![Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/finding-your-way-home-in-another-world-with-the-gender-change-skill-shadow---the-jester--remake-.webp)
Di tepi bagian selatan dari hutan [Groen Forest], terdapat dua orang makhluk hidup yang sedang bertarung.
Pertarungan antara kedua orang tersebut, telah membuat sebagian dari tepi bagian selatan hutan [Groen Forest] menjadi hancur tanpa sisa.
Salah satu dari kedua makhluk tersebut adalah seorang petualang manusia. Petualang tersebut memiliki perawakan seorang pria tampan yang berumur sekitar 19 tahunan. Petualang itu juga, memiliki rambut yang berwarna pirang dengan sebuah bandana berwarna merah yang membuat rambut milik nya menjadi tegak ke arah atas. Serta, di bandana tersebut juga memiliki sebuah motif api yang berwarna hitam.
Pupil mata milik petualang tersebut juga, memiliki warna hijau mantis yang menambah ketampanan wajah nya.
Petualang tersebut memiliki nama Kayle, dia sekarang sedang bertarung melawan seekor monster Rank A yang berbentuk seperti seekor beruang, yang memiliki nama [DeathBear].
Pertempuran di antara mereka berdua telah berlangsung selama sekitar 20 menit lebih. Walaupun pada awal nya pertempuran tersebut berjalan dengan seimbang.
Akan tetapi, setelah [DeathBear] menjadi semakin kesal karena mangsa nya selalu menangkis serangan dari nya dan dia selalu terkena serangan.
Akhirnya [DeathBear] mengaktifkan Skill Unik milik nya yaitu [Death Claw]. Skill Unik ini memiliki fungsi untuk mengalikan semua statistik yang di miliki oleh [DeathBear] menjadi 5 kali lipat dengan mengorbankan nyawa nya sendiri.
Pada saat [DeathBear] menggunakan Skill Unik ini. Tubuh milik nya mulai membesar sekitar 15 meter dan warna dari bulu yang dimiliki oleh nya juga, mulai berubah menjadi berwarna hitam pekat dengan beberapa pola aneh berwarna merah yang mengelilingi tubuh nya.
Di sekitar tubuh [DeathBear] juga, mulai muncul sebuah awan berwarna merah tua yang membuat hawa keberadaan monster berbentuk beruang tersebut menjadi semakin mengerikan.
Cakar milik [DeathBear] juga, mulai menjadi lebih runcing dan kabut hitam yang ada di sekitar cakar milik [DeathBear] juga ikut menghilang, dan di gantikan oleh sebuah api yang berwarna merah tua yang mengelilingi nya.
Ketika melihat hal tersebut, alis milik Kayle langsung berkedut, karena kaget melihat perubahan bentuk yang di lakukan oleh [DeathBear]. Lalu Kayle langsung melompat mundur untuk menjaga jarak antara dia dan [DeathBear].
Sial!! Jadi inilah yang di maksud dalam deskripsi monster ini yang dulu aku lihat di buku catatan milik Guild Master.
Pikir Kayle sambil mengambil sebuah [Potion] yang berwarna biru tua dari saku baju milik nya.
Glup glup glup
Kayle langsung menenggak habis [Potion] tersebut dan membuang tempat nya. Lalu dia kembali mengalihkan pandangan nya kembali ke arah monster yang ada di depan nya.
Di tambah lagi, seperti nya kekuatan yang dia miliki benar-benar bertambah 5 kali lipat seperti yang di tulis di buku tersebut. Jika bukan karena [Mana Potion] yang aku beli sebelum berangkat tadi. Aku mungkin, akan langsung mati sekarang.
Pikir Kayle sambil menatap [DeathBear] yang sedang bertransformasi di depan mata nya ini dengan tajam, sambil mulai kembali mengambil posisi bertarung.
Huhh.... aku berharap kalau rencana yang kulakukan berjalan dengan lancar. Dan juga, aku berharap, semoga aku masih bisa meminta maaf kepada anak laki-laki itu.
Pikir Kayle sambil mengingat anak laki-laki yang dia temui beberapa hari yang lalu. Lalu ketika Kayle mengingat hal tersebut, dia langsung tersenyum kecut, seakan-akan sedang menghina diri nya sendiri.
Pada saat tanah mulai bergetar, Kayle langsung menggelengkan kepala nya untuk menghilangkan berbagai macam pemikiran yang ada di kepala nya dan kembali fokus ke dalam pertarungan.
Seingat ku, menurut buku itu juga, jika aku menyerang [DeathBear] ketika dia sedang bertransformasi, maka dia akan meledak kan diri nya sendiri dan ledakan nya itu, akan menghancurkan apa pun dalam radius 3 kilometer.
Dan hal tersebut benar-benar menjengkelkan, karena tempat kami bertarung sekarang dengan Ibu Kota Kerajaan hanya berjarak sekitar 2 kilometer saja. Belum lagi di dekat sini ada sebuah jalan raya yang mengarah menuju ibu kota kerajaan dan aku yakin disana pasti bakal ada lumayan banyak orang juga.
Kayle memikirkan hal itu sambil menatap ke arah [DeathBear] dengan semakin tajam. Setelah sekitar 30 detik, Kayle akhirnya mulai membuka mulut nya dan berkata.
<< Strength Increase >>
<< Speed Increase >>
<< Slash Enhancement >>
<< Defense Enhancement >>
<< Mind Acceleration >>
<< Fire Magic : Fire Armor >>
<< Original Magic : First Form : Phoenix Sword >>
Setelah Kayle mengaktifkan semua Skill bertipe Buff yang dia miliki. Tiba-tiba semua statistik yang di milik oleh Kayle langsung melonjak dengan sangat besar, bahkan semua statistik milik nya, tidak ada yang berada di bawah 5k.
Bukan hanya itu saja. Kayle juga menggunakan kartu truf milik nya, yaitu Sihir Unik yang dia ciptakan sendiri. Sihir Unik milik nya ini memiliki nama [Fire Armor] yang membuat seluruh tubuh nya ditutupi oleh sebuah zirah yang terbuat dari api.
Karena hal itulah, setelah Kayle mengaktifkan Sihir ini. Seluruh tubuh nya langsung diselimuti oleh api dan api tersebut secara perlahan-lahan mulai membentuk sebuah zirah yang menutupi seluruh tubuh nya.
Setelah seluruh tubuh Kayle, kecuali kepala nya, tertutupi oleh sebuah zirah yang terbuat dari api. Tiba-tiba permata yang berada di tengah bilah Claymore yang di pegang oleh Kayle mulai bersinar.
Lalu sebuah [Phoenix] keluar dari permata yang bersinar sebelum nya dan mulai terbang menuju ke arah langit. Setelah [Phoenix] tersebut terbang hingga mencapai ketinggian 500 meter, dia langsung berhenti dan mulai mengalihkan pandangan nya ke bawah, seakan-akan sedang mencari sesuatu.
Pandangan dari [Phoenix] tersebut terhenti ketika dia melihat ke arah Kayle, atau lebih tepat nya ke arah Claymore yang sedang di pegang oleh nya.
Setelah beberapa detik [Phoenix] itu menatap Claymore tersebut. [Phoenix] itu mulai melebarkan sayap nya seakan-akan sedang memamerkan kehadiran nya kepada seluruh dunia.
Seketika [Phoenix] itu menghilang dan Claymore yang di pegang oleh kayle, tiba-tiba mulai bersinar dengan sangat terang. Setelah beberapa detik, cahaya yang keluar dari Claymore tersebut, secara perlahan mulai mereda. Ketika cahaya yang dikeluarkan oleh Claymore tersebut sepenuh nya menghilang.
Muncul sebuah pedang yang berukuran 120 cm, berbentuk daun dengan bilah yang berwarna merah salmon dan memiliki warna emas di ujung bilah nya. Serta, di tengah bilah tersebut terdapat sebuah pola api yang menjalar dari gagang pedang sampai ujung lain nya dan pola berbentuk api tersebut memiliki warna emas.
Gagang dari pedang tersebut memiliki warna dasar yang sama dengan bilah pedang nya dengan warna emas di pinggir nya dan terdapat sebuah permata berwarna merah terang yang berada di tengah gagang pedang tersebut. Serta, terdapat sebuah hiasan yang berbentuk seperti burung phoenix yang berwarna emas di ujung gagang pedang itu.
Ketika Kayle melihat perubahan pada Claymore yang dia pegang menjadi sebuah pedang, dia mau tidak mau dibuat kagum dengan hal tersebut.
Apalagi pada saat dia melihat pedang yang ada di tangan kanan nya ini. Pedang tersebut sangat indah sehingga membuat Kayle memandang nya dengan mata yang berbinar.
Tidak peduli berapa kali pun aku melihat hal ini, aku tidak bisa tidak kagum. Pedang ini benar-benar sangat indah dan sekarang aku merasa sangat beruntung bahwa pedang ini adalah milikku. Dan aku pasti tidak akan pernah membuat Phoenix yang ada di dalam pedang ini malu, karena menjadikan aku sebagai majikan nya.
Kayle memikirkan hal tersebut sambil mulai mengalihkan pandangan nya lagi ke arah [DeathBear]. Kayle melihat bahwa [DeathBear] masih dalam proses transformasi nya. Alis Kayle sedikit berkedut, ketika dia melihat [DeathBear] masih belum menyelesaikan transformasi nya.
Huhh... aku sekarang bersyukur bahwa aku membaca buku tersebut, jika tidak, aku pasti sudah menebas nya dari tadi dan membuat monster berbentuk beruang ini meledak.
Kalau tidak salah, skill unik [DeathBear] ini membuat nya melakukan evolusi secara paksa menjadi sesuatu hal yang di sebut sebagai [HellBear] bukan? Dan juga, kalau aku tidak salah ingat, monster ini merupakan seekor monster yang sangat berbahaya dan memiliki tingkat bahaya yang berada di sekitar Rank –S.
Sial!! Aku berharap Ifrit segera menyelesaikan pertarungan nya dan langsung kembali kesini untuk membantu ku,karena aku hanya bisa mempertahankan wujud ini selama 30 menit saja.
Pikir Kayle sambil menggenggam gagang dari pedang nya dengan lebih erat dan mulai melompat kebelakang untuk menghindari beberapa batu yang terpental ke arah nya.
Setelah sekitar 10 menit lebih. Akhirnya Kayle mulai melihat bahwa [DeathBear] atau yang sekarang berevolusi menjadi [HellBear] mulai sedikit bergerak.
Ketika melihat hal tersebut, Kayle mulai mengambil posisi bertarung nya lagi dan mulai menatap lebih tajam ke arah monster yang ada di depan nya tersebut.
[HellBear] mulai bergerak dan berdiri. Lalu [HellBear] mulai mengangkat kepala nya tinggi-tinggi ke udara dan dia mulai mengaum ke arah langit.
“Roarr!!!”
Pada saat [HellBear] sedang mengaum. Kayle tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, lalu dia mulai berlari menuju ke arah [HellBear] dan dia langsung menebas lengan kiri milik [HellBear].
Slahh!!
Tidak hanya berhenti di sana, setelah Kayle menebas lengan kiri [HellBear], dia langsung menendang nya dengan sekuat tenaga dan membuat monster berbentuk beruang itu terlempar sangat jauh ke bagian dalam hutan.
Brukk!!
[HellBear] yang terlempar jauh ke dalam hutan, akhirnya dia mulai berhenti. Karena dia menggunakan cakar milik nya untuk menghentikan tubuh nya, agar tidak terlempar lebih jauh ke dalam hutan.
“Grr!!”
[HellBear] mulai menggeram dengan kesal, karena dia diganggu oleh mangsa nya sendiri, ketika dia sedang mengaum. Hal tersebut membuat harga diri nya sebagai seorang predator di injak-injak oleh mangsa nya sendiri.
Ketika [HellBear] berniat untuk menyerang ke arah depan. Dia dikejutkan oleh sebuah teriak kan yang berasal dari arah depan.
<< Original Skill : First Form : Phoenix Slash!! >>
Setelah Kayle meneriakkan hal tersebut. Tanpa basa-basi, Kayle langsung mengayunkan pedang nya yang sudah tertutupi oleh api ke arah di mana [HellBear] berada.
Setelah Kayle mengayunkan pedang nya, tiba-tiba muncul sebuah api yang berbentuk seperti seekor Burung [Phoenix] keluar dari bilah pedang yang diayunkan oleh Kayle.
Ketika Burung [Phoenix] yang terbuat dari api keluar dari bilah pedang tersebut. Burung [Phoenix] itu langsung melaju terbang ke arah [HellBear] dengan kecepatan yang setara dengan kecepatan suara.
Woss!!
[Phoenix] yang terbuat dari api tersebut, terus melaju ke arah [HellBear] sambil membakar apa pun yang di lewati oleh nya.
Di sisi lain, karena [HellBear] terkejut mendengar teriakkan sebelum nya. Hal itu menyebabkan [HellBear] terlambat untuk menghindar dan membuat nya tertabrak oleh api yang berbentuk seperti seekor [Phoenix] tersebut.
Lalu, setelah api yang berbentuk [Phoenix] itu menabrak [HellBear]. Api tersebut, langsung berubah menjadi sebuah penjara berbentuk persegi yang memiliki suhu di atas 500 derajat. Serta, langsung mengurung [HellBear] di dalam nya.
“Roarr!!!”
Raungan kesakitan [HellBear] menggema begitu keras di sana, hingga membuat tanah di sekitar nya menjadi bergetar.
Setelah sekitar 10 menit. Penjara api tersebut mulai menghilang. Lalu, setelah penjara api itu menghilang, muncul seekor monster berbentuk beruang, yang sudah hangus terbakar.
Lalu, setelah sekitar 1 menit lebih. Monster yang berbentuk beruang itu mulai sedikit bergerak dan akhirnya [HellBear] secara perlahan-lahan mulai bangkit. Pada saat [HellBear] mulai berdiri, luka yang dia miliki secara perlahan-lahan mulai beregenerasi.
Ketika Kayle melihat hal tersebut, dia mulai mengerutkan kening nya dan mulai kembali mengambil posisi bertarung. Lalu Kayle mulai membuka mulut nya dan berkata.
“Sudah ku duga, monster yang berada di atas Rank +A benar-benar sangat merepotkan, karena mereka pasti selalu memiliki skill regenerasi dan hal tersebut benar-benar sangat menjengkelkan”