![Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/finding-your-way-home-in-another-world-with-the-gender-change-skill-shadow---the-jester--remake-.webp)
Sekitar 2 hari sebelum pertemuan antara Souji dengan Charlene.
Di suatu ruangan yang terlihat sangat sederhana, terdapat seorang gadis yang sedang tertidur. Gadis itu sekarang sedang tertidur dengan sangat lelap di atas tempat tidur yang berukuran 200cm X 160cm.
Ruangan itu juga terlihat seperti sebuah kamar yang sangat sederhana, dengan satu tempat tidur, lemari, meja dan kursi. Serta, terdapat sebuah rak buku yang terletak di salah satu pojok ruangan tersebut.
Bukan hanya ruangan nya saja yang terlihat sederhana, akan tetapi, suasana di dalam ruangan itu juga sangat menenangkan.
Gadis yang sedang tertidur itu memiliki rambut berwarna perak yang memiliki panjang hingga ke pinggang nya
Lalu gadis yang sedang tidur di atas tempat di tidur, mulai sedikit bergerak. Gadis itu lalu perlahan-lahan mulai membuka kelopak mata nya dan memandangi langit-langit.
☆-----___-----___-----☆
(POV Charlene)
“Huhh... sudah 1 minggu lebih aku tidak melihat Otou-sama, apakah Otou-sama baik-baik saja? Aku khawatir dengan keadaan nya” Ucap ku dengan nada khawatir sambil mulai bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kursi.
“Aku harap kedamaian ini akan berlangsung selama nya” Ucap ku dengan nada lembut, sambil mengalihkan pandangan ku keluar jendela dengan senyum yang terpampang di wajah ku.
Ketika aku sedang menikmati ketenangan yang sangat menenangkan ini, tiba-tiba pintu kamar ku di buka dengan paksa oleh seseorang, lalu tanpa basa-basi aku langsung mengalihkan pandangan ku ke arah orang yang melakukan itu.
Di sana, aku melihat ada seorang perempuan Dark Elf yang memiliki tinggi sekitar 170cm dengan tubuh yang memiliki otot-otot yang seharusnya tidak dimiliki oleh seorang perempuan. Dia juga memiliki rambut panjang berwarna biru tua dengan ujung yang berwarna ungu, dan rambut perempuan ini diikat dengan gaya Ponytail.
Perempuan ini juga memiliki mata yang berwarna emas dengan pupil mata berwarna hitam. Dia mengenakan sebuah zirah minim yang memperlihatkan bagian perut nya yang berbentuk kotak dan beberapa bagian tubuh nya yang lain. Serta, terdapat dua buah belati di kedua sisi pinggang nya dan sebuah Claymore di punggungnya.
Ya, nama dari perempuan Dark Elf ini adalah Meirin, dia merupakan pengawal pribadi ku sekaligus teman masa kecil ku.
Aku sedikit terkejut dengan kunjungan yang tiba-tiba dari Meirin. Akan tetapi, aku juga cukup senang bisa melihat teman baik ku. Karena, entah kenapa dia menjadi cukup sibuk akhir-akhir ini dan jarang sekali aku bisa melihat nya di sekitar sini.
Lalu, setelah Meiri membuka pintu kamar ku dengan paksa. Dia mulai berjalan menuju ke arah ku sambil mulai membuka mulut nya dan berkata.
“Saya benar-benar minta maaf, karena memasuki kamar Anda dengan paksa Charlene-sama” Ucap Meirin dengan nada yang terdengar penuh dengan penyesalan sambil menundukkan kepala nya ke arah ku.
Aku yang mendengar permintaan maaf dari Meirin menjadi sedikit kesal. Karena aku selalu memberitahu nya, bahwa hal itu tidak masalah untuk ku.
Tapi sayang nya aku hanya bisa menghela nafas dengan berat saja, karena tidak peduli seberapa banyak aku memberitahu nya untuk berhenti menggunakan formalitas kepada ku. Dia masih saja menggunakan nya.
Walaupun begitu, aku masih penasaran, kenapa Meirin masuk ke kamar ku dengan terburu-buru seperti itu? Apakah sedang terjadi sesuatu yang sangat gawat?
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu mulai muncul di dalam kepala ku. Jadi aku mulai mengalihkan pandangan ku ke arah nya, sambil mulai membuka mulut ku dan berkata.
“Tidak apa-apa karena aku tidak masalah dengan hal itu” Ucap ku dengan santai sambil tersenyum ke arah Meirin.
Meirin yang mendengar perkataan dari ku, entah kenapa langsung menghela nafas dengan berat. Aku sedikit bingung dengan apa yang sedang terjadi dengan nya. Karena, semenjak 1 minggu yang lalu. Aku selalu di larang untuk keluar dari kamar ku ini.
Bahkan pintu kamar ku juga dikunci dari luar. Karena hal itulah, aku menjadi semakin penasaran dan mulai kembali mengalihkan pandangan ku ke arah Meirin, sambil mulai membuka mulut ku dan berkata.
“Kalau begitu, bolehkah aku bertanya kepada mu. Alasan kenapa kamu memasuki kamar ku dengan terburu-buru seperti itu?” Aku menanyakan hal itu dengan nada bingung, sambil menatap Meirin dengan tatapan bertanya-tanya.
Meirin yang mendengar pertanyaan ku ini langsung tersentak kaget dan mulai menggigit bibir bagian bawah nya. Entah kenapa, dia sekarang terlihat seperti sedang ketakutan akan sesuatu. Tapi tetap saja, aku masih harus tahu, apa yang sebenarnya sedang terjadi ketika aku dikurung di dalam kamar ku ini selama 1 minggu penuh.
“Jawab aku Meirin. Jangan menyembunyikan hal-hal seperti itu dariku. Aku bukan seorang anak kecil seperti sebelum nya yang harus selalu kamu lindungi” Ucap ku dengan nada yang terdengar sedikit kesal sambil mulai menatap Meirin dengan tajam.
Melihat Meirin masih belum memiliki keinginan untuk menjawab pertanyaan dari ku sebelum nya. Aku menjadi semakin kesal, lalu aku mulai kembali membuka mulut ku lagi dan berkata.
“Apakah hal ini ada hubungan nya dengan alasan kenapa aku dikurung di dalam kamar selama 1 minggu ini?” Aku mengatakan hal itu sambil menatap Meirin dengan tatapan yang menjadi semakin tajam.
Meirin yang mendengar perkataan ku itu langsung menjadi sangat terkejut dan mulai mengepalkan tinjunya dengan lebih erat hingga berdarah.
Aku yang melihat hal itu menjadi sedikit panik dan ingin mencoba untuk membantu nya. Akan tetapi, gerakan ku terhenti, ketika aku mendengar perkataan dari Meirin.
“Apakah Charlene-sama yakin ingin mendengar apa yang sedang terjadi di [Mortem Forest]?” Tanya Meirin dengan nada suara yang tertekan sambil mulai menatap aku dengan tajam.
Meirin yang melihat jika aku menyetujui nya mulai bangkit dan menarik kursi lain yang ada di dalam ruangan ini, lalu dia langsung duduk di kursi tersebut.
Aku yang melihat hal itu, mulai kembali duduk di kursi yang aku tempati sebelum nya, sambil mulai mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Meirin dengan serius.
Setelah jeda selama beberapa menit, akhirnya Meirin mulai membuka mulut nya dan berkata.
“Kalau begitu, mari kita mulai dari hal yang aku temukan beberapa hari yang lalu” Ucap Meirin dengan nada suara yang menjadi serius dan aura yang ada di sekeliling nya, entah kenapa berubah menjadi serius juga.
Aku yang mendengar hal itu mulai mengangguk kan kepala ku dengan ringan. Meirin yang melihat konfirmasi dariku mulai melanjutkan perkataan nya.
“Sekitar 6 hari yang lalu, aku secara tidak sengaja mendengar percakapan antara Andrian-sama dengan seseorang” Ucap Meirin dengan nada bicara yang menjadi kesal sambil mengepalkan tinjunya dengan lebih erat.
Aku yang mendengar nama kakak laki-laki ku disebutkan oleh Meirin, hal itu malah membuatku menjadi lebih bingung. Karena, aku tidak mengerti sama sekali tentang konteks yang ingin dibicarakan oleh Meirin ini.
Meirin yang melihat ku menjadi lebih bingung dan penasaran, dia mulai melanjutkan nya cerita nya.
“Mereka berdua waktu itu, sedang membicarakan tentang hal-hal yang begitu keji dan menjijikkan sekali” Ucap Meirin dengan nada suara yang menjadi lebih kesal.
Aku yang mendengar hal itu lagi-lagi menjadi semakin bingung, karena aku tidak mengerti tentang hal yang ingin di ceritakan oleh Meirin.
Lalu, setelah jeda beberapa saat, Meirin mulai kembali membuka mulut nya lagi dan berkata
“Andrian-sama waktu itu, dia sedang membicarakan tentang menjadikan para Dark Elf untuk persembahan kepada seorang Demon Lord, agar dia bisa mendapatkan kekuatan dari Demon Lord tersebut” Ucap Meirin dengan nada tertekan bercampur kesal sambil mulai menggertak kan giginya.
Setelah mendengar hal itu, aku langsung menjadi sangat terkejut dan mulai membuka mulut ku untuk meminta penjelasan kepada Meirin.
Akan tetapi, Meirin mengabaikan ku dan malah melanjutkan cerita nya tersebut.
“Pada awal nya aku juga tidak mempercayai hal itu. Akan tetapi, hari demi hari berlalu dan semakin banyak wanita yang menghilang dari kota ini. Sedangkan para pria yang ada di kota ini mulai memiliki kewajiban untuk mengikuti militer dengan paksa” Ucap Meirin.
“Aku yang melihat hal itu tentu saja menjadi sangat kesal dan langsung pergi menuju Istana untuk meminta penjelasan kepada Krick-sama” Lanjut Meirin.
“Akan tetapi, ketika aku menanyakan hal itu kepada Krick-sama. Dia tidak menjawabnya seperti dirinya yang biasa...” Ucap Meirin dengan nada bicara yang kembali terdengar tertekan.
Aku yang melihat hal itu sedikit bingung bercampur kesal, karena hal itu tidak menjawab pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepada nya sebelum nya. Akan tetapi, Meirin masih melanjutkan nya tanpa memperhatikan ku sama sekali.
“Krick-sama mengatakan bahwa itu adalah hal yang biasa, dan malah memerintahkan ku untuk membantu mereka melatih semua pria yang ada di kota” Ucap Meirin dengan nada kesal.
“Aku yang mendengar hal itu langsung menjadi sangat kesal. Akan tetapi, karena aku hanyalah seorang prajurit saja. Aku jadi tidak bisa membantah perintah dari Raja” Lanjut Meirin.
“Lalu, kemarin aku secara tidak sengaja mendengar percakapan antara Andrian-sama dengan orang yang berbicara dengannya sebelumnya. Mereka berdua sedang membicarakan tentang menjadikan seorang Gadis Dark Elf berusia 15-20 tahun untuk menjadi budak dari orang yang diajak bicara oleh Andrian-sama” Ucap Meirin dengan nada kesal sambil kembali mengeratkan kepalan tangan nya hingga berdarah.
“Dan, di antara nama-nama orang yang disebutkan oleh Andrian-sama. Saya dan Charlene-sama juga disebutkan olehnya” Lanjut Meirin.
Aku yang mendengar semua hal itu langsung menjadi semakin terkejut dan hampir pingsan. Karena, aku tidak bisa menerima kenyataan yang baru saja aku dengar dari Meirin.
Lalu, beberapa saat setelah Meirin menyelesaikan cerita nya itu. Tiba-tiba pintu kamar kembali di dobrak dan masuk beberapa tentara Dark Elf yang mengenakan senjata lengkap mengarahkan senjata mereka ke arah ku dan Meirin.
Aku yang melihat hal itu menjadi lebih shock dan langsung jatuh tersungkur ke tanah.
Meirin yang melihat orang-orang ini memasuki ruangan langsung bergerak dan berdiri di depan ku untuk melindungi ku.
Di saat salah satu dari mereka ingin membuka mulut nya untuk berbicara. Meirin tiba-tiba mulai menggendong ku dan langsung menghancurkan dinding kamar ku, sambil melompat keluar dari ruangan.
Semua orang yang ada di sana termasuk aku langsung menjadi sangat terkejut dengan tindakan mendadak dan berani dari Meirin. Akan tetapi, Meirin mengabaikan semua hal itu dan mulai mencoba untuk menancapkan pedang pendek nya ke arah tembok.
Lalu, setelah kami berdua mulai berhenti terjatuh. Tanpa basa-basi Meirin langsung kembali mendorong dirinya menjauh dari Istana dengan menggunakan tembok sebagai tumpuannya, dan dia menendang tembok tersebut dengan sangat kuat hingga tempat yang dia injak sebelum nya hancur.
Lalu, kami berdua langsung melesat dengan sangat cepat menuju ke arah Selatan dari Istana. Di mana tempat paling berbahaya yang ada di dunia ini berada. Tempat itu merupakan sebuah hutan mengerikan yang tidak pernah dimasuki oleh siapa pun dan hutan itu memiliki nama [Groen Forest].