepat?”
Salah satu dari mereka bergumam dengan nada yang kesal, lalu orang disebelahnya menjawabnya dengan nada yang sama kesalnya juga.
“Mereka bilang dia hanya seorang sampah yang tidak memiliki Job Class, bagaimana mungkin seorang sampah yang tidak memiliki Job Class seperti dia memiliki kecepatan seperti ini? apakah yang mulia membohongi kita.”
Mereka berdua hanya bisa pasrah dan mengejar anak laki-laki tersebut, tanpa mengetahui keputusasaan seperti apa yang akan menghampiri mereka nanti.
☆-----___-----___-----☆
Souji yang dari tadi berlarian dijalan tiba-tiba berhenti, lalu menggumamkan sesuatu hal.
“Sial, dimana kamu berada sebenarnya Sanada!”
Dia mengatakan hal tersebut sambil mengepalkan tangannya hingga berdarah.
Mungkin alasan dia berhenti berkeliling adalah karena dia tahu hal tersebut tidak efisien sama sekali, lalu dia mulai berpikir sambil menatap
langit.
[Selamat, Skill Angry anda telah mencapai LV.MAX dan akan berevolusi..... Selamat Individu bernama Shimotsuki Souji berhasil Mendapatkan Skill Unik Anger LV.1 yang didapat dari evolusi skill Angry.]
Sial!! Apakah kamu bisa diam atau tidak!!.
Alasan lain kenapa dia semakin kesal, mungkin karena ada suara yang terus-menerus berbicara dan tidak mau berhenti. Walaupun terlihat tenang dari luar, dia sebenarnya bisa mengamuk kapan saja.
Mungkin saja alasan kenapa dia tidak terlihat marah adalah karena sifatnya, dia adalah orang yang selalu memendam segalanya sendirian dan selalu tersenyum untuk menyembunyikan masalahnya, bahkan tidak ada sama sekali
Kalau dipikir-pikir bukannya lebih efisien jika kita bertanya kepada dua orang itu? karena dia selalu mengikuti ku terus, terus juga kita bisa mendapatkan informasi tentang orang yang mengirim mereka dan menghilangkan ancaman, ini seperti sekali dayung dua pulau terlewati, kalau begitu ayo lakukan.
Dia mulai berjalan menuju gang kecil secara perlahan untuk menjebak mereka.
☆-----___-----___-----☆
“Tidak mungkin, kemana dia pergi?”
“Mana aku tahu, barusan dia belok ke arah sini kan?”
Kedua orang tersebut sangat kesal karena kehilangan jejak dari anak laki-laki yang mereka ikuti. Salah satu dari mereka mulai berbicara
lagi dengan nada yang sangat kesal.
“Kamu juga melihatnya kan, dia barusan belok ke arah sini.”
“Lalu kenapa dia tidak ada disini”
Mereka terus –menerus menyalahkan satu sama lain.
Prok! Prok!
Pada saat dua orang tersebut sedang kesal karena kehilangan jejak, tiba-tiba mereka mendengar suara tepuk tangan dari belakang mereka.
Saat mereka melihat ke arah datangnya suara tersebut, disana, ada seorang anak laki-laki dengan rambut hitam dan memiliki warna mata yang berbeda satu sama lain.
Mereka berdua diam dan tidak bergerak dan hanya memelototi anak laki-laki tersebut.
Pada saat anak laki-laki tersebut melangkang maju, mereka langsung memegang pedang yang ada di pinggang mereka.
Pada saat langkah ketiganya, anak laki-laki tersebut berhenti dan mulai berbicara dengan nada suara yang terdengar seperti berasal dari kedalaman jurang.
“Bolehkah aku bertanya? kenapa kalian terus mengikutiku dari tadi?”
Pada saat anak laki-laki tersebut mengatakan hal itu, kedua orang tersebut gemetaran. Kenapa mereka gemetaran, itu karena mereka sudah memastikan bahwa anak laki-laki yang mereka ikuti tidak menyadari kehadiran mereka sama sekali. Salah satu dari mereka mulai berbicara.
“Ke-kenapa kamu bisa tahu bahwa kami mengikuti mu dari tadi?”
Pada saat dia bertanya kepada anak laki-laki tersebut, anak laki-laki tersebut malah tersenyum seperti baru saja melihat mainan baru.
Lalu senyuman anak laki-laki itu membuat kedua orang tersebut semakin ketakutan,
mereka tidak tahu kenapa mereka takut, tapi mereka hanya yakin tentang satu hal, jika mereka tidak ingin mati maka mereka harus cepat-cepat pergi dari sini.
Lalu anak laki-laki tersebut kembali berbicara.
“Tenang saja aku tidak akan membunuh kalian, aku hanya ingin bertanya, apakah kalian melihat gadis dengan rambut dan mata berwarna merah muda disekitar sini?”
Mereka sedikit rileks pada saat anak laki-laki tersebut menyatakan bahwa dia tidak akan membunuh mereka, mereka memutuskan menjawabnya tanpa berbohong sedikit pun.
Karena mata anak laki-laki tersebut seperti
mengatakan “jka kalian berbohong kalian akan mati”, kedua orang tersebut menarik nafas dan berusaha untuk menjawab pertanyaan anak laki-laki tersebut.
“ka-kami melihatnya”
“A-ada seorang gadis dengan rambut dan mata berwarna merah muda di dekat air mancur yang berada di pusat kota.”
“Benarkah?”
Anak laki-laki tersebut bertanya dengan senyum yang semakin dalam. Senyum tersebut hanya membuat mereka menjadi semakin ketakutan dan mereka langsung dengan lantang menjawab nya.
“I-itu benar”
“Ka-kami tidak berbohong sedikit pun”
Setelah mendengar hal itu,tiba-tiba anak laki-laki tersebut langsung menghilang dan pada saat yang bersamaan, mereka lega dan bersyukur bahwa mereka masih hidup.
“Kita harus segera memberitahu yang mulia soal ini”
“Kamu benar, walaupun aku yang terkuat ke 8 dikerajaan ini saja, tidak dapat bergerak saat dia tersenyum”
“Kalau begitu ayo kita kembali, minta yang mulia menyiapkan pasukan untuk menghabisi mereka-“
Plookk
Pada saat orang itu mengatakan hal tersebut, tiba-tiba kepala miliknya terbang dan terjatuh ke tanah, lalu tubuhnya menyemburkan darah di gang kecil itu. Rekannya yang melihat hal tersebut langsung terjatuh dan melihat bahwa anak laki-laki yang mereka kira sudah pergi, ternyata berada tepat di depan mereka.
“Ke-kenapa, kenapa kamu membunuh nya!? kamu bilang jika kami menjawabnya kami tidak akan dibunuh olehmu?!?!”
Saat dia menanyakan hal tersebut sambil duduk dilantai, anak laki-laki itu perlahan maju dan mendekatkan wajahnya kepadanya dan mulai berbicara sambil tersenyum seperti anak kecil.
“Apakah aku pernah berjanji untuk tidak membunuh mu?”
“Dasar Iblis!!”
Pada saat mendengar hal tersebut, pria itu yang merupakan orang terkuat ke 8 di kerajaan ini, merasakan ketakutan yang sangat dalam dan
memohon atas hidupnya.
“A-aku mohon padamu biarkan aku hidup dan aku akan memberitahumu segal-”
Akan tetapi, anak laki-laki itu langsung menebas kepal nya tanpa belas kasihan sedikit pun dan akhirnya orang itu mati dengan sangat mengenaskan.
Lalu anak laki-laki itu perlahan berjalan pergi sambil menggumamkan sesuatu.
“Dan juga hanya orang idiot saja yang akan membiarkan musuhnya tetap hidup”
Gumaman anak laki-laki tersebut tidak sampai ke pada orang-orang itu dan menghilang ke udara, lalu anak laki-laki tersebut mulai
berlari menuju ke pusat kota.