Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]

Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]
Chapter 18 : Leveling Dengan Para Gadis (Akhir)



“Sou-chan apakah sudah waktunya?” Nagisa bertanya kepadaku sambil memiringkan kepalanya.


“Ya” Aku hanya menjawabnya dengan singkat saja.


Setelah mendengar jawaban dari ku Nagisa dan yang lainnya mulai bersiap dan mulai mengikuti ku dari belakang.


Saat kami sampai di depan pintu masuk Gua. Aku langsung menyuruh mereka semua untuk mundur sedikit ke belakang agar tidak terkena sihir yang akan aku gunakan. Pada saat mendengar penjelasanku itu, mereka semua


mengangguk dan berjalan mundur sekitar 20 langkah dari tempat aku berdiri sekarang.


Setelah melihat mereka sudah menjauh. Aku mulai bertanya kembali kepada Heavenly-san untuk mengonfirmasi sesuatu.


Neh Heavenly-san, apakah tidak apa-apa untuk membekukan air dengan sihir es? Apakah itu tidak akan membuat [Noisy Bat] yang ada di dalam sana mati?


[Menjawab]


[Menurut perkiraan, menggunakan sihir es untuk membekukan semua air yang berada di dalam Gua ini, tidak akan mempengaruhi 'Noisy Bat' sama sekali]


Setelah mendengar konfirmasi dari Heavenly-san, aku langsung menggunakan sihir tanah untuk menaikkan tinggi tanah di samping pintu masuk Gua, hal ini untuk mencegah air yang keluar meluber ke mana-mana.


Pada saat aku menggunakan sihir tanah, entah kenapa para gadis yang melihat hal itu langsung menatapku dengan mata yang berbinar.


Setelah aku menaikkan tinggi tanah di sekitar pintu masuk Gua. Aku langsung membuka penghalang yang aku pasang tadi.


Pada saat penghalang yang menutupi pintu Gua menghilang, air yang berada di dalam Gua langsung mengalir dengan sangat deras keluar.


Aku bersyukur, bahwa aku menaikkan tinggi tanah di sekitar pintu masuk Gua ini terlebih dahulu. Karena hal ini membuat air yang mengalir keluar tidak luber ke mana-mana, dan langsung menuju ke arahku.


Pada saat melihat air yang sangat deras mengalir menuju ke arahku. Para gadis yang dari tadi menatapku dengan mata berbinar, kini tatapan mata mereka berubah menjadi khawatir.


Ketika gelombang air yang mengalir dengan deras ini sudah hampir mencapai ku. Aku mulai mengangkat tangan kanan ku dan mengarahkannya menuju ke arah gelombang air yang berada di depan ku ini.


Pada saat gelombang air tersebut menyentuh telapak tanganku, seketika gelombang air tersebut membeku dan berubah menjadi sebuah bongkahan es transparan yang sangat indah.


Walaupun begitu, entah kenapa setelah menggunakan sihir es ini, suhu yang ada di sekitarku menjadi sangat dingin.


Haciih!!


Sial, kenapa tiba-tiba menjadi sangat dingin. Kenapa kamu tidak memberitahuku soal ini Heavenly-san!?


Pada saat aku menanyakan hal itu kepada Heavenly-san, dia hanya diam dan tidak menjawab sama sekali.


Lalu pada saat aku sedang kesal karena Heavenly-san diam saja, tiba-tiba  para gadis mulai berlari menuju ke arahku.


“Sou-chan!! Apakah kamu baik-baik saja!?” Nagisa mengatakan hal itu sambil memeriksa tubuhku.


“Shimtsuki-kun!! Jika kamu lelah istirahatlah dulu kami akan melakukan sisa nya sendiri!!” Shinomiya-san mengatakan hal tersebut sambil menatapku dengan khawatir.


Bukan hanya mereka berdua saja, para gadis yang lainnya pun mulai mengatakan hal yang sama dengan wajah khawatir.


“Aku baik-baik saja, aku hanya sedikit kedinginan saja setelah menggunakan sihir es ini” Aku mengatakan hal itu sambil tersenyum untuk meyakinkan mereka.


Walaupun begitu, mereka semua masih menatapku dengan khawatir. Tapi pada akhirnya mereka menyerah  dan mulai mengikuti ku berjalan menuju [Noisy Bat].


Aku langsung mengembalikan ketinggian tanah di sekitar pintu masuk Gua menjadi seperti semula.


Setelah tanah di sekitar Gua ini kembali seperti semula, seketika kami semua menatap takjub ke arah bongkahan es yang berada tepat di depan kami ini.


Bongkahan es ini benar-benar transparan dan sangat mirip seperti sebuah kaca, bahkan dari sini kami dapat melihat dengan sangat jelas bagian dalam dari Gua ini.


Setelah menatap hal itu dengan takjub. Aku langsung berjalan menuju ke arah [Noisy Bat] berada.


Setelah sampai di depan 5 [Noisy Bat] yang sedang sekarat. Aku berbalik arah dan mulai membuka mulutku.


“Kalau begitu Nagisa adalah yang pertama” Aku mengatakan hal itu sambil menunjuk ke arah Nagisa.


“Serahkan padaku” Nagisa mengatakan hal itu dengan sangat bersemangat.


Lalu dia langsung menarik pedang tembaga yang berada di pinggang nya dan mulai berjalan maju menuju ke arah salah satu dari [Noisy Bat] itu.


“Baiklah Kalau Begitu” pada saat Nagisa mengatakan hal itu, pedang yang sedang dia pegang tadi tiba-tiba mengeluarkan sebuah nyala api dari bilah nya.


Setelah nyala api itu keluar, Nagisa langsung menaikkan pedang nya ke udara dan meneriakkan suatu mantra.


“[Magic Sword] [Fire Slash]!!” Nagisa mengatakan hal itu sambil mengayunkan pedang nya ke arah [Noisy Bat] itu.


Walaupun begitu, setelah api yang keluar dari bilah itu mengenai [Noisy Bat] tersebut. Api itu tidak berhenti dan terus maju hingga jarak sekitar 20 meter lebih.


Lalu api tersebut membakar setiap pohon yang di lewatinya, setidaknya ada sekitar lebih dari 10 pohon yang dilahap oleh api tersebut.


Jika saja aku tidak ada di sini untuk menghentikan api itu, mungkin saja sekarang Nagisa sudah membakar seluruh hutan ini.


Setelah kejadian ini, Nagisa langsung berjalan menuju sebuah pohon dan berjongkok di depan pohon tersebut, lalu Nagisa langsung menyembunyikan wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.


Setelah dia berjongkok di depan sebuah pohon. Nagisa mulai mengatakan kata “Maaf” terus-menerus dengan nada yang  sangat kecil.


Kami semua yang melihat hal itu, hanya bisa menatap Nagisa dengan mata yang meminta maaf saja.


Walaupun begitu, aku mulai berjalan maju menuju ke arah Nagisa yang sedang berjongkok dan ikut berjongkok di samping nya.


“Hebat sekali Nagisa!! Kamu berhasil membunuh nya tanpa menyisakan tubuhnya sedikit pun” aku mengatakan hal itu dengan ekspresi kagum di wajahku.


Setelah Nagisa mendengar hal itu, dia langsung menoleh ke arahku dan mulai menatapku dengan wajah yang dipenuhi air mata.


“Sou-chan, kamu pembohong” Nagisa mengatakan hal itu dengan air mata yang mulai mengalir dengan sangat deras di matanya.


Dan entah kenapa para gadis yang ada di belakangku mulai menatapku dengan jijik.


Sial!! Aku tidak mengerti, siapa pun beri tahu aku, sebenarnya apa salahku!?


Pada saat aku sedang berteriak di dalam kepalaku, tiba-tiba aku mendengar sebuah suara dengan nada dingin yang berbicara.


[Master apakah kamu bodoh?]


Heavenly-san, apa yang kamu katakan tadi?


[Menjawab]


[Tidak dapat di mengerti]


Tidak, tadi aku mendengar kamu mengatai ku bodoh bukan?


[Menjawab]


[Mungkin hanya perasaan Master saja]


Tidak mungkin aku salah dengar!! Barusan kamu memang mengatai ku kan?!


Pada saat aku bertanya kembali kepadanya, Heavenly-san tidak menjawabnya dan hal itu membuatku berteriak di dalam kepalaku selama 10 menit.


Setelah aku berteriak kepada Heavenly-san selama 10 menit. Aku mengubah ekspresi ku menjadi serius dan mulai berjalan kembali menuju ke arah gadis-gadis yang tersisa.


“Kalau begitu yang selanjutnya adalah Shinomiya-san” Aku mengatakan hal itu sambil menunjuk ke arah Shinomiya-san.


Setelah mendengar apa yang aku katakan. Shinomiya-san hanya mengangguk sedikit dan mulai berjalan maju menuju ke salah satu dari [Noisy Bat] yang sekarat.


Pada saat dia sudah sampai di depan [Noisy Bat] yang sekarat itu. Shinomiya-san mulai menarik pedang tembaga yang ada di pinggang nya.


Karena Shinomiya-san bisa menggunakan kendo, dia tidak memiliki masalah sama sekali dan berhasil membunuh [Noisy Bat] yang sekarat itu tanpa masalah.


Setelah Shinomiya-san selesai membunuh [Noisy Bat] itu, dia berbalik dan mulai menatapku. Entah kenapa dia terlihat sedang menunggu sesuatu dariku.


Kenapa Shinomiya-san masih di sana? Dan juga, kenapa dia menatapku seperti sedang mengharapkan sesuatu?


Aku memiringkan kepalaku pada saat memikirkan hal itu. Karena bingung harus melakukan apa, aku mulai berjalan menuju ke arah Shinomiya-san.


Pada saat aku sampai di sana, entah kenapa Shinomiya-san mulai menatapku dengan mata berbinar yang seakan-akan sedang menunggu sesuatu.


“Shinomiya-san, kenapa kamu masih disini? Apakah kamu ingin sekali membunuh monster?” aku menanyakan hal tersebut kepada Shinomiya-san sambil memiringkan kepalaku ke samping.


Setelah mendengar apa yang aku katakan. Shinomiya-san langsung cemberut dan mulai berjalan menuju ke arah Nagisa dengan wajah yang masih cemberut.


Setelah kejadian itu, semua orang yang tersisa berhasil membunuh [Noisy Bat] tanpa masalah sama sekali.


Karena aku tidak dapat menemukan seekor monster pun hingga matahari hampir terbenam, kami semua memutuskan untuk kembali dan mulai berjalan menuju ke arah tempat kami berkemah sebelumnya.


Walaupun begitu, mereka semua masih mengabaikan ku sampai hari ini berakhir.