![Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/finding-your-way-home-in-another-world-with-the-gender-change-skill-shadow---the-jester--remake-.webp)
“Sepertinya aku sudah mendapatkan sebuah petunjuk dimana keberadaan para gadis” Ucap ku sambil menatap tajam ke dalam hutan dan mulai menyentuh bokken yang ada di pinggang ku.
Setelah aku mengatakan hal itu, aku mulai mengambil posisi kuda-kuda sambil memegang bokken dengan tangan kanan ku.
Lalu aku mulai mengangkat bokken yang ku pegang tadi ke atas dan mulai mengucapkan sesuatu hal dengan nada dingin.
<< Shimodzuki āto: Dai roku keitai: >>
Setelah aku mengatakan hal itu, aku langsung menghilang dari tempat aku berada tadi dan hanya meninggalkan afterimage saja.
Lalu semenit kemudian aku muncul kembali di tempat aku menghilang sebelum nya dan beda nya kali ini aku membelakangi tempat yang sebelum nya aku lihat.
Lalu aku juga mulai melakukan gerakan seperti menyarungkan sebuah pedang dengan bokken yang aku pegang tadi dan mulai mengucapkan sesuatu hal lagi dengan nada yang nyaring.
<< Sen no hayai surasshu!! >>
Setelah aku mengatakan hal itu, seketika itu juga, semua pohon yang ada dibelakang ku langsung terpotong menjadi sebuah potongan kecil berbentuk persegi yang sangat rapih.
Bukan hanya itu saja, tiba-tiba terdengar suara teriak kan dari seorang gadis yang muncul dari arah belakang ku.
Aku mulai menghela nafas lega, ketika aku merasakan bahwa hawa keberadaan seseorang yang mendekati ku berhenti bergerak.
Jadi aku mulai mengendurkan kewaspadaan ku dan mulai merileks kan tubuh ku, karena aku sudah lama tidak menggunakan teknik ini.
Ketika aku berbalik untuk melihat keadaan dari tempat yang aku tebas sebelumnya, aku sangat terkejut selama beberapa detik sebelum menenangkan pikiran ku, lalu aku bertanya tentang sesuatu hal kepada Heavenly-san.
Umm... Neh Heavenly-san... apakah orang itu... masih... hidup?
Aku menanyakan hal itu kepada Heavenly-san secara batin dengan wajah bermasalah, setelah jeda singkat, Heavenly-san langsung menjawab pertanyaan dariku dengan nada suara yang terdengar..... Kesal?
[Menjawab]
[Karena Master mencoba untuk menahan diri agar tidak menebas individu tersebut secara tidak sengaja, jadi perkiraan Individu tersebut dapat selamat dari serangan itu adalah 36,7%]
Ketika aku mendengar hal itu, aku langsung menatap ke tempat yang sekarang sudah benar-benar hancur dan hanya menyisakan batang dari pohon-pohon yang sekarang sudah berubah menjadi sebuah kotak kayu persegi yang berserakan dimana-mana.
Aku mulai melangkah maju menuju ke tempat seseorang yang berlari menuju ke arah ku sebelum nya.
Aku sangat bersyukur kalau orang ini tidak mati, kalau dia mati, aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan untuk mencari keberadaan para gadis.
Dengan pemikiran seperti itu, aku mulai mempercepat langkah kaki ku sambil mengepalkan tangan ku.
Pada saat aku sampai di sana, aku sangat terkejut dengan apa yang sedang aku lihat, jujur saja, aku tidak tahu harus berkomentar apa tentang orang ini, akan tetapi, aku hanya bisa bertanya satu pertanyaan kepada orang ini dengan nada suara yang sangat terkejut.
“Kamu... apakah kamu ini seorang... Dark Elf?”
Pada saat orang ini mendengar pertanyaan dari ku, tubuh nya langsung menjadi sangat gemetaran, dan dia mulai berusaha sekuat tenaga untuk melarikan diri dariku.
Ya orang yang aku lihat saat ini adalah seorang wanita yang memiliki tubuh ideal dengan kulit yang berwarna cokelat caramel dan memiliki rambut panjang berwarna perak yang di ikat dengan gaya rambut ponytail, serta, wanita di depan ku ini memiliki mata yang berwarna merah dengan titik emas di tengah nya.
Di tambah lagi,telinga yang di miliki oleh wanita ini mirip sekali dengan telinga Elf yang biasa nya aku lihat di manga dan anime, dan lagi wanita ini mengenakan sebuah baju yang.... agak terbuka?
Sejujurnya ketika aku sedang mengomentari pakaian dan body dari wanita ini secara batin, entah kenapa aku bisa merasakan niat membunuh yang begitu mengerikan dari arah belakang ku, jadi aku membuang pemikiran itu jauh-jauh dan kembali fokus ke tujuan ku
Dan juga, yang paling menyebalkan nya lagi, wajah dari wanita ini benar-benar cantik, aku yakin, jika dia terlahir di bumi, dia mungkin saja bisa menjadi seorang Model Top dunia.
Sejujurnya ketika aku melihat wanita ini, aku sebenarnya memikirkan hal lain selain tentang pertanyaan sebelum nya.
Yah siapa pun yang mencintai anime seperti ku pasti bisa menebak apa yang ada di dalam pikiran ku saat ini, sejujurnya aku ingin sekali meneriakkan pikiran ku saat ini kepada Dewa Takdir.
Sialan!! Kenapa!? Kenapa takdir sialan ini selalu membuat ku jatuh ke dalam masalah yang benar-benar klise seperti ini!?
Jujur saja, aku sedikit bersyukur sekarang, karena jika bukan karena poker face ku yang sempurna, aku mungkin saja sudah berteriak dan memaki semua Dewa sekarang.
Selain itu, aku bisa menebak dari cara dia berpakaian dan senjata yang dia pegang ini, kalau dia sebenarnya adalah seseorang yang penting di suku Dark Elf dan sedang melarikan diri.
Jika ada orang yang menanyakan kenapa aku bisa mengambil kesimpulan seperti itu, itu sebenarnya karena wanita ini, dia memiliki sebuah luka lain selain luka yang aku berikan kepada nya secara tidak sengaja sebelum nya.
Luka itu seperti nya di sebab kan oleh sebuah dagger? Hmm.. kalau boleh jujur, sebenarnya aku sama sekali tidak bisa mengidentifikasi senjata apa yang menyebabkan wanita ini terluka.
Itu sebenarnya bukan karena aku tidak bisa mengidentifikasi nya, itu hanya karena luka tersebut sudah dia miliki dari beberapa hari yang lalu dan seperti nya dia sama sekali tidak tahu tentang ilmu medis sedikit pun.
Itu bisa dilihat dengan jelas dari cara bagaimana wanita ini menutupi luka nya itu, jujur saja, aku sedikit bersimpati kepada wanita ini, akan tetapi, aku masih sedikit kesal tentang hal yang dia katakan sebelum nya.
Sebenarnya hal yang tadi dikatakan wanita ini lah, yang membuat aku menuju kesimpulan sebelum nya.
Mungkin seseorang bakal bertanya-tanya, kapan aku mendengar wanita ini berbicara, aku sebenarnya mendengar apa yang dia katakan, ketika dia sedang berlari ke arah ku, mungkin alasan kenapa aku bisa mendengar hal itu, karena Skill peningkatan indra ku berada di kelas Unik.
Sebelum nya aku sempat ragu tentang hal ini, akan tetapi, karena Heavenly-san mengatakan kalau tebakan ku ini benar, jadi aku memutuskan untuk mengesampingkan hal itu dulu dan langsung mencoba untuk menangkap wanita ini.
Jujur saja, walaupun aku memang sedikit bersimpati pada wanita ini, akan tetapi, di saat yang bersamaan aku sama sekali tidak peduli dengan nya.
Aku mungkin menghentikan nya karena aku membutuhkan informasi tentang apa yang dimaksud tentang wanita-wanita yang ditangkap oleh Raja Dark Elf ini.
Walaupun begitu, aku benar-benar benci melakukan hal ini...
Setelah aku sedikit berkonflik secara internal, aku mulai menoleh ke arah Niji untuk meminta saran dari nya.
Pada saat aku menoleh ke arah Niji, dia hanya tersenyum dengan lembut sambil mengangguk kan kepala nya.
Setelah aku melihat persetujuan dari Niji, aku mulai berjalan kepada wanita Dark Elf ini yang mulai menangis.
Pada saat wanita ini melihat aku berjalan mendekati nya, entah kenapa dia mulai menjadi sangat ketakutan dan mulai berusaha lebih keras untuk melarikan diri dari ku.
Melihat tingkah laku nya ini, entah kenapa membuat ku jengkel, ini membuat ku mengingat penguntit sialan itu, apakah aku benar-benar semenyeramkan itu hingga membuat mata dari wanita ini seperti sedang melihat seekor monster yang begitu mengerikan.
Jujur saja, padahal aku sama sekali masih belum melakukan apa pun kepada wanita ini, kenapa dia begitu ketakutan melihat ku.
Aku terus berjalan mendekati wanita ini sambil memikirkan hal tersebut.
Setelah aku sampai di dekat wanita Dark Elf ini, dia menjadi semakin ketakutan dan langsung menutup mata nya, lalu dia mulai mengatakan sesuatu hal dengan suara yang sangat pelan.
“Pergilah monster, pergilah monster, pergilah monster...”
Wanita ini terus-menerus mengulangi hal itu dengan nada suara yang sangat kecil, walaupun begitu, aku masih bisa mendengar nya dengan sangat jelas, dan aku ingin sekali membunuh wanita ini sekarang.
Ketika aku memiliki pemikiran seperti itu, aku mulai menggelengkan kepala ku untuk menghilangkan pemikiran itu.
Lalu aku mulai mendekati tubuh nya dan mulai memeluk nya sambil mengelus punggung nya dengan lembut. Lalu aku mulai membuka mulut ku dan berkata.
Ketika wanita Dark Elf ini mendengar apa yang aku katakan kepada nya, dia tidak bisa untuk menahan nya lebih lama lagi dan dia mulai menangis dengan sangat keras di dalam pelukan ku.
.....
Setelah 20 menit, wanita ini mulai berhenti menangis dan masih memeluk ku dengan sangat erat, seakan-akan dia tidak mau membiarkan ku pergi sedikit pun
Ketika melihat hal tersebut, aku hanya bisa menghela nafas panjang dan membiarkan dia memeluk ku hingga puas.
.....
Sudah 30 menit berlalu dan wanita ini masih belum melepaskan aku sama sekali, dan entah kenapa aku mulai merasa bahwa aku sudah melupakan sesuatu hal yang begitu penting, tapi apa?
Karena aku masih tidak dapat mengingat hal itu, aku mulai mengabaikan nya dan menoleh ke arah wanita berkulit cokelat ini.
Pada saat aku menoleh ke arah nya, aku sedikit terkejut ketika melihat wanita ini tertidur begitu lelap di dalam peluk kan ku.
Aku sebenarnya terkejut sekaligus bingung, karena bagaimana bisa wanita ini tidur begitu saja di dalam peluk kan seseorang yang sebelum nya dia takuti sampai menggumamkan hal-hal aneh.
Karena aku juga masih memerlukan wanita ini, jadi aku tidak bisa meninggalkan nya begitu saja, oleh karena itu, aku mulai menggendong nya dan berbalik untuk berjalan menuju ke arah Niji dan Miyuki.
Ketika aku sampai di dekat mereka, entah kenapa mereka memiliki senyum cerah yang menghiasi wajah mereka.
Pada saat aku melihat senyuman itu, entah kenapa aku mulai memiliki firasat yang sangat buruk, tapi aku mengabaikan nya karena ada hal yang jauh lebih penting sekarang.
“Jadi bagaimana jika kita pergi dari tempat ini sekarang?” Tanya ku kepada kedua Ibu dan anak ini yang entah kenapa menjadi sangat kompak.
Niji langsung mendengar usulan dari ku, lalu dia mulai membuka mulut nya dan berkata.
“Kamu benar Darling, mari kita cari tempat yang lebih aman terlebih dahulu, dan seperti nya ada beberapa orang yang mulai datang kemari” Jawab Niji dengan nada serius sambil menggendong Miyuki.
Sejujurnya aku sedikit terkejut ketika mendengar nada bicara Niji yang sangat serius, akan tetapi, karena mulai banyak orang yang mulai mendekat ke sini, aku memutuskan untuk memikirkan hal-hal yang lain nya untuk nanti dan fokus untuk pergi dari tempat ini sekarang.
“Kalau begitu, mari kita pergi dari tempat ini dan mencari tempat yang lebih aman untuk beristirahat” Ucap ku dengan nada serius sambil mengaktifkan Skill tipe Buff kecepatan dan Skill Unik [Secret] milik ku.
Setelah mengaktifkan semua Skill tersebut, hawa keberadaan ku langsung menghilang dan tidak menyisakan apa pun.
Sebenarnya aku sangat puas ketika melihat ekspresi terkejut dari Niji, setelah tersenyum singkat ke arah Niji, aku mulai berlari dengan kecepatan maksimal ku menuju ke arah Selatan dari hutan ini.
Aku bisa melihat bahwa Niji sedikit kesal dan dia seperti nya tidak mau kalah dengan ku, jadi dia mulai mengaktifkan Skill tipe sembunyi nya dan mulai berlari untuk mengejar ku.
Di sisi lain, Miyuki yang melihat aku tiba-tiba menjadi tidak terlihat langsung menjadi sangat gembira, tidak berhenti di sana, dia menjadi semakin gembira ketika melihat dia dan Niji mulai menjadi tidak terlihat juga dan mulai berlari mendekati ku.
Lalu kami mulai terus berlari dengan kecepatan penuh menuju ke arah Selatan tanpa melihat ke belakang sama sekali.
☆-----___-----___-----☆
Setelah Souji dan yang lain nya pergi dari tempat itu, tiba-tiba mulai terlihat beberapa orang muncul dari sisi lain hutan.
Orang-orang tersebut terlihat memiliki ciri-ciri yang hampir sama satu sama lain. Mereka semua memiliki kulit Cokelat GingerBread dengan rambut yang berwarna perak kecokelatan dan mata Cokelat Russet. Serta, mereka juga memiliki kuping runcing yang terlihat seperti milik dari seorang Elf.
Pada saat orang-orang ini sampai di tempat tersebut, mereka menjadi sangat terkejut ketika melihat seluruh pohon sejauh 50 meter telah terpotong dengan sangat rapih menjadi sebuah persegi kotak kecil.
Ketika mereka semua melihat hal itu, mau tidak mau mereka semua menjadi sangat ketakutan dan mulai mundur beberapa langkah ke belakang.
Salah satu orang yang terlihat seperti pemimpin dari orang-orang itu akhir nya mulai membuka mulut nya dan berkata.
“Sial!! Apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini!? Bukankah baru kemarin kami meninggalkan tempat ini!? bagaimana bisa hanya dalam sehari tempat ini langsung berubah menjadi seperti ini!?” Ucap pria tersebut dengan nada kesal sambil tidak dapat mempercayai pemandangan yang mereka lihat.
Semua orang yang ada di sana diam, ketika mendengar pertanyaan dari pria yang terlihat seperti pimpinan mereka ini.
Mereka semua diam karena mereka semua juga sangat terkejut dengan pemandangan ini, mereka tidak percaya dengan apa yang sedang mereka lihat saat ini, mereka semua bahkan tidak dapat merasakan mana sedikit pun di tempat ini, yang berarti bahwa tempat ini di hancurkan oleh seseorang hanya dengan menggunakan senjata saja.
Wajah mereka semua langsung berubah menjadi sangat gelap, ketika mereka semua sampai pada pemikiran itu.
Setelah keheningan yang mencengkam selama 15 menit, tiba-tiba salah satu dari mereka mulai berbicara dengan nada yang gemetaran.
“Ka-kalau begitu, a-apa yang harus kita laporkan ke-kepada Yang Mulia?” Tanya salah satu dari orang-orang itu dengan nada gemetar, sambil menatap pemuda yang terlihat seperti pemimpin mereka.
Pemuda itu yang sedang tenggelam dalam pikiran nya sendiri, seketika langsung terbangun dan kembali ke kenyataan, ketika salah satu dari orang-orang yang terlihat seperti anak buah nya menanyakan hal itu kepada nya.
Lalu pemuda ini mulai melakukan batuk palsu untuk menarik perhatian semua orang yang ada di sana dan mulai berbalik ke arah mereka, lalu pemuda itu mulai membuka mulut nya dan berkata.
“Uhuk.... Baiklah, karena kita tidak bisa merasakan tanda-tanda kehidupan sama sekali di tempat ini, kita akan melaporkan kepada Yang Mulia bahwa wanita itu sudah mati di makan monster, tidak ada yang keberatan dengan hal itu bukan?” Tanya pemuda itu dengan nada serius sambil menatap semua orang.
Setelah pemuda ini melihat tidak ada yang menolak nya, dia mulai mengangguk dan mulai kembali membuka mulut nya.
“Kalau begitu, mari kita kembali dan melaporkan hal ini kepada Yang Mulia” Ucap pemuda itu sambil mulai berlari menuju ke tempat di mana dia datang sebelum nya.
Semua orang yang ada di sana hanya mengangguk dan mengikuti pemuda itu berlari menuju ke dalam hutan kembali.
Dengan cara ini, roda gigi kedua dari takdir Souji mulai bergerak, walaupun begitu, Souji masih belum menyadari nya sama sekali, bahwa apa yang dia lakukan saat ini, akan membuat masa depan dari diri nya sendiri dan dunia ini menjadi semakin tidak menentu.
☆-----___-----___-----☆
Catatan Author:
Yoo, balik lagi sama aku Panagakos_Void yang merupakan author dari novel ini.
di sini thor cuma mau memberi tahu saja tentang kekuatan dari Souji, dia sebenarnya tidak OP sama sekali, jika kalian bertanya kenapa thor bisa bilang kalau dia itu tidak OP sama sekali, itu karena statistik dasar dari status Souji itu adalah yang paling rendah di antara orang-orang yang di summon,
kenapa thor bisa menyatakan hal itu hanya dari statistik dasar saja, hal itu karena setiap kali seseorang naik level, statistik yang mereka miliki hanya naik 2 saja di setiap statistik nya, sedang kan orang-orang yang di summon mendapatkan tambahan statistik yang lebih besar dari orang-orang yang ada di dunia ini yaitu 5.
jadi alasan kenapa Souji ini tidak termasuk OP, karena jika orang-orang yang ikut di summon bersama nya berada di level yang sama dengan dia, maka mereka jelas lebih kuat, di tambah fakta bahwa kecepatan leveling Souji lebih rendah dari pada orang-orang yang ikut di panggil seperti dia.
hal itu terjadi, karena Souji tidak mendapatkan Tittle [Perlindungan Dewi Aurora] dan [Hero], dua tittle tersebut memiliki peran besar untuk pertumbuhan seseorang, karena tittle [Perlindungan Dewi Aurora] membuat exp yang di dapatkan oleh seseorang menjadi 2 kali lipat.
sedangkan tittle [Hero] ini, memiliki fungsi untuk meningkatkan kecepatan mereka untuk menaikkan level dari skill yang mereka miliki dan membuat mereka mendapatkan skill-skill khusus dari job mereka dengan sangat mudah.
karena hal itulah thor mengatakan kalau si Souji ini gak OP sama sekali, sebenarnya Souji sangat OP dalam hal berpedang, walaupun begitu, Souji juga bukan pengguna pedang terkuat di novel ini, karena pengguna pedang terkuat di novel ini tuh adalah guru yang mengajari Souji ilmu pedang.
sejujurnya thor disini masih bingung ingin memasukkan guru nya atau enggak ke cerita ini, walaupun jika thor tambahkan kemungkinan besar gurunya ini bakal muncul nya sangat lama, mungkin di atas chap 500? yahh liat aja nanti.
ohh ya bagi kalian yang bertanya tentang fungsi tittle [Orang dari Dunia Lain], nanti hal itu bakal di bahas beberapa chapter lagi, thor bahas hal ini sebenarnya agar kalian tidak salah paham jika si Souji kalah saat bertarung atau melarikan diri.
oke cuma segitu aja yang thor ingin sampaikan, terimakasih bagi yang sudah like, vote, dan komen, silakan tinggalkan kritik dan saran untuk novel ini.
kalau begitu, sampai jumpa lagi semua nya.