Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]

Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]
Chapter 54 : Kegelapan dan Wanita Aneh



Gelap, sangat gelap. Itu adalah satu-satu nya hal yang bisa aku pikirkan ketika aku melihat tempat ini.


Aku bahkan tidak tahu, apakah aku sekarang sedang melayang atau pun berdiri. Karena semua nya terlihat sangat gelap dan aku tidak bisa melihat apa pun selain kegelapan itu sendiri.


Mencoba berjalan secara perlahan untuk mencari tahu di mana aku sekarang. Aku mulai bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi sekarang. Apakah ini semacam skenario yang biasa nya dimiliki oleh seorang protagonis isekai?.


Ketika aku mulai memikirkan hal itu, aku langsung menggelengkan kepala ku untuk menolak nya. Karena, aku tidak menginginkan hal itu. Walaupun aku memang lumayan menyukai sesuatu hal yang bergenre Isekai dan Fantasi.


Tapi tetap saja, aku benci menjadi protagonis. Karena semua protagonis pasti akan mendapatkan masalah kemana pun mereka pergi, dan aku membenci masalah.


Memikirkan nya saja sudah membuat ku merinding. Aku memutuskan untuk berhenti memikirkan apa pun untuk saat ini dan fokus untuk mencari tahu di mana aku berada sekarang.


“Walaupun begitu, entah kenapa tempat ini terasa familiar” Gumam ku secara tidak sadar sambil terus berjalan ke arah depan? Karena aku bahkan tidak tahu kemana aku sedang berjalan.


Satu menit berlalu, dua menit berlalu, hingga satu jam. Tapi aku masih tidak menemukan apa pun selain kegelapan.


Kesal karena tidak menemukan apa pun selain kegelapan. Aku mulai berhenti berjalan dan mulai duduk, karena aku sudah mulai kelelahan.


Melihat-lihat sekeliling, aku mulai mengerutkan kening ku, ketika aku masih hanya melihat kegelapan saja di sekitar sini. Menghela nafas dengan berat, aku mulai kembali berdiri dan mulai kembali berjalan ke arah depan sambil berkata.


“Aku membenci hal ini. Apakah tidak ada sesuatu hal yang lain, selain kegelapan di sini” Ucap ku dengan nada jengkel. “Aku sudah mulai muak dengan hal-hal tentang dunia lain ini. Tapi sekarang aku malah berada di  suatu tempat yang mirip dengan kegelapan tanpa akhir”


Aku hanya bisa menghela nafas dengan lelah saja ketika aku mulai memikirkan kembali semua hal itu.  Walaupun begitu, karena aku tidak bisa melakukan apa pun selain berjalan maju. Jadi aku mulai kembali berjalan dengan suasana hati yang buruk.


Setelah beberapa jam aku berjalan, aku akhirnya menemukan hal lain selain kegelapan ini. Hal yang aku temukan ini, membuat ku mengerutkan kening ku karena kesal.


Hal yang aku lihat saat ini adalah seorang wanita yang terlihat berumur 20 tahunan dengan tinggi badan sekitar 166cm. Dia memiliki rambut panjang berwarna berwarna putih platinum yang mencapai bahu nya dan terdapat dua buah ahego di atas kepala nya yang berwarna merah darah. Serta, dia juga memiliki mata berwarna merah-orange-emas yang terus-menerus berputar dan tidak menyatu dengan sebuah celah hitam di tengah nya.


Wanita ini memiliki kulit putih pucat dengan bentuk tubuh seksi dan belahan dada yang terlihat seukuran dengan milik Niji. Dia mengenakan sebuah kaos putih polos dengan sebuah jaket hitam di atas nya dan terdapat beberapa bagian yang berwarna merah. Serta, bagian dalam jaket yang dikenakan nya juga berwarna merah.


Jaket nya juga memiliki panjang lengan hingga siku nya saja yang memperlihatkan sebuah luka berwarna merah di lengan kiri nya. Wanita ini juga mengenakan sebuah sarung tangan berwarna hitam dengan lubang yang terdapat di punggung telapak tangan nya dan memiliki celah untuk kelima jari nya. Dia juga mengenakan sebuah rok mini berwarna hitam dengan ujung merah dan sebuah celana ketat hitam panjang untuk bawahan nya.


Orang ini juga mengenakan sebuah sepatu sneakers berwarna hitam dan merah darah untuk ujung nya. Serta, wanita ini juga mengenakan sebuah syal berwarna hitam.


Melihat wanita ini, entah kenapa aku merasa ada sesuatu hal yang menyuruh ku untuk berlutut di depan nya. Tapi aku tidak melakukan hal itu, karena entah kenapa aku merasa kalau itu bukan ide yang bagus.


Mencoba untuk berjalan, aku mulai mendekat ke arah wanita yang sedang duduk di atas sebuah singgasana yang terbuat dari batu ini. Terlihat juga, ada beberapa bercak darah di pinggiran singgasana nya.


Baru beberapa langkah aku berjalan, tiba-tiba langkah kaki ku langsung terhenti, ketika aku mendengar suara dari wanita yang ada di depan ku ini.


“Siapa...?” Ucap wanita itu dengan nada suara indah yang terdengar hampa sambil mulai mengalihkan pandangan nya ke arah ku.


Aku sekarang bahkan merasa bisa mendengar suara detak jantung ku sendiri ketika mendengar suara dari wanita ini. Memutuskan untuk tetap berjalan, aku mulai melangkah maju, walaupun kaki ku terus-menerus gemetaran. Aku maju sambil mulai menatap langsung ke arah mata dari wanita ini.


Melihat aku yang menatap mata nya. Wanita ini mulai memiliki rona merah yang terlihat di kedua pipi nya dan sudut bibir milik nya sedikit terangkat.


*Glup*


Aku menelan ludah ku secara refleks karena takut, ketika aku melihat senyum yang mulai tumbuh di wajah nya. Melihat jika tinggal beberapa meter lagi jarak di antara aku dengan wanita ini. Aku memutuskan untuk berhenti dan mulai menatap nya dengan lebih tajam.


Melihat aku berhenti, senyum yang dimiliki oleh nya menjadi semakin dalam, sebelum dia mulai tertawa.


“Hahahahaha!!”


Tawa dari wanita yang ada di depan ku ini, terus menerus bergema di dalam ruangan yang gelap ini. Karena tawa nya yang sangat kencang, aku secara refleks langsung menutupi telinga ku untuk melindungi nya.


Beberapa saat kemudian, wanita ini mulai berhenti tertawa dan berkata. “Aku tidak menyangka bahwa aku adalah yang pertama dalam pemilihan ini!!” Ucap wanita ini dengan nada yang dipenuhi oleh kegembiraan. “Memang benar, jika tidak ada yang lebih tinggi dari pada diri ku ini!!” Lanjut nya sambil mulai kembali tertawa.


Karena aku mulai jengkel, jadi aku memutuskan untuk angkat suara. “Bisakah kamu diam?! Tawa mu itu hampir menghancurkan gendang telinga ku!!” Teriak ku dengan nada kesal.


Mendengar teriakan dari ku, wanita ini langsung terdiam sejenak, sebelum dia mulai menatap ku dengan senyum di wajah nya. Merasakan tatapan dari wanita ini, naluri bertahan hidup ku mulai berteriak menyuruh ku untuk lari. Akan tetapi, aku mengabaikan nya, karena aku perlu menanyakan dimana lokasi ku sekarang kepada nya.


Melihat jika aku masih menatap nya, entah kenapa, senyum yang dimiliki oleh wanita ini menjadi semakin dalam. Kemudian, dia mulai membuka  mulut nya dan berkata.


“Hohoho seperti yang diharapkan dari diriku ini. Bahkan jika diri ku masih belum bangkit sama sekali, aku masih memiliki kesombongan yang begitu besar” Ucap wanita ini dengan nada gembira.


Mendengar apa yang dikatakan oleh wanita yang ada di depan ku ini, aku langsung mengerutkan kening ku karena kesal sambil berkata. “Diri mu? Apa maksud mu?” Tanya ku dengan nada kesal sambil mulai menatap nya dengan jengkel.


Wanita ini langsung menjadi sangat terkejut, ketika dia mendengar pertanyaan dari ku. Akan tetapi, sedetik kemudian, dia sekali lagi mulai tertawa terbahak-bahak.


Melihat hal itu, aku menjadi lebih kesal dan tanpa sadar langsung membentak nya. “Bisakah kamu menjawab pertanyaan dari ku terlebih dahulu?! Dan tidak mengabaikan ku?!” Tanya ku dengan nada kesal.


Melihat kemarahan yang aku miliki, wanita ini mulai berhenti tertawa dan langsung menatap ku dengan serius. Kemudian, dia mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Baiklah, diri ku ini akan menjawab semua pertanyaan dari mu, Wahai diri ku yang lain” Ucap wanita ini dengan nada suara yang di penuhi kesombongan.


Mengabaikan nada suara dari wanita ini, tanpa ragu aku langsung menanyakan sesuatu hal yang selalu ada di dalam pikiran ku sejak tadi. “Kalau begitu, jawab pertanyaan ku. Dimana aku sekarang? Dan kamu ini siapa? Kenapa kamu berkata, seakan-akan kita ini orang yang sama?” Tanya ku secara beruntun tanpa jeda sedikit pun kepada wanita ini.


Aku bisa melihat, jika alis milik wanita ini mulai berkedut, ketika dia mendengar rentetan pertanyaan dari ku ini. Jujur saja, entah kenapa ini membuat ku menjadi sangat senang dan tanpa sadar sudut bibir ku mulai naik dan menciptakan sebuah seringai yang terpampang di wajah ku.


“Huhh... Sudah diri ku ini duga, bahwasanya kita berdua ini sangat mirip” Ucap nya dengan nada lelah bercampur senang. “Tapi tetap saja, ini benar-benar membuat diri ku ini sangat kesal” Lanjut nya sambil mulai menatap ke arah ku dengan kejengkelan yang terlihat di dalam tatapan nya.