![Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/finding-your-way-home-in-another-world-with-the-gender-change-skill-shadow---the-jester--remake-.webp)
Catatan Author : Disclaimer!! di chapter ini bakal ada banyak badut yang muncul, karena hal itulah bagi kalian yang tidak menyukai badut lebih baik di baca aja, siap tau jadi suka:V
jangan lupa Like, Vote, dan komen, serta berikan kritik dan saran nya.
kalau begitu, selamat membaca.
☆-----___-----___-----☆
Di sisi lain, pada saat Souji dan yang lain nya bertemu dengan wanita Dark Elf, terdapat sesuatu hal yang sedang terjadi di Ibu Kota Kerajaan Groxia.
Di suatu gedung yang terletak di Area Komersial, terdapat banyak sekali orang-orang penting dari kerajaan ini yang berkumpul di sana.
Dari Guild Master Morgan, para petualang Rank E-A, para ksatria kerajaan, dan yang terakhir, para Pahlawan yang di panggil dari dunia lain.
Mereka semua berkumpul di sini untuk membahas sesuatu hal yang sangat penting, lalu salah satu dari orang-orang itu mulai maju ke depan, lalu dia mulai membuka mulut nya dan berkata
“Kalau begitu mari kita mulai rapat penanggulangan pawai monster ini!!” Ucap seorang pemuda yang memiliki perawakan seorang pria berumur 20an dengan rambut pendek berwarna pirang dan mata hijau giok. Orang ini adalah Wakil Komandan Ksatria Jistav.
Semua orang yang ada di dalam ruangan langsung mengangguk, setelah mendengar pernyataan dari Jistav.
Ketika melihat konfirmasi dari semua orang, lalu Jistav langsung mulai kembali membuka mulut nya dan berkata.
“Seharusnya semua orang yang ada di sini tahu bukan apa yang akan kita bahas di sini? Kalau kalian masih belum mengetahui nya, aku akan menjelaskan hal tersebut secara singkat” Ucap Jistav kepada semua orang yang ada di dalam ruangan dengan nada bicara yang sangat tegas.
Semua orang yang mendengar hal tersebut, hanya mengangguk saja dan mulai mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Jistav dengan seksama.
“Kita berada di sini untuk membahas perihal tentang segerombolan monster yang sedang berjalan mengarah kemari, menurut salah satu dari petualang yang melaporkan hal ini, terdapat berbagai macam monster di dalam gerombolan tersebut, dari monster yang terlemah adalah Rank F, hingga monster yang terkuat adalah Rank –S”
Jistav berhenti sebentar di sana untuk membiarkan semua orang memproses apa yang dia katakan sebelum nya, setelah melihat semua orang sudah memahami hal yang dia katakan, Jistav mulai kembali membuka mulut nya lagi dan berkata.
“Menurut petualang tersebut juga, gerombolan monster ini memiliki jumlah lebih dari 1k, dan hal i-“
Akan tetapi, ketika Jistav sedang melanjutkan penjelasan nya tersebut, tiba-tiba ada seorang petualang yang memiliki rambut pirang dengan mata Hijau Mantis, langsung memotong hal tersebut dan mulai berbicara dengan suara yang tegas.
“Tidak, gerombolan monster itu bukan berjumlah 1k” Ucap petualang tersebut sambil mengepalkan tangan nya dan menatap Jistav dengan sangat tajam, ya petualang tersebut adalah Kayle.
Kayle mungkin marah karena informasi yang dia berikan tentang jumlah monster benar-benar salah, dan semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut langsung menoleh ke arah nya dan menatap nya dengan mata yang bertanya-tanya.
Awal nya Jistav sedikit terkejut ketika mendengar ucapan di potong oleh seseorang, tapi dia segera menenangkan diri untuk menanyakan hal yang di katakan oleh Kayle.
Akan tetapi, tiba-tiba ada seorang gadis berumur sekitar 20an dengan rambut panjang berwarna pirang keemasan yang di ikat dengan gaya rambut Ponytail dan mata berwarna biru cyan, wanita ini mulai membuka mulut nya dan berkata.
“Kalau begitu Kayle-dono, apakah kamu menjelaskan apa yang kamu maksud sebelum nya?” Tanya wanita tersebut sambil berjalan maju menuju tengah ruangan.
Semua orang yang ada di dalam ruangan langsung terkejut, ketika mendengar suara dari wanita tersebut, bahkan para Pahlawan pun ikut terkejut ketika melihat wanita ini berjalan mendekati Kayle.
Ya, wanita ini adalah Kapten Komandan Ksatria Iris Wollfrod, dia sebenarnya tadi memutuskan untuk tidak ikut campur dalam diskusi strategi ini dan hanya menonton saja dari pojok ruangan.
Akan tetapi, setelah mendengar kalau jumlah monster yang di katakan oleh Jistav itu salah, entah kenapa, hal tersebut menggelitik minat nya.
Kayle yang sangat terkejut akibat kemunculan Iris yang tiba-tiba, langsung menjadi gemetaran ketika dia mengingat kejadian dimana Iris menyelamatkan nya.
Akan tetapi, karena ada sesuatu hal yang sangat penting sedang terjadi, dia langsung menggelengkan kepala nya untuk membuang pemikiran seperti itu dan mulai menjelaskan maksud dari apa yang dia katakan sebelum nya.
“Kalau begitu, aku akan mulai menjelaskan apa yang aku maksud sebelum nya” Ucap Kayle dengan nada serius sambil menatap semua orang yang ada di dalam ruangan.
Setelah Kayle melihat konfirmasi dari semua orang, dia mulai kembali membuka mulut nya lagi dan berkata.
“Baiklah kalau begitu, aku akan mulai menjelaskan dari maksud yang aku katakan sebelum nya, sebelum nya aku mengatakan kalau jumlah dari monster-monster ini itu bukanlah 1k, akan tetapi, ada 10k monster”
Semua orang yang ada di dalam ruangan langsung membeku ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Kayle, bahkan Iris pun sedikit terkejut, walaupun beberapa detik kemudian dia kembali tenang.
Tiba-tiba, salah satu orang dari barisan Pahlawan mulai membuka mulut nya dan berkata.
“Apakah kamu benar-benar tidak sedang menipu kami?! Bagaimana mungkin ad-“
Pada saat pahlawan tersebut mulai bertanya kepada Kayle dengan nada yang sangat kesal dan marah, Kayle langsung memotong nya dan berkata kepada semua orang sambil menatap para Pahlawan dan Ksatria dengan mata yang sangat dingin seperti sedang melihat sampah.
“Jangan salahkan aku tentang hal itu, bukankah kalian lah yang main seenak nya saja nyelonong masuk ketika aku sedang memberikan laporan tersebut, bahkan karena kalian aku di abaikan oleh ksatria yang membuat laporan tersebut dan main asal tulis saja”
Pada saat Kayle mengatakan hal itu, pemuda berambut pirang dengan mata biru ini mulai mundur beberapa langkah kebelakang, pemuda ini tidak bisa sama sekali membantah hal tersebut, karena dia memang benar-benar memotong antrian orang yang ada di depan nya ini sebelum nya dan bahkan membuat orang yang ada di depan nya ini di usir sebelum selesai menulis laporan tersebut.
Di sisi lain, ketika Iris mendengar hal tersebut, dia menjadi terkejut selama beberapa detik sebelum berubah menjadi sangat marah, lalu Iris mulai mengalihkan pandangan nya ke arah Jistav dan meminta dia untuk menjelaskan tentang hal tersebut.
Lalu salah satu dari orang yang berada di barisan Pahlawan mulai maju ke depan dan mulai membuka mulut nya untuk berbicara.
“Kalau begitu, izin kan aku untuk meminta maaf yang sebesar-besar nya kepada tuan petualang ini, dan bisa kah tuan menjelaskan dimana saja letak gerombolan monster itu berada? Karena regu Ksatria hanya menemukan bahwa ada 1k monster saja yang sedang berjalan kemari”
Orang yang berbicara ini adalah seorang wanita yang memiliki rambut pendek berwarna hitam dengan mata yang berwarna biru Azure dan wanita ini membawa sebuah pedang aneh yang jarang sekali terlihat di benua ini.
Walaupun begitu, Kayle mengenal pedang tersebut karena dia pernah melihat nya sebelum nya, cuma beda nya kalau yang waktu itu dilihat oleh Kayle terbuat dari kayu, sedangkan pedang yang di bawa oleh wanita ini tidak.
Ya wanita itu adalah Ryuuji Asahi, yang merupakan Kepala Sekolah dari sekolah Ryuuji Academi dan juga merupakan salah satu dari orang-orang yang mendapatkan Job [Hero].
Setelah Asahi selesai berbicara, orang lain dari barisan Pahlawan mulai maju sambil berbicara kepada Kayle dengan nada menyindir.
“Kami ini Pahlawan kamu tahu, kamu hanya seorang petualang belaka saja seharusnya berterima kasih kepada kami karena mau membantu mengalahkan para Demon Lord untuk dunia ini” Ucap pemuda berambut hitam kemerahan dengan mata yang berwarna orange pumpkin sambil berjalan menuju Kayle.
“Kamu menjadi petualang demi uang bukan, kalau begitu, bagaimana jika kamu menjadi anjing ku saja, ku lihat kamu cukup kuat, di tambah lagi aku ini salah satu dari orang-orang yang memiliki Job Class [Hero], aku yakin Raja tidak akan menentang ku” Lanjut pemuda ini sambil terus berjalan ke arah Kayle.
“Di tambah lagi, kamu seharus nya merasa sangat terhormat untuk menerima undangan untuk menjadi anjing ku, dan juga, untuk anjing ku yang penurut, bagaimana jika kamu menjilati kaki ku?” Tanya pemuda itu dengan nada yang masih sama seperti sebelum nya, sambil tersenyum dengan sangat mengerikan.
Semua orang yang ada di sana selain para Pahlawan langsung mengutuk keberuntungan dari bocah ini, bahkan Iris pun tidak luput sedikit pun dari hal itu dan hampir tertawa terbahak-bahak.
Para Pahlawan yang lain nya menjadi sangat bingung dengan tingkah laku semua orang yang tiba-tiba menjadi sangat aneh, Asahi sangat kesal dan ingin menghentikan salah satu murid nya ini agar tidak membuat masalah yang tidak perlu.
Akan tetapi, Asahi dihentikan oleh Iris yang sedang berusaha untuk tidak tertawa, Asahi yang melihat hal itu langsung menjadi semakin kesal dan langsung menanyakan alasan kenapa Iris menghentikan nya.
“Maaf sebelumnya Iris-dono, kenapa Anda menghalangi ku untuk menghentikan murid ku dari membuat masalah?” Tanya Asahi dengan nada kesal sambil menatap tajam ke arah Iris.
Iris yang mendengar pertanyaan itu langsung menghentikan tawa nya dan mulai mengalihkan pandangan nya ke arah Asahi, lalu Iris mulai membuka mulut nya dan berkata.
“Maaf saja Ryuuji-dono, aku tidak bisa membiarkan mu menghentikan nya sekarang” Jawab Iris dengan nada dingin sambil menatap balik Asahi.
Asahi yang mendengar jawaban dari Iris menjadi semakin kesal dan mulai kembali mulut nya untuk berbicara.
“Kalau begitu, berikan kau alasan yang logis kenapa kamu menghentikan ku Iris-Dono?” Tanya Asahi dengan nada yang masih sama sambil menatap Iris dengan lebih tajam.
“Alasan nya itu simpel, itu karena dia menginjak-injak kebanggan dari Kayle” Jawab Iris dengan nada dingin seperti sebelum nya sambil mengalihkan pandangan nya ke arah Kayle.
“Kebanggan?! Apakah Anda menghentikan saya hanya karena kebanggan saja!! Kalau begitu, minggir atau aku akan menggunakan cara kekerasan!!” Ucap Asahi dengan nada marah sambil memegang gagang Katana milik nya.
Iris yang melihat hal itu sedikit kagum dengan keberanian dari wanita yang ada di depan nya ini, walaupun begitu, dia masih tidak akan membiarkan wanita ini lewat, karena dia ingin melihat, seberapa besar bocah cengeng itu sudah tumbuh.
“Hoo... kamu ingin bertarung dengan ku?” Tanya Iris dengan nada suara yang berpura-pura terkejut sambil memegang dagu nya.
Asahi yang melihat hal itu langsung mengerutkan alis nya dan mulai kembali membuka mulut nya.
“Kalau begitu, aku tidak puny-“
Akan tetapi, sebelum Asahi bisa menyelesaikan kalimat nya, dia langsung merasakan rasa sakit di bagian perut nya.
Brukk
Asahi langsung terjatuh ke lantai sambil memegangi perut nya, para Pahlawan yang melihat hal ini langsung berlari ke arah nya.
“Ryuuji-sensei!? Apakah kamu baik-baik saja!?” Ucap seorang gadis berambut putih keperakkan dan memiliki mata yang berwarna Biru langit dengan nada yang sangat khawatir sambil berlari ke arah Asahi
Gadis tersebut adalah Aizawa Saki, yang merupakan salah satu dari orang-orang yang memiliki Job Class [Hero] dan juga merupakan salah satu yang terkuat di antara mereka.
Para Pahlawan yang lain nya pun mulai berlari ke arah Asahi sambil bertanya dengan nada khawatir, sedangkan ada satu orang di antara para Pahlawan yang mulai berjalan ke arah yang berbeda.
“Iris-dono kenapa kamu melukai Ryuuji-sensei!?” Tanya seorang pemuda berambut pirang dan mata hijau giok dengan nada marah sambil berjalan menuju ke arah Iris.
Ya, pemuda tersebut adalah salah satu dari orang-orang yang memiliki Job Class [Hero] yaitu Iwasami Nagato, dan juga, dia adalah salah satu yang terkuat di antara para Pahlawan.
Iris yang mendengar pertanyaan dari Nagato langsung menjadi sangat jijik dan mulai memandang Nagato dengan wajah netral, lalu dia mulai membuka mulut nya dan berkata.
“Itu karena dia tidak ingin mendengarkan peringatan dari ku, jika saja dia mendengarkan nya, dia mungkin tidak akan terluka seperti sekarang” Jawab Iris dengan nada yang seakan-akan tidak peduli dan masih menatap Nagato dengan ekspresi netral.
Nagato yang mendengar hal itu menjadi sangat marah, akan tetapi, sebelum dia bisa mengatakan apa pun, Iris langsung memotong nya dan kembali berbicara.
“Di tambah lagi, aku hanya ingin mereka berdua menyelesaikan urusan mereka sendiri, agar rapat ini bisa segera dilanjutkan” Ucap Iris dengan nada yang masih sama sambil menunjuk ke arah Kayle yang sedang mencekik pemuda berambut hitam kemerahan sebelum nya.
Nagato yang melihat pemandangan tersebut, mau tidak mau menjadi kesal dan tanpa pikir panjang langsung berlari ke arah Kayle, lalu Nagato mulai menarik pedang nya keluar dari sarung nya dan langsung menyerang ke arah Kayle.
“Sialan!! Kenapa kamu menyerangnya!!” Nagato mengatakan hal itu dengan nada suara yang penuh kemarahan sambil mulai mengaktifkan Skill milik nya.
Akan tetapi, sebelum Nagato bisa mengaktifkan skill nya, tiba-tiba liontin berwarna merah yang dikenakan oleh Kayle langsung menjadi bersinar dan pada saat itu juga Nagato langsung merasakan rasa sakit yang begitu parah di bagian perut nya.
Seketika itu juga, Nagato langsung terlempar sangat jauh, hingga menghancurkan tembok dari bangunan tersebut dan terlempar keluar dari ruangan.
Semua orang yang ada di dalam ruangan, tidak orang-orang yang ada di luar pun langsung membeku ketika melihat hal tersebut, lalu pada saat semua orang masih sangat terkejut akibat apa yang mereka lihat sebelum nya.
Kayle langsung membuka mulut nya lagi dan berkata dengan nada suara yang nyaring.
“Akan aku katakan hal ini sekali saja kepada kalian semua para Pahlawan, kalau Guild Petualang itu bukan sebuah organisasi yang diciptakan oleh pemerintah, organisasi ini diciptakan oleh seseorang yang di sebut sebagai Guild Master pertama sendirian tanpa bantuan Pemerintahan mana pun” Ucap Kayle dengan nada suara tanpa emosi yang dapat terdengar hingga ke bagian luar ruangan, sambil melempar pemuda yang dia cekik sebelum nya ke arah Pahlawan yang lain nya.
“Jadi, jangan mentang-mentang kalian ini adalah seorang Pahlawan, kalian bisa seenak nya saja mempermainkan hidup orang lain, jika kalian mengatakan kalau Guild Petualang ini bisa beroperasi di kota ini, tidak lebih tepat nya itu kerajaan ini tuh karena Raja Kerajaan ini memberikan izin, tentu saja jawaban nya tidak” Lanjut Kayle dengan nada yang menjadi semakin dingin sambil mencoba meniru saran dari seorang anak laki-laki berambut hitam yang dia temui sehari yang lalu.
“Karena setiap Negara, bahkan selain Negara manusia pun ingin bekerja sama dengan Guild Petualang, bahkan ada beberapa Raja dan bangsawan yang menunggu selama berbulan-bulan hanya untuk menemui Guild Master pertama”
“Oleh sebab itulah, aku akan mengatakan hal ini kepada kalian semua yang ada di ruangan ini sekarang, jika kalian hanya menganggap nyawa orang-orang yang ada di dalam kota ini hanya sebuah permainan saja, maka Anda dipersilakan keluar dari ruangan ini, Karena orang yang berada di dalam ruangan ini, hanya orang-orang yang siap mati demi melindungi kota ini!!”
“Jika kalian semua bertanya, apa yang membuat ku mengatakan semua ini, hal itu karena aku tidak ingin karena seorang sampah, aku jadi kehilangan tanah kelahiran ku ini!!”
Semua orang yang mendengar pidato dari Kayle langsung terdiam, semua orang tidak ada yang berani berbicara, karena mereka menjadi sangat kagum dan mulai memandang Kayle dengan sangat hormat.
Hal itu dikarenakan Pidato yang di sampaikan Kayle sebelum nya, telah mengenai hati dari semua orang, bahkan para penduduk yang tidak sengaja mendengar Pidato tersebut ikut terdiam.
Setelah itu para Ksatria, Petualang, dan bahkan penduduk yang tidak sengaja mendengarnya pun mulai bersorak, setelah mendengar Pidato dari Kayle.
Bahkan Jistav yang dari tadi hanya menjauh dan menonton keributan dari pinggir ruangan pun, mulai berjalan kembali menuju ke tengah ruangan, karena dia sangat menghormati Pidato yang di sampaikan oleh Kayle.
Morgan yang melihat hal itu pun hanya bisa tersenyum dengan sangat hangat, karena dia tidak menyangka anak kecil yang ada di depan nya ini, sudah tumbuh menjadi dewasa.
Di sisi lain, Iris yang mendengar Pidato dari Kayle hanya bisa tersenyum kecil saja, karena dia tidak menyangka, kalau anak cengeng yang beberapa tahun lalu dia selamat kan sudah tumbuh menjadi seorang Pria.
Jika semua orang mengetahui bahwa Pidato yang di sampai kan oleh Kayle itu hanya jiplak kan dari seseorang, mereka semua mungkin akan menjadi sangat kecewa.
Karena sebenarnya Pidato tersebut adalah sebuah pidato yang dibuat oleh seorang anak laki-laki berambut hitam dengan mata heterochromia berwarna Biru Langit dan Merah Darah.
Anak laki-laki berambut hitam itu memberitahu Kayle tentang Pidato tersebut, ketika Kayle bertanya kepada anak laki-laki itu ‘bagaimana jika orang-orang tidak mempercayai ku?’, pada saat anak laki-laki berambut hitam ini mendengar pertanyaan tersebut, anak laki-laki tersebut hanya menjawab ‘Kamu hanya perlu mengulangi apa yang akan aku katakan saja, dan setelah itu semua nya akan menjadi sangat mudah’.
Lalu anak laki-laki itu mulai mengatakan hal-hal yang sama seperti yang dikatakan oleh Kayle sebelum nya, Kayle yang mendengar hal tersebut, mau tidak mau mulai menjadikan anak laki-laki berambut hitam ini menjadi salah satu orang yang paling dia kagumi.
(A/N: Jika kalian bertanya, kok gak ada ya hal itu di chap sebelum nya? Hal itu karena thor skip akibat kalian pada NANYAIN dimana MC nya, jadi kalian jangan protes kalau Kayle mengatakan sesuatu hal yang tidak ada sebelum nya oke, karena thor ngeskip hampir 90% dari PERCAKAPAN yang seharus nya ada dan langsung melompat ke bagian si MC)
Ketika mengingat hal tersebut, Kayle mau tidak mau harus berterima kasih kepada anak laki-laki berambut hitam itu, karena telah membantu Kayle memecahkan masalah yang merepotkan seperti ini.
“Aku benar-benar berterima kasih atas saran mu Shimotsuki-dono” Ucap Kayle dengan nada yang sangat pelan sambil tersenyum puas.
Akan tetapi, sayangnya suara tersebut masih bisa di dengar oleh salah satu Pahlawan yang ada di sana.
Setelah mendengar hal tersebut pun, Pahlawan itu pun langsung membeku dan dia mulai berdiri, lalu dia mulai berjalan ke arah Kayle, setelah dia sampai di depan Kayle, gadis berambut putih keperakkan ini mulai membuka mulut nya dengan gemetaran.
“Neh bolehkah aku menanyakan satu hal kepada mu?” Ucap gadis berambut keperakkan tersebut dengan nada suara yang serius sambil berusaha menyembunyikan tangan nya yang gemetaran.
Kayle yang mendengar pertanyaan dari gadis yang ada di depan nya ini sedikit terkejut, dan karena dia tidak keberatan, dia hanya mengangguk saja.
Setelah melihat konfirmasi dari Kayle, gadis berambut putih keperakkan ini mulai menatap ke arah mata dari Kayle dan dia mulai membuka mulut nya.
“Kalau begitu, bisakah kamu menjelaskan kepada ku, tentang orang yang kamu panggil dengan nama ‘Shimotsuki’ sebelum nya?” Tanya gadis berambut putih keperakkan itu dengan nada mengancam sambil menatap tajam ke arah Kayle.
Di sisi lain, semua pahlawan yang mendengar pertanyaan dari gadis itu pun langsung membeku di tempat. Bahkan Nagato yang baru masuk kembali ke dalam ruangan pun ikutan membeku di tempat, ketika mendengar pertanyaan dari gadis ini.
Iris, Jistav, Morgan dan Ruru pun ikut membeku di tempat juga, ketika mereka mendengar pertanyaan dari gadis itu, walaupun mereka terkejut karena alasan yang berbeda.
Lalu mereka semua secara bersamaan langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Kayle, seakan-akan meminta nya untuk segera menjawab pertanyaan dari gadis berambut putih keperakkan tersebut.
Kayle yang menerima tatapan dari semua orang pun hanya bisa menghela nafas pasra saja dan mulai berbicara.
“Baiklah kalau begitu, aku akan menjawab pertanyaan dari mu” Ucap Kayle dengan nada tertekan sambil mengepalkan tangan nya.
Semua orang yang ada di sana pun mulai menjadi serius, ketika Kayle menjawab pertanyaan dari gadis berambut putih keperakkan itu.
“Sebenarnya aku dan Shimotsuki-dono itu....”