Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]

Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]
Chapter 41 : Rapat Yang Menjadi Semakin Kacau



“Sebenarnya aku dan Shimotsuki-dono itu, kami berteman” Ucap Kayle dengan nada bangga sambil menunjukkan ekspresi senang.


Ketika Kayle mengatakan hal itu, dia kembali mengingat bagaimana dia dan anak laki-laki berambut hitam itu berteman.


Kayle waktu itu sangat senang bisa berteman dengan orang seperti itu, karena dia bisa belajar banyak hal hanya dengan berbicara dengan nya saja selama beberapa jam.


Di saat yang lain mendengar hal itu, mereka semua mau tidak mau langsung menjadi sangat terkejut, bahkan Asahi yang sedang minum saja sampai menyembur kan nya dan menjatuhkan gelas yang sedang dia pegang.


Morgan yang mendengar hal itu langsung terjatuh dan pingsan, Ruru tidak teralu terkejut, akan tetapi, dia sedikit kesulitan karena harus menopang tubuh Morgan yang seperti seorang [Giant] dengan tubuh mungil nya.


Jika bukan karena di bantu oleh Jistav, Ruru kemungkinan besar bakal mati karena ketindihan tubuh Morgan.


Bahkan Iris pun tidak luput dari hal tersebut, dia langsung menatap Kayle dengan mata yang seakan tidak mempercayai apa yang barusan dia dengar.


Walaupun begitu, Iris lumayan senang pada saat mendengar hal tersebut, karena dia tidak perlu repot-repot mencari keberadaan dari anak laki-laki berambut hitam ini, dia jadi bisa menghemat waktu dan segera bertemu dengan seseorang yang berhasil membuat jantung nya berdetak dengan sangat cepat ini.


Di sisi lain, gadis berambut putih keperakkan yang menanyakan pertanyaan itulah yang paling terkejut ketika mendengar apa yang di katakan oleh Kayle, tubuh nya langsung bergetar dengan sangat hebat, karena dia tidak bisa menahan perasaan senang yang ada di dada nya.


Gadis berambut putih keperakkan ini kemudian langsung memegang kerah baju Kayle dan langsung meneriaki nya dengan berbagai pertanyaan.


“Kalau begitu, Kalau begitu kamu seharusnya tahu bukan dimana Souji berada?! Cepat beri tahu aku kemana dia pergi?! Dimana dia sekarang?! Dan apakah dia baik-baik saja?! Cepat katakan sesuatu?!”  Gadis berambut putih keperakkan ini menanyakan hal itu dengan nada suara yang antusias sambil menggoyangkan tubuh Kayle dengan sekuat tenaga.


Semua orang yang ada di ruangan itu sekali lagi langsung membeku pada saat melihat tingkah laku dari gadis berambut putih keperakkan di depan mereka.


Yang paling terkejut di sana adalah para Pahlawan, mereka masih tidak bisa mempercayai apa yang ada sedang mereka lihat ini.


Bahkan Nagato yang sedang berjalan ke arah Pahlawan yang lain nya pun, langsung tersandung seperti orang bodoh ketika melihat tingkah laku dari gadis itu.


Jistav yang melihat hal itu juga menjadi sangat terkejut, lalu dia secara tidak sengaja melepaskan tubuh Morgan yang sedang dia pegang sebelum nya dan membuat tubuh dari Morgan kembali terjatuh.


Akibat nya Ruru yang berada di samping nya tersebut, kembali tertindih oleh tubuh raksasa Morgan, karena hal itulah Ruru mulai menangis dalam diam sambil mengutuk Jistav dan bersumpah kalau dia akan membalas nya nanti.


Iris yang melihat tingkah laku dari gadis yang ada di depan nya ini, hanya bisa menatap kosong ke arah gadis berambut putih keperakkan ini sambil memiliki wajah yang benar-benar bingung.


Bukan hanya Iris saja yang memasang wajah seperti itu, semua orang yang ada di dalam ruangan pun ikut memasang wajah yang sama seperti Iris.


Asahi yang berhasil mendapatkan kembali ketenangan nya itu, langsung melihat sekeliling seperti sedang melihat keadaan sekitar, lalu dia langsung bangkit dan berlari menuju ke arah gadis berambut putih keperakkan yang sedang mencengkram kerah baju dari Petualang berambut pirang.


Sebelum gadis ini bisa mencekik petualang tersebut, Asahi langsung menarik tubuh nya dan dia langsung berteriak kepada gadis ini untuk membuat nya tenang.


“Aizawa-kun!! Tenang kan diri mu terlebih dahulu!! Apakah kamu sebelum nya benar-benar ingin membunuh nya?!” Ucap Asahi dengan nada marah sambil menarik kedua tangan dari gadis berambut putih keperakkan ini yang sedang mencekik leher dari petualang berambut pirang tersebut.


Semua orang yang ada di dalam ruangan langsung menjadi lebih terkejut, ketika mendengar apa yang di katakan oleh Asahi.


Kayle pun tidak luput dari hal tersebut dan mulai memegangi leher nya dengan ketakutan, karena dia tidak menyadari kalau dia sebenarnya sedang di cekik sebelum nya.


Bahkan Iris yang merupakan yang terkuat di dalam ruangan ini pun ikutan terkejut, karena dia benar-benar tidak menyadari kalau gadis berambut putih keperakkan ini sedang mencekik Kayle.


Ruangan yang tadi nya memiliki suasana berat pun, seketika itu juga langsung berubah menjadi lebih mematikan karena mendengar apa yang di katakan oleh Asahi.


Yang paling terkejut dari semua ini adalah para Pahlawan, karena mereka tidak menyangka pimpinan mereka itu ingin membunuh seseorang.


Nagato yang mendengar hal itu langsung gemetaran dan mulai menggumam kan sesuatu hal dengan nada suara yang sangat pelan.


“Aizawa-san... ingin membunuh... seseorang...” Ucap Nagato dengan nada yang sangat gemetaran, sambil menatap gadis berambut putih keperakkan tersebut dengan mata yang ketakutan.


Morgan yang mendengar perkataan dari Asahi, tiba-tiba terbangun dan langsung berlari ke arah Kayle.


Lalu pada saat Morgan sudah berada di depan Kayle, dia langsung menyuruh nya mundur sambil mengambil posisi bertarung.


“Kayle mundur lah!! Aku tidak akan membiarkan siapa pun melukai mu!!” Ucap Morgan dengan nada tegas sambil berusaha mengambil sesuatu yang berada di punggung nya.


Semua orang yang melihat tingkah laku dari Morgan, hanya bisa menatap nya seperti mereka sedang melihat orang paling bodoh yang ada di dunia.


Iris dan Jistav yang melihat tingkah laku dari Morgan itu, tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa, lalu mereka berdua mulai tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perut mereka.


“Sial... hahahaha!!... aku tidak bisa menahan ini... hahahaha!!... ini benar-benar sebuah lelucon... hahahaha!!... yang paling lucu... hahahaha!!... yang pernah aku lihat... hahahaha!!!” Ucap Iris dengan tawa yang tidak berusaha dia sembunyikan sambil menunjuk Morgan.


“Kamu benar Iris-san... hahahaha!!... orang tua ini... hahahaha!!... benar-benar sangat lucu... hahahaha!!... dia benar-benar... hahahaha!!... tidak bisa membaca suasana lagi... hahahaha!!” Ucap Jistav dengan wajah yang seakan-akan berusaha meniru Morgan, sambil terus menertawakan nya.


Semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut, termasuk para Pahlawan, tidak mengerti kenapa kedua orang ini tertawa.


Serta, pada saat Iris dan Jistav mulai tertawa terbahak-bahak, suasana di dalam ruangan ini yang tadi nya sangat mematikan, seketika itu juga langsung berubah menjadi sangat damai, seakan-akan suasana mencekam sebelum nya hanya sebuah lelucon.


Di sisi lain, Kayle yang ada di belakang Morgan hanya bisa mengutuk pria paruh baya yang ada di depan nya ini di dalam hati sambil memasang wajah netral untuk menyembunyikan rasa malu nya.


Sialan kau pak tua!! Apa yang sebenarnya sedang kamu lakukan!?


Ketika Kayle sedang mengutuk Morgan di dalam hati nya, tiba-tiba seseorang yang dari tadi tertidur di lantai saja, dia langsung bangun dan mulai berjalan menuju ke arah Morgan.


Orang itu adalah seorang gadis yang memiliki tinggi sekitar 139.8 cm dengan rambut berwarna abu-abu muda dan terdapat dua pasang kuping hewan di atas nya, dia juga memiliki sebuah ekor yang terlihat seperti ekor dari seekor serigala yang memiliki warna yang sama dengan rambut nya.


Gadis ini juga memiliki sepasang mata berwarna metalik dengan beberapa bagian yang berwarna emas dan dia juga menggunakan sebuah kaca mata berbentuk persegi.


Ya, gadis ini adalah Ruru Silvering, yang merupakan Wakil Guild Master, dan merupakan pemilik dari penginapan terkenal yang ada di Ibu Kota Kerajaan ini, yaitu penginapan Silvering.


Ruru terus berjalan mendekat ke arah Morgan dengan kepala yang tertunduk, semua orang yang ada di dalam ruangan langsung kembali diam dan menoleh ke arah Ruru.


Bahkan Iris dan Jistav yang dari tadi tertawa terbahak-bahak pun mulai menghentikan tawa nya dan mulai memperhatikan  apa yang akan dilakukan oleh Ruru sambil memasang sebuah senyum yang sangat cerah di wajah mereka.


Di sisi lain, pada saat semua orang yang ada di dalam ruangan entah kenapa terdiam dan tidak bersuara, Morgan masih berusaha untuk mencari sesuatu yang ada di punggung nya sambil melihat untuk mencari musuh.


Ruru akhirnya sampai di dekat Morgan dan mulai menghentikan langkah kaki nya, dia kemudian mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Neh Guild Master-san... apa yang sedang kamu lakukan?” Tanya Ruru dengan nada yang sangat polos sambil masih mulai merentangkan buku-buku jari nya.


Morgan yang tiba-tiba mendengar mendengar pertanyaan dari Wakil Guild Master dengan nada suara yang sangat polos itu, entah kenapa Morgan langsung menjadi kesal dan dia langsung menjawab nya dengan nada marah.


“Diamlah terlebih dahulu Ruru!! Aku seda-“


Akan tetapi, sebelum Morgan bisa menyelesaikan kalimat nya itu, Ruru seketika itu juga langsung menghilang dari tempat dia berdiri sebelum nya dan muncul tepat di samping wajah dari Morgan.


Lalu Ruru langsung meninju pipi kanan dari Morgan dengan tangan kanan milik nya yang entah kenapa memiliki bulu yang berwarna abu-abu muda.


Morgan yang tidak siap untuk menerima pukulan mendadak dari Ruru, dia langsung terpental sejauh 5 meter dengan begitu mudah dan menghancurkan tembok yang di lewati oleh nya.


Semua orang yang melihat hal tersebut langsung kembali menjadi terkejut, mereka semua tidak menyangka, seorang gadis yang memiliki tubuh kecil seperti Ruru, bisa dengan mudah membuat pria yang sangat kekar seperti Morgan terpental.


Kayle yang melihat Morgan terlempar hanya bisa menghela nafas dengan berat saja dan mulai duduk di salah satu tempat duduk yang terlihat kosong.


Iris dan Jistav yang dari tadi hanya tersenyum dengan ceria saja, tiba-tiba mereka berdua langsung kembali tertawa terbahak-bahak ketika melihat Morgan terlempar sangat jauh.


Di sisi lain, Asahi dan Saki hanya bisa menatap kosong saja ke arah Iris dan Jistav yang tertawa terbahak-bahak, karena tidak mengerti apa yang membuat mereka berdua tertawa sampai segitu nya.


Morgan yang baru sadar dari keterkejutan nya, dia langsung kembali berdiri dan mulai berjalan menuju ke arah Ruru sambil berteriak meminta penjelasan dari nya.


“Tunggu sebentar Ruru!! Kenapa kamu tiba-tiba memukul ku seperti itu!? Apakah kamu tida-“


Akan tetapi, kata-kata nya tersendat ketika dia melihat kedua tangan dan kaki Ruru sudah sepenuh nya tertutupi oleh bulu berwarna abu-abu muda.


Pada saat Morgan melihat hal itu, dia hanya bisa berdiri diam di tempat saja sambil menangis di dalam hati.


Apakah aku akan mati? Apakah aku benar-benar akan mati perawan? Aku masih berumur 38 tahun, di tambah lagi, aku bahkan belum pernah sama sekali berkencan dengan seorang gadis.....


Tidak, aku tidak rela mati perawan seperti ini!! Aku akan melampaui batasan ku sekarang juga!!


Ketika pemikiran seperti itu mulai muncul di dalam benak dari Morgan, dia langsung mengaktifkan seluruh Skill Buff tipe kecepatan yang dia miliki.


Ruru yang melihat Morgan mulai mengaktifkan Skill-skill Buff milik nya mulai menatap tajam ke arah Morgan, lalu Ruru mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Hoho Guild Master-san... apakah kamu benar-benar berpikir kalau Guild Master-san bisa mengalahkan aku? Seharusnya otak kecil milik mu itu paham bukan... bahwa Guild Master-san itu tidak mungkin bisa menang melawan ku” Ucap Ruru dengan nada yang masih terdengar sangat polos sambil mulai melakukan peregangan.


Morgan yang mendengar perkataan dari Ruru sedikit terkejut, walaupun begitu, dia menjadi sedikit senang karena Ruru memakan umpan yang sudah di siapkan oleh nya.


Lalu Morgan mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Tentu saja aku akan melawan mu!! Aku akan melampaui batasan ku saat ini juga menggunakan jurus andalan yang baru-baru ini aku latih!!” Ucap Morgan dengan nada tegas, sambil menatap Ruru dengan mata yang dipenuhi dengan tekad.


Ruru yang mendengar perkataan dari Morgan itu menjadi sangat terkejut, walaupun begitu, dia malah menjadi semakin bersemangat dan mulai mengambil posisi bertarung sambil menatap balik Morgan dengan tajam.


Lalu Ruru mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Kalau begitu, tunjukkan kepada ku jurus andalan baru mu itu!! Sang Monster Gila Morgan!! Biar aku hancurkan jurus andalan mu itu menjadi berkeping-keping!!” Ucap Ruru dengan nada bersemangat sambil mulai tersenyum dengan kejam.


Di sisi lain, semua orang yang melihat hal itu langsung mundur kebelakang untuk menjauh dari kedua orang yang ada di depan mereka ini.


Asahi yang melihat hal itu langsung berjalan ke arah Iris dan jistav, setelah dia sampai di dekat Iris dan Jistav,  lalu Asahi mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Apakah kalian berdua tidak berniat untuk menghentikan mereka berdua?” Tanya Asahi dengan nada bermasalah sambil menatap tajam ke arah Iris dan Jistav.


“Itu benar, apakah tidak apa-apa membiarkan mereka berdua bertarung?” Lanjut Nagato dengan nada bermasalah sambil menatap Iris dan Jistav dengan bingung.


Bukan hanya mereka berdua saja, semua orang yang ada di dalam ruangan pun ikut menatap mereka dengan mata bingung dan bertanya-tanya.


Iris yang mendengar pertanyaan-pertanyaan itu, hanya menjawab nya dengan sangat singkat dengan nada suara yang sangat dingin.


“Tidak”


Semua orang yang ada di dalam ruangan langsung menjadi sangat terkejut, ketika mendengar jawaban dari Iris.


Para ksatria yang berada di bawah komando Iris pun mulai menanyakan alasan dari jawaban Iris, akan tetapi, dia hanya diam saja dan mengabaikan nya saja sambil mulai menonton pertarungan yang akan terjadi di depan mata nya ini.


Jistav yang melihat hal itu hanya bisa menghela nafas dengan berat saja, lalu dia mulai mengalihkan pandangan nya ke arah Iris dan mulai meminta nya untuk menjelaskan nya.


Akan tetapi, Jistav hanya menerima tatapan jengkel saja dari Iris, sebelum Iris kembali menatap Morgan dan Ruru.


Ketika Jistav melihat hal itu, kepala nya menjadi semakin sakit dan mulai mengalihkan pandangan nya kepada orang-orang yang sedang protes kepada Iris.


Lalu Jistav mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Tolong diamlah kalian semua, aku akan menjelaskan alasan kenapa Aku dan Iris-san tidak menghentikan mereka berdua” Ucap Jistav dengan nada serius sambil menatap semua orang.


Semua orang yang mendengar hal itu mulai menjadi diam, lalu mereka mulai menunggu penjelasan dari Jistav dengan serius.


Iris yang mendengar perkataan dari Jistav hanya bisa mendecak lidah nya saja dengan kesal, lalu dia mulai bangkit dari kursi nya dan berjalan menuju kursi kosong yang lain nya.


Jistav yang melihat kalau orang-orang ini mulai tenang, dia berusaha mengabaikan Iris yang pergi duduk di tempat lain, lalu dia mulai kembali membuka mulut nya lagi dan berkata.


“Alasan nya itu hanya berisikan satu kata, yaitu MUSTAHIL” Ucap Kayle dengan nada serius sambil berusaha menekankan kata terakhir dari kalimat nya tersebut.


Semua orang yang mendengar hal itu langsung menjadi sangat terkejut, kecuali Kayle yang mengetahui alasan kenapa hal itu mustahil dilakukan.


Jistav yang melihat keterkejutan semua orang hany bisa tersenyum kecut dan mulai melanjutkan penjelasan nya.


“Hal itu menjadi mustahil karena Ruru adalah seorang yang berasal dari Suku Silveris yang merupakan suku manusia serigala terkuat dan merupakan salah satu suku Beastman terkuat yang ada di dunia ini” Ucap Kayle dengan nada serius sambil menatap air yang ada di dalam cangkir yang sedang dia pegang.


“Di tambah lagi fakta bahwa dia adalah satu-satu nya di dalam suku itu yang terlihat sangat berbeda dari yang lain nya dan dia adalah satu-satu nya dari suku tersebut yang memiliki sisi buas yang tidak terkendali” Lanjut Kayle dengan nada yang sama seperti sebelum nya sambil mulai mengangkat cangkir yang sedang dia pegang tadi untuk meminum nya.


Glup glup glup


Kayle langsung menenggak habis minuman tersebut dan kembali menaruh cangkir itu, lalu dia mulai kembali membuka mulut nya dan berkata.


“Lalu kalian lihat petir berwarna hitam yang mengelilingi nya itu?” Tanya Kayle dengan nada serius sambil menunjuk ke arah petir hitam yang mengelilingi tubuh Ruru.


Semua orang yang mendengar pertanyaan itu hanya mengangguk dengan serius saja sambil menatap petir hitam yang mengelilingi tubuh Ruru.


Kayle yang melihat angguk kan dari semua orang pun mulai tersenyum dengan sangat puas, lalu dia mulai kembali membuka mulut nya lagi untuk melanjutkan penjelasan nya.


“Petir tersebut merupakan sebuah petir yang masih belum bisa di identifikasi sama sekali, tapi banyak orang yang mengatakan, kalau petir itu mulai muncul, sangat mustahil bagi siapa pun untuk menghentikan gadis kecil itu” Ucap Kayle dengan nada yang menjadi sangat serius sambil menatap petir hitam itu dengan tajam.


Semua orang yang ada di sana mengangguk dan mulai sedikit memahami alasan kenapa Iris memberi jawaban tersebut.


.....


Di sisi lain, Morgan dan Ruru masih saling menatap saja sambil masih berada dalam posisi bertarung.


Ruru yang menjad semakin kesal karena Morgan tidak melakukan apa pun selama 10 menit lebih, lalu dia langsung meraung ke arah Morgan dengan sangat marah.


“Kenapa kamu masih belum melakukan apa pun sama sekali!!” Ucap Ruru dengan nada marah dan petir yang ada di sekitar Ruru menjadi semakin besar.


Morgan yang mendengar perkataan dari Ruru mulai tertawa terbahak-bahak. Semua orang yang ada di dalam ruangan itu hanya bisa menatap Morgan dengan bingung sambil bertanya-tanya dalam benak mereka alasan kenapa Morgan tertawa sampai segitu nya.


Ruru yang mendengar hal itu pun menjadi semakin marah dan langsung menanyakan alasan kenapa Morgan tertawa seperti itu dengan nada marah.


“Kenapa kamu tertawa terbahak-bahak!? Apakah kamu mengejek ku Guild Master-san!?” Tanya Ruru dengan nada marah sambil menatap Morgan dengan lebih tajam.


Morgan yang mendengar pertanyaan dari Ruru mulai menghentikan tawa nya, lalu dia mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Tidak, aku hanya tertawa karena seberapa lama waktu untuk mengaktifkan jurus andalan baru ku ini” Ucap Morgan dengan nada sombong sambil menatap Ruru dengan mata mengejek.


Ruru yang mendengar hal itu langsung mengernyit dan mulai kembali membuka mulut nya.


“Kalau begitu, cepat tunjukkan kepada ku jurus andalan mu itu” Ucap Ruru dengan nada dingin sambil mengambil posisi bertahan.


Morgan yang melihat hal itu mulai tersenyum dengan puas, lalu dia mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Kalau begitu, biar ku jelas kan jurus andalan ku ini kepada mu” Ucap Morgan dengan nada yang menjadi semakin sombong sambil memasang ekspresi kemenangan.


“Aku selalu menggunakan kedua tangan ku untuk menyerang bukan? Kalau begitu sekarang aku akan menyerang mu dengan menggunakan kaki ku!!” Morgan mengatakan hal itu dengan nada yang masih sama seperti sebelum nya sambil menunjuk ke arah kaki nya sendiri.


Lalu Morgan mulai mengambil posisi bertarung sambil memasang ekspresi kemenangan di wajah nya.


Semua orang mulai menatap Morgan dengan sangat serius karena tertarik dengan jurus andalan dari Guild Master yang ada di depan mata mereka ini.


Di sisi lain, ketika Ruru melihat ekspresi kemenangan yang di miliki oleh Morgan, dia mulai mengambil posisi bertahan sambil fokus ke berbagai arah.


Pada saat Morgan melihat tingkah laku dari Ruru, senyum yang di miliki oleh nya menjadi semakin lebar, lalu dia mulai membuka mulut nya dan berkata.


“3”


Dag dig dug


“2”


Dag dig dug


“...”


Dag dig dug


“Nigerundayo!!” Ucap Morgan sambil berlari pergi dari tempat itu dengan sangat cepat.


““Eh?””


“”Ehh!!!””


Tempat itu langsung menjadi sangat sunyi dan tidak ada seorang pun yang berbicara sama sekali, itu karena mereka semua tidak bisa mengatakan apa pun ketika melihat hal itu.


Bahkan Iris pun tidak luput dari hal itu, dia langsung menyemburkan air yang sedang dia minum dan menjatuhkan cangkir yang sedang dia pegang.


Di sisi lain, Ruru yang melihat hal itu langsung membeku di tempat, setelah sekitar 1 menit lebih, dia akhir nya mendapatkan kembali akal sehat nya lagi dan dia langsung membuka mulut nya untuk meneriaki Morgan.


“Sialan kau Morgan Royfrest!! Aku pasti akan membunuh mu!!” Ucap Ruru dengan nada yang sangat marah sambil mulai berlari untuk mengejar Morgan.


Setelah Ruru pergi, tempat itu langsung menjadi sunyi dan tidak ada seorang pun yang berbicara sama sekali di sana.


☆-----___-----___-----☆


Sudah 3 jam lebih semenjak Morgan dan Ruru bermain kejar-kejaran dan membuat Ibu Kota Kerajaan menjadi sangat kacau.


Setelah Ruru pergi mengejar Morgan, semua orang yang ada di ruangan itu mulai kembali melanjutkan diskusi mereka dan mengabaikan apa pun yang terjadi sebelum nya.


Dan sekarang semua orang mulai meninggalkan ruangan itu satu persatu dan hanya menyisakan 4 orang saja yang masih berada di ruangan itu.


Empat orang tersebut terdiri dari 1 orang laki-laki dan 3 orang perempuan, orang-orang tersebut adalah Kayle, Iris, Asahi dan Saki.


Kayle masih berada di sana karena Saki mendatangi nya ketika dia ingin pergi dari ruangan ini, dan Asahi berada di sini hanya untuk berjaga-jaga agar Saki tidak melakukan tindakan bodoh.


Sedangkan Iris berada di sini karena dia penasaran tentang apa hubungan antara Saki dan Pahlawan nya.


Setelah keheningan yang mencekang selama 10 menit, lalu Saki mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Kalau begitu, bisakah Anda memberitahu saya dimana Souji berada?” Tanya Saki dengan nada serius, sambil menatap Kayle dengan sangat tajam.