Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]

Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]
Interlude : Kesedihan Souji



Di suatu tempat di dalam hutan yang memiliki nama Groen Forest. Terdapat 5 orang gadis dan 1 laki-laki. Masing-masing dari gadis tersebut sekarang sedang memandang Laki-laki itu dengan wajah khawatir.


Mereka semua khawatir. Karena laki-laki di depan mereka ini, tidak pernah ingin berbicara jujur tentang perasaan nya kepada siapa pun. Laki-laki tersebut selalu saja mencoba menyimpan segala nya sendirian.


Mereka semua mengetahui hal itu. Karena hal itulah kekhawatiran mereka menjadi semakin meningkat. Karena mereka takut, mereka lah penyebab dia menjadi seperti ini. Itulah alasan kenapa mereka semua sedang memandangi laki-laki itu dengan khawatir sekarang.


Sudah sekitar 1 jam semenjak laki-laki itu pingsan. Selama 1 jam tersebut mereka semua tidak ada yang berbicara sedikit pun. Mereka semua hanya diam sambil memandangi laki-laki yang sedang tertidur itu.


Setelah sekitar 1 jam lebih tidak ada yang berbicara, akhirnya salah satu dari mereka mulai berbicara.


“Jadi Miyouji-kun, apakah kamu bisa menceritakan apa yang sebenar nya kalian berdua bicarakan kemarin?”


Orang yang berbicara ini adalah seorang gadis yang memiliki  rambut berwarna biru yang di ikat ke samping dengan mata yang juga berwarna biru dan menggunakan kaca mata ini, tidak lain adalah Natsuki Sora.


Dia mengatakan hal itu sambil menatap tajam kepada salah satu dari mereka. Gadis yang dia tatap ini. Memiliki rambut panjang dan mata yang sama-sama berwarna merah ini memiliki nama Miyouji Nagisa.


Pada saat dia di tatap oleh Sora. Dia langsung memalingkan pandangan nya ke bawah. Walaupun begitu, semua orang mulai menatap nya.


“Itu benar. Tidak baik menyimpan rahasia di saat seperti ini Miyouji-senpai”


Orang yang berbicara dengan nada yang kesal ini. Merupakan seorang perempuan yang memiliki rambut berwarna pink dengan gaya twintal dan mata yang juga berwarna pink ini memiliki nama Hiro Sanada. Dia mengatakan hal itu sambil menatap tajam kepada Nagisa.


Akibat tatapan mereka yang menjadi semakin tajam. Nagisa akhirnya menyerah dan mulai membuka mulut nya.


“Baiklah. Aku akan menceritakan apa yang kami bicarakan kemarin malam”


Pada saat Nagisa mengatakan hal itu. Para gadis yang lain nya mulai mendengarkan nya dengan serius.


“Apakah kalian tahu. Kemarin Souji menceritakan tentang perasaan nya kepadaku sejak dia datang ke dunia ini”


Pada saat mendengar apa yang di katakan oleh Nagisa. Mereka semua langsung terkejut karena mendengar pernyataan nya itu.


Mereka semua terkejut. Karena mendengar orang yang tidak pernah berbicara tentang dirinya sendiri kepada siapapun, tiba-tiba berbicara kepada orang lain tentang dirinya sendiri.


Lalu gadis yang memiliki rambut berwarna hitam dengan gaya ponytail dan mata yang berwarna merah ini mulai berbicara.


“Kalau begitu-“


Tapi, sebelum dia bisa menyelesaikan apa yang ingin di katakan oleh nya. Tiba-tiba Nagisa langsung memotong nya dan mulai berbicara dengan nada suara yang agak sedih.


“Walaupun begitu, aku terkejut pada saat mendengar cerita dari Souji kemarin”


“Terkejut?”


Sanada mengatakan hal itu sambil memiringkan kepala nya. Tidak bukan hanya Sanada. Tetapi gadis yang lainnya pun ikut memiringkan kepala mereka pada saat mendengar apa yang di katakan oleh Nagisa.


“Apa yang dia katakan kemarin sangat berbeda dengan dia yang kita lihat hingga sekarang”


Nagisa mengatakan hal itu dengan nada suara yang sangat sedih. Dia sedih karena dia tidak menyadari tentang perasaan Souji yang sebenar nya. Walaupun begitu, dia juga sangat senang karena Souji ingin membicarakan


tenang dirinya sendiri dengannya.


Di sisi lain. Pada saat mendengar pernyataan dari Nagisa. Para gadis yang lain nya seketika memiliki ekspresi yang suram di wajah mereka. Mereka menjadi sangat suram karena mereka tidak tahu sama sekali tentang bagaimana perasaan Souji yang sebenar nya. Mereka takut apakah mereka telah melukai perasaan Souji secara tidak langsung.


Pertanyaan-pertanyaan tersebut terus-menerus muncul di dalam pikiran mereka. Pada saat mereka sedang sibuk di dalam pikiran mereka masing-masing. Tiba-tiba Nagisa mulai melanjutkan Kata-kata nya.


“Apakah kalian tahu. Kemarin adalah pertama kali nya aku melihat Souji menangis...”


Di sisi lain. Pada saat mendengar apa yang di katakan oleh Nagisa. Para gadis itu perlahan-lahan mulai memiliki air mata di wajah mereka.


Kenapa mereka menangis pada saat mendengar bahwa Souji menangis? Itu kerena mereka semua belum pernah melihat orang bernama Shimotsuki Souji menangis. Mereka semua hanya pernah melihat Souji yang  sedang tertawa atau sedang tertidur saja. Mereka tidak pernah melihat Souji menangis atau pun marah.


Mereka bahkan sangat terkejut, pada saat melihat Souji marah di Guild Petualang waktu itu. Di sekolah, dia tidak pernah marah sedikit pun pada saat  di cemooh oleh semua orang. Dia hanya membalas hal itu dengan tersenyum saja.


Karena hal itulah, mereka sangat terkejut pada saat mengetahui bahwa Shimotsuki Souji menangis. Mereka tidak menyangka, orang yang terlihat baik-baik saja dari awal, tiba-tiba menangis.


Pada saat mereka sedang merasa bersalah kepada Souji. Tiba-tiba Nagisa mulai melanjutkan kata-kata nya lagi.


“Dia menangis... Karena takut bahwa dia akan di tinggalkan oleh kita....”


Nagisa mengatakan hal itu sambil berusaha menahan air mata yang keluar semakin deras dari mata nya.


Di sisi lain. Pada saat mendengar hal itu. Meraka semua langsung terkejut. Mereka tidak menyangka bahwa Souji memiliki ketakutan seperti itu.


Setelah jeda sekitar 10 menit, akhirnya Nagisa mulai melanjutkan kata-kata nya lagi.


“Pada waktu itu juga, dia mengatakan bahwa semenjak dia datang ke dunia ini, dia mulai terlihat menjadi seperti orang lain. Dia juga bingung kenapa dia bisa dengan mudah nya membunuh seseorang dan tidak merasa


bersalah sama sekali. Setelah dia mengatakan hal itu dia perlahan-perlahan mulai menangis.”


Semakin dia melanjutkan kata-kata nya, semakin deras juga air mata yang jatuh dari mata nya.


Di sisi lain. Para gadis yang mendengar hal itu. mereka semua langsung menundukkan kepala mereka ke bawah. Walaupun begitu, air mata yang keluar dari mata mereka turun semakin deras.


Akhirnya setelah jeda sekitar 5 menit. Nagisa mulai berbicara lagi.


“Karena hal itu-“


Sebelum Nagisa bisa menyelesaikan apa yang ingin dia katakan. Tiba-tiba tangan dari laki-laki yang dari tadi sedang tertidur mulai bergerak.


Pada saat itu juga, mereka semua langsung menghapus air mata yang mereka miliki sebelum nya dan mencoba terlihat tenang.


“Uhh... Di mana aku? Dan juga jam berapa sekarang?”


Laki-laki tersebut mengatakan hal itu sambil mengusap mata nya. Dia mulai bangun lalu melihat sekeliling.


Pada saat dia sedang melihat-lihat sekeliling. Tiba-tiba ada suara seorang gadis yang memanggil nya dari belakang.


“Selamat pagi Sou-chan!!”


Gadis itu adalah Nagisa. Dia mengatakan hal itu sambil tersenyum dengan sangat tulus.


“Ohh Selamat pagi juga Nagisa dan yang lain nya. Jadi... apa yang sedang kalian lakukan?”


Souji menanyakan hal itu sambil memiringkan kepala nya.


“”Rahasia!””


Lalu para gadis menjawab pertanyaan itu dengan kompak sambil tersenyum nakal. Saat melihat hal tersebut, laki-laki itu hanya bisa memiringkan kepala nya saja.


Dan pada saat itu juga, mereka semua berjanji pada diri mereka sendiri, bahwa mereka tidak akan pernah meninggalkan Souji sendirian mulai sekarang.