![Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/finding-your-way-home-in-another-world-with-the-gender-change-skill-shadow---the-jester--remake-.webp)
“Sudah ku duga, monster yang berada di atas Rank +A benar-benar sangat merepotkan, karena mereka pasti selalu memiliki skill regenerasi dan hal tersebut benar-benar sangat menjengkelkan”
Ucap Kayle sambil menatap [HellBear] dengan mata yang sangat tajam.
Lalu tiba-tiba [HellBear] menghilang dari tempat dia berdiri sebelum nya. Ketika melihat hal itu, mata Kayle langsung membelalak dan buru-buru mengangkat pedang nya ke arah kiri sambil mengambil posisi bertahan.
Desing!!
Serangan diam-diam dari [HellBear] berhasil di tangkis oleh Kayle dengan menggunakan pedang nya, dan gelombang kejut yang tercipta dari benturan antara pedang milik Kayle dan cakar [HellBear] tersebut, telah membuat hutan tempat mereka berada sekarang menjadi semakin hancur.
Setelah melihat serangan nya berhasil dihentikan oleh mangsa nya sendiri. [HellBear] menjadi semakin kesal dan langsung mengayunkan cakar yang satu nya lagi ke arah Kayle. Lalu hal tersebut membuat tubuh Kayle terlempar sejauh 30 meter.
Setelah Kayle berhenti terlempar, dia langsung maju ke arah [HellBear] dengan kecepatan penuh. Lalu ketika Kayle hampir mencapai [HellBear], dia kemudian mulai membuka mulut nya dan berkata.
<< Original Skill : First Form : Phoenix Smoldering >>
Setelah Kayle mengaktifkan Skill tersebut, api mulai menjalar keluar dan menyelimuti seluruh bilah pedang yang sedang di pegang oleh Kayle. Lalu tanpa basa-basi, Kayle langsung mendekati [HellBear] yang sedang mengaum dan langsung menebas lengan kiri milik [HellBear].
Slashh!!
Setelah menebas lengan kiri [HellBear]. Kayle langsung melompat beberapa kali ke arah belakang untuk mengambil jarak dari [HellBear].
Pada saat [HellBear] melihat Kayle menebas lengan kiri nya. Dia pada awal nya tersenyum ke arah Kayle seakan-akan sedang menghina upaya Kayle yang sia-sia. Lalu, ketika [HellBear] ingin menggunakan regenerasi milik nya.
Betapa terkejut nya [HellBear], ketika dia melihat sebuah api yang mulai muncul di tempat bekas lintasan pedang yang diayunkan oleh Kayle.
Setelah beberapa detik, api tersebut menjadi semakin besar, serta membuat regenerasi yang di miliki oleh [HellBear] berhenti. Pada saat melihat regenerasi yang di miliki nya berhenti, [HellBear] langsung terkejut dan dia langsung kembali menatap Kayle dengan kebencian murni yang ada di mata nya.
Di sisi lain, ketika Kayle melihat serangan nya berhasil, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum.
Lalu, pada saat Kayle ingin maju untuk kembali menyerang [HellBear], dia di kejutkan oleh sesuatu yang terjatuh tepat di tengah-tengah antara dia dan [HellBear].
Boomm!!!
Ketika melihat sesuatu hal terjatuh di antara mereka berdua, Kayle dan [HellBear] sama-sama mengerutkan kening mereka karena kesal. Kayle kesal karena kesempatan nya untuk menyerang di hancurkan oleh sesuatu yang jatuh di depan mereka, sedangkan [HellBear] kesal, akibat pertarungan nya diganggu.
Karena mereka berdua sangat kesal terhadap sesuatu yang terjatuh dari langit ini, mereka langsung mengabaikan satu sama lain dan mulai mencoba untuk menghilangkan asap yang muncul akibat sesuatu yang jatuh di depan mereka berdua.
Setelah asap yang menghalangi pandangan mereka berdua menghilang. Pemandangan yang pertama kali mereka berdua lihat adalah seorang anak laki-laki yang memiliki perawakan sekitar 17 tahun, dengan rambut sepanjang bahu yang berwarna hitam pekat.
Anak laki-laki itu memiliki warna mata yang berbeda satu sama lain, warna mata kanan dari anak laki-laki itu berwarna biru langit, sedangkan warna mata kiri nya berwarna merah darah.
Anak laki-laki itu juga mengenakan sebuah pakaian yang jarang terlihat di dunia ini dan menutupi pakaian nya dengan sebuah jubah yang berwarna hitam. Serta, terdapat sebuah syal yang berwarna putih yang menggantung di leher nya.
Sekarang anak laki-laki itu sedang berdiri tepat di atas sesosok makhluk humanoid berkulit cokelat dengan rambut yang terbuat dari api dan dia berdiri di atas nya sambil mengacungkan sebuah pedang kayu ke arah makhluk itu menggunakan tangan kiri nya, dan makhluk humanoid yang di injak tersebut adalah [FlameVir].
Serta, anak laki-laki itu juga sedang memegang sesosok humanoid yang hampir mirip seperti sesosok yang sedang dia injak. Hanya saja makhluk humanoid yang sedang dia pegang itu memiliki warna kulit yang sedikit lebih cerah dan dia juga memiliki rambut yang berwarna merah, dan makhluk humanoid yang sedang dia pegang itu adalah [Ifrit].
[Ifrit] yang wajah nya sedang di cengkeram oleh tangan kanan dari anak laki-laki itu terlihat sangat babak belur, sedangkan [FlameVir] yang sedang di injak oleh anak laki-laki itu, terlihat sangat sekarat.
Kayle dan [HellBear] sangat terkejut, ketika dia melihat anak laki-laki itu. Mereka berdua terkejut karena alasan yang berbeda.
Alasan kenapa Kayle sangat terkejut ketika melihat anak laki-laki itu adalah, karena anak laki-laki itulah yang sekarang sedang di kejar oleh nya. Walaupun dia sedikit kesal karena roh milik nya sedang di pegang oleh anak laki-laki itu, akan tetapi, dia tidak ingin mengambil resiko dan mencoba untuk mendinginkan kepala nya.
Di sisi lain, [HellBear] sekarang sedang melihat anak laki-laki berambut hitam itu dengan mata yang penuh dengan kebencian dan kemarahan. [HellBear] pada awal nya sedikit terkejut ketika melihat ada sesuatu hal yang terjatuh tepat di depan nya dan mulai waspada pada apa pun yang akan datang.
Akan tetapi, pada saat [HellBear] melihat bahwa orang yang jatuh itu adalah seorang manusia. Kewaspadaan yang tadi [HellBear] miliki, seketika langsung lenyap dan digantikan oleh kebencian murni terhadap anak laki-laki berambut hitam itu.
Pada saat Kayle ingin membuka mulut nya dan berbicara. Tiba-tiba Kayle melihat [HellBear] menghilang dari tempat nya dan berlari menuju ke arah titik buta dari anak laki-laki itu.
Ketika melihat hal tersebut, Kayle langsung segera berlari menuju ke arah anak laki-laki itu dan berusaha untuk melindungi nya.
Sial!! Walaupun aku tidak tahu kenapa anak laki-laki ini memukuli roh kontrak ku, akan tetapi, aku tidak akan membiarkan anak seperti dia mati sia-sia di tangan monster beruang ini dan ak-
Akan tetapi, pada saat Kayle ingin menghunuskan pedang nya ke arah [HellBear]. Seketika itu juga, tiba-tiba ada 3 buah benda yang terbang ke arah langit.
Lalu, sedetik kemudian darah mulai menyembur dari bagian tangan dan kaki dari [HellBear] dan menciptakan sebuah hujan darah di tempat tersebut.
Brukk!!
Setelah tubuh [HellBear] terjatuh ke tanah, dia sangat terkejut dan bingung dengan apa yang sedang terjadi. [HellBear] sama sekali tidak dapat memahami apa yang sedang terjadi saat ini. Dia sangat bingung, bagaimana bisa dia tiba-tiba kehilangan lengan dan kaki nya.
[HellBear] hanya ingat, kalau dia sedang berlari menuju ke bagian belakang dari manusia yang berambut hitam itu dan ingin membunuh nya, akan tetapi, pada saat dia sedang mengangkat tangan nya yang tersisa untuk menyerang manusia itu, tiba-tiba dia kehilangan lengan dan kedua kaki nya, lalu berakhir seperti saat ini.
Lalu, ketika [HellBear] sedang memahami apa yang terjadi dengan nya. Tiba-tiba [HellBear] merasakan rasa sakit yang sangat parah dari bagian tengah perut nya. Setelah merasakan rasa sakit itu, [HellBear] langsung meraung kesakitan hingga membuat tanah yang berada di sekitar nya bergetar.
“Roarr!!”
Ketika [HellBear] sedang meraung, tiba-tiba dia merasakan sebuah rasa sakit yang begitu mengerikan tepat berada di moncong hidung nya. pada saat merasakan rasa sakit itu, [HellBear] langsung membuka mata nya dan hal pertama yang dia lihat adalah seorang manusia berambut hitam yang tadi dia ingin bunuh sedang menginjak moncong milik nya dengan wajah netral tanpa ekspresi.
Ketika melihat hal itu, [HellBear] mau tidak mau di buat ketakutan ketika melihat tersebut. Apalagi pada saat sepasang mata heterochromia yang berwarna biru dan merah milik manusia berambut hitam itu menatap ke arah nya. hal tersebut membuat [HellBear] merasakan sebuah perasaan yang tidak dapat dia mengerti.
Setelah sekitar 1 menit lebih manusia berambut hitam ini menatap nya dalam diam, akhirnya manusia itu mulai membuka mulut nya dan berkata.
“Apakah kamu bisa diam sampah, jika kamu mengeluarkan suara lagi.... aku bersumpah akan membuat lebih menderita dari ini, jadi... tolong jangan diam oke?” Kata Anak laki-laki berambut hitam tersebut dengan nada suara yang terdengar seakan-akan berasal kedalaman jurang.
Ketika mendengar hal tersebut, [HellBear] langsung mengangguk dengan sekuat tenaga. Pada saat anak laki-laki berambut hitam itu melihat hal tersebut. Sudut bibir nya sedikit terangkat, lalu anak laki-laki itu kembali membuka mulut nya lagi dan berkata.
“Bagus~ Bagus~ sekarang tetap lah diam seperti itu dan jangan bergerak” Ucap anak laki-laki berambut hitam itu dengan nada suara yang masih sama seperti sebelum nya, sambil mengambil pedang kayu yang tertancap di bagian perut dari [HellBear].
Setelah anak laki-laki itu mengambil pedang kayu milik nya yang tertancap di perut monster beruang tersebut, anak laki-laki itu langsung membalik kan monster beruang tersebut dengan kaki nya dan dia langsung naik di atas punggung dari [HellBear], lalu dia dengan sangat santai duduk di sana seperti sedang duduk di sebuah sofa.
Setelah anak laki-laki itu menemukan bagian yang enak untuk di duduki, dia langsung mengambil beberapa buah dari saku baju nya. Lalu anak laki-laki itu langsung memakan buah-buahan tersebut dengan wajah yang terlihat sangat bahagia sambil mengabaikan segala hal yang telah dia lakukan tadi.
Setelah anak laki-laki itu memakan semua buah dengan ekspresi yang sangat bahagia, lalu dia mulai membuka mulut nya lagi dan berkata.
“Umu~ sudah aku duga~ seperti nya aku kecanduan dengan buah-buahan ini~ “ Ucap anak laki-laki itu dengan nada yang main-main sambil menjilati tangan nya sendiri.