![Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/finding-your-way-home-in-another-world-with-the-gender-change-skill-shadow---the-jester--remake-.webp)
Jika kalian bertanya, bagaimana Akiko bisa sampai menguping perkataan dari wanita berambut emas ini. Kalau begitu, mari kita kembali ke beberapa jam yang lalu sebelum wanita itu mulai berbicara.
.....
....
...
Setelah menyelesaikan makan malam bersama dengan orang-orang yang dipanggil seperti nya. Akiko langsung pergi dari tempat tersebut untuk memetak kan seluruh tempat yang ada di Kastil ini.
Karena banyak sekali siswa atau pun guru yang nyasar ketika ingin pergi ke suatu tempat, karena Kastil ini memiliki ukuran yang sangat besar dan banyak sekali tikungan di setiap jalan nya.
Karena hal itulah, Akiko memutuskan untuk memetak kan seluruh Kastil ini dan memberikan nya semua orang, agar mereka tidak gampang tersesat.
Setelah sekitar 2 Jam lebih Akiko memetak kan seluruh bagian Selatan dari Kastil ini, dia langsung menuju ke bagian terakhir, yaitu bagian timur dari Kastil ini.
Akan tetapi, baru beberapa menit Akiko berjalan untuk memulai memetak kan bagian timur Kastil. Dia tiba-tiba melihat sesosok yang tidak pernah dia lihat sebelum nya di teras kastil.
Sosok tersebut adalah seorang wanita dengan gaun onepiece, wanita ini memiliki rambut panjang sepinggang yang berwarna emas, dan dia juga memiliki mata yang berwarna biru keemasan dengan titik berwarna hijau giok ditengah nya. wanita ini juga memiliki wajah yang terlihat sangat dingin, dan seakan-akan dia adalah sebuah boneka yang tidak memiliki emosi sama sekali.
Ketika Akiko melihat wajah tanpa emosi dari wanita ini, entah kenapa naluri nya mengatakan untuk tidak melawan nya, dan secepatnya melarikan diri dari tempat ini sebelum wanita itu menyadari keberadaan nya.
Karena Akiko begitu penasaran dengan wanita itu, lalu dia mulai mengaktifkan semua Skill tipe sembunyi nya untuk menguping apa yang dikatakan oleh wanita berambut emas tersebut.
Setelah sekitar 30 menit lebih, akhirnya wanita berambut emas ini mulai membuka mulut nya dan berkata.
“Aizawa Saki dan Shimotsuki Souji, apa sebenarnya hubungan diantara mereka berdua..... ”
Akiko langsung menjadi sangat terkejut ketika dia mendengar nama Souji dan Saki di sebut oleh wanita berambut emas ini, dia bahkan sampai secara tidak sengaja menyenggol meja yang ada di sebelah nya dan hampir membuat jatuh barang yang ada di atas meja itu, untung saja dia tepat waktu untuk menghentikan barang itu terjatuh.
Di saat Akiko sedang dalam keadaan panik, wanita berambut emas ini mulai kembali membuka mulut nya lagi dan berkata.
“Dan lagi.... kenapa aku sama sekali tidak bisa melihat status milik manusia yang bernama Shimotsuki Souji ini....”
Akiko yang mendengar nama Souji lagi-lagi disebut oleh wanita berambut emas ini, dia mau tidak mau kembali menjadi sangat terkejut, lalu dia mulai diam dan mendengarkan semua yang dikatakan oleh wanita ini.
“Di tambah lagi.... setiap kali aku ingin memeriksa manusia ini dengan paksa.... pasti ada sesuatu hal yang terjadi.... dan membuatku gagal melakukan hal tersebut.... seakan-akan alam itu sendiri menolak siapa pun untuk melukai nya....”
Semakin Akiko mendengar omongan dari wanita berambut emas ini tentang Souji, semakin membuat dia mengingat tentang apa yang dikatakan oleh Souji waktu itu.
Sebenarnya Akiko adalah satu-satu nya orang yang mengerti maksud dari apa yang dikatakan oleh Souji tentang Raja dan Imam besar waktu itu. Akan tetapi. Dia sama sekali tidak berani mengatakan nya dengan lantang waktu itu, karena dia tidak memiliki keberanian.
Akiko sebenarnya sangat terkejut, ketika dia mendengar Souji mengatakan hal itu dengan sangat lantang, seakan-akan dia sengaja memprovokasi semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut.
Waktu Akiko mendengar hal itu, dia langsung mengutuk kebodohan dari Souji, karena tidak mungkin ada orang yang berani menghina Raja di depan rakyat nya sendiri seperti Souji.
Ditambah lagi, Souji bahkan menghina Dewa Dunia ini di depan seorang Paus, dan pada saat Akiko melihat hal itu dia langsung ingin sekali meninju nya.
Alasan sebenarnya kenapa Akiko bisa tahu jika Sang Raja dan Paus ini berbohong, karena dia dan kakak nya dulu pernah di selamat kan oleh seorang Anak laki-laki yang memiliki rambut panjang berwarna putih yang diikat dengan gaya ponytail dengan mata heterochromia yang berwarna biru langit dan merah darah.
Akiko dan kakak nya di selamat kan oleh nya dari beberapa orang yang mengejar mereka berdua, anak laki-laki ini datang di saat kakak nya hampir terbunuh dan menyelamatkan nya.
Bukan hanya menyelamatkan mereka berdua saja, anak laki-laki yang kira-kira seumuran dengan nya ini juga bahkan meminta mereka untuk memilih mengikuti nya atau tidak.
Akiko yang mendengar pertanyaan dari anak laki-laki itu ingin menolak nya, akan tetapi, kakak nya langsung menerima nya saja tanpa memikirkan apa pun, bahkan kakak nya juga sempat membuat anak laki-laki berambut putih ini untuk berjanji agar dia melindungi Akiko apa pun yang terjadi.
Akiko yang mendengar permintaan tidak masuk akal dari kakak nya itu, dia mau tidak mau langsung memukul nya dan langsung menyuruh nya diam, akan tetapi, pada saat Akiko ingin meminta maaf kepada anak laki-laki berambut putih ini.
Anak laki-laki berambut putih ini malah mulai tertawa terbahak-bahak, Akiko dan kakak nya langsung terdiam dan menatap anak laki-laki berambut putih yang ada di depan nya ini dengan wajah bingung, mereka berdua tidak mengerti alasan kenapa anak laki-laki yang ada di depan mereka ini tertawa.
Setelah anak laki-laki ini selesai tertawa, dia langsung tersenyum ke arah mereka berdua, lalu anak laki-laki berambut putih ini mulai membuka mulut nya dan berkata.
“Baiklah, karena kamu orang yang cukup menarik, bagaimana jika kita berteman? Bukankah itu terdengar sangat menyenangkan?” Ucap Anak laki-laki itu dengan nada yang kekanak-kanakan sambil mulai berjalan ke arah mereka berdua.
Akiko dan kakak nya hanya bisa menatap anak laki-laki yang ada di depan nya ini dengan wajah bingung sambil mencoba memproses apa yang baru saja dikatakan oleh nya.
Akan tetapi, sebelum Akiko dan kakak nya bisa mencerna apa yang dikatakan oleh anak laki-laki berambut hitam ini, dia sudah berada tepat di depan mereka berdua.
“Tenang saja ****\, aku pasti akan menjaga adik mu apa pun yang terjadi\, karena hal itu sekarang istirahat lah dengan tenang” Anak laki-laki berambut putih ini mengatakan hal itu kepada kakak nya Akiko dengan nada suara yang terdengar sangat lembut sambil menepuk pundak nya dan tersenyum ke arah nya.
Kakak nya Akiko yang mendengar hal itu, entah kenapa langsung memiliki senyum di wajah nya dan langsung terjatuh ke lantai.
Akiko yang melihat hal itu, dia langsung bergegas berlari menuju ke arah kakak nya untuk melihat keadaan nya.
Akan tetapi, Akiko dihentikan oleh anak laki-laki berambut putih itu, tangan Akiko dipegang dengan erat oleh nya. Lalu ketika Akiko ingin meminta penjelasan kepada nya, anak laki-laki itu langsung memotong nya dan berkata lebih dulu dibandingkan dia.
“Tenang saja, kakak mu itu hanya tertidur saja, dia terlihat sangat kelelahan sekali, jadi biarkan dia tidur dengan nyenyak” Ucap anak laki-laki berambut putih ini dengan nada serius sambil menarik Akiko ke dalam peluk kan nya.
“Di tambah lagi, jika kamu ingin menangis, maka menangis lah, jangan menahan nya lagi, karena kamu adalah seorang gadis, jadi menangis adalah hal yang wajar” Ucap Anak laki-laki itu dengan nada yang sangat lembut sambil menepuk-nepuk rambut Akiko.
Setelah mendengar hal itu Akiko langsung menangis, karena dia tidak bisa menahan nya lagi, setelah dia tiba-tiba merasakan kehangatan yang sudah lama tidak dia rasakan.
Anak laki-laki yang berambut putih itu hanya bisa tersenyum dengan lembut saja ke arah nya sambil mulai membelai rambut hitam legam milik Akiko. Setelah jeda beberapa saat, anak laki-laki itu kembali membuka mulut nya lagi dan berkata.
“Tenang saja gadis kecil, kamu tidak akan terluka lagi mulai sekarang, aku akan melindungi mu sesui janji ku dengan kakak mu” Ucap Anak laki-laki itu dengan nada yang semakin lembut sambil menepuk-nepuk kepala Akiko.
Setelah itu Akiko terus menangis di dalam peluk kan anak laki-laki berambut putih itu. Keesokan hari nya, Akiko dan kakak nya memutuskan untuk mengikuti anak laki-laki berambut putih itu, dan mulai diajari berbagai macam hal yang diperlukan untuk bertahan hidup di dalam masyarakat.
Dan karena hal itulah, Akiko dan kakak nya juga diajari bagaimana melihat seseorang berbohong atau tidak dari aliran nafas dan berbagai macam hal lain nya.
....
Pada saat Akiko sedang mengenang kenangan tersebut, dia terbangun ketika melihat Souji berjalan pergi tanpa ragu sedikit pun bersama dengan 5 gadis lain yang merupakan Primadona Sekolah.
Akiko menjadi sangat terkejut, ketika dia melihat hal itu. Akiko tidak bisa berkata-kata tentang keberanian dari Souji yang sangat berani pergi keluar menuju dunia dimana kamu tidak mengenal siapa pun bahkan dunia itu sendiri.
Akiko hanya bisa mengutuk Souji di dalam hati saja, dan dia benar-benar ingin sekali memukul Souji dengan sekuat tenaga sekarang. Akan tetapi, Akiko tidak bisa melakukan hal-hal itu, karena Souji sudah ke buru keluar dari ruangan.
.....
....
...
..
.
Akiko yang sedang mengingat-ingat tentang kejadian di masa lalu, dia mau tidak mau terbangun oleh kalimat selanjut nya yang dikatakan oleh wanita berambut emas tersebut.
“Biarlah.... Biarkan waktu saja yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dariku ini.... Karena Aurora-sama juga.... sepertinya tidak peduli akan hal itu sama sekali.... dan Beliau sepertinya.... hanya ingin menikmati hiburan nya tanpa diganggu saja...”
Akiko langsung membeku di tempat dengan pikiran yang benar-benar menjadi kosong, ketika dia mendengar hal tersebut.
Akan tetapi, ketika Akiko ingin mengalihkan pandangan nya ke arah wanita berambut emas itu, wanita itu sudah menghilang dan meninggalkan dia sendirian saja di sana.
.....
....
...
Jadi seperti itulah yang terjadi, Akiko sekarang masih berada di tempat itu sambil menatap bulan yang ada di langit.
“Neh-neh Oni-chan.... apa yang harus aku lakukan sekarang.... aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa....” Ucap Akiko dengan nada suara yang terdengar sedih sambil menatap dua bulan yang ada di langit.
“Aku tidak tahu bagaimana cara nya.... apakah kita benar-benar hanya menjadi hiburan bagi Dewi Dunia ini saja?” Tanya Akiko dengan nada yang tertekan sambil menatap bulan dengan mata melankolis.
“Tolong selamatkan aku ***** ” Ucap Akiko dengan nada sedih sambil mulai meneteskan air mata.
Lalu pertanyaan dari Akiko tidak dijawab oleh siapa pun, dan di biarkan terbang begitu saja dan menghilang di udara.