![Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/finding-your-way-home-in-another-world-with-the-gender-change-skill-shadow---the-jester--remake-.webp)
Setelah 5 menit lebih kami berdua melesat ke arah Selatan dari Istana, akhirnya Meirin mulai menghentikan dirinya dengan menggunakan sihir angin milik nya untuk menghentikan pergerakan dari tubuh nya dan setelah itu dia mendarat dengan sangat anggun menuju tanah.
Setelah kaki dari Meirin mulai menapak di atas tanah. Dia langsung menghela nafas dengan lega sambil mulai mengalihkan pandangan nya ke arah ku dengan wajah bermasalah. Lalu Meirin mulai membuka mulut nya dan berkata.
“Saya benar-benar meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Charlene-sama. Karena saya main seenaknya saja membawa Charlene-sama pergi dari Istana tanpa menunggu persetujuan dari Anda” Ucap Meirin dengan nada penuh dengan penyesalan sambil mulai menurunkan ku dari gendongan ‘Tuan Putri’ nya.
Walaupun aku sedikit kesal dengan tindakan yang gegabah dari Meirin. Akan tetapi, karena dia melakukan hal itu demi diriku ini. Maka, tidak ada alasan bagiku untuk menyalahkan nya.
“Tidak apa-apa Meirin. Kamu juga melakukan semua hal ini untuk ku. Karena hal itulah, aku tidak memiliki alasan untuk menyalahkan mu” Ucap ku dengan nada bicara yang lembut seperti biasanya sambil memasang sebuah senyum cerah di wajah ku.
Meirin yang mendengar pernyataan dariku ini menjadi sedikit rileks. Lalu, setelah beberapa percakapan ringan antara aku dan Meirin. Kemudian, kami berdua mulai berjalan menyusuri hutan ini untuk mencari tempat untuk kami berdua beristirahat. Karena Meirin sepertinya masih kelelahan, akibat apa yang dia lakukan sebelumnya.
...
..
.
Setelah beberapa menit berjalan, kami berdua akhirnya menemukan sebuah gua yang terlihat lumayan layak untuk ditinggali, lalu kami berdua memutuskan untuk menetap di tempat ini untuk sementara waktu.
Lalu aku dan Meirin mulai membagi-bagi tugas untuk dikerjakan oleh kami berdua. Aku akan mencoba untuk mencari kayu bakar di sekitar, sedangkan Meirin akan mencari beberapa ikan di sungai dekat sini.
Setelah kami menyelesaikan tugas kami masing-masing. Aku mulai menggunakan sihir api milik ku untuk membuat api unggun untuk memasak ikan-ikan yang dibawa oleh Meirin.
Meirin mulai menusuk ikan-ikan itu dengan sebuah kayu untuk memanggang nya di atas api unggun. Selesai melakukan hal itu, dia mulai berjalan pergi lagi untuk mencari beberapa buah-buahan yang dapat di makan.
Sedangkan aku mulai menatap api unggun sambil menunggu ikan yang sedang di panggang ini matang. Karena, aku belum makan apa pun hari ini, akibat pergantian peristiwa yang sangat mendadak sebelum nya.
‘Walaupun begitu, aku masih tidak bisa mempercayai nya. Jika Andrian-nisama melakukan hal sekejam itu’ Pikir ku sambil mulai membalik ikan-ikan itu agar tidak gosong.
Beberapa menit kemudian, Meirin kembali sambil membawa sekeranjang buah-buahan yang belum pernah aku lihat sebelum nya. Bersamaan dengan kembali nya Meirin, ikan-ikan yang di panggang di atas api unggun juga sudah matang.
Melihat hal itu, kami berdua mulai menghentikan pekerjaan kami masing-masing dan mulai memakan ikan panggang yang sudah matang ini.
Dengan sedikit ragu, aku mulai mengambil salah satu dari ikan panggang itu dan mulai memakan nya. Ketika ikan panggang ini masuk ke dalam mulut ku, aku langsung dikejutkan dengan betapa enak nya ikan ini.
Walaupun penampilan luarnya terlihat biasa saja. Tapi daging yang dimiliki oleh ikan ini begitu lembut dan memiliki sedikit rasa manis yang bercampur dengan beberapa rasa pedas dan asam.
Melihat reaksi dariku, Meirin sedikit terkekeh sebelum dia menjelaskan tentang ikan yang sedang dimakan oleh kami ini.
“Ini adalah salah satu ikan yang direkomendasikan oleh seseorang kepada ku. Orang itu bilang, dia mendapatkan pengetahuan ini dari orang lain juga, dan orang yang memberikan dia pengetahuan itu merupakan orang yang sangat kuat” Kata Meirin dengan nada suara yang entah kenapa terdengar seperti sedang menyombongkan diri nya sendiri.
“Jadi, aku memutuskan untuk meminta bantuan dari orang tersebut. Dia mengatakan, jika orang ini itu sekarang sedang berada di dalam hutan [Groen Forest]” Lanjut Meiri dengan nada suara yang masih sama seperti sebelum nya sambil mulai menatap ke arah Utara.
“Dan juga, ikan ini memiliki nama [Blue Fish]. Ini merupakan ikan yang hanya hidup di dalam hutan [Groen Forest] dan sangat mustahil untuk mendapatkan nya selain dari dalam hutan ini” Jelas Meiri dengan bersemangat sambil mulai menatap ku dengan mata berbinar.
Setelah menjelaskan hal itu, Meirin mulai memakan ikan yang bernama [Blue Fish] ini dengan gembira. Aku hanya bisa tersenyum tipis saja, karena aku tahu, jika Meirin itu sangat menyukai makanan.
Mengabaikan segala macam masalah yang ada sebelum nya. Kami berdua mulai melahap ikan yang tersisa dengan suasana hati gembira.
.
.
.
Setelah sekitar 30 menit, akhirnya kami berdua selesai memakan semua [Blue Fish] ini dengan gembira.
Kami juga mulai bercakap-cakap ringan untuk mengenang masa kecil kami. Walaupun bagian itu hanya berisi beberapa tindakan bodoh dari Meirin saja.
Meirin yang mengingat hal itu langsung menutupi wajah nya dengan kedua telapak tangan nya dan mulai menundukkan wajah nya karena malu. Melihat tingkah laku Meirin yang seperti ini, aku tidak bisa menahan diri ku untuk tidak menertawakan nya.
Tapi tetap saja, aku masih terganggu dengan apa yang dikatakan oleh Meirin sebelum nya. Tentang Andrian-Nisama yang bekerja sama dengan salah satu Demon Lord dan membuat Otou-sama menjadi bonekanya.
Memutuskan untuk menanyakan hal itu. Aku perlahan-lahan mulai bangkit dan mendekati Meirin. Meirin yang melihat hal itu hanya bisa menatap ku dengan wajah yang bertanya-tanya saja.
Walaupun begitu, aku mengabaikan hal itu dan mulai duduk di sebelah nya. Mulai mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri ku sendiri, lalu aku mulai membuka mulut ku dan berkata.
Meirin yang mendengar pertanyaan mendadak dari ku itu, dia langsung membeku selama beberapa saat sebelum mengalihkan pandangan nya ke arah samping.
Melihat tingkah laku dari Meirin, aku langsung mengerutkan kening ku dan mulai memaksa nya untuk menjawab.
Meirin yang tidak tahan dengan hal itu pun mulai mengiyakan nya. Dia mulai mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya sendiri. Beberapa saat setelah nya, dia berhasil menjadi tenang. Lalu Meirin mulai membuka mulut nya dan berkata.
“Iya, itu memang sebuah kebenaran” Ucap Meirin dengan nada tegas sambil mulai mengepalkan tangan nya dengan sangat erat.
Melihat hal itu, aku hanya bisa memikirkan, jika Meirin sepertinya merasa bersalah akan sesuatu dengan ku. Karena aku tidak tahan dengan tingkah laku darinya. Jadi, aku langsung memaksa nya untuk menatap mata ku dan berkata.
“Ceritakan semua nya sekarang juga kepada ku. Tidak peduli apa yang akan aku dengar dari mu nanti. Aku akan tetap menerima nya, karena kamu ada di sisi ku bukan Meirin?” Aku mengatakan hal itu dengan nada suara tegas sambil menunjuk kan senyum percaya diri yang terpampang di wajah ku.
Meirin yang mendengar perkataan dari ku itu, dia mulai menghela nafas dengan lelah dan mulai balas dengan tersenyum ke arah ku juga. Lalu dia mulai menceritakan semua nya kepada ku.
☆-----___-----___-----☆
Di saat yang bersamaan.
Di sebuah tempat yang terlihat seperti ruang tahta. Di sana terdapat seorang pria tampan berkulit cokelat yang sedang duduk di singgasana yang ada di dalam ruangan tersebut.
Dia terlihat seperti seorang pria berumur 20 tahunan dengan rambut pendek berwarna perak dan mata reptil yang berwarna merah keemasan. Pria itu mengenakan sebuah jubah hitam dengan corak yang berwarna merah dan sebuah celana longgar berwarna emas dengan garis-garis merah di samping nya sebagai bawahan nya.
Dia terlihat tidak menutupi tubuh bagian atas nya sama sekali dan lebih terlihat seperti sedang memamerkan tubuh berotot yang dimiliki oleh nya. Pria ini juga memiliki telinga runcing yang terlihat seperti telinga milik seorang Elf.
Dia sekarang sedang menutup mata nya seperti sedang memikirkan sesuatu hal. Beberapa menit kemudian, terdengar sebuah ketukan dari arah pintu yang ada di ruangan itu.
Mendengar ketukan itu, pria ini mulai membuka mata nya dan berkata dengan nada suara yang terdengar sedikit jengkel, “Siapa?”.
Beberapa saat setelah pria itu bertanya, mulai terdengar sebuah suara dari seseorang yang ada di balik pintu tersebut, “Saya Waz, saya datang ke sini untuk menyampaikan laporan kepada Andrian-sama”.
Mendengar hal itu, pria yang dipanggil Andrian ini mulai sedikit tersenyum, sebelum dia kembali membuka mulut nya lagi dan berkata, “Masuklah”.
Setelah mendengar perkataan dari Andrian. Pintu yang tertutup itu perlahan-lahan mulai terbuka. Di sana muncul seorang pria berkulit cokelat dengan rambut panjang yang diikat dengan gaya kuncir kuda berwarna biru muda dan mata yang berwarna ungu.
Pria ini memiliki tinggi sekitar 178cm dengan sebuah luka bakar di bagian mata kanan nya. Dia mengenakan sebuah baju lengan panjang berwarna hitam dengan lengan berwarna merah dan celana longgar hitam sebagai bawahan nya. Serta, terdapat dua buah dagger yang terletak di kedua sisi pinggang dari pria tersebut.
Pria ini mulai berjalan maju menuju Andrian. Setelah pria ini sampai di depan Andrian, dia langsung bersujud.
Melihat pria berambut biru muda ini datang menghadap nya. Andrian tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum. Karena, jika pria ini datang kemari, itu berarti rencana yang dia buat sebelum nya berhasil.
Di saat Andrian ingin membuka mulut nya untuk berbicara. Tiba-tiba ada seorang prajurit yang memasuki ruangan dengan tergesa-gesa.
Melihat prajurit yang masuk tanpa permisi itu, Andrian langsung mengerutkan kening nya dan mendecak lidah nya dengan kesal. Walaupun begitu, dia masih tetap membiarkan prajurit itu untuk menyampaikan alasan kenapa dia masuk dengan tergesa-gesa seperti itu.
“Beritahu aku alasan kenapa kamu masuk ke tempat ini tanpa sopan santun sedikit pun. Jika alasan yang kamu miliki tidak terlalu penting. Maka aku pastikan kamu mati dengan cara paling mengerikan yang pernah kamu bayangkan” Ucap Andrian dengan nada marah sambil mulai mengintimidasi prajurit itu.
Merasakan intimidasi yang begitu mengerikan dari Andrian. Prajurit ini langsung berbicara dengan nada suara yang dipenuhi oleh ketakutan.
“A-a-ada masalah besar Andrian-sama!! Pu-pu-putri Charlene di bawa pergi oleh Meirin Korleina menuju ke arah hutan [Groen Forest]!!” Ucap prajurit itu dengan nada suara yang dipenuhi oleh ketakutan sambil bersujud dengan sangat gemetaran di depan Andrian.
Andrian yang mendengar hal itu langsung menjadi sangat terkejut dan buru-buru memerintahkan prajurit itu untuk segera mencari nya.
“Kerahkan semua orang yang ada di bawah komando Piloris untuk segera mencari nya!! Tidak peduli dia hidup atau tidak, bawa Charlene kembali!!” Teriak Andrian dengan nada marah sambil mulai bangkit dari singgasana yang dia duduki.
“Baik!!”
Setelah itu, prajurit tersebut mulai berlari keluar dari ruangan dengan tergesa-gesa.
Melihat hal itu, Andrian mulai mengerutkan kening nya dan mengalihkan pandangan nya menuju jendela yang ada di ruangan itu.
Setelah beberapa menit keheningan yang entah kenapa terasa sangat mencekam, akhirnya Andrian mulai berbalik ke arah pria berambut biru muda yang ada di dalam ruangan sambil berkata dengan nada tegas, “Kita tunda dulu laporan dari mu itu. Sekarang pergilah dan bantu Piloris mencari Charlene”.
“Baik!!”
Setelah menjawab dengan singkat. Pria berambut biru muda itu mulai kembali berdiri dan berbalik untuk pergi meninggalkan ruangan. Meninggalkan Andrian yang sedang kesal sendirian di dalam ruangan tersebut.