![Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/finding-your-way-home-in-another-world-with-the-gender-change-skill-shadow---the-jester--remake-.webp)
Di sebuah hutan yang terlihat sangat gelap dan hanya di penuhi oleh pohon-pohon yang berukuran besar saja. Disana terdapat dua orang yang sedang bergerak dengan sangat cepat, kedua orang tersebut sekarang sedang berlari menuju ke suatu tempat sambil masing-masing dari mereka menggendong seseorang.
☆-----___-----___-----☆
POV Souji
Sudah 4 jam lebih aku dan Niji berlari menuju ke arah Selatan. Kami berdua masih terus berlari karena kami masih belum menemukan tempat yang cocok untuk di jadikan sebagai tempat istirahat. Dan sekarang langit sudah mulai berubah menjadi berwarna orange.
Aku sedikit mendongakkan kepalaku untuk melihat matahari yang mulai terbenam, walaupun terdapat banyak sekali pepohonan yang menghalangi fenomena itu, akan tetapi, aku masih bisa melihat nya karena penglihatan ku yang meningkat akibat sesuatu hal yang di sebut sebagai skill yang ada di dunia ini.
Aku sebenarnya sedikit bertanya-tanya, apa fungsi sebenarnya dari Skill, Job Class dan status ini. Jika memang suatu kedudukan di urut kan hanya dari sebuah Job Class yang di miliki oleh seorang individu.
Lalu bagaimana jika seorang putra mahkota dari suatu kerajaan mendapatkan Job Class petani? Apakah nanti dia akan di asing kan, atau mungkin saja ada suatu cara untuk merubah hal yang di sebut Job Class ini?
Sejujurnya aku sudah mencoba menanyakan hal itu kepada Heavenly-san beberapa waktu yang lalu, akan tetapi, dia hanya mengatakan kalau aku masih tidak pantas untuk mengetahui hal itu, ketika mendengar jawaban seperti itu dari nya, aku mulai mengurung kan niat ku untuk bertanya lebih jauh.
Karena biasa nya Heavenly-san akan mulai memainkan suara garpu dan piring yang membuat kepala ku menjadi sangat berdenyut-denyut, ini hanya sebuah pengalaman yang aku dapat kan pada saat aku mulai memaksa nya untuk mengatakan bagaimana cara untuk kembali ke Jepang.
Jujur saja aku masih sangat bingung, apakah dia benar-benar memiliki ego? Lalu apakah sebuah Skill yang memiliki sebuah ego itu biasa di miliki oleh orang-orang? Jawaban nya tentu saja TIDAK.
Jika ada orang yang bertanya-tanya, kenapa aku bisa sangat percaya diri tentang hal itu, itu sebenarnya karena aku sudah menanyakan nya kepada Niji tentang sebuah Skill yang memiliki ego, dan apakah kalian tahu bagaimana jawaban dari nya?
Ya, bukan nya menjawab hal itu, Niji malah mulai menatap ku dengan jijik dan dia langsung mulai ceramah tentang hal-hal yang menjengkelkan seperti jangan putus asa atau apa pun itu, dia mengatakan hal itu sambil menatap ku dengan mata kasihan.
Karena aku tidak bisa menahan diri ku untuk tidak kesal, jadi aku langsung memukul kepala nya dengan sangat keras yang menyebabkan dia menjadi ngembek, dan karena hal itulah aku harus mencoba berbagai macam cara untuk menghibur nya selama 30 menit lebih.
Ya, walaupun pada akhir nya apa yang di minta oleh Niji adalah berhubungan S*X denganku, dan ketika aku mendengar permintaan nya itu, aku hanya bisa mengangguk dengan pasrah saja dan mulai memikirkan alasan kenapa dia ingin melakukan hal itu dengan orang seperti ku.
Ya, karena hal itu biasa nya di lakukan oleh seseorang yang saling mencintai saja, di tambah lagi kami berdua baru bertemu selama beberapa jam saja, dan bagaimana bisa dia meminta kepada orang asing yang baru dia temui beberapa jam yang lalu untuk berhubungan S*X dengan nya.
Hal ini benar-benar membuat ku menjadi kesal saja. Aku mulai bertanya-tanya, apakah Niji sedang bermain-main dengan ku? Apakah setelah kami melakukan hal-hal intim dia akan mulai mengatakan sesuatu hal tentang pemerkosaan dan lain-lain, lalu dia nanti akan membuat reputasi ku hancur di dunia ini seperti yang di lakukan oleh Saki?
Ketika aku mulai mengingat Saki, entah kenapa dada ku mulai kembali terasa sakit, jika ada orang yang bertanya kepada ku apakah aku menyukai Saki atau tidak, maka aku akan langsung menjawab nya dengan jujur, kalau aku dulu memang sempat menyukai nya, akan tetapi, sekarang cinta itu sudah berubah menjadi kebencian.
Kebencian ku kepada Saki mungkin saja hampir setara dengan kebencian ku terhadap ayah ku. Pada saat aku mulai mengingat ayah ku, aku langsung menggigit bibir bawah ku hingga berdarah.
...
Tanpa di sadari oleh Souji, sebenarnya Niji dan Miyuki mulai menatap nya dengan cemas, mereka berdua menjadi sangat cemas karena melihat suasana yang di miliki oleh Souji tiba-tiba berubah menjadi sangat suram, kecemasan mereka berdua di perparah lagi pada saat darah mulai mengalir dari bibir nya Souji.
Akan tetapi, sedetik kemudian darah itu langsung menghilang dan suasana yang dimiliki oleh Souji tiba-tiba kembali seperti sebelum nya, kedua orang yang sedang memperhatikan Souji ini sangat terkejut ketika mereka melihat hal itu.
Niji dan Miyuki mulai bertanya-tanya apakah laki-laki yang ada di depan mereka berdua ini memiliki semacam kepribadian ganda? Akan tetapi, mereka berdua memutuskan untuk tidak menanyakan hal itu kepada Souji dan menunggu nya untuk memberitahu mereka.
...
Untung saja Skill pemulihan ku sudah naik level sebelum nya, jika tidak, mereka berdua mungkin saja akan mulai mengkhawatirkan ku.
Kalau begitu, mari kita kembali ke topik sebelum nya. Setelah aku berhasil menenangkan Niji, aku berhasil mendapatkan beberapa informasi yang lumayan berguna dari nya.
Sebenarnya aku sudah menduga hal ini semenjak Niji menyatakan kalau dia itu seekor Naga, jadi aku sekarang lumayan senang mendapatkan sebuah perpustakaan berjalan seperti nya, karena Niji sempat bilang sebelum nya, kalau dia ini sudah membaca seluruh buku yang ada di dunia ini, dan karena hal itulah dia mengatakan kalau dia hampir mengetahui segala hal tentang dunia ini.
Kecuali pengetahuan yang berada di sebuah tempat yang di sebut sebagai [Tower of Knowledge] atau [Akashic Records]. Sejujurnya dari nama nya saja aku sudah bisa membayangkan seperti apa tempat tersebut, aku 100% yakin jika aku memberitahu Natsuki-san tentang tempat ini, dia pasti akan langsung menyeret ku untuk menemani nya ke sana.
Ya, jika memang tempat itu seperti apa yang aku bayang kan, maka tempat itu pasti nya menyimpan tentang segala pengetahuan yang ada di dunia, aku hanya berharap, kalau di sana terdapat cara untuk kembali ke jepang.
Jika di tempat itu juga tidak ada cara untuk kembali....
Aku langsung menggelengkan kepalaku untuk membuang pemikiran seperti itu.
Apa yang sedang kamu pikirkan Shimotsuki Souji!! Kamu tidak boleh pesimis sebelum kamu mencari nya!! Dan juga, sekarang bukan waktu nya untuk memikirkan hal-hal seperti itu, aku sekarang harus fokus untuk tujuan ku yang sekarang!!
Setelah sekitar 1 menit lebih, aku akhirnya berhasil menenangkan diri ku sendiri. Lalu aku mulai kembali mengingat jawaban yang di berikan oleh Niji, ketika aku menanyakan tentang hal yang di sebut sebagai Skill, Job Class dan Status ini.
Dari jawaban nya itu aku bisa menyimpulkan, kalau Skill ini tuh lebih seperti sebuah barang yang membantu kehidupan makhluk hidup.
Sebagai contoh kita ambil lampu, lampu ini memiliki fungsi untuk membantu manusia melihat dalam kegelapan, jika lampu di Earth tiba-tiba menghilang, maka seluruh Earth akan di tutupi oleh kegelapan.
Di sisi lain, walaupun di dunia ini peradaban nya masih tertinggal sangat jauh di bandingkan Earth, akan tetapi, dunia ini juga memiliki sesuatu hal yang mirip seperti lampu, yaitu [Light Magic] atau lebih tepat nya adalah [Torch], yang merupakan mantra level 1 dari [Light Magic].
Sebagai contoh, jika seorang Putra Mahkota dari suatu Kerajaan mendapatkan Job Class [Farmer], maka orang itu biasanya akan langsung di asing kan atau dia akan di bunuh saat itu juga, lalu posisi nya sebagai Putra Mahkota akan digantikan oleh adik nya.
Karena hal itulah, bisa dibilang kalau hal yang di sebut Job Class ini tuh hanya sebuah rantai yang mengikat seseorang saja, kenapa aku bisa bilang begitu, hal itu dikarenakan jika ada seorang manusia yang memiliki impian untuk menjadi seorang ksatria dan sudah berlatih selama bertahun-tahun, akan tetapi, Cuma karena Job Class yang dimiliki oleh nya tidak cocok sama sekali untuk bertarung, orang itu harus rela kehilangan impian nya.
Jujur saja sih, aku benar-benar benci sama hal yang di sebut sebagai Job Class ini, hal ini tuh seperti sebuah kandang yang mengurung semua makhluk hidup yang ada di dunia ini, karena hal itulah aku benar-benar membenci hal yang di sebut Job Class ini.
Yang terakhir itu adalah Status, hal yang di sebut status ini menurut ku itu semacam sebuah AI yang membantu makhluk hidup untuk mengetahui tentang diri nya sendiri dalam bentuk numerik.
Kesimpulan ku ini seperti nya diperkuat oleh kesimpulan dari Niji tentang Status ini, dia mengatakan kalau hal yang di sebut dengan Status ini tuh semacam alat yang membantu suatu makhluk hidup untuk mengetahui kekuatan dari tubuh nya sendiri dalam bentuk angka.
Yahh ketiga hal itu memang mirip sekali dengan sistem dari mmorpg yang biasa nya aku main kan, Cuma beda nya kalau yang aku main kan itu Cuma sebuah permainan belaka saja dan jika karakter milik ku mati, dia nanti nya akan kembali respawn.
Sedangkan hal yang sekarang ini tidak, di sini jika kamu mati berarti kamu benar-benar mati dan tidak dapat di hidup kan kembali, karena hall itulah aku bisa menyimpulkan kalau orang yang membuat sistem ini tuh adalah seorang NEET tidak berguna yang sudah memainkan berbagai genre game dengan sistem RPG.
Baik lah untuk saat ini mari kita lupakan tentang hal itu terlebih dahulu dan kembali serius untuk mencari tempat untuk istirahat, karena sebentar lagi akan menjadi semakin gelap.
Dengan pemikiran seperti itu, aku mulai memperluas jangkauan Deteksi ku untuk mencari tempat yang cocok untuk kita tempati.
Ohh ya kalau boleh Jujur nih, gadis Dark Elf yang sedang aku gendong ini sebenarnya sudah bangun dari sekitar 1 jam yang lalu, aku tidak tahu kenapa dia masih berpura-pura tertidur, mungkin aku harus menanyakan hal itu nanti.
Pada saat aku sedang memikirkan hal tersebut, tiba-tiba Heavenly-san memberitahu ku, jika dia sudah menemukan tempat yang terlihat cocok untuk di jadikan tempat istirahat.
Ketika aku mendengar hal itu, aku langsung memberitahu Niji dan Miyuki, lalu ketika melihat persetujuan dari mereka berdua, aku mulai mempercepat langkah kaki ku.
☆-----___-----___-----☆
Di suatu tempat yang terlihat seperti sebuah penjara, di sana terdapat 5 orang yang sedang berada di dalam salah satu dari penjara-penjara itu.
5 orang yang ada di dalam penjara itu merupakan 5 gadis, yang jika dilihat dengan baik-baik, mereka berlima memiliki paras wajah yang sangat cantik yang dapat membuat seorang Dewi kecantikan pun malu.
“Aku berharap Shimotsuki-kun baik-baik saja” Ucap salah satu dari gadis yang ada di sana dengan nada suara yang sangat khawatir sambil menatap ke arah langit-langit.
Gadis ini terlihat seperti seorang remaja yang berumur 17 tahun dengan rambut panjang yang berwarna hitam, yang tergerai kemana-mana dan gadis ini juga memiliki mata berwarna merah indian yang sangat indah.
Gadis di sebelah nya yang memiliki rambut panjang berwarna biru tua yang di ikat dengan ekor kuda ke samping, dengan mata yang juga memiliki warna yang sama seperti rambut nya, dan gadis ini juga memiliki sebuah kaca mata berbentuk oval yang memiliki beberapa retakan di kaca nya. Gadis ini lalu mulai membuka mulut nya dan berkata.
“Yahh... aku yakin Shimotsuki pasti akan melar-“
Akan tetapi, omongan dari gadis berambut biru tua ini di potong oleh salah satu gadis yang lain nya.
“Tidak mungkin Sou-chan akan melarikan diri!!” Teriak gadis berambut crimson tersebut dengan nada suara yang marah sambil mengepalkan tangan nya.
Semua gadis yang ada di sana langsung menjadi sangat terkejut dengan teriak kan dari gadis berambut crimson ini.
Lalu gadis yang terlihat paling tua di antara mereka mulai membuka mulut nya untuk berbicara.
“Ke-kenapa kamu begitu percaya tentang hal itu Miyouji-kun?” Ucap Gadis yang memiliki mata dan rambut panjang yang sama-sama berwarna hitam dengan khawatir.
Bukan hanya dia saja, semua orang yang ada di sana pun ikut mengalihkan pandangan nya kepada gadis berambut crimson ini dan menatap nya dengan cemas.
Setelah jeda beberapa saat, gadis berambut crimson ini akhir nya mulai membuka mulut nya dan berkata.
“Itu karena sangat mustahil bagi Sou-chan untuk kabur dan meninggal kan kita, dia itu orang paling bodoh yang ada di dunia tahu, saking bodoh nya dia bahkan akan tetap membantu seseorang yang bahkan sudah berbuat kasar dan menghina nya habis-habisan” Ucap Gadis berambut crimson itu dengan nada cemas sambil mulai memiliki mata yang berkaca-kaca.
“Aku yakin sekali, dia sekarang sedang berlarian mengelilingi hutan ini untuk mencari keberadaan dari kita” Lanjut gadis berambut crimson itu dengan nada yang tertekan sambil mengencangkan kepalan tangan nya hingga berdarah.
Semua orang yang mendengar hal itu, langsung menjadi sangat murung, karena apa yang di katakan oleh gadis berambut crimson ini, memang sebuah kebenaran.
Orang yang sedang mereka bicarakan ini memang adalah orang yang sangat baik, tidak, sangat baik tidak cukup untuk menggambarkan sifat dari orang ini, lebih tepat nya adalah orang yang terlalu baik.
Mereka semua yang ada di sini pernah di selamat kan oleh nya, walaupun mereka semua pada awal nya selalu memperlakukan orang ini dengan sangat buruk, akan tetapi, orang ini tidak memiliki dendam apa pun pada mereka, malahan orang ini malah membantu mereka tanpa meminta imbalan sama sekali.
Karena hal itulah, masing-masing dari mereka semua memiliki perasaan untuk anak laki-laki berambut hitam ini, mereka semua mengetahui perasaan mereka masing-masing terhadap anak laki-laki berambut hitam ini, akan tetapi, orang yang di bicarakan oleh mereka ini itu adalah orang yang sangat tidak peka sekali terhadap perasaan mereka.
Walaupun mereka semua biasa nya saling bersaing untuk mendapatkan perhatian dari anak laki-laki berambut hitam ini, akan tetapi, sekarang mereka melupakan semua hal itu dan berdoa agar anak laki-laki berambut hitam ini tidak datang ke tempat ini.
Tapi sayang nya, doa dari mereka semua tidak akan menjadi kenyataan, karena anak laki-laki berambut hitam yang sedang mereka bicarakan ini, sekarang sedang menyusun strategi untuk menyelamatkan mereka.