![Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/finding-your-way-home-in-another-world-with-the-gender-change-skill-shadow---the-jester--remake-.webp)
Di sebuah padang rumput yang luas, terdapat sebuah gelombang energi yang sangat kuat. Gelombang energi tersebut, terus-menerus menjadi semakin membesar hingga menciptakan sebuah distorsi ruang.
Di tengah-tengah gelombang energi tersebut, terdapat 2 orang yang sedang berada di sekitar gelombang energi tersebut.
Salah satu dari mereka berdua, memiliki rambut berwarna hitam pekat, dengan mata kiri yang memiliki warna merah seperti darah, dan mata kanan berwarna biru muda yang sangat indah. Dia juga mengenakan baju siswa sekolah menengah jepang yang di tutupi oleh sebuah jubah hitam, serta memiliki sebuah syal berwarna putih yang menggantung di lehernya. Ya, orang itu adalah Shimotsuki Souji.
Sedangkan orang yang di sebelah nya itu, adalah seorang wanita cantik berusia 20 tahunan, dia memiliki rambut panjang yang berwarna seputih salju dengan mata yang berwarna ungu. Wanita itu juga mengenakan kimono mewah berwarna hitam dan ungu bergaya yukata, selanjutnya pegangannya memiliki embel-embel putih. Ya, dia adalah Shimotsuki Niji.
Mereka berdua sekarang sedang melakukan tahap akhir dari ritual kontrak pernikahan [DrachenHochzeit], yaitu membuat keturunan. Mereka berdua memutuskan untuk membuat keturunan, dengan cara menggabungkan kedua mana mereka untuk menciptakan sebuah kehidupan baru.
Setelah sekitar 30 menit lebih mereka berdua menggabungkan mana milik mereka. Akhirnya gelombang mana tersebut menyatu dan membentuk sebuah kepompong yang berwarna-warni.
[Pemberitahuan]
[Selamat, Master telah berhasil menyelesaikan kontrak pernikahan ‘DrachenHochzeit’ yaitu menciptakan keturunan]
[Selamat]
[Master telah berhasil menciptakan sebuah individu baru dengan cara menggabungkan mana Master dengan individu bernama Niji]
Souji mulai menghela nafas lega, ketika mendengar pemberitahuan dari Skill Unik [Heavenly Voice] miliknya.
“Huhh.... untuk sudah selesai, jika tidak.....huhh..... aku benar-benar akan kehilangan seluruh mana ku” Ucap Souji sambil berusaha kembali berdiri.
“Kamu benar Darling.....huhh..... mana milikku saja sekarang.....huhh..... hanya tinggal 10% saja....” Jawab Niji dengan wajah yang kelelahan.
Mereka berdua lalu mulai berjalan maju, untuk mendekati kepompong yang berada di depan mereka.
“Aku penasaran, monster seperti apa yang akan lahir dari gabungan mana kita berdua” Ucap Souji sambil mencoba memegang kepompong yang berwarna-warni tersebut.
Ketika mendengar pernyataan dari Souji, Niji langsung cemberut dan mulai mendekati Souji dan mulai membuka mulutnya untuk berbicara.
“Mouu!! Jangan menyebut anak kita berdua ini sebagai monster Darling Baka!” Ucap Niji sambil mencubit pinggang Souji dan mengembungkan pipinya.
“Saki sakit sakit!! Baiklah!!.... aku tidak akan mengatakan hal itu lagi..... jadi bisa tidak kamu berhenti mencubit ku!! Niji!!” Ucap Souji sambil berusaha melepaskan tangan Niji yang mencubit pinggangnya.
Ketika mereka berdua sedang berbicara, tiba-tiba kepompong yang berada di depan mereka sedikit demi sedikit menyala, sampai akhirnya kepompong tersebut menyala dengan sangat terang.
Pada saat kepompong itu mulai bersinar dengan sangat terang, Niji langsung melepas cubitannya, lalu mereka berdua langsung menutup mata mereka, dan mereka berdua juga mulai meletakkan lengan mereka di depan mata
mereka untuk menutupi penglihatan.
Cahaya itu berangsur-angsur mulai mereda. Lalu Souji dan Niji secara perlahan mulai membuka matanya kembali.
Setelah Souji dan Niji membuka matanya lagi, hal pertama yang mereka berdua lihat adalah seorang gadis kecil yang terlihat memiliki usia sekitar 5 tahun, sedang melayang di udara tanpa mengenakan busana apapun.
Gadis kecil tersebut memiliki rambut berwarna putih yang mirip seperti Niji dengan beberapa helai rambut hitam di bagian depan dan ujung rambutnya. Rambut gadis tersebut juga memiliki panjang yang mencapai bagian lututnya dengan satu buah rambut yang terlihat seperti antena yang menghadap ke depan.
Setelah beberapa saat, gadis kecil tersebut perlahan-lahan mulai membuka matanya. Lalu, pada saat Souji melihat pupil mata dari gadis kecil tersebut, dia langsung membeku di tempat selama beberapa saat. Gimana tidak terkejut coba, gadis tersebut memiliki pupil mata yang sangat mirip dengannya.
Pupil mata gadis tersebut memiliki dua warna mata yang terlihat sama persis seperti Souji. Beda nya, pupil mata kanan gadis tersebut memiliki warna merah seperti darah, sedangkan pupil mata kirinya berwarna biru muda.
Gadis kecil tersebut perlahan-lahan mulai turun. Setelah kaki gadis tersebut menginjak tanah, dia langsung menoleh ke arah Souji dan Niji. Lalu gadis kecil tersebut mulai berjalan ke arah mereka berdua.
Setelah sampai tepat di depan mereka berdua. Gadis kecil tersebut perlahan-lahan mulai membuka mulut kecilnya untuk berbicara.
“Apakah kalian berdua Papa dan Mama ku?” Tanya Gadis kecil itu dengan lugu.
Pertanyaan dari gadis kecil tersebut membangunkan Souji dari lamunan nya, dan dia mulai menoleh ke arah gadis kecil tersebut. Lalu, ketika dia ingin mencoba mengatakan sesuatu. Tiba-tiba Niji langsung membuka mulutnya dan mulai berbicara untuk memotong nya.
“Itu benar sekali, kita berdua adalah Papa dan Mama mu. Jadi panggil aku Mama dan panggil dia Papa mulai sekarang oke” Ucap Niji sambil tersenyum hangat ke arah gadis kecil itu dan mulai mengelus kepalanya.
Setelah mendengar jawaban dari Niji. Wajah gadis tersebut yang tadinya tanpa emosi, tiba-tiba langsung berubah menjadi sangat ceria dan dia mulai membuka mulutnya lagi untuk berbicara.
“Iya!! Mama!! Papa!!” Ucap gadis kecil tersebut dengan nada yang sangat gembira sambil tersenyum dengan sangat lugu.
Lalu, ketika Souji mendengar hal tersebut, Souji langsung membeku selama beberapa saat dan mulai membuka mulutku untuk berbicara.
“Tu-tunggu sebentar, jangan panggil aku Papa, panggil aku ‘Oni-chan’ saja” Ucap Souji dengan nada tegas.
Lalu, ketika Niji mendengar hal tersebut, dia langsung berjalan ke arah Souji sambil membuka mulutnya untuk berbicara.
“Mouu!! Darling tidak boleh mengatakan hal yang begitu kejam kepada anak kita tahu!!” Ucap Niji sambil mendekatkan wajah nya dengan Souji dan menatap matanya dengan sangat marah.
Ketika melihat tingkah laku Niji, Souji langsung mulai membuka mulutnya untuk kembali berbicara.
“Huhh.... aku ini masih berumur 17 tahun kau tahu, di tambah lagi aku ini masih seorang pelajar kamu tahu. Tidak mungkin ak-“
Pada saat Souji sedang berbicara, tiba-tiba ada seseorang yang menarik bajunya dan membuat Souji tersendat.
Gadis kecil tersebut perlahan-lahan mulai membuka mulutnya. “Papa... apakah Papa..... Membenci ku?” Tanya gadis kecil itu sambil menatap Souji dengan mata yang berkaca-kaca.
Pada saat Souji melihat ekspresi gadis kecil itu, dia langsung membeku di tempat selama beberapa saat.
Sial!! Tolong berhenti melihat ku dengan wajah itu!! Jika kamu melihat ku dengan wajah itu, aku jadi tidak bisa menolaknya!!!
Sial!! Jika disini ada FBI aku mungkin akan di tangkap karena kasus membuat loli menangis!! Apalagi jika
adikku melihat hal ini!! Dia mungkin akan membuatku hancur!!
Perdebatan tersebut, berlangsung selama sekitar 1 jam lebih di dalam pikiran Souji, sedangkan waktu yang ada di luar hanya berlangsung kurang dari 5 menit.
Karena melihat Souji tidak kian menjawab, gadis kecil itu akhirnya mulai memiliki air mata yang sedikit demi sedikit jatuh dari matanya.
Tik.....tik.....tik
“Uwwehhh.... Papa..... Papa membenci ku!!.... Uwweehhh” Ucap gadis kecil tersebut dengan air mata yang semakin deras keluar dari matanya.
Ketika melihat gadis kecil itu menangis, Niji langsung memeluknya dan mulai mengelus-elus kepalanya.
“Yosh... yosh.... Papa itu bukannya membenci mu, dia Cuma sedikit malu saja karena dia memiliki seorang putri yang sangat cantik seperti mu” Ucap Niji dengan nada suara yang sangat hangat sambil menatap ku dengan sangat tajam.
Setelah mendengar pernyataan dari Niji, gadis kecil tersebut langsung menoleh ke arah Souji dan menatap matanya, lalu gadis kecil tersebut membuka mulutnya untuk berbicara.
“Hiks...hiks... benarkah jika....hiks.... Papa....hiks.... tidak membenci ku?” Tanya gadis kecil tersebut sambil menatap ke arah Souji dengan wajah yang di penuhi air mata.
Di sisi lain. Ketika Souji melihat gadis kecil itu menangis. Entah kenapa, dadanya menjadi sangat sakit jika dia menolaknya. Dia merasa, jika dia menolak gadis kecil ini sekarang, maka dia akan menyesalinya seumur
hidupnya.
Karena hal itulah, ketika gadis kecil itu bertanya kepadanya dengan wajah yang penuh dengan air mata. Dia mulai berjalan maju menuju ke arah gadis kecil tersebut. Lalu, pada saat Souji sudah berada tepat di depan gadis kecil tersebut, dia mulai berjongkok dan mulai membuka mulutnya untuk berbicara.
“Itu benar. Papa tidak membenci mu. Bagaimana mungkin Papa bisa membenci Putri Papa yang cantik ini. Jadi, bisakah Putri Papa ini berhenti menangis” Ucap Souji sambil tersenyum hangat pada gadis kecil tersebut, serta
mulai membelai rambut gadis kecil itu.
Setelah mendengar jawaban dari Souji, gadis kecil tersebut langsung berhenti menangis. Lalu sudut bibir gadis kecil tersebut mulai terangkat dan menunjukkan senyuman yang ceria di wajah nya.
“Ya!! Aku berjanji tidak akan menangis lagi!!” Ucap gadis kecil tersebut sambil memeluk Souji dengan sangat erat.
Melihat hal tersebut, entah kenapa, sudut bibir Souji terangkat sedikit dan menampilkan senyum yang sangat hangat.
Di sisi lain. Ketika melihat Souji dan gadis kecil tersebut sedang berpelukan dengan hangat. Entah kenapa, Niji juga mulai tersenyum dan dia mulai memandang kedua orang itu dengan hangat.
☆-----___-----___-----☆
Setelah sekitar 30 menit lebih Souji dan gadis kecil itu berpelukan. Souji sekarang sedang duduk di kursi nya sebelum nya, serta Niji sedang duduk di kursi yang berada di depannya. Sedangkan gadis kecil yang sebelumnya, dia sekarang sedang duduk di pangkuan Souji sambil bersenandung.
Bukan hanya memiliki ciri fisik yang sama dengan kami berdua, dia juga memilik sedikit sifatku dan Niji.
Aku memikirkan hal itu sambil membelai rambut gadis kecil ini.
Setelah sekitar 5 menit lebih Souji membelai rambut gadis kecil itu, Souji akhirnya mulai berhenti, lalu dia mulai membuka mulutnya untuk berbicara.
“Ohh ya aku baru ingat. Nehh, siapa nama kamu?” Tanya Souji sambil menatap mata gadis kecil itu dengan mata yang penasaran.
Setelah Souji menanyakan hal itu, Niji langsung membeku selama beberapa saat. Lalu dia mulai menatap gadis kecil itu juga dengan tatapan yang penasaran juga.
Di sisi lain. Ketika mendengar pertanyaan dari Souji, gadis kecil tersebut langsung menoleh ke arah Souji dan mulai menatap matanya. Lalu gadis kecil tersebut mulai membuka mulutnya untuk berbicara.
“Aku tidak mempunyai Nama, jadi aku ingin Papa memberikan aku nama!!” Jawab gadis kecil tersebut dengan nada yang bersemangat sambil menatap mata Souji dengan penuh harapan.
Ketika mendengar jawaban dari gadis kecil ini, Souji dan Niji langsung membeku. Mereka berdua lupa kalau merekalah yang telah menciptakan gadis kecil ini. Dan tentu saja gadis kecil ini belum mempunyai nama.
Setelah beberapa saat, Niji mulai mengalihkan tatapan nya ke pada Souji. Ketika Souji melihat Niji menatapnya, dia mulai menghela nafas berat dan mulai memikirkan nama yang cocok untuk putrinya ini.
Hmm... aku harus memberi dia nama apa ya..... dia terlihat sangat imut dan juga terlihat seperti boneka.
Lalu rambutnya memiliki warna putih yang mirip dengan Niji, sedangkan warna matanya mirip denganku.
walaupun begitu, bedanya mata merah dia berada di sebelah kanan, sedangkan aku di sebelah kiri, begitu juga sebaliknya...
hmm.... ini menyusahkan sekali..... Putri..... Putri Salju..... Salju.... ohh ya!! Bagaiman dengan itu!!
Setelah Souji menemukan nama yang cocok untuk putrinya ini, dia langsung mulai membuka mulutnya kembali untuk berbicara.
“Baiklah, nama kamu sekarang adalah Shimotsuki Miyuki!!” Ucap Souji dengan nada yang antusias.