Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]

Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]
Chapter 44 : Makan Malam



“Papa, apa yang sedang Papa lakukan?” Tanya seorang gadis berumur 5 tahun dengan rambut berwarna putih seperti salju dan terdapat beberapa helai rambut hitam di bagian depan dan ujung rambut nya, gadis itu juga memiliki warna mata yang berbeda satu sama lain, warna mata kanan dari gadis itu berwarna merah darah, sedangkan warna mata kiri nya berwarna biru langit.


Ya, gadis ini adalah Shimotsuki Miyuki, dia menanyakan hal itu sambil menatap ku dengan mata yang berbinar.


“Papa sedang memasak makanan untuk kita” Aku menjawab hal itu dengan nada lembut sambil tersenyum ke arah Miyuki.


Miyuki yang mendengar hal itu langsung menjadi sangat bersemangat, dia langsung mengangkat tangan kanan nya tinggi-tinggi sambil berteriak dengan nada suara yang bersemangat.


“Miyuki!! Miyuki ingin membantu Papa memasak juga!!”


Aku yang mendengar hal itu hanya bisa menghela nafas dengan berat saja dan mengangguk untuk menyetujui nya.


Miyuki yang melihat angguk kan ku, dia langsung melompat dengan gembira. Jujur saja, hal itu benar-benar sangat menggemas kan, entah kenapa sekarang aku agak sedikit bersyukur tentang pertemuan ku dengan Niji.


Aku tidak tahu pertemuan itu di atur oleh seseorang, atau pun Cuma kebetulan belaka, atau juga pertemuan kami itu adalah sebuah takdir, akan tetapi, hanya satu hal saja yang pasti tentang hal ini, aku bersumpah, bahwa aku tidak akan membiarkan Miyuki menangis.


Dengan pemikiran seperti itu, aku mulai mengepalkan tangan ku sambil menatap Miyuki dengan hangat.


.....


Setelah 5 menit lebih Miyuki melompat-lompat dengan sangat bahagia, dia mulai berhenti, lalu dia mulai menoleh ke arah ku sambil memiliki sebuah senyum cerah yang terpampang di wajah nya, dan setelah itu dia langsung menuju ke arah ku sambil membuka mulut nya dan berbicara.


“Kalau begitu, apa yang bisa Miyuki bantu Papa!?” Miyuki menanyakan hal itu dengan nada bersemangat sambil menatap ku dengan mata anak anjing.


Aku yang melihat tatapan dari Miyuki, mau tidak mau langsung mengangguk tanpa memikirkan apa pun, karena tidak mungkin ada seorang makhluk hidup yang bisa menolak nya, apa lagi kalau sudah di kombo dengan mata itu, Cuma orang yang tidak memiliki kewarasan saja yang akan menolak nya.


“Baiklah, kalau begitu, hal pertama yang harus di lakukan oleh Miyuki adalah membantu Papa memotong daging [Crazy Wild Boar] ini, jadi perhatikan baik-baik bagaimana melakukan nya oke?” Aku mengatakan hal itu dengan nada tegas sambil mengambil beberapa daging dari sebuah mangkuk besar yang terbuat dari kayu.


Miyuki yang mendengar hal itu, dia langsung mengangguk dengan bersemangat, dan aku bisa melihat nya dengan jelas, kalau di mata nya itu memiliki sebuah tekad yang sangat kuat untuk membantu ku.


Lalu Miyuki mulai memperhatikan bagaimana cara ku memotong daging dengan seksama, walaupun begitu, aku masih bisa melihat tangan dari Miyuki sedikit gemetaran karena gugup, mungkin saja dia menjadi sangat gugup karena ini pertama kali nya dia melakukan hal ini, dan dia tidak ingin mengecewakan ku.


Melihat hal itu, aku tidak bisa untuk tidak tersenyum dengan hangat, lalu aku mulai membuka mulut ku dan berkata dengan nada suara yang sangat lembut.


“Tidak perlu terlalu gugup Miyuki, kamu tidak perlu memaksakan diri mu seperti itu, di tambah lagi ini adalah pertama kali kamu melakukan hal ini kan, jadi jika nanti kamu melakukan suatu kesalahan, hal itu adalah sesuatu hal yang wajar” Aku mengatakan hal itu dengan nada yang sangat lembut sambil tersenyum hangat ke arah Miyuki.


Miyuki yang mendengar perkataan dari ku ini, dia tersentak selama beberapa saat sebelum dia mulai mengalihkan pandangan nya ke arah ku.


Aku yang melihat jika Miyuki mulai menatap langsung ke arah ku, aku hanya bisa memiringkan kepala ku ke samping saja dengan bingung.


Aku benar-benar tidak tahu alasan kenapa dia mulai menatap ku dengan ekspresi serius yang terpampang di wajah nya ini, akan tetapi, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa ketika aku melihat hal itu, karena bukan nya menjadi terlihat serius, Miyuki malah terlihat sangat menggemas kan.


Setelah Miyuki menatap ku selama 5 menit lebih, dia kemudian mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Kalau begitu, biarkan Miyuki yang memotong nya!!” Miyuki mengatakan hal itu dengan nada memohon sambil menatap ku dengan mata yang di penuhi dengan tekad.


Aku yang melihat hal itu hanya bisa mengangguk saja, kemudian aku mulai membiarkan Miyuki untuk membantu ku memotong daging-daging itu.


Aku tidak bisa menahan diri ku untuk tidak tersenyum, ketika melihat Miyuki yang sedang memotong beberapa daging dengan sangat serius.


Setelah sekitar 1 menit lebih aku memperhatikan Miyuki, aku mulai mengalihkan pandangan ku dari nya dan mulai kembali fokus untuk memasak.


☆-----___-----___-----☆


Pada saat Souji dan Miyuki sedang memasak, gadis Dark Elf yang mereka temui akhir nya mulai membuka mata nya.


Aku tidak menyangka, kalau masih ada orang yang ingin membantu seorang Dark Elf, biasa nya orang-orang hanya ingin menjadi kan Dark Elf sebagai budak saja atau mereka mungkin saja akan membunuh nya.


Akan tetapi, kenapa pria ini mau membantu ku? Bukan hanya membiarkan aku menangis di dalam peluk kan nya, pria itu juga bahkan membantu untuk mengobati luka-luka ku, dia benar-benar orang yang sangat baik.


Pikir gadis Dark Elf tersebut sambil secara perlahan mulai memiliki senyum di wajah nya, dia kemudian mulai melihat-lihat area di sekitar nya untuk mencari tahu di mana dia berada sekarang.


Apakah ini sebuah gua? Tapi kenapa bisa seluruh lantai dan tembok nya sangat halus dan bahkan tempat ini terlihat seperti sebuah rumah? Hal ini benar-benar membingungkan.


Pikir Gadis Dark Elf itu sambil mencoba untuk berdiri. Akan tetapi, dia tiba-tiba mendengar sebuah suara perempuan dari arah belakang.


“Jadi kamu akhir nya bangun juga ya”


Ketika gadis Dark Elf ini mendengar suara itu, dia secara refleks langsung berbalik dan mundur beberapa langkah ke belakang.


Pemilik dari suara itu menjadi sedikit terkejut, ketika melihat gadis Dark Elf ini melompat mundur dengan tergesa-gesa.


“Siapa Kamu?!” Tanya gadis Dark Elf ini dengan nada suara serius sambil menatap tajam ke arah orang yang ada di depan nya.


Gadis Dark Elf ini menjadi sangat terkejut, ketika dia melihat siapa pemilik dari suara yang memanggil nya tadi.


Orang yang sebelum nya memanggil nya ini, dia merupakan seorang wanita yang terlihat memiliki umur sekitar 20 tahunan. Wanita ini juga memiliki fisik yang ramping, kulit lembut, dan mata ungu. Dia memiliki rambut putih bertekstur halus yang tampak seolah ditaburi salju. Wanita itu juga memiliki Wajah yang terlihat sangat lembut dan anggun.


Wanita itu mengenakan sebuah kimono mewah berwarna hitam dan ungu bergaya yukata, dengan pegangannya yang memiliki embel-embel putih. Serta, wanita ini juga mengikat rambut panjang nya dengan gaya ponytail.


Ketika wanita ini mendengar pertanyaan itu, dia hanya memberi nya sebuah senyum anggun. Setelah jeda beberapa detik, wanita ini mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Bukan kah sangat tidak sopan untuk menanyakan nama orang lain sebelum memperkenalkan diri nya sendiri, ya aku juga tidak terlalu mempermasalahkan hal itu sih” Ucap Wanita ini dengan nada lembut sambil memegangi dagu nya.


Setelah wanita itu berpikir selama beberapa detik, dia mulai kembali membuka mulut nya dan berkata.


“Kalau begitu, izinkan aku memperkenalkan diri ku terlebih dahulu, nama ku adalah Shimotsuki Niji...” Ucap wanita itu dengan nada lembut sambil tersenyum dengan anggun.


“...dan merupakan istri dari Shimotsuki Souji, laki-laki yang sebelum nya menggendong mu” Lanjut nya dengan nada yang masih sama seperti sebelum nya sambil menatap gadis Dark Elf di depan nya dengan tajam.


Gadis Dark Elf yang ada di depan nya ini menjadi sedikit terkejut, pada saat dia mengetahui kalau laki-laki yang menggendong nya sebelum nya itu, sudah memiliki seorang istri.


Walaupun begitu, karena wanita di depan nya ini sudah memperkenalkan diri nya, dia juga harus memperkenalkan diri nya sendiri kepada wanita di depan nya ini.


“Salam ke-“


Akan tetapi, pada saat gadis Dark Elf ini baru membuka mulut nya untuk memperkenalkan diri nya sendiri, kata-kata nya langsung di potong oleh teriak kan seorang gadis kecil.


“Mama makanan nya sudah siap!!”


Di arah sumber dari suara itu berasal, di sana terdapat seorang gadis kecil yang terlihat baru berumur sekitar 5 tahun sedang berlari ke arah mereka berdua dengan sangat bersemangat.


Gadis kecil ini memiliki fisik yang ramping, kulit lembut, dan mata heterochromia yang berwarna biru dan merah. Dia memiliki rambut putih bertekstur halus yang tampak seolah ditaburi salju. Dia juga memiliki Wajah yang terlihat sangat lugu dan imut.


Gadis kecil ini juga menggunakan sebuah Kimono berwarna biru dengan motif bunga yang berwarna merah. Dia juga mengenakan sebuah Hakama berwarna merah yang terlihat tidak kontrak dengan atasan nya. walaupun begitu, gadis kecil ini entah kenapa terlihat sangat cocok dengan pakaian nya itu.


Gadis Dark Elf ini tidak bisa memahami apa yang sedang terjadi dan hanya berdiri diam saja sambil menatap gadis kecil yang berlari ke arah wanita yang ada di depan nya.


Sedangkan, Niji yang melihat gadis kecil ini berlari ke arah nya, dia langsung tersenyum dengan lambut ke arah gadis kecil ini, lalu dia mulai berjalan perlahan ke arah gadis kecil itu sambil membuka mulut nya untuk berbicara.


“Baiklah Miyu-chan, Mama akan segera ke sana” Niji mengatakan hal itu dengan nada lembut sambil berjalan menuju gadis kecil yang sedang berlari ke arah nya.


Ketika gadis kecil ini mendengar hal itu, dia menjadi semakin bersemangat dan mulai mempercepat langkah kaki nya. Setelah gadis kecil ini sudah berada di dekat Niji, dia langsung menarik tangan dari Niji.


“Cepatlah Mama!! Miyuki sudah lapar!!” Gadis kecil ini mengatakan hal itu dengan nada gembira sambil terus menarik tangan dari Niji.


Niji yang melihat hal itu, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum ke arah gadis kecil ini, lalu dia mulai kembali membuka mulut nya dan berkata.


“Kalau begitu, Miyu-chan pergi duluan ke Papa aja, Mama ada sedikit urusan dengan One-chan yang ada di sana” Niji mengatakan hal itu dengan nada lembut sambil menunjuk ke arah gadis Dark Elf yang dari tadi berdiri diam saja.


Gadis kecil ini langsung mengangguk setelah mendengar hal itu, dan setelah itu gadis kecil itu kembali berlari menuju ke tempat dia datang sebelum nya.


Di sisi lain, gadis Dark Elf yang tiba-tiba di tunjuk menjadi sangat terkejut dan mulai berteriak ke arah Niji.


“Tu-tunggu sebentar!! Apa maksu-“


Akan tetapi, lagi-lagi kata-kata nya di potong oleh seseorang, dan kali ini yang memotong nya itu adalah Niji.


“Aku hanya ingin menanyakan, apakah kamu ingin makan bersama kami?” Niji menanyakan hal itu dengan nada suara lembut sambil berjalan menuju ke arah dimana gadis kecil sebelum nya pergi.


Gadis Dark Elf yang mendengar hal itu langsung terdiam, dan tiba-tiba perut nya mulai berbunyi.


Niji yang mendengar hal itu hanya bisa tertawa kecil saja sambil mulai berhenti, lalu Niji langsung mengalihkan pandangan nya ke arah gadis Dark Elf itu dan dia mulai membuka mulut nya lagi untuk berbicara.


“Jadi, apakah kamu ingin bergabung atau tidak?” Niji menanyakan hal itu lagi dengan nada yang sama seperti sebelum nya sambil menatap gadis Dark Elf ini dengan serius.


Gadis Dark Elf ini hanya bisa mengangguk kan kepala nya dengan malu-malu saja.


Niji yang melihat persetujuan dari gadis Dark Elf ini, dia langsung kembali membuka mulut nya lagi dan berkata.


“Kalau begitu, cepat lah kemari sebelum Darling menjadi marah, karena Darling itu tidak suka orang yang membuang-buang waktu makan nya” Niji mengatakan hal itu dengan nada main-main sambil mulai kembali berjalan.


Gadis Dark Elf itu hanya bisa mengangguk saja, dan dia mulai berjalan mengikuti Niji menuju ke arah luar dari tempat itu.


☆-----___-----___-----☆


Sekarang sudah 30 menit lebih setelah Miyuki kembali ke sini, dan Niji masih saja belum muncul. Apa yang sebenarnya dia lakukan. Jika dalam 5 menit lagi dia belum muncul, aku akan meninggalkan nya dan mulai makan sendirian saja.


Lalu aku sedikit menoleh ke arah kanan untuk melihat apa yang sedang di lakukan oleh Miyuki. Dan aku benar-benar sedikit terkejut dengan apa yang sedang dia lakukan. Ku kira dia bakal bosan menunggu selama 30 menit. Akan tetapi, seperti nya hal itu tidak mempengaruhi nya sama sekali dan dia mulai bersenandung dengan riang.


Miyuki yang seperti nya menyadari tatapan dari ku. Dia mulai mengalihkan pandangan nya ke arah ku. Setelah itu Miyuki langsung menunjuk kan senyum yang sangat ceria kepada ku sambil mengayun-ayun kan kaki nya.


Aku yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum balik saja ke arah Miyuki. Lalu aku mulai mengelus kepala nya dengan sangat lembut sambil menikmati suasana yang sangat menenangkan ini.


Di sisi lain, Miyuki yang tiba-tiba merasakan kepala nya di elus oleh ku tidak menolak nya. Lalu dia mulai menikmati elusan dari ku sambil masih terus mengayun-ayun kan kaki nya.


Di saat aku dan Miyuki sedang menikmati suasana yang sangat menenangkan ini. Tiba-tiba kami berdua langsung terbangun oleh batuk dari seseorang.


“Ahem!!”


Aku dan Miyuki secara bersamaan langsung mengalihkan pandangan kami ke arah dari mana suara itu berasal. Di sana kami berdua menemukan Niji yang sudah duduk di kursi yang terletak di sisi kiri ku dan gadis Dark Elf yang sebelum nya sedang duduk di kursi yang ada di depan ku.


Aku awal nya sedikit terkejut sih ketika melihat nya duduk di depan ku. Karena mau bagaimana lagi ya. Dia aja pada saat kami berdua pertama kali bertemu terlihat sangat ketakutan.


Walaupun begitu, karena aku terlalu lapar untuk memperdulikan hal itu. Aku langsung mengangkat kedua tangan ku setinggi dada dan mendekatkan nya satu sama lain. Kemudian aku mulai membuka mulut ku dan berkata.


“Itadakimasu”


“I-itadakimasu”


Semua orang yang ada di sana kecuali Miyuki terlihat sangat bingung dengan apa yang aku lakukan. Akan tetapi, mereka masih mengikuti hal itu.


Aku mengabaikan hal itu dan mulai menyantap makanan yang aku buat sebelum nya. Aku membuat Beef Tariyaki sederhana untuk makan malam kali ini. Walaupun aku tidak menggunakan daging sapi sih.


Sejujur nya aku sedikit ragu tentang rasa nya sih. Karena aku menggunakan bahan-bahan yang terlihat mirip saja, dan tentu saja, aku sudah berkonsultasi dengan Heavenly-san tentang bahan-bahan itu. Aku menggunakan daging [Crazy Wild Boar] untuk menggantikan daging sapi nya.


Tapi seperti nya aku tidak perlu mengkhawatirkan soal rasa dari makanan ku ini. Karena rasa nya tidak terlalu berbeda dari Tariyaki biasa. Atau bisa kukatakan kalau yang ini lebih enak? Karena daging dari [Crazy Wild Boar] ini benar-benar berkualitas tinggi.


Aku mulai memakan makanan yang ada di depan meja dengan sangat lahap.


.....


Setelah 30 menit, seluruh makanan yang ada di atas meja sudah habis tanpa sisa. Sejujur nya aku bahkan hanya kebagian sedikit saja sih. Karena entah kenapa meja makan ini secara tiba-tiba langsung berubah menjadi sebuah medan perang yang sangat mengerikan.


Niji dan Miyuki tidak ingin mengalah satu sama lain. Dan mereka berdua mulai berebut makanan. Sejujur nya aku sedikit terkejut sih ketika melihat gadis Dark Elf yang ada di depan ku ini mulai makan dengan sangat rakus.


Yahh setelah sesi makan malam. Aku memutuskan untuk menanyakan beberapa hal kepada gadis Dark Elf yang ada di depan ku ini. Jadi aku mulai bertepuk tangan untuk mendapatkan perhatian dari semua orang.


Setelah semua orang mulai memperhatikan ku dengan serius, aku mengangguk dengan puas. Setelah itu aku mulai mengalihkan pandangan ku kepada seorang gadis Dark Elf yang duduk di depan ku ini. Lalu aku mulai membuka mulut ku dan berkata.


“Kalau begitu, karena makan malam nya sudah selesai, bagaimana jika Anda menjelaskan siapa Anda sebenarnya terlebih dahulu?” Aku menanyakan hal itu kepada gadis yang duduk di depan ku ini dengan nada serius sambil mulai mengelus kepala Miyuki yang pindah dan duduk di pangkuan ku.


Gadis Dark Elf yang ada di depan ku ini sedikit terkejut ketika mendengar hal itu. Akan tetapi, dia dengan cepat menenangkan diri nya dan mulai berdiri. Lalu dia mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Mohon maaf jika saya terlambat memperkenalkan diri, Saya adalah....”