![Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/finding-your-way-home-in-another-world-with-the-gender-change-skill-shadow---the-jester--remake-.webp)
Keesokan hari nya. Aku bangun lebih pagi dari yang lain nya untuk membuat sarapan. Aku bangun di saat matahari bahkan belum terlihat sedikit pun. Mungkin saja, ini karena kebiasaan buruk ku untuk menyiapkan sarapan untuk adik ku.
Karena aku bangun terlalu pagi. Aku memutuskan untuk berlatih mengayunkan pedang dengan bokken yang aku miliki.
Aku mulai berjalan sedikit menjauh dari gua, agar tidak mengganggu yang lain nya. Setelah beberapa menit berjalan, aku memutuskan untuk berhenti di dekat sungai kemarin dan berlatih di sana.
Mulai mengayunkan pedang kayu ku, aku memutuskan untuk mengayunkan pedang ku sebanyak 10.000 kali, sebelum menyiapkan sarapan untuk yang lain nya.
*2 Jam Kemudian*
“Huhh... huhh... fiuhh... ini benar-benar melelahkan. Sudah lama aku tidak melakukan hal seperti ini. Tubuh ku terasa begitu berat” Ucap ku dengan nada lelah sambil mulai mengatur nafas ku kembali.
Sekarang sudah sekitar 2 jam aku mengayunkan bokken milik ku ini. Akan tetapi, aku baru menyadari nya, jika bokken ku ini bakal menjadi lebih berat apabila aku menyalurkan mana ku ke dalam nya. Karena hal itulah, aku menjadi lebih lelah dari pada yang seharusnya.
Sejujurnya aku masih bertanya-tanya, tentang pemilik dari bokken ini. Karena aku mendapatkan bokken ini, ketika benda ini terjatuh tepat di atas kepala ku dengan sangat keras.
Ketika aku mengingat hal itu, aku benar-benar merasa ingin sekali membunuh orang yang melemparkan benda ini dengan sengaja ke arah ku.
Aku mulai menggelengkan kepala ku untuk menghilangkan pemikiran seperti itu. Mulai berdiri, lalu aku mulai berjalan ke arah sungai untuk mencuci wajah ku agar lebih segar.
Sesampainya di sana, tanpa basa-basi aku langsung mendekat ke arah sungai dan membilas seluruh wajah ku dengan air sungai. Ketika wajah ku terkena air sungai yang lumayan dingin ini, aku tidak bisa untuk tidak berkata. “Ahh... Menyegarkan sekali” Ucap ku sambil mulai membasuh rambut hitam ku juga.
Selesai melakukan hal itu, aku mulai kembali berdiri dan berbalik untuk berjalan kembali menuju ke arah gua. Akan tetapi, langkah kaki ku terhenti, ketika aku mulai mengingat sesuatu hal yang selalu ingin aku tanyakan kepada Heavenly-san.
Nehh Heavenly-san, bisakah kamu menggunakan [Appraisal] kepada bokken dan jubah yang aku gunakan ini?
Aku menanyakan hal itu kepada Heavenly-san secara internal sambil mulai kembali berjalan menuju gua. Beberapa saat kemudian, aku mulai mendengar suara milik Heavenly-san yang terdengar di dalam kepala ku.
[Menjawab]
[Memulai proses penilaian terhadap jubah yang dikenakan oleh Master dan pedang kayu yang ada di pinggang Master]
[Penilaian berhasil dilakukan]
[Menampilkan hasil dari penilaian]
Setelah serangkaian hal-hal yang dikatakan oleh Heavenly-san. Kemudian, mulai muncul sebuah layar hologram yang berada tepat di depan mata ku, dan tanpa basa-basi aku langsung membaca nya.
☆-----___-----___-----☆
Nama : Cloak of Despair (Cursed)
Kelangkaan : 5,8/10 Bintang
Efek : Jubah ini memiliki efek untuk membantu pengguna menjadi lebih kuat, dengan cara mengubah jiwa-jiwa dari orang-orang yang di bunuh oleh pengguna menjadi statistik dasar pengguna. Dan juga, menambah persentase selamat dari kematian sebanyak 50%.
Kutukan : Siapa pun yang sudah memakai jubah ini, maka dia tidak diizinkan untuk melepaskan nya lagi. Jika dia melepaskan jubah ini dengan paksa, maka dia akan mati saat itu juga, dan jiwa nya akan terjebak di dalam jubah ini.
Keterangan : Sebuah jubah yang pernah dipakai oleh Demon Lord pertama yang muncul di dunia ini. Jubah ini pernah menemani Demon Lord pertama membantai semua macam ras yang ada dan membawa ketakutan di seluruh penjuru dunia. Jubah ini juga merupakan salah satu dari 5 harta karun milik Demon Lord pertama yang di cari-cari oleh orang-orang.
☆-----___-----___-----☆
☆-----___-----___-----☆
Nama : ????
Kelangkaan : ????
Efek : ????
Keterangan : ????
☆-----___-----___-----☆
Melihat penjelasan yang ada di layar hologram di depan mata ku ini. Aku langsung mengerutkan alis ku dan tidak bisa menahan diri untuk tidak menanyakan apa yang dimaksud dengan penjelasan dari bokken nya ini.
Heavenly-san, jangan katakan pada ku, jika aku tidak memenuhi persyaratan untuk melihat penjelasan dari bokken ini?
Aku menanyakan hal itu sambil mulai mengepalkan tinju ku karena jengkel. Akan tetapi, Heavenly-san malah menjawab nya dengan begitu lantang dengan nada suara yang seakan-akan sedang mengejek ku.
[Menjawab]
[Itu benar sekali. Master masih terlalu lemah untuk melihat nya]
*Duarr!!*
*Brukk!!*
Aku langsung memukul pohon besar yang ada di samping ku dengan seluruh kekuatan yang aku miliki, ketika aku mendengar perkataan dari Heavenly-san.
Setelah beberapa menit aku menenangkan diri ku, akhirnya aku berhasil mendapatkan ketenangan ku kembali dan mulai kembali berjalan menuju gua, sambil mulai melupakan apa yang aku dengar sebelum nya.
Sesampainya di gua, aku langsung mengambil beberapa daging yang sebelum nya aku beku kan dengan menggunakan [Ice Magic] milik ku.
Setelah mengambil beberapa kilo daging [Crazy Wild Boar]. Aku mulai menaruh semua bahan-bahan yang diperlukan di atas meja sambil mulai memikirkan apa yang ingin aku masak buat sarapan pagi ini.
Beberapa menit kemudian, aku mendapatkan ide untuk memasak sesuatu dan mulai mengambil beberapa daging lagi untuk memasak.
30 menit kemudian, makanan yang aku masak sudah matang. Lalu aku mulai menaruh dan menata nya dengan rapi di atas meja kayu.
Apa yang aku masak untuk sarapan pagi ini adalah Beef Tariyaki yang sama seperti semalam. Aku memutuskan untuk memasak hal itu, karena aku tidak tahu selera dari Niji, Miyuki dan Charlene.
Di tambah lagi, karena semalam aku melihat jika mereka bertiga menyukai nya. Jadi aku memutuskan untuk membuat nya.
Sedikit tersenyum, aku mulai berjalan menuju kursi yang aku tempati semalam dan duduk di sana. Lalu, beberapa saat kemudian, aku melihat Miyuki yang dengan terburu-buru berlari keluar dari gua menuju ke arah ku sambil berkata.
“Selamat pagi Papa!” Ucap Miyuki dengan bersemangat sambil langsung duduk di pangkuan ku.
Melihat hal itu, aku hanya bisa tersenyum dengan hangat saja ke arah Miyuki sambil berkata. “Selamat pagi juga, Miyuki” Jawab ku dengan nada suara hangat sambil menepuk kepala Miyuki.
Kemudian, mulai terlihat juga Niji dan Charlene yang keluar dari dalam gua secara bersamaan dan mulai berjalan menuju bangku yang semalam mereka tempati sambil berkata.
“Selamat pagi Darling” Ucap Niji sambil tersenyum hangat ke arah ku.
“Selamat pagi Shimotsuki-dono” Ucap Charlene sambil mulai mengalihkan pandangan nya ketika aku melihat ke arah nya, dan aku bisa melihat, jika ada sedikit rona merah di pipi nya.
Melihat hal itu, aku memutuskan untuk mengabaikan nya, karena intuisi ku mengatakan untuk tidak mencari tahu hal itu lebih lanjut atau aku akan menaikkan sebuah bendera di atas kepalanya. Kemudian, aku mulai membuka mulut ku dan berkata.
“Selamat pagi juga Niji dan Charlene” Ucap ku sambil memasang senyum hangat di wajah ku.
Kemudian, kami mulai memakan sarapan yang telah aku buat.
30 menit kemudian, semua makanan yang ada di atas meja sudah habis tanpa sisa. Aku memang sudah menduga akan hal ini sih, tapi tetap saja aku masih bertanya-tanya, kemana semua makanan itu pergi? Apakah mereka tidak takut gemuk?
Memutuskan untuk melupakan apa yang baru saja aku pikirkan, aku mulai mengalihkan pandangan ku ke arah Niji sambil berkata. “Jadi, apakah Niji bisa menjelaskan tentang rencana yang semalam kamu bicarakan kepada ku itu?” Tanya ku dengan nada serius sambil mulai menatap Niji.
Melihat suasana serius yang dimiliki oleh ku. Niji hanya mengangguk saja sebagai persetujuan dan mulai menaruh cangkir kayu yang dia pegang sebelum nya. Lalu dia mulai mengalihkan pandangan nya ke arah ku dan berkata.
“Rencana nya itu sangat simple” Ucap Niji sambil mulai membuat sebuah miniatur dari suatu hutan yang terbuat dari tanah di atas meja.
Melihat miniatur tersebut. Kami semua langsung menatap nya dengan mata berbinar. Bahkan Charlene pun mulai menatap miniatur ini sama seperti Miyuki dengan mata yang dipenuhi oleh kekaguman.
Melihat tingkah laku dari kedua orang ini. Niji mulai memasang senyum yang seakan-akan mengatakan ‘Tolong Puji Aku’ di wajah nya. Aku yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum kecut saja ke arah nya sambil mulai menatap miniatur hutan ini dengan seksama.
Kemudian, Niji mulai kembali membuka mulut nya dan berkata. “Pertama, aku akan membuat kerusuhan di pusat kota dengan menggunakan salah satu dari sihir milik ku. Lalu, ketika semua orang yang ada di sana mulai sibuk dengan kerusuhan tersebut. Kami akan berpencar menjadi 2 tim yang berisikan 2 orang. Kemudian, masing-masing dari kelompok itu akan diberikan tugas nya masing-masing” Jelas Niji dengan nada serius sambil mulai memiliki suasana serius di sekitar nya.
“Kelompok pertama berisikan Charlene-kun dan Miyuki, sedangkan Kelompok yang kedua akan berisikan aku dan Darling. Lalu, tu-”
Akan tetapi, penjelasan dari Niji langsung diinterupsi oleh Miyuki yang mulai memeluk ku sambil berkata dengan nada marah. “Tidak!! Papa akan bersama dengan Miyuki!! Mama bersama dengan Charlene-onechan!!”.
Mendengar perkataan nya di potong oleh putri nya sendiri. Niji seperti nya mulai menjadi sangat kesal dan aku bersumpah, bahwa aku dapat melihat ada sebuah urat nadi yang mulai muncul di dahinya.
Kemudian, Niji mulai menarik Miyuki dengan paksa dari ku sambil berkata. “Kamu tidak boleh begitu egois Miyuki-chan. Mama dan Papa itu sudah menikah, jadi kami harus selalu bersama” Ucap Niji dengan nada yang terdengar sangat ramah.
Miyuki yang mendengar hal itu, langsung terdiam sebelum dia mulai mengerat kan pelukan nya sambil berkata. “Kalau begitu, Miyuki akan menikah dengan Papa juga!! Biar Mama tidak memonopoli Papa sendirian!!” Ucap Miyuki dengan nada kesal.
Mendengar pernyataan yang begitu tidak tahu malu dari putri nya ini. Aku bersumpah bisa melihat, jika urat nadi yang ada di dahi Niji mulai bertambah. Kemudian, Niji mulai melepaskan Miyuki dan mulai tersenyum dengan sangat tulis ke arah Miyuki.
Miyuki yang merasa Mama nya ini sudah tidak menarik nya lagi, dia menjadi sangat senang dan mulai memeluk ku dengan lebih erat. Lalu, ketika Miyuki mulai berbalik untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh Mama nya tersebut.
Miyuki langsung terdiam mematung sebelum menjadi sangat gemetaran, ketika dia melihat senyum yang dimiliki oleh Niji. Melihat senyum itu, Miyuki seperti nya mulai menjadi sangat ketakutan dan mulai lebih mengerat kan pelukan nya sambil mencoba untuk menyembunyikan ketakutan yang dimiliki oleh nya.
Melihat Miyuki yang ketakutan, senyum yang dimiliki oleh Niji menjadi semakin dalam. Kemudian, dia mulai membuka mulut nya dan berkata. “Ohh putri kecil ku yang manis. Apakah kamu tahu arti dari menikahi seseorang?” Tanya Niji dengan nada suara yang entah kenapa terdengar menakutkan.
Mendengar pertanyaan mendadak dari Niji, Miyuki menegang selama beberapa detik sebelum dia menjawab nya. “Mi-miyuki tahu!! Itu adalah saat dimana dua orang yang saling mencintai mulai menjalin hubungan kan!!” Jawab Miyuki dengan nada yang menjadi semakin mengecil menjelang akhir.
Kemudian, di mulailah perdebatan antara Ibu dan Anak bagian pertama yang berjudul ‘Ayahku adalah Milik ku dan bukan Milik Ibu ku’, atau mungkin saja judul nya yang ini ‘Anak Durhaka yang mencuri Ayah nya sendiri dari Ibu nya’.
Ketika aku mulai memikirkan hal-hal yang lucu di dalam kepala ku. Perdebatan di antara Ibu dan Anak ini menjadi semakin memanas, sedang kan Charlene yang tadi mencoba untuk menenangkan mereka berdua, dia sekarang sedang terperangkap di dalam sebuah bongkahan es, alias Charlene dibekukan oleh Niji karena mengganggu nya.
Karena aku tidak tahan melihat perdebatan ini. Tanpa basa-basi aku langsung memukul kepala dari pasangan Ibu dan Anak ini dengan sangat keras dan menyuruh mereka untuk melakukan seiza.
Kemudian, aku mulai berjalan ke arah gadis Dark Elf menyedihkan yang sedang membeku di dalam bongkahan es ini. Melihat hal itu, aku tidak bisa untuk tidak meminta maaf secara internal kepada Charlene.
Kemudian, aku langsung menyuruh Niji untuk mencairkan bongkahan es itu untuk membebaskan Charlene. Setelah Charlene terbebas, aku langsung membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh nya dan memberikan satu set pakaian hangat yang dibuat oleh Niji dari kulit monster yang aku bunuh kemarin.
Beberapa menit kemudian, aku mulai melihat bahwa Charlene sudah mulai membaik. Walaupun Niji dan Miyuki masih saling menatap dengan penuh permusuhan.
Aku yang melihat tingkah laku dari mereka berdua hanya bisa menghela nafas dengan lelah saja. Kemudian, aku mulai melakukan batuk palsu untuk menarik perhatian semua orang yang ada di sana.
Melihat semua nya mulai memperhatikan, aku sedikit tersenyum sebelum mulai menjelaskan rencana yang aku miliki.
“Kalau begitu, kita akan melakukan sesuai dengan rencana yang dibuat oleh Niji sebelum nya. Dengan kelompok yang berbeda. Kelompok pertama terdiri dari Aku dan Charlene yang akan mencari keberadaan dari Kakak nya Charlene ini. Sedangkan kelompok kedua terdiri dari Niji dan Miyuki yang akan membebaskan para gadis” Ucap ku dengan nada tegas sambil menatap semua orang dengan serius.
Melihat tidak ada orang yang menentang ide tersebut. Aku mulai menyuruh mereka untuk membereskan barang-barang terlebih dahulu sebelum pergi untuk menuju ke hutan [Mortem Forest].
30 menit kemudian, semua orang mulai berkumpul di depan pintu gua dengan persiapan yang matang. Melihat hal itu, aku mulai tersenyum dengan cerah sambil berkata. “Kalau begitu, mari kita pergi” Ucap ku sambil mulai menggendong Miyuki dan berlari menuju ke arah Utara sambil di ikuti oleh Charlene dan Niji di belakang ku.