Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]

Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]
Chapter 38 : Keputusasaan dan Sebuah Keluarga



Setelah aku mendengar suara aliran sungai, aku perlahan-lahan mulai membuka mata ku dan hal yang pertama kali aku lihat adalah sebuah pohon yang lumayan besar.


Ketika aku melihat pohon besar tersebut, aku langsung menghela nafas lega dan mulai mengalihkan pandanganku ke arah samping.


Aku sangat bersyukur, ketika aku melihat bahwa Niji dan Miyuki masih berada di samping ku. Akan tetapi, pada saat aku mulai mengalihkan pandanganku kebelakang, aku langsung membeku dan menjadi sangat gemetaran.


“Darling, apakah kamu baik-baik saja?”


Aku mendengar Niji menanyakan sesuatu hal kepada ku, tapi aku langsung mengabaikan nya dan mencoba untuk memahami apa yang terjadi setelah aku pingsan.


Jika ada orang yang bertanya kenapa aku langsung gemetar ketakutan, itu karena pada saat aku berbalik, hal pertama yang aku lihat adalah sebuah hutan yang benar-benar hancur dan banyak sekali pepohonan yang tumbang.


Tidak berhenti di situ saja, bahkan di sana terdapat banyak sekali bercak darah dan mayat yang berserakan di mana-mana. Seakan-akan pernah terjadi pertempuran di tempat ini.


Ketika aku melihat hal itu, pikiran ku langsung menjadi kosong, aku tidak dapat memikirkan apa pun dan hanya bisa menatap tempat itu dengan kosong.


Ehh... apa yang sedang terjadi di tempat ini? Kenapa ada banyak sekali bercak darah dan mayat monster di mana-mana? Tidak, bukan itu yang penting saat ini, yang lebih penting saat ini adalah di mana para gadis itu berada....


Ketika aku mulai mengingat ingatan yang tidak ingin aku ingat sama sekali, aku langsung berlari menuju tempat itu dan mulai mencari para gadis.


“Oyy!! Kalian semua dimana!!” Aku meneriakkan hal itu sambil mencoba melihat setiap mayat yang ada di sana.


“Jangan bermain-main seperti ini!! Ini benar-benar tidak lucu sama sekali!!” Aku meneriakkan hal tersebut sambil terus mencari keberadaan para gadis.


Setelah aku mencari ke setiap sudut dari tempat tersebut, aku sama sekali masih belum menemukan keberadaan salah satu dari para gadis.


Lalu ketika aku mulai putus asa, tiba-tiba aku melihat sebuah benda yang membuat pikiran ku menjadi kosong.


Benda yang aku lihat itu adalah sebuah ikat rambut yang berwarna merah dengan pola zigzag berwarna hitam, dan ikat rambut tersebut adalah ikat rambut yang sering di pakai oleh Shinomiya-san.


Tanpa pikir panjang, aku langsung berlari menuju ikat rambut tersebut, ketika aku sampai di sana, aku langsung membeku ketika aku melihat seluruh ikat rambut itu tertutupi oleh darah.


Pada saat aku melihat noda darah yang ada di ikat rambut tersebut, aku langsung terjatuh ke tanah, karena seluruh kekuatan yang aku miliki menghilang seketika.


Nehh Heavenly-san.... apakah aku salah?


[Menjawab]


[Tidak dapat di mengerti]


Apakah aku salah karena terlalu lama di tempat itu?


[Menjawab]


[Tidak dapat di mengerti]


Apakah aku salah karena mengajak mereka melewati tempat berbahaya ini?


[Menjawab]


[Tidak dapat di mengerti]


Apakah aku salah karena membawa mereka ikut bersama ku?


[Menjawab]


[Tidak dapat di mengerti]


Neh Heavenly-san.... kenapa aku tidak mengeluarkan air mata sedikit pun?


[Menjawab]


[Tidak dapat di mengerti]


Apakah aku benar-benar seorang manusia?


[Menjawab]


[Tidak dapat di mengerti]


Aku sedang tidak bercanda Heavenly-san, tidak maksud ku Heavenly Voice!!


Setelah aku mengatakan hal itu secara batin kepada Heavenly-san, dia hanya diam dan tidak menjawab nya sama sekali.


Ketika pikiran ku sedang dipenuhi oleh rasa bersalah dan penyesalan, tiba-tiba aku merasakan ada seseorang yang memeluk ku.


Ketika aku mengalihkan pandangan ku ke arah orang yang memeluk ku, aku langsung terkejut pada saat melihat Miyuki yang sedang memeluk ku dengan air mata yang mengalir deras di wajah nya.


Pada saat Miyuki merasakan tatapan ku, dia langsung mengalihkan pandangan nya padaku dan berbicara dengan nada yang sangat sedih.


“Papa...hiks...hiks...Miyuki tidak ingin melihat Papa menderita seperti ini...hiks...hiks...Jangan menyalahkan diri sendiri...hiks...hiks...Ini bukan salah Papa...hiks...hiks...Papa tidak salah sama sekali...hiks...hiks...Karena hal itulah...hiks...hiks...Berhenti menyalahkan diri sendiri...hiks...hiks...”


Tik tik tik


Setelah mendengar perkataan dari Miyuki, entah kenapa aku mulai merasakan sesuatu yang hangat mulai mengalir dari pipi ku.


Lalu kepala ku secara tiba-tiba di tarik ke arah dada dari Niji, setelah itu, Niji mulai mengelus rambut ku dan mengatakan sesuatu hal dengan nada suara yang sangat lembut.


“Yang dikatakan oleh Miyuki-chan itu benar Darling, hal ini bukan salah mu, mereka ingin ikut dengan mu atas keinginan mereka sendiri, jadi itu bukan salah mu”


Ketika aku mendengar hal itu, aku tidak bisa menahan nya lagi dan mulai menangis di pelukan Niji.


“Akan tetapi, karena kita sekarang adalah keluarga, biarkan aku membantu Darling menanggung hal itu juga, aku tidak ingin melihat Darling menderita seperti ini lagi” Lanjut Niji dengan nada yang menjadi semakin lembut sambil tersenyum dengan sangat hangat kepada ku.


Setelah aku mendengar hal tersebut, aku langsung mulai menatap Niji dan mulai membuka mulut ku dengan gemetaran.


“Ke...Luar...ga?” Aku menanyakan hal itu kepada Niji dengan nada suara yang sangat gemetaran.


Setelah mendengar pertanyaan dariku, senyum yang dimiliki oleh Niji menjadi semakin hangat, lalu dia mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Ya, kita adalah keluarga, karena hal itulah, Darling mulai sekarang tidak boleh menanggung semua nya sendirian lagi, mulai sekarang aku akan mendengarkan semua masalah yang Darling miliki dan kita akan menanggung semua nya bersama-sama” Ucap Niji dengan nada suara yang sangat lembut sambil menatap ku dengan hangat.


Setelah aku mendengar hal tersebut, entah kenapa lubang yang berada di dadaku menjadi semakin mengecil, tidak seperti ketika aku bersama para gadis, lubang tersebut langsung menutup secara sempurna, karena kehangatan yang sudah lama tidak aku rasakan.


Di saat pikiran ku mulai kembali menjadi tenang, tiba-tiba Niji menarik kepala ku mendekati kepala nya dan mulai mendekatkan bibir nya dengan bibir ku.


Lalu kami mulai berciuman, walaupun pada awal nya aku sedikit terkejut, akan tetapi, entah kenapa aku tidak keberatan, jadi kami mulai berciuman dengan romantis.


Setelah sekitar 5 menit kami berciuman, Niji akhirnya mulai memisahkan bibir nya dari ku, lalu dia mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Aku mencintaimu Darling” Ucap Niji dengan nada hangat sambil tersenyum dengan lembut ke arah ku.


Ketika aku mendengar pernyataan yang tiba-tiba itu, aku sedikit terkejut, lalu aku mulai membuka mulut ku dan berkata.


“Aku juga mencintaimu Niji” Aku mengatakan hal itu dengan nada hangat sambil memberikan senyum yang sangat tulus.


Di saat suasana yang berada di sana menjadi romantis, tiba-tiba ada seseorang yang mulai melangkah maju dan memisahkan kami sambil berbicara dengan nada kesal.


“Mooo... Berhentilah saling menggoda di depan Miyuki!!”  Ucap seorang gadis kecil berambut putih dengan nada marah sambil mengembungkan pipi nya.


Aku dan Niji langsung tertawa, ketika melihat tingkah laku dari Miyuki. Pada saat Miyuki melihat aku dan Niji tertawa, dia menjadi semakin kesal dan mulai membuka mulut nya lagi dan berkata dengan nada yang semakin kesal.


“Papa dan Mama baka!! Kenapa Papa dan Mama menertawakan Miyuki seperti itu!! Miyuki membenci Papa dan Mama!!” Ucap gadis kecil ini dengan nada kesal sambil mengembungkan pipi nya dan menyilangkan tangan nya.


Pada saat aku dan Niji melihat hal itu, kami tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa, ketika melihat tingkah marah Miyuki yang sangat imut.


Di sisi lain, pada saat Miyuki melihat aku dan Niji masih saja tertawa, dia kemudian mulai berbalik dan melangkah pergi dengan kesal.


Ketika aku melihat Miyuki yang ingin berjalan pergi, aku langsung menghentikan nya dan mulai membawa nya ke pangkuan ku, lalu aku mulai membuka mulut ku dan berkata.


“Papa juga mencintai Miyuki, jadi jangan ngambek oke, kalau Miyuki ngambek, Papa bakal sedih” Ucap ku dengan nada yang terlihat sedih sambil memeluk Miyuki dengan erat.


Pada saat Miyuki mendengar perkataan ku, dia mulai menjadi sedikit bergetar dan mulai berbalik ke arah ku, lalu dia mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Papa jangan menangis, Miyuki tidak ngambek kok” Ucap Miyuki dengan nada suara yang meyakinkan sambil menatap ku mata ku dengan khawatir.


Ketika melihat hal tersebut, aku tidak bisa untuk tidak tersenyum secara internal, lalu aku mulai membuka mulut ku lagi dan berkata.


“Benarkah?” Tanya ku dengan nada yang gemetaran, sambil menatap mata Miyuki dengan mata anak anjing.


Miyuki yang melihat tatapan ku itu, merasa sangat bersalah, lalu dia langsung segera membuka mulut nya dan berkata.


“Benar!! Miyuki tidak ngambek, jadi papa jangan menangis oke?” Miyuki mengatakan hal itu dengan nada meyakinkan sambil memegangi tanganku.


“Kalau begitu kamu harus janji pada Papa, kalau kamu tidak akan ngambek lagi oke?” Tanya ku dengan nada suara yang terlihat sangat memohon, sambil menatap mata Miyuki dengan mata anak anjing yang masih sama seperti sebelum nya.


Miyuki yang melihat tatapan mataku, tidak bisa untuk mengatakan tidak dan langsung menyetujui nya tanpa ragu-ragu.


“Iya!! Miyuki berjanji!!” Jawab Miyuki dengan nada suara yang sama seperti sebelum nya, sambil menatap ku dengan senyum meyakinkan.


Ketika mendengar jawaban Miyuki, senyum langsung menghiasi wajah ku dan mulai membuka mulut ku lagi untuk berbicara.


“Bagus~ bagus~ Miyuki anak yang baik” Kata ku dengan nada hangat sambil mengelus kepala Miyuki.


Miyuki yang melihat ku membelai kepala nya dengan sangat lembut, dia mulai kembali duduk di pangkuan ku dan mulai menikmati belaian ku.


Di sisi lain, Niji yang melihat hal tersebut, dia tidak bisa menahan nya lagi dan mulai tertawa terbahak-bahak.


Aku dan Miyuki mulai menoleh ke arah Niji yang tiba-tiba mulai tertawa terbahak-bahak dan hanya bisa menatap nya dengan bingung.


“Mama ada apa?” Tanya Miyuki dengan nada bingung sambil memiringkan kepala nya ke samping.


Aku yang sudah tahu alasan kenapa Niji tertawa, hanya menatap nya saja dalam diam sambil terus mengelus kepala Miyuki.


Setelah mendengar pertanyaan dari Miyuki, Niji mulai menghentikan tawa nya dan berjalan mendekat ke arah kami.


Setelah dia sudah berada di dekat kami, lalu Niji mulai duduk di samping kiri ku dan menoleh ke arah Miyuki, lalu dia mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Tidak, Mama cuma mau bilang, kalau Mama juga mencintai Miyuki” Ucap Niji dengan nada hangat sambil mengelus pipi Miyuki.


Miyuki yang mendengar hal itu, lalu dia mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Miyuki juga mencintai Mama!!” Ucap Miyuki dengan nada senang sambil tersenyum ke arah Niji.


Setelah itu, kami bertiga mulai menikmati suasana harmonis ini tanpa berbicara sedikit pun. Walaupun begitu, kami bertiga sama-sama memiliki senyum bahagia di wajah kami.


Setelah sekitar 20 menit, tiba-tiba aku mulai merasakan sesuatu mulai mendekat ke arah kami.


Ketika aku merasakan hal itu, aku langsung bangkit dan menyerahkan Miyuki kepada Niji, lalu aku mulai menatap tajam ke dalam hutan.


“Sepertinya aku sudah mendapatkan sebuah petunjuk dimana keberadaan para gadis” Ucap ku sambil menatap tajam ke dalam hutan dan mulai menyentuh bokken yang ada di pinggang ku.