![Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/finding-your-way-home-in-another-world-with-the-gender-change-skill-shadow---the-jester--remake-.webp)
“Kalau begitu, kita mulai dari pembagian peringkat terlebihdahulu”
Kami semua mengangguk ringan dan si Resepsionis ini mulai melanjutkan penjelasannya.
“Di Guild Petualang terdapat 9 peringkat, dimulai dari yang terendah F,E,D,C,B,A,S,SS, dan SSS, setiap orang hanya bisa mengambil
permintaan sesuai rank nya masing-masing. Lalu setiap rank F dapat mengambil permintaan rank F dan E, sedangkan rank E dapat mengambil permintaan rank F,E atau D, dan seterusnya.”
Kami semua mengangguk pada penjelasan Resepsionis-san, dan pada saat aku ingin mengatakan sesuatu hal.
Tiba-tiba ada seorang pria yang datang kemari, dia adalah seorang pria berambut pirang dengan mata hijau dan juga biasanya dia adalah orang yang akan mati lebih dulu dari pada yang lainnya di novel ringan.
“Heyy kalian”
Dia berbicara sambil berjalan menuju ke arah kami, ditambah lagi orang ini benar-benar hanya melihat tubuh para gadis saja dan benar-benar mengabaikan aku.
“Namaku adalah Kayle dan aku seorang petualang peringkat B, bagaimana jika kalian bergabung ke dalam partyku saja”
Sial!!, lagi-lagi kejadian klise terjadi lagi!!, aku
benar-benar ingin segera pergi dari sini sebelum para gadis ini marah!!.
“Permisi, tapi-“
“Sampah seperti kamu ini benar-benar tidak pantas bersama mereka, mending kamu pergi dari sini saja dah”
Pada saat aku ingin berbicara, dia malah memotongnya dan menghinaku habis-habisan.
Tentu saja itu membuat para gadis ini marah dan aku bersumpah bahwa aku dapat melihat urat nadi keluar dari dahi mereka.
Ahh Siall!! Mereka benar-benar marah!!, apa yang telah kamu lakukan!!, apakah kamu benar-benar ingin kehilangan masa depanmu!!.
Dan tentu saja yang bisa aku lakukan untuk orang ini sekarang hanya berdoa, berdoa untuk kehidupan selanjutnya yang lebih baik.
Lalu pada saat aku sedang ingin kabur dari situasi ini dengan skill [Sembunyi], dia malah menarikku ke dalam lingkaran setan yang
mengerikan.
“Memang seharusnya kamu pergi dari sini, karena kamu tidak cocok dengan mereka”
Pada saat orang ini mengatakan hal tersebut, para gadis secara bersamaan langsung melihat ke arah ku, dan tentu saja aku langsung lari
dari tempat kejadian untuk kabur dari masalah, akan tetapi, aku langsung ditangkap oleh sihir milik Natsuki-san.
Siall!!, sejak kapan Natsuki-san mempelajari sihir ini!!, tidak bukan itu sekarang!! Tapi... sekarang jalan kabur dari situasi ini sudah
benar-benar tertutup semua!!, sialan kamu!!, kenapa kamu membawaku kedalam lingkaran setan ini!!, aku akan memberimu julukan orang idiot satu mulai sekarang!!.
Tentu saja tidak ada yang bisa dilakukan oleh Souji, dan dia hanya bisa pasrah menerima takdirnya yang miris ini.
Akan tetapi, orang tersebut mengatakan satu kata yang membuat suasana yang dimiliki oleh Souji berubah total.
“Kenapa kalian tidak membiarkannya pergi? Lebih baik bergabung denganku dari pada dengan sampah seperti dia, aku yakin orang tuanya jug-“
“Diam”
Aku memotong kata-katanya, sekaligus membuat semua orang yang berada di dalam ruangan membeku, mereka semua berhenti bergerak dan tidak ada yang berani bersuara.
“Apakah kalian semua tahu, ada 3 hal yang paling aku benci di dunia ini...”
Aku mengatakan hal itu sambil berjalan secara perlahan menuju orang yang bernama Kayle ini, tentu saja sihir milik Natsuki-san sebelumnya sudah menghilang.
“Yang pertama adalah orang yang mengganggu waktu tidurku...”
Aku melanjutkan kata-kataku sambil tersenyum dan menatap lurus ke arah Kayle, semakin aku melanjutkannya semakin dalam juga senyuman
yang aku miliki.
“yang kedua adalah orang yang mengganggu waktu tenang yang aku miliki, dan...”
☆-----___-----___-----☆
Plok!! Plak!!
Di ruangan tersebut yang sebelumnya sangat ramai dan berisik, kini hanya ada suara langkah kaki seseorang saja yang masih terdengar, dan juga sebuah suara yang terdengar seperti berasal dari ke dalaman jurang.
Ketika pemilik suara itu melanjutkan kata-katanya, semua orang yang memiliki mental lemah di dalam ruangan pingsan satu persatu.
Pemilik dari suara tersebut adalah seorang anak laki-laki yang memiliki rambut hitam dan mata yang memiliki warna yang berbeda satu sama lain.
Anak laki-laki tersebut mengenakan pakaian yang belom pernah terlihat di kerajaan ini dan menutupi pakaian itu dengan sebuah jubah berwarna hitam, anak laki-laki itu juga memakai sebuah syal berwarna putih yang menggantung di lehernya.
Dan sekarang anak laki-laki itu sedang saling menatap dengan seorang pria paruh baya yang memiliki bekas luka di dekat matanya, pria paruh baya tersebut menghalangi anak-laki-laki itu.
“Apakah kamu tahu apa yang kamu lakukan?”
Awalnya anak laki-laki itu hanya terfokus ke seorang di belakang pria tersebut saja, akan tetapi, pada saat pria paruh baya itu mulai
mengintimidasinya, dia mulai menoleh ke arahnya.
Anak laki-laki itu menjawab pertanyaan pria paruh baya tersebut dengan nada suara yang masih sama dan intimidasi yang keluar dari anak laki-laki itu menjadi semakin kuat, hingga membuat pria paruh baya yang memiliki badan yang lebih besar darinya bertekuk lutut di depannya.
“Ugh!”
Apa-apaan dengan intimidasi ini!! Sebenarnya monster seperti apa yang telah kamu buat marah Kayle!! Tidak, sekarang yang lebih penting adalah membuat dia tenang atau akan ada seseorang yang akan mati akibat
intimidasi ini.
Yang bisa dilakukan oleh pria paruh baya ini sekarang, hanya berjuang untuk membuat monster yang memiliki wujud anak laki-laki ini tenang dan menyuruhnya untuk menghentikan intimidasi itu, sebelum ada seseorang yang akan mati akibat intimidasi tersebut.
“A-aku mohon padamu untuk tenang terlebih dahulu”
“Tenang kamu bilang... fufufu... hahahaha!!...”
Pada saat mendengar hal tersebut, anak laki-laki itu mulai tertawa terbahak-bahak seperti telah mendengar sebuah lelucon, dan tentu saja intimidasi yang keluar dari anak laki-laki tersebut menjadi semakin mengerikan.
Ke-kenapa dia tertawa, apakah aku mengatakan sesuatu hal yang lucu!? Dan juga kenapa intimidasi nya menjadi sangat mengerikan!!.
Tentu saja, yang bisa dilakukan oleh pria paruh baya tersebut hanya bertanya, bertanya apakah dia telah membuat suatu kesalahan yang membuat intimidasi yang keluar dari anak laki-laki itu semakin mengerikan.
Anak laki-laki itu berhenti tertawa dan mulai menatap pria paruh baya tersebut.
Saat pria paruh baya itu ditatap olehnya, dia merasa seperti mata anak laki-laki itu memiliki kegelapan, kegelapan itu tidak memiliki dasar sama sekali, dan juga kegelapan tersebut membuatnya merasa seperti seorang bayi yang sedang berada di telapak tangan anak laki-laki itu.
“Tenang saja, aku akan segera pergi dari sini...”
“Be-benarkah?”
“Ya benar, dan juga ini hanya sebuah peringatan untuk kalian”
“Pe-peringatan?”
Pria paruh baya tersebut hanya bisa berusaha bertanya kepada anak laki-laki itu, walaupun setiap kali anak laki-laki itu dan dia bertatapan,
itu hanya membuat dia semakin ketakutan saja.
Akan tetapi, jawaban yang di berikan oleh anak laki-laki tersebut malah membuat dia, tidak bukan hanya dia saja, akan tetapi, membuat semua orang yang mendengarnya merasakan ketakutan yang sangat dalam.
Setelah jeda beberapa menit, anak laki-laki tersebut akhirnya mulai membuka mulutnya dan berbicara.
“Biar aku beritahu kamu tentang hal ketiga yang paling aku benci di dunia ini... itu adalah orang yang menghina keluargaku. Aku tidak masalah jika kamu menghinaku terus-menerus di depan semua orang, akan tetapi, jika kamu menghina
keluargaku, aku akan membuatmu merasakan arti dari keputusasaan yang sebenarnya. Bahkan jika kamu adalah seorang Dewa sekalipun, aku pasti akan membunuhmu”
Dia mengatakan hal tersebut sambil tersenyum polos seperti anak kecil, dan intimidasi yang keluar dari anak laki-laki tersebut malah menjadi semakin kuat, hingga membuat bangunan, tidak bukan hanya bangunan ini saja, akan tetapi seluruh kota bergetar dengan sangat hebat selama beberapa menit.
Selama beberapa menit tersebut, semua orang yang ada di kota itu dilanda kepanikan, mereka semua merasa seperti dunia sudah berakhir.
Anak laki-laki itu mulai berbalik menuju gadis-gadis yang tadi bersamanya dan mulai berbicara dengan mereka seperti biasa.
“Kalau begitu, ayo kita pergi dari sini dan menuju kota selanjutnya”
Gadis-gadis tersebut mengangguk dan mengikutinya dari belakang, mereka hanya mengangguk mungkin karena mereka tidak pernah melihat anak laki-laki tersebut marah sampai seperti itu.
Saat dia sedang berjalan keluar, tidak ada orang yang berani bergerak dan bahkan tidak ada orang yang berani menatap anak laki-laki itu, mereka merasa seperti sedang melihat wujud dari keputusasaan itu sendiri, mereka merasa seperti seekor semut kecil yang sedang berada di telapak tangan anak laki-laki itu.
Ketika pria paruh baya tersebut ingin menghela nafas lega saat melihat anak laki-laki itu berjalan keluar, tiba-tiba anak laki-laki itu berbalik dan kembali berbicara.
“Ohh ya aku lupa sesuatu hal... tolong rahasiakan tentang identitas kami dari siapapun oke? Bahkan jika kerajaan ingin bertanya tentang hal ini, kamu bisa merahasiakannya kan... pa...man?”
Pada saat anak laki-laki itu menanyakan hal itu kepada pria paruh baya tersebut, yang bisa dia lakukan hanya mengangguk sekuat tenaga.
“Itu adalah janji loh, jadi... jangan sampai ingkar janji oke?”
“O-oke”
Setelah mendengar konfirmasi dari pria paruh baya tersebut, anak laki-laki itu langsung berbalik kembali dan berjalan menuju pintu keluar dengan gadis-gadis yang tadi bersamanya.
“Siapa sebenarnya anak itu?”
Pria paruh baya tersebut hanya bisa bergumam dan melihat punggung dari anak laki-laki itu yang sedang berjalan keluar, dia bersumpah bahwa dia tidak akan pernah membocorkan identitas mereka kepada siapapun, bahkan jika itu mempertaruhkan nyawanya sekalipun.
Pada saat anak laki-laki tersebut hampir mencapai pintu keluar, dia berpas-pasan dengan seorang ksatria wanita yang berlari masuk.
Pada saat itu juga, dia langsung berhenti dan menoleh ke arah ksatria wanita tersebut.
“Ada apa Sou-chan”
“tidak, tidak ada apa-apa”
Pada saat salah satu dari gadis tersebut bertanya, dia langsung berbalik dan kembali berjalan keluar.
Pada saat itu anak laki-laki tersebut masih belum menyadari, bahwa pertemuan mereka ini akan membuat roda takdir di Dunia ini mulai berputar ke arah yang tidak pasti.
Bagi anak laki-laki itu, ksatria wanita tersebut akan menjadi penyebab dia kehilangan sesuatu hal yang berharga baginya di masa depan nanti, dan juga akan menjadi penyebab anak laki-laki itu diberikan julukan "Monster" oleh para Dewa.
Sedangkan bagi Ksatria wanita tersebut, anak laki-laki itu nantinya akan menjadi seseorang yang akan membawanya keluar dari sangkar yang terus mengurungnya.