Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]

Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]
Chapter 09 : Guild Adventure



Setelah aku menceritakan semuanya kepada mereka entah kenapa wajah mereka menjadi rumit dan suasana yang menyebalkan telah kembali, karena suasana nya tidak kian membaik, aku memutuskan untuk berbicara.


“Tapi tenang saja, sekarang tidak ada orang yang mengawasi kita seperti kemarin jadi tenang saja”


“Benarkah?”


“Benar”


Entah kenapa, pada saat aku mengatakan hal tersebut mereka semua menjadi sedikit rileks dan suasana di ruangan ini pun menjadi lebih baik, walaupun begitu sepertinya Sanada masih merasa bersalah.


“Jangan khawatir Sanada ini bukan salahmu sama sekali dan aku juga tidak merasa menyesal telah melakukan hal itu”


“Tapi...”


“Tidak apa-apa”


Walaupun pada awalnya dia masih menyalahkan dirinya sendiri, tapi setelah aku meyakinkannya, dia menjadi lebih baik. Walaupun begitu, aku berharap mereka tidak mengirim orang lain untuk mengawasi kita lagi.


Setelah jeda beberapa menit akhirnya Natsuki-san memutuskan untuk berbicara.


“Neh Shimotsuki... jadi apakah kita akan tetap menjadi petualang atau langsung keluar dari negara ini?”


“Kalau begitu bagaimana jika kita pergi ke Gurun?”


“”Ehh!””


Pada saat aku mengatakan hal tersebut mereka semua langsung terkejut dan tentu saja suasana di dalam ruangan menjadi sangat parah.


Setelah jeda beberapa menit Nagisa mulai bertanya dengan ragu-ragu.


“Neh Sou-Chan... apakah kita benar-benar akan pergi ke... Gurun?”


Pada saat Nagisa menanyakan hal tersebut, mereka semua langsung menatapku dengan ekspresi khawatir di wajah mereka, lalu aku menjawabnya dengan senyum yang sangat tulus.


“Tidak aku hanya bercanda, kita akan pergi ke kota Perdagangan bukan ke Gurun, dan juga kita bakal pergi setelah mendaftar sebagai petualang”


Pada saat aku mengatakan hal tersebut, mereka semua langsung cemberut dan memalingkan wajah mereka dariku, tapi entah kenapa jika ini terus berlanjut aku malah akan berakhir meledek Ayano-sensei lagi, jadi aku memutuskan untuk mengubah topik pembicaraan.


“Kalau begitu, bagaimana jika kita pergi ke Guild Petualang sekarang?”


Mereka mengangguk dengan ringan setelah aku menanyakan hal itu, dan berjalan keluar tanpa melihat ke arahku sedikit pun.


☆-----___-----___-----☆


Sudah sekitar 15 menit semenjak kami meninggalkan penginapan, kami sedang berjalan menuju ke bagian barat kota ini.


Untungnya kemarin malam aku sempat melewati bangunan guild petualang pada saat sedang mencari Sanada, walaupun begitu, entah kenapa mereka semua masih tidak ingin berbicara denganku, jadi aku memutuskan untuk meminta maaf dengan tulus kepada mereka.


“Baiklah, kalau begitu aku minta maaf karena sudah mengatakan sebuah candaan yang tidak lucu sama sekali, jadi... bisakah kalian memaafkanku?”


Pada saat aku mengatakan hal tersebut sambil menundukkan kepalaku, entah kenapa mereka semua tersenyum dan saling mengangguk.


“Baiklah kami akan memaafkanmu, tapi dengan 1 syarat”


“Syarat apa?”


Entah kenapa aku memiliki firasat buruk dari senyuman mereka sebelumnya, aku berharap mereka tidak meminta sesuatu hal yang mustahil dariku.


Setelah jeda beberapa menit, akhirnya Nagisa maju dan berbicara sebagai perwakilan.


“Syaratnya adalah... untuk memenuhi 1 permintaan kami ketika sudah sampai di kota perdagangan”


Nagisa mengatakan hal tersebut sambil menunjuk ke arahku, lalu yang bisa aku lakukan hanya mengangguk saja dan berdoa semoga permintaan mereka nanti tidak akan menjadi sebuah bencana.


Dan pada saat kami selesai mengobrol, entah kenapa kami berhasil sampai menuju guild tanpa masalah.


Mungkin karena kami sudah mengganti pakaian kami dengan yang lebih biasa di dunia ini, jadi kami -tidak terlalu mencolok, walaupun begitu aku satu-satunya dari mereka yang tidak mengganti pakaian sama sekali dan hanya


menggunakan jubah hitam murah yang ku temukan di pedagang pinggir jalan.


Bahkan kata orang yang menjualnya saja jubah hitam ini terkutuk dan akan membunuh siapa spun pemakainya, benar-benar sial sekali nasibku yang sudah memakai barang terkutuk seperti ini, tapi aku masih berharap bahwa


aku tidak mendengar detail dari kutukan jubah ini.


Tetapi natsuki-san sialan, dia menanyakan hal itu tepat di depanku yang sudah mengenakan jubahnya dan malah membuatku takut untuk melepasnya, apakah dia tidak tahu penderitaanku setelah mendengar detail tersebut.


Pada saat aku mengatakan hal tersebut di dalam hati, tiba-tiba Ayano-sensei memanggilku dari samping.


“Jadi Saouji-kun apakah ini... guild petualang?”


“Ya ini guild petualang, jadi ayo masuk”


Pada saat aku mengatakan hal tersebut mereka semua mengangguk dan mengikutiku dari belakang.


Pada saat aku membuka pintu Guild dan berjalan masuk, semua orang langsung melihat ke arah kami dan juga bau alkohol yang sangat menyengat langsung menyerang hidung kami, Sanada langsung menutup hidungnya agar tidak mencium bau alkohol itu, dan kami berjalan menuju ke konter guild.


Pada saat kami sampai di sana kami disambut oleh seorang gadis yang merupakan resepsionis guild.


“Selamat datang di guild cabang Ibukota Groxia, apa yang bisa saya bantu”


Resepsionis guild ini memiliki rambut dan mata berwarna coklat, dan yang lebih penting lagi dia memiliki dada yang sangat besar, mungkin dia dapat bersaing dengan miliknya Nagisa.


Pada saat aku memiliki pemikiran seperti itu, tiba-tiba aku merasakan tatapan membunuh dari para gadis di belakangku ini dan memutuskan untuk berbicara.


“Kami ingin mendaftar menjadi petualang”


“Baiklah tunggu sebentar, tolong di isi ya”


Dia mengambil sebuah selembaran dan memberikannya kepada masing-masing dari kami, sepertinya di selembaran ini kami harus mengisi nama, asal, Job Class dan skill.


Setelah mengisi hal tersebut kami memberikannya kembali ke resepsionis itu, dan tentu saja aku mengisi Job Classku dengan kata Master Samurai, karena jika dikosongin bakal terjadi kejadian yang jengkelin, serta aku tidak menulis Skill Ultimate ku di sini, karena jika aku menulisnya, mungkin bakal ada orang yang mengincarku nanti.


Kami menyerahkan selembaran yang sudah di isi kepada resepsionis, dan pada saat dia mengambilnya...


“Ehh!”


Resepsionis itu langsung terkejut dan mengonfirmasi tentang Job Class milikku.


“Apakah Anda benar-benar seorang samurai?!”


“Memangnya kenapa?”


“Tidak, Job Class tersebut sangat jarang dimiliki oleh seseorang dan termasuk kedalam Job Class tingkat tinggi, dan milik Anda bahkan sudah ada kata masternya berarti sudah d-“


“aku mohon kepadamu untuk jangan terlalu berisik, karena semua orang mulai melihat kesini”


Aku menutup mulut sang resepsionis yang cerewet tersebut dan langsung memintanya untuk tenang.


“Maafkan aku!!, kalau begitu, kalian tinggal meneteskan darah di sini dan pendaftarannya selesai”


“oke”


“”Ehh!!””


Pada saat resepsionis tersebut mengatakan hal itu, para gadis yang dari tadi diam akhirnya berbicara.


“apakah kita benar-benar harus meneteskan darah untuk menyelesaikan pendaftaran?”


“Iya!”


“apakah tidak ada cara lain?”


“tidak!”


Pada saat mereka menanyakan hal itu kepada resepsionis tersebut, aku langsung menggigit jari ku dan meneteskan darahnya di atas namaku, lalu tiba-tiba kertas tersebut berubah menjadi sebuah kartu berwarna


perak.


Pada saat yang lain melihat aku melakukan hal tersebut, mereka berhenti bertanya dan dengan pasrah melakukan hal yang sama denganku.


“selamat kalian telah resmi menjadi petualang!, biasanya orang-orang mengawalinya dari peringkat F tetapi karena Job Class kalian adalah tingkat High dan God jadi kalian bisa memulainya dari peringkat D!, dan juga Plat status ini bisa berfungsi juga sebagai kartu identitas yang dapat membuatmu memasuki kota dengan gratis, jadi jangan sampai hilang oke”


“”oke””


“jadi sekarang kami sudah menjadi seorang petualang ya dan lagi kita memulainya dari rank D, lalu apakah kamu bisa menjelaskan tentang sistem di guild ini?”


“Ya!!, Kalau begitu...”


Pada saat aku mengatakan hal itu, sang resepsionis ini mulai menjelaskan tentang sistem guild sambil tersenyum, dan juga para gadis yang dari tadi hanya melihat plat status milik mereka saja, sekarang menjadi serius saat mendengar penjelasan dari resepsionis tersebut.