Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]

Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]
Chapter 12 : Groen Forest



Sudah sekitar 1 jam semenjak kami memasuki hutan ini.


Hutan ini memiliki nama [Groen Forest], seperti namanya, hutan ini sangat lebat dan jarang sekali ada cahaya yang masuk, serta hutan ini juga belum pernah di jelajahi sebelumnya dan hanya terkenal karena sangat berbahaya.


Jika ada orang yang bertanya bagaimana aku bisa dengan mudahnya memilih lewat jalan yang berbahaya ini, maka aku akan menjawabnya, bahwa kami semua harus menjadi lebih kuat.


Kenapa kami harus menjadi lebih kuat? Itu karena kami masih belum tahu seberapa kuat musuh yang akan kami hadapi nanti.


Bisa saja Kerajaan akan mengirim orang yang lebih kuat untuk mengambil nyawa kami, tidak bukan kami, sebenarnya hanya aku saja yang di incar oleh Raja Kerajaan ini.


Nasibku benar-benar sial semenjak aku datang ke dunia ini, seakan-akan aku tidak di terima di sini, aku benar-benar ingin menangis sekarang.


Jika kalian bertanya apa yang sedang kami lakukan, kami sekarang sedang beristirahat setelah berjalan selama 1 Jam.Karena jalanan di sini penuh dengan cabang pohon, jadi membuat kami semua menjadi cepat lelah.


Oleh karena itu, sekarang aku sedang memasak sesuatu untuk di makan sekarang.


“Neh Sou-chan aku tidak menyangka kamu pandai memasak” Nagisa mengatakan hal tersebut sambil menatap ku dengan terkejut.


“Kamu benar Miyouji-kun, aku kira Shimotsuki adalah seorang makhluk hidup yang tidak berguna sama sekali” lalu Natsuki-san mengiyakan hal itu sambil menatap ku dengan ragu.


“Ugh!”


Mereka berdua mengatakan sesuatu hal yang sangat kejam tentangku tepat di depanku, bukan hanya itu saja, semua orang bahkan mengangguk terhadap kata-kata itu.


“Bukankah kalian terlalu kejam terhadapku, memangnya bagi kalian aku ini orang yang seperti apa?” Aku mengatakan hal itu sambil menatap ke arah mereka dengan mata yang gemetaran.


Pada saat aku menanyakan hal itu, mereka semua langsung menjawabnya dengan sangat kompak.


“”Orang tidak berguna yang tidak memiliki semangat hidup sama sekali”


“Ugh!!”


Mereka mengatakan hal tersebut dengan bangga, tanpa memikirkan perasaanku sama sekali.


Sepertinya aku benar-benar memiliki reputasi yang buruk di mata mereka, tapi aku memang orang yang lebih memilih untuk tidur dari pada menjadi Pahlawan.


karena moto hidup ku itu adalah tidur lebih penting dari pada menyelamatkan dunia atau lebih tepatnya, tidur adalah segalanya.


Walaupun begitu bukankah dua hari ini aku terlalu rajin ya?...


Pada saat aku sedang memikirkan hal-hal yang lucu, tiba-tiba Sanada mulai berbicara.


“Jadi Onichan kenapa kita harus melewati Hutan ini?” Sanada menanyakan hal itu sambil memiringkan kepalanya ke samping.


Pada saat Sanada menanyakan hal itu kepadaku, mereka semua mulai menatapku.


“Itu karena kita harus menjadi lebih kuat” Aku menjawabnya sambil menatap balik Sanada.


Pada saat aku mengatakan hal itu, mereka langsung memiringkan kepala mereka ke samping.


Setelah jeda beberapa detik, Shinomiya-san mulai berbicara.


“Shimotsuki-kun, kenapa kita harus menjadi lebih kuat?” Shinomiya-san mengatakan hal itu sambil memiringkan kepalanya.


“Karena kita tidak tahu sama sekali musuh seperti apa yang akan kita lawan nanti, dan lagi, kita tidak tahu seberapa kuat orang yang akan menghalangi kita untuk mencari jalan pulang”


Setelah aku menyelesaikan kata-kataku, mereka semua saling memandang lalu mengangguk secara bersamaan.


Pada saat itu juga aku sudah selesai membuat makanan untuk kami. Makanan yang aku buat ini adalah sebuah Steak sederhana dari daging Monster yang bernama [Crazy Wild Boar].


Aku berharap mereka menyukainya, karena aku mempertaruhkan nyawaku hanya untuk memburunya, tidak, sebenarnya pada saat aku menggunakan Skill Unik [Samurai] ku untuk membunuh [Crazy Wild Boar] ini, waktu itu aku sekaligus mencoba serangan yang dikalikan 1000 kali ini... dan kalian benar.


Pada saat itu juga, aku secara tidak sengaja malah ikut menebas hutan ini... lalu hutan yang tadinya berbahaya ini, sekarang memiliki jalur lurus yang bahkan tidak ada monster yang berani mendekat ke sini sedikit pun.


Dan semua itu adalah salahku... jadi alasan kita berhenti sebenarnya bukan karena lelah, akan tetapi, alasan sebenarnya adalah untuk menghormati seseorang yang telah membuat hutan ini terbelah menjadi dua... kalian benar, aku di ceramahi habis-habisan oleh mereka berlima tanpa jeda sama sekali selama 4 jam.


Walaupun begitu, yang bisa aku lakukan hanya berdoa saja untuk makhluk hidup yang mati akibat ikutan tertebas olehku.


Maafkan aku Goblin-kun, Orc-kun, Wild Boar-kun, Dragon-san, dan monster lainnya yang tidak dapat aku sebutkan namanya satu persatu. Aku berharap di kehidupan kedua kalian, kalian bisa mendapatkan kebahagiaan, dan tenang saja, aku akan mengenang jasa kalian karena telah membantuku menaikkan levelku sebanyak 500 lebih. Aku pasti akan membalas kalian, dengan membantai sisa-sisa yang selamat, agar kalian tidak iri kepada mereka, kalau begitu... sampai jumpa, semoga kita bertemu lagi di kehidupan selanjutnya.


Entah kenapa aku bisa membayangkan mereka semua sedang protes kepadaku sekarang. Ohh ya, aku juga mendapatkan banyak Skill baru dan levelku juga naik sangat banyak, walaupun aku masih belum memeriksanya, mungkin aku akan memeriksanya nanti pada saat para gadis ini sudah tidur.


Ohh ya ngomong-ngomong, berkat Skill [Akselerasi Pikiran] milikku yang sudah berevolusi menjadi Skill Unik [Very Fast Thinking], aku jadi bisa berpikir 100 ribu kali lebih cepat dari pada manusia biasa, karena hal itulah, apa yang aku pikirkan sebelumnya bahkan tidak sampai 10 detik.


Aku mulai berjalan dan menaruh piring kayu di atas meja. Jika kalian bertanya bagaimana kami bisa memiliki meja dan alat makan lainnya. Itu karena sebelumnya para gadis ini bosan, dan mereka mulai membuat hal ini sambil menungguku selesai memasak.


Saat aku menaruh makanan tepat di depan mereka, masing-masing dari mereka memiliki air liur yang bahkan hampir tumpah dan menungguku untuk mengatakan sesuatu.


Hmm... apa yang harus aku katakan sekarang? Ohh ya... apakah aku benar-benar harus mengatakan hal itu? Baiklah aku akan mengatakannya.


“I-itadakimasu”


“”Itadakimasu!!”


Setelah mengatakan hal itu, mereka semua langsung makan dengan lahap.


Entah kenapa aku merasa seperti sudah menjadi seorang kepala keluarga.


Aku langsung menggelengkan kepalaku untuk menghilangkan pemikiran itu dan segera makan.


☆-----___-----___-----☆


Setelah selesai makan malam, kami langsung menyiapkan tempat untuk tidur, karena matahari sudah mulai terbenam. Kami membagi-bagi tugas sesuai keahliannya masing-masing.


Shinomiya-san dan Ayano-sensei sedang menjahit sebuah futon untuk kami beristirahat, futon ini terbuat dari kulit monster yang bernama [Sleeping Sheep] yang ikut terbunuh waktu itu.


Dari penjelasannya, monster ini adalah monster peringkat A dan merupakan monster yang sangat langka. Bulu dari monster ini sangat di cari oleh para bangsawan untuk di jadikan pakaian, karena hal itulah harganya sangat mahal jika di jual.


Monster ini juga tidak terlalu kuat walaupun berada di level 175, karena hal itulah banyak pemburu yang memburu monster ini, serta karena hal itulah juga monster ini menjadi sangat langka dan dilindungi oleh setiap kerajaan agar tidak punah.


Lalu Natsuki-san dan Sanada sedang mencari kayu bakar di sekitar, sedangkan aku dan Nagisa sekarang sedang berkeliling untuk memastikan keadaan sekitar.


“Neh Sou-chan...”


Nagisa tiba-tiba memelukku dari belakang tanpa ada alasan yang jelas.


“Ada apa Nagisa?”


Pada saat aku bertanya kepadanya, dia langsung menjawabnya dengan nada yang agak sedih.


“Maukah kamu mendengar ceritaku?”


Dia mengatakan hal itu sambil menundukkan kepalanya ke bawah.


“Oke”


Yang aku bisa lakukan sekarang hanya menyetujuinya saja, dan mendengarkan apa yang ingin di ceritakan oleh Nagisa.