![Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/finding-your-way-home-in-another-world-with-the-gender-change-skill-shadow---the-jester--remake-.webp)
Kalau begitu, mari kita kembali ke beberapa jam sebelum Jistav datang ke kantor Iris untuk melaporkan pawai monster.
Di suatu tempat yang berada di luar Ibu Kota Kerajaan Groxia. Terdapat seorang pemuda yang sedang berjalan sendirian menuju ke dalam hutan.
Pemuda tersebut memiliki perawakan seorang pria tampan yang berumur sekitar 19 tahunan. Pemuda itu juga, memiliki rambut yang berwarna pirang dengan sebuah bandana berwarna merah yang membuat rambut milik nya menjadi tegak ke arah atas. Serta, di bandana tersebut juga memiliki sebuah motif api yang berwarna hitam.
Pupil mata milik pemuda tersebut juga, memiliki warna hijau mantis yang menambah ketampanannya. Serta, terdapat sebuah Claymore yang terletak di punggung pemuda tersebut.
Gagang dari Claymore tersebut, memiliki warna dasar berwarna merah dengan pinggiran yang berwarna emas. Serta, terdapat beberapa permata berwarna merah yang menempel di tengah gagang nya.
Sedangkan sarung dari Claymore tersebut, memiliki warna dasar merah yang lebih gelap dari warna gagang nya, serta dengan ujung yang berwarna emas.
Pemuda tersebut memiliki nama Kayle. Dia merupakan seorang petualang peringkat B yang sangat terkenal di Ibu Kota Kerajaan Groxia. Dia menjadi sangat terkenal, akibat pertarungan nya dengan salah satu dari seseorang
yang memiliki gelar [King].
Waktu itu, Kayle berhasil bertarung secara seimbang dengan [The king of Fire], yaitu Fuoco Rosso. Bahkan dia juga sanggup membuat orang yang di anggap yang terkuat di Kerajaan Groxia hingga kewalahan.
Walaupun pada akhirnya Kayle kalah melawan Fuoco. Dia kalah melawan Fuoco waktu itu, bukan karena Kayle lebih lemah dari Fuoco. Dia kalah karena kecurangan yang di lakukan oleh Fuoco di saat pertarungan mereka.
Itu juga, menjadi salah satu alasan Kayle hingga sekarang menolak untuk menaikkan peringkat petualang miliknya dan berhenti di Rank B.
Kayle saat ini sedang berjalan sendirian menuju hutan dengan ekspresi yang rumit. Setelah berjalan agak jauh ke dalam hutan, Kayle akhirnya mulai membuka mulutnya.
“Huhh... seperti nya aku sudah keterlaluan kepada orang itu, semoga aku masih bisa menyusul nya dan meminta maaf dengan benar kepadanya” Ucap Kayle sambil mengacak-acak rambut nya.
Setelah Kayle mengatakan hal itu. Dia mulai mengingat kejadian 3 hari yang lalu di guild petualang. Ketika dia mulai mengingat tentang seorang anak laki-laki yang memiliki rambut berwarna hitam pekat dengan dua warna yang berbeda.
Entah kenapa, tubuhnya perlahan-lahan mulai menjadi gemetaran. Walaupun dia sebenarnya masih takut untuk bertemu anak laki-laki itu. Akan tetapi, dia merasa harus bertemu dengannya dan meminta maaf dengan benar.
Karena dia merasa omongan nya sudah keterlaluan. Di tambah lagi ketika dia mengingat sorot mata dari anak laki-laki tersebut. Entah kenapa, itu semakin membuat nya merasa bersalah.
Sial!! Setiap kali aku mengingat sorot mata milik anak laki-laki itu. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Itu bukan sorot mata yang seharusnya dimiliki oleh seorang anak seusia nya. Penderitaan macam apa yang sudah dia rasakan hingga dia memiliki sorot mata yang sangat mengerikan seperti itu.....
Pikir Kayle sambil mulai mengacak-ngacak rambut nya lagi yang berwarna emas.
Huhh... Aku hanya perlu mencari nya dan meminta maaf kepada nya. Itu memang salahku karena menganggapnya
sama dengan para bangsawan menjijikkan itu.... kalau begitu, sepertinya aku harus buru-buru agar dapat menyusul nya.
Setelah Kayle memikirkan hal tersebut. Dia mulai mempercepat langkah kaki nya dan mulai berlari menuju ke dalam hutan.
Pada saat Kayle baru saja mempercepat langkah kakinya. Tiba-tiba dia merasakan beberapa kehadiran monster di depan nya.
Ketika merasakan kehadiran monster itu, Kayle langsung menghentikan langkah kakinya dan mulai bersembunyi di semak-semak untuk melihat monster macam apa yang ada di depannya. Dia juga tidak lupa untuk menggunakan
skill [Stealthy] untuk menyembunyikan hawa keberadaan miliknya.
Lalu dia mulai berjalan secara perlahan ke depan untuk mencari tahu letak dan jumlah monster yang ada di depan nya. Setelah beberapa saat berjalan secara perlahan di dalam semak-semak, Kayle akhirnya sampai di dekat tempat monster itu berada.
Setelah Kayle sampai di tempat tersebut, dia mulai mencoba untuk mengidentifikasi monster-monster yang ada di depan nya dengan hati-hati.
Betapa terkejut nya Kayle, ketika dia melihat monster-monster yang ada di depannya tersebut.
Oy oy oy!! Bukankah itu [RockBird]!! Bagaimana bisa monster Rank C seperti itu berada di bagian hutan ini, ditambah lagi ada sekitar 200 lebih [RockBird] disini. Aku harus segera melaporkan hal ini ke guild petualang.
Makhluk Humanoid tersebut memiliki bulu yang lebat berwarna coklat dengan sebuah bekas luka berbentuk ‘X’ di mata sebelah kirinya. Makhluk itu juga, memiliki sebuah taring yang menjulang ke arah bawah. Serta, makhluk tersebut juga memiliki dua buah cakar yang sangat tajam di kedua tangan dan kakinya.
Ketika melihat makhluk humanoid tersebut, wajah Kayle langsung berubah menjadi sangat gelap.
Oy!! Bagaimana bisa monster Rank A seperti ini ada di hutan ini!! Aku harus segera melarikan diri dari sini dan melapo-
Plak!!
Sebelum Kayle bisa menyelesaikan pemikirannya tersebut. Dia tiba-tiba merasakan sebuah hantaman keras yang di arahkan menuju ke perut nya dan membuatnya terpental sangat jauh, hingga membuat beberapa pohon yang dia lewati tumbang.
Bruk!!
“Aaarrggh!!”
Kayle mulai mengerang kesakitan sambil menyemburkan darah dari mulutnya. Lalu darah mulai mengalir dengan sangat deras dari bagian tengah perutnya.
Ketika Kayle menyadari hal tersebut, dia langsung mengambil sebuah botol kaca dari saku bajunya. Lalu dia mulai meminum air yang ada di dalam botol tersebut hingga tersisa setengahnya saja, dan setelah itu, dia menuangkan sisa dari air tersebut ke bagian tubuh nya yang terluka.
Setelah beberapa saat, mulai muncul sebuah cahaya redup yang berwarna hijau muda di sekeliling tubuhnya, dan luka-luka yang dia miliki sebelumnya, secara perlahan mulai tertutup.
Setelah seluruh luka yang dimiliki Kayle sembuh, cahaya yang berwarna hijau tersebut berangsur-angsur mulai menghilang. Setelah melihat seluruh luka nya sudah sembuh, Kayle mulai menghela nafas lega.
Sigh untung saja sebelumnya saya membawa beberapa [HighPotion] untuk berjaga-jaga, jika tidak aku sudah mati sekarang.
Ditambah lagi, bagaimana bisa monster Rank A seperti [Death Bear] berada di tempat ini. Bukankah habitat mereka seharusnya berada di bagian hutan yang lebih dalam.
Hal ini benar-benar aneh, saya harus segera kembali ke kota dan melaporkan tentang kejadian ini.
Pikir Kayle sambil mulai mencoba untuk bangun.
Pada saat Kayle ingin mulai mencoba untuk berdiri, tiba-tiba dia merasakan sesuatu hal yang sangat berbahaya mengarah ke arah nya dari arah depan.
Ketika merasakan perasaan berbahaya tersebut, Kayle secara naluri langsung melompat ke arah samping kanannya dengan sekuat tenaga untuk meninggalkan tempat yang sedang dia tempati sekarang.
Benar saja, beberapa detik setelah Kayle melompat. Tempat yang dia duduki sebelumnya tiba-tiba meledak dan menciptakan sebuah kawah yang lumayan besar.
Wajah Kayle langsung mengernyit, ketika dia melihat tempat yang dia duduki sebelumnya berubah menjadi sebuah kawah. Kayle sedikit bersyukur, karena dia berhasil menghindari ledakan tersebut tepat waktu. Jika tidak dia mungkin saja sudah mati sekarang.
Setelah dia mengatur nafas nya selama sekitar 1 menit lebih, dia langsung menoleh ke arah dimana serangan itu berasal.
Ketika Kayle melihat ke arah asal dari serangan yang mengarah ke arah nya sebelumnya. Alis miliknya langsung berkedut dan Kayle langsung memegang gagang Claymore miliknya, lalu dia mulai mengambil sikap untuk bertarung.
Makhluk yang dilihat oleh Kayle adalah, seekor monster humanoid yang memiliki tubuh setinggi 113 cm. Monster humanoid tersebut juga, memiliki kulit yang berwarna coklat dengan beberapa garis yang terlihat seperti sebuah lavar. Serta monster itu juga, memiliki sebuah rambut yang terbuat dari kobaran api yang memanjang hingga ke pinggang.
Monster tersebut juga, memiliki sebuah mata yang berwarna hitam dengan pupil mata yang berwarna orange. Serta, terdapat sedikit kobaran api di sekitar matanya, yang terlihat seperti sebuah topeng.
Monster itu juga, mengenakan sebuah celana panjang berwarna merah yang terlihat berkontras dengan ekor nya yang terbuat dari api yang berwarna orange. Monster itu juga, memiliki dua buah tanduk berwarna merah yang berada di kepalanya.
Setelah beberapa saat, Kayle dan monster humanoid tersebut saling berpandangan. Akhirnya Kayle mulai membuka mulutnya dan berbicara.
“Sepertinya hari ini adalah hari kesialanku”