Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]

Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]
Chapter 13 : Souji dan Nagisa



Sekarang aku dan Nagisa sedang duduk di tempat yang agak jauh dari tempat kami berkemah.


Dan sekarang sudah sekitar 15 menit semenjak Nagisa memintaku mendengarkan apa yang ingin dia ceritakan, walaupun dia belum berbicara dan masih menundukkan kepalanya.


“Jadi apa yang ingin kamu ceritakan Nagisa?”


Aku menanyakan hal itu kepada Nagisa sambil memiringkan kepalaku.


Setelah sekitar 5 menit, akhirnya Nagisa mulai berbicara.


“Neh Sou-chan...”


“Ada apa?”


Saat aku mengatakan hal itu, dia langsung mulai mengatakan sesuatu hal dengan nada yang agak sedih.


“Apakah kamu tidak mempercayai kami sama sekali?”


Dia menanyakan hal itu masih dengan kepala yang melihat ke bawah.


“Tidak, aku mempercayai kal-“


Sebelum aku bisa menyelesaikan kalimatku, Nagisa langsung memotong nya dan mulai berteriak kepadaku.


“Kalau begitu, kenapa kamu masih menyimpan semua nya sendirian Sou-chan!! Apakah kami memang benar-benar tidak dapat di percaya olehmu!!”


Dia mengatakan hal itu sambil menangis dan memukulku terus-menerus.


Apa yang dia katakan? Kenapa dia bilang bahwa aku menyimpan semuanya sendirian? Aku tidak mengerti...


Ketika aku sedang larut dalam pertanyaan tanpa jawaban di kepalaku, Nagisa langsung melanjutkan kata-katanya, dan kali ini dia berbicara sambil menggenggam bajuku dengan erat.


“Apakah kamu tahu Sou-chan... aku kemarin malam bermimpi sesuatu hal tentangmu...”


Aku langsung berhenti berpikir pada saat dia mengatakan hal itu dan mulai mendengarkan nya.


“Di dalam mimpiku itu... kamu perlahan-lahan mulai menjauh...”


Semakin dia melanjutkan kata-kata nya semakin deras juga air mata yang jatuh dari mata nya.


“Aku berusaha mengejar mu... tapi...”


Dia terhenti saat ingin menyelesaikan kalimat nya, dan mulai menggenggam bajuku dengan lebih erat.


Setelah jeda beberapa menit, akhirnya dia melanjutkan kata-katanya.


“Tapi tidak peduli seberapa keras aku mengejar mu... aku tidak dapat meraih mu sama sekali...”


Saat Nagisa mengatakan hal itu, air mata di mata nya menjadi semakin deras dan tangan nya mulai gemetaran.


Setelah jeda sekitar 1 menit, akhirnya dia mulai melanjutkan kata-kata nya lagi.


“Kamu pergi semakin jauh dariku... tidak peduli seberapa keras aku memanggilmu... kamu masih terus berjalan menjauh...”


Setelah Nagisa mengatakan hal itu, Nagisa mulai memelukku, walaupun aku tahu bahwa Nagisa berusaha untuk tidak terlihat gemetaran sama sekali.


“Karena hal itulah... aku mohon kepadamu... tolong jangan pergi... Sou-chan...”


Dia mengatakan hal itu sambil memelukku dengan lebih erat, seperti tidak ingin membiarkan aku pergi menjauh sedikit pun dari nya.


Setelah jeda sekitar 5 menit, aku memutuskan untuk berbicara.


“Tenang saja Nagisa, aku sekarang sedang berada di depanmu kan? Jadi tenang saja, aku tidak akan pergi ke mana pun”


Aku mengatakan hal itu sambil mengelus kepalanya Nagisa dan tersenyum dengan lembut.


Dan entah kenapa, tangisan Nagisa mulai menjadi sangat keras.


Aku memutuskan untuk memeluk nya sementara waktu hingga dia menjadi tenang.


☆-----___-----___-----☆


Sekarang sudah sekitar 15 menit semenjak aku memeluk Nagisa.


Walaupun dia sudah berhenti menangis, entah kenapa dia tidak ingin melepaskanku sama sekali.


“Na-nagisa, kenapa kamu masih memelukku? Dan lagi peluk kan mu menjadi semakin erat”


“Aku tidak akan melepaskan mu!! Jika aku melepaskan mu, kamu akan pergi menjauh dariku!!”


Dia mengatakan hal itu sambil memelukku dengan gemetaran.


Sepertinya di mimpinya itu, aku mulai berjalan menjauh darinya dan menuju ke dalam kegelapan, apakah ini sebuah pertanda atau sesuatu hal yang lain? Tidak, yang lebih penting lagi sekarang aku harus membuat Nagisa menjadi tenang terlebih dahulu.


“Tapi bukankah aku sekarang sedang berada tepat di depanmu Nagisa, jadi kamu bisa melepaskan tangan mu dan berhenti memelukku”


Pada saat aku mengatakan hal itu, Nagisa langsung cemberut dan mulai mengatakan sesuatu hal dengan nada yang kesal.


“Kalau begitu, kamu harus menceritakan semua nya kepadaku sekarang, atau aku tidak akan melepaskan nya sama sekali”


Dia mengatakan hal itu sambil memelukku dengan lebih erat, walaupun aku bisa melihat kalau dia sedang tersenyum sekarang.


“Tapi jika yang lainnya melihat kit-“


“Kalo aku tidak mau ya tidak mau!! Kalau kamu ingin aku melepaskan nya maka bicaralah dengan jujur!!”


Aku tertawa sedikit saat melihat dia mengembungkan pipi nya, dan aku baru menyadarinya, bahwa Nagisa benar-benar imut.


“Kenapa kamu tertawa Sou-chan?”


Dia memiringkan kepala nya masih dengan pipi nya yang mengembung, dan itu semakin membuatku tertawa saat melihat nya.


Karena dia mulai kesal, jadi aku memutuskan untuk berbicara.


“Tidak, itu karena aku baru menyadari bahwa kamu itu sangat imut, sampai membuatku tidak dapat berhenti tersenyum”


Pada saat aku mengatakan hal itu, wajah nya Nagisa langsung berubah menjadi merah cerah dan mulai memukulku.


“Bo-bodoh!! Sou-chan Bodoh!!”


Dia terus mengatakan hal itu sambil terus memukulku, walaupun begitu, entah kenapa ekspresi sedih yang dimiliki Nagisa sebelum nya, mulai menghilang dari wajah nya.


Aku senang kalau dia sudah tidak sedih lagi, tapi seperti nya tidak apa-apa jika aku menceritakan hal itu kepada nya bukan?


Saat Nagisa masih sedang memukulku, aku memutuskan untuk memberitahukan segalanya kepada Nagisa.


“Neh Nagisa, kamu bilang sebelumnya, kalo kamu ingin mendengar segalanya bukan?”


Saat aku mengatakan hal itu, Nagisa mulai berhenti memukulku dan mengangguk dengan suasana yang berubah menjadi serius.


“Kalau begitu, seperti ini ceritanya...”


☆-----___-----___-----☆


Setelah mendengar semua hal itu, Nagisa mengangguk sambil tersenyum dengan hangat.


“Tenang saja Sou-chan, bahkan jika kamu berubah aku, tidak bukan hanya aku saja, tetapi kami semua akan tetap bersamamu”


Dia mengatakan hal itu sambil menaruh kepalaku di belahan dada nya dan mulai mengelus kepalaku.


“Jadi jangan takut, kami sama sekali tidak akan meninggalkan mu”


Dia mengatakan hal itu, sambil masih mencoba menghiburku dengan mengelus kepalaku, jadi aku memutuskan untuk berterima kasih kepada nya.


“Terima kasih”


Aku mengatakan hal itu dengan tulus.


Aku benar-benar berterima kasih kepadamu Nagisa, berkatmu aku jadi bisa merasakan kehangatan dari dada seorang wanita.


“Sama-sama”


Dia menjawab nya sambil tersenyum dengan sangat hangat.


“Kalau begitu bagaimana jika kita kembali Sou-chan?”


“Oke”


Dia mengatakan hal itu sambil mengulurkan tangan nya, dan pada saat aku ingin mengambil nya... aku malah terpeleset dan terjatuh ke arah Nagisa.


“Kyaa!!”


Brukk!!


Ehh!?!? Apa yang sedang aku pegang? Kenapa hal ini begitu lembut? Apakah ini sebuah kapas?


Pada saat aku sedang memeriksa benda yang aku pegang, tiba-tiba Nagisa berteriak.


“Kyaa!!”


“Ehh!!”


Aku terkejut dan langsung bangun, dan ternyata...


Benda yang aku kira adalah sebuah kapas, sebenarnya adalah belahan dada milik Nagisa. Dia mulai menatapku dengan wajah penuh air mata, dan entah kenapa dia terlihat menjadi lebih imut dari sebelumnya.


Pada saat aku masih menatap nya dengan tangan yang masih memegang belahan dada miliknya, pada akhirnya dia mulai berteriak kepadaku dengan wajah yang masih memerah.


“He-he-he-hentai!! Dasar Sou-chan hent-“


Sebelum Nagisa menyelesaikan apa yang ingin dia katakan,  tiba-tiba ada sesuatu hal yang


mendorongku dan membuatku terjatuh ke bawah, dan...


Kalian benar, aku dan Nagisa sekarang sedang berciuman sekarang.....


itu terjadi selama beberapa menit, selama beberapa menit tersebut kami terdiam dan hanya saling menatap saja.


Dan sialnya lagi, pada saat kami masih berciuman... para gadis yang lainnya tiba-tiba datang kemari... dan kalian bisa menebak kejadian selanjutnya.


Kalian benar, kami berdua di ceramahi habis-habisan oleh mereka semua, walaupun aku masih bisa mendengar mereka mengatakan hal-hal seperti Nagisa mencuri Startlah atau apa pun itu.


Akan tetapi, aku senang bahwa Nagisa bisa tersenyum kembali seperti biasa. Dan walaupun begitu, aku masih ingin berterima kasih kepada monster yang memiliki nama [Hyena Wolf] ini, karena dialah aku jadi berciuman dengan Nagisa.


Dan itu sebabnya aku akan berterima kasih kepada [Hyena Wolf] ini, dengan memburu monster ini hingga punah, Karena monster sialan ini, aku jadi kehilangan ciuman pertamaku!!...


Pada hari itu, Shimotsuki Souji mendapatkan dua tujuan baru, walaupun yang satunya adalah tujuan yang aneh dan tidak masuk akal sama sekali.