![Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/finding-your-way-home-in-another-world-with-the-gender-change-skill-shadow---the-jester--remake-.webp)
Di saat yang bersamaan ketika Souji dan Niji sedang menggabungkan kedua mana mereka. Terdapat sebuah kehebohan yang terjadi di sebuah Kota.
Kota tersebut memiliki nama [Feuer], yang merupakan Ibu Kota dari Kerajaan Groxia. Kota itu juga biasa di kenal dengan nama kota Api. Karena bangunan yang berada di kota tersebut, di dominasi dengan warna merah. Serta fakta bahwa di kota tersebut memiliki salah satu dari individu terkuat yang ada di benua ini, yang di panggil dengan sebutan [king] oleh semua orang yang ada di benua ini.
[King] - Adalah sebutan atau julukan untuk suatu individu khusus, yang telah berhasil mencapai ketinggian tertinggi dari salah satu elemen yang ada di dunia ini. Tidak hanya orang-orang yang memiliki elemen-elemen dasar saja yang bisa mendapatkan gelar tersebut. Orang yang memiliki elemen lain selain elemen dasar juga bisa mendapatkan gelar ini.
Misalnya, Elemen Darah atau [Blood Element] yang biasa di sebut sebagai [Blood King] yang merupakan seorang [Ancient Vampire], dan contoh lainnya juga, adalah Elemen kristal atau [crystal element] yang juga biasa di sebut [Crystal King] yang merupakan seorang [Human].
Setelah itu, setiap [King] juga memiliki kekuatan yang dapat dengan mudah memusnahkan 10k makhluk hidup dengan sekali serang. Biasa nya sebagian dari mereka akan memilih untuk melayani sebuah Kerajaan, sedangkan sisa nya akan memilih untuk mengasingkan diri.
Lalu kota ini juga terbagi menjadi 4 macam distrik. Masing-masing dari distrik tersebut, memiliki fungsi nya masing-masing.
Di antara lain, distrik-distrik tersebut adalah sebagai berikut: distrik Komersial yang terletak di bagian Utara kota ini, distrik Rakyat Jelata yang berada di bagian barat kota, distrik Bangsawan yang berada di bagian Selatan kota, dan yang terakhir yaitu distrik Royalty yang berada di bagian tengah dari kota ini. Lalu ada sebuah tembok besar yang akan memisahkan antara distrik Royalty dengan distrik yang lainnya.
Lalu ada juga sebuah tempat yang di sebut sebagai distrik gelap. Tempat ini berada di bagian timur kota ini dan merupakan tempat paling buruk yang ada di kota tersebut. Orang-orang yang tinggal di dalam distrik ini, biasanya merupakan orang-orang yang memiliki status terendah yang ada di masyarakat.
Selain itu, di suatu tempat yang berada di bagian tengah kota tersebut. Terdapat sebuah bangunan berwarna merah dengan gaya bangunan abad pertengahan eropa. Di bagian kiri bangunan tersebut terdapat sebuah Kastil, sedangkan di bagian kanan bangunan tersebut terdapat sebuah lapangan pelatihan.
Di salah satu ruangan yang terdapat di lantai 2 bangunan tersebut. Terdapat seorang wanita yang sedang duduk di sebuah kursi, sambil membaca sebuah dokumen yang ada di tangan nya dengan ekspresi yang rumit.
☆-----___-----___-----☆
(POV First Person)
“Huhh... mereka benar-benar tidak terlihat seperti pahlawan sama sekali, mereka hanya seorang anak manja yang sedang bermain-main dengan gelar pahlawan” Ucap wanita tersebut sambil menaruh dokumen yang tadi dia pegang, dan mulai bersandar di kursi sambil menatap langit-langit.
“Walaupun begitu,wanita berambut putih itu benar-benar sangat menarik..... apalagi jawaban yang dia berikan waktu itu...” Ucap wanita tersebut dengan nada gembira sambil mulai mengalihkan penglihatan nya ke arah
jendela, dan sudut bibir dari wanita tersebut sedikit terangkat.
Wanita yang sedang melihat ke arah luar jendela tersebut, memiliki wajah yang terlihat seperti seorang yang memiliki umur 20 tahunan. Wanita itu juga, memiliki rambut panjang sepinggang yang berwarna pirang keemasan.
Rambut wanita tersebut juga di ikat ekor kuda, dengan menggunakan sebuah pita berbentuk kupu-kupu yang memiliki warna kuning dan garis biru di ujung nya. Serta, wanita tersebut memiliki mata yang berwarna cyan dengan titik kecil berwarna emas yang berada di tengahnya.
Wanita itu juga mengenakan sebuah baju berwarna putih dengan garis berwarna kuning di ujungnya. Serta, sebuah jubah lengan pendek sepanjang lutut yang berwarna hitam.
Jubah tersebut juga, memiliki motif seperti sebuah api yang membara di bagian bawah jubah tersebut. Motif api tersebut, memiliki warna biru langit dan warna kuning keemasan yang mengitari ujung jubah tersebut.
Kerah dari jubah itu juga, terbuat dari sebuah wol yang berwarna hitam. Di ujung kerah tersebut, terdapat dua buah tali yang sepanjang lutut yang berwarna merah. Tali tersebut, memiliki sebuah motif yang berwarna kuning keemasan. Serta, di ujung tali itu juga terdapat sebuah wol yang juga berwarna kuning keemasan.
Wanita itu juga, mengenakan sebuah sarung tangan yang berwarna hitam dengan motif yang berwarna emas. Dia juga mengenakan sebuah celana yang berwarna putih dengan sebuah sepatu bot hitam dengan sebuah motif yang berwarna emas. Serta, terdapat gesper berwarna coklat dengan motif yang berwarna emas, yang berada di pinggang wanita tersebut.
Ya, wanita tersebut adalah Kapten komandan pasukan ksatria Kerajaan Groxia, yaitu Iris Wolfrod. Dia merupakan seorang jenius di antara para jenius. Karena berhasil menjabat sebagai Komandan pasukan ksatria kerajaan pada umur 16 tahun. Dan merupakan yang termuda di antara orang-orang yang mendapatkan gelar [King].
Betul sekali, dia adalah sang [Lightning King] yang misterius, dan dia juga merupakan wanita ke lima yang berhasil mendapatkan gelar tersebut. Dia juga merupakan calon penerus kepala keluarga Wolfrod.
Walaupun begitu, entah kenapa mata dari wanita tersebut, terlihat seperti ikan mati dan tidak memiliki cahaya sama sekali.
Setelah keheningan yang menenangkan selama sekitar 5 menit, Iris akhir nya mulai membuka mulut nya.
“Huhh.... ini menyebalkan sekali, kenapa aku harus menikahi seseorang yang tidak aku cintai sama sekali...” Ucap Iris sambil mulai bangkit dari kursi nya dan mengambil dua buah dokumen yang berada di atas meja nya. Lalu dia mulai berbalik dan mulai berjalan perlahan ke arah jendela.
Setelah sampai tepat di depan jendela, Iris mulai menatap ke arah luar selama sekitar 1 menit lebih sebelum dia mulai berbalik dan bersandar di sebelah jendela sambil menatap salah satu dokumen yang dia pegang.
“Sialan!!.... Bagaimana bisa seseorang seperti dia memiliki gelar [King], ini benar-benar tidak masuk akal sama sekali....” Ucap Iris dengan nada kesal sambil menatap salah satu dokumen yang sedang dia pegang dengan mata yang penuh dengan kebencian.
“Huhh..... Dia tidak lebih hanya seorang sampah yang tidak berguna saja” Iris mengatakan hal tersebut sambil merobek salah satu dokumen yang sedang dia pegang, lalu membakar nya dengan menggunakan sihir api.
Setelah dia membakar dokumen tersebut, dia langsung mengalihkan pandangan nya ke sisa dokumen yang sedang dia pengang. Ketika dia melihat gambar yang berada di dokumen tersebut, sudut bibir nya perlahan mulai naik, dan sorot mata nya perlahan-lahan berubah menjadi hangat.
“Aku tidak menyangka anak laki-laki ini dapat membuat sang [Fire King] menunjukkan wajah seperti itu” Ucap Iris sambil membelai gambar yang ada di dokumen tersebut.
“Kamu benar-benar seseorang yang sangat menarik...” Lanjut Iris sambil tersenyum dengan semakin dalam.
Setelah menatap gambar anak laki-laki yang ada di dokumen tersebut selama 1 menit lebih. Iris kemudian berbalik, lalu dia mulai menatap ke arah langit dengan sorot mata yang hangat sambil masih memiliki senyum yang masih terpampang di wajah nya.
“Neh, apakah kamu tahu.... kamu adalah orang pertama yang berhasil membuat jantung ku berdetak dengan sangat cepat....” Ucap Iris, lalu dia mengalihkan pandangan nya ke arah gambar sebelum nya. Ketika Iris melihat
gambar tersebut, entah kenapa senyuman yang ada di wajah nya menjadi semakin dalam.
“Kamu tahu.... Kamu harus bertanggung jawab.... Karena telah membuatku merasakan perasaan ini tahu..... Pahlawan Misterius.....” Lanjut Iris sambil kembali mengelus gambar tersebut.
Tok tok tok
Ketika mendengar suara ketukan tersebut, Iris langsung berbalik dan mulai kembali menyandarkan diri nya sendiri di tembok yang berada di samping jendela. Lalu dia langsung membuka mulut nya.
“Silahkan Masuk” Ucap Iris sambil mulai membaca dokumen yang tadi sedang dia pegang.
Setelah mendengar jawaban dari Iris, pintu tersebut perlahan-lahan mulai terbuka. Ketika pintu tersebut terbuka. Muncul sesosok pria yang terlihat seperti berumur sekitar 20 tahunan. Dia memiliki rambut sebahu yang berwarna pirang dengan mata yang berwarna hijau giok.
“Permisi, Iris-san” Ucap Pria yang muncul dari balik pintu tersebut.
Ketika mendengar hal tersebut, Iris mulai menoleh ke arah seseorang yang sedang masuk ke dalam ruangan. Setelah melihat orang yang masuk ke dalam ruangan tersebut, Iris langsung mengalihkan perhatian nya kembali menuju dokumen yang tadi sedang dia baca.
“Jadi ada apa Jistav-kun?” Tanya Iris dengan nada serius sambil membalik halaman yang ada di dalam dokumen tersebut.
Pria yang bernama Jistav ini awal nya hanya melihat ke arah Iris dengan mata yang bertanya-tanya, dan ingin menanyakan apa yang sedang di lakukan oleh nya. Tetapi, setelah mendengar pertanyaan dari Iris, dia langsung mengingat alasan kenapa dia buru-buru datang ke sini.
“Iris-san ini benar-benar gawat!! Ada seorang petualang yang melapor ke Guild, kalau ada sekitar lebih dari 1k Monster sedang menuju ke arah kota ini!!” Ucap Jistav dengan nada khawatir sambil menatap ke arah Iris.
Ketika mendengar laporan tersebut, Iris mulai berhenti membaca dokumen yang ada di tangan nya itu dan dia mulai mengalihkan pandangan nya ke arah Jistav. Lalu dia mulai membuka mulut nya untuk berbicara.
“Kalau begitu, bukankah kamu bisa mengurus nya, kenapa kamu melaporkan hal ini kepadaku?” Tanya Iris sambil menatap mata Jistav dengan bingung.
Ketika mendengar jawaban dari Iris, Jistav langsung mulai kembali berbicara dengan nada khawatir. “Masalah nya itu, setelah mendengar berita ini, para Pahlawan memutuskan untuk mengurus Monster-monster tersebut!!”
Ketika mendengar apa yang di katakan oleh Jistav, Iris mulai menghela nafas dan dia mulai membuka mulut nya untuk berbicara.
“Bukankah tidak ada masalah jika mereka ingin melakukan nya. Yang terkuat di antara mereka sudah sanggup mengalahkan Monster Rank C, dan juga yang terlemah saja sanggup membunuh Monster Rank-E dengan mudah. Aku tidak melihat masa-“
Sebelum Iris bisa menyelesaikan kalimat nya. Jistav langsung memotong nya dan mulai berbicara dengan nada yang semakin khawatir. “Masalah nya itu, Monster-monster tersebut terdiri dari monster Rank E sampai Rank A!! Dan lagi jumlah mereka ada di atas 1k!!”
Brukk!
Ketika mendengar apa yang di katakan oleh Jistav, Iris secara tidak sengaja langsung menjatuhkan dokumen yang dia pegang dan mulai menatap Jistav dengan kaget. Lalu dia mulai membuka mulutnya untuk berbicara.
“Benarkah?” Tanya Iris sambil menatap Jistav dengan mata terbelalak.
“Itu benar, aku tidak mungkin bercanda tentang hal ini Iris-san!!” Jawab Jistav sambil menatap balik ke arah Iris.
Setelah mendengar konfirmasi tersebut. Suasana di sekitar Iris langsung berubah secara drastis dan dia mulai membuka mulutnya untuk berbicara.
“Kalau begitu, Kumpulkan semua orang termasuk para pahlawan itu. Kita akan mengadakan rapat darurat tentang hal ini!!” Ucap Iris dengan nada yang sangat tegas.
Setelah mendengar perintah dari Iris, tanpa basa basi Jistav langsung membuka mulutnya untuk berbicara.
“Siap!!” Jawab Jistav sambil bergegas berjalan keluar.
Setelah Jistav keluar dari ruangan, suasana di ruangan tersebut langsung berubah menjadi sangat hening.
Setelah menghela nafas panjang, Iris langsung mengambil dokumen yang tadi dia jatuh kan dan dia mulai berjalan menuju meja nya.
Setelah sampai tepat di depan meja tersebut, Iris langsung menarik laci yang ada di meja tersebut dan menaruh dokumen itu di dalam nya. Lalu dia langsung menutup kembali laci tersebut, dan mulai mengalihkan pandangan nya ke arah jendela.
Entah kenapa, semenjak para Pahlawan di panggil. Mulai muncul berbagai macam masalah di kota ini.
Huhh..... Aku hanya bisa berharap semua hal ini segera berakhir.
Aku mulai menggelengkan kepalaku ketika aku memikirkan hal tersebut.
Setelah itu, aku langsung berbalik dan mulai berjalan menuju ke arah pintu.
Ketika aku sudah berada tepat di depan pintu. Aku mulai membuka pintu tersebut dan mulai berjalan keluar dari ruangan tersebut sambil memikirkan sesuatu.
Ngomong-ngomong, setelah semua ini berakhir, aku akan mengambil cuti untuk mencari Pahlawan Misterius-ku. Kalau tidak salah nama nya itu...
Ketika aku sedang mengingat nama dari Pahlawan Misterius-ku. Aku mulai menghentikan langkah kaki ku.
Setelah aku mengingat nama nya, secara tidak sadar sudut bibir ku mulai kembali terangkat. Lalu aku mulai membuka mulutku, dan mulai menggumamkan nama Pahlawan Misterius itu dengan nada suara yang sangat kecil.
“Shimotsuki Souji”