Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]

Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]
Chapter 24 : Masa Lalu Niji



“Kalau Niji masih tidak ingin menceritakannya maka tidak apa-apa” Aku mengatakan hal itu sambil tersenyum hangat ke arah Niji.


Ketika mendengar hal tersebut, Niji langsung menggelengkan kepalanya dan mulai kembali membuka mulutnya untuk berbicara.


“Aku lahir di sebuah daerah yang berada jauh di pegunungan, daerah tersebut memiliki nama [Drachenland]. [Drachenland] adalah tempat tinggal untuk para naga superior yang memiliki kekuatan yang sangat kuat, dan


aku adalah putri dari Raja Naga dan Ratu Naga di sana”


“Ketika aku masih kecil dulu, aku selalu senang ketika mendengar cerita tentang betapa hebatnya ayahku dari ibuku. Aku selalu berlatih untuk menjadi naga yang sangat hebat seperti mereka berdua”


“Pada awalnya aku di anggap sebagai naga yang sangat jenius, karena aku bisa menggunakan semua elemen yang ada di dunia ini, ketika umurku baru menginjak usia 7 tahun”


”Bahkan pada umur ke 10 tahun ku, aku bahkan sudah bisa menggunakan elemen khusus yang hanya bisa digunakan oleh suatu ras saja, dan sangat mustahil di kuasai oleh ras lain. Pada saat mereka semua mengetahui hal itu, mereka semua langsung menganggapku sebagai reinkarnasi dari Light Dragon [Licht]”


“Lalu mereka semua mulai memperlakukan aku dengan sangat baik, bahkan kedua orang tuaku sangat senang ketika mengetahui hal tersebut”


“Pada waktu itu aku masih tidak tahu, kenapa mereka semua sangat senang ketika mengetahui hal tersebut. Tapi yang pasti waktu itu aku sangat senang sekali, karena setiap kali aku berhasil melakukan sesuatu, kedua orang tuaku pasti akan selalu memujiku dan mengatakan jika mereka sangat menyayangiku”


”Hingga hari itu tiba... hari di mana penderitaanku di mulai...” Niji mengatakan hal itu sambil mengatup giginya dengan sangat kuat dan mulai menggenggam erat bajunya.


Ketika melihat hal tersebut, aku mulai mendekat ke arahnya dan mulai menggenggam tangannya dengan lembut. Lalu aku mulai membuka mulutku untuk berbicara.


“Jika itu menyakiti Niji, maka Niji tidak usah melanjutkannya” aku mengatakan hal tersebut sambil tersenyum dengan hangat ke arahnya.


Ketika melihat hal tersebut, Niji langsung menggelengkan kepalanya dan mulai kembali membuka mulutnya untuk berbicara.


“Ketika ulang tahunku yang ke 17, aku tiba-tiba dapat melihat arwah dan roh makhluk hidup yang sudah mati. Dan juga, aku bahkan dapat berkomunikasi dengan mereka. Pada awalnya aku sangat senang ketika mendapatkan


kekuatan ini. Aku kira waktu itu, jika kau memberitahukan kedua orang tuaku tentang kemampuanku ini, mereka akan memuji ku. Tapi....” Niji mengatakan hal itu sambil berusaha menahan air mata yang ingin jatuh dari matanya.


“Tidak apa-apa, aku ada di sini” aku mengatakan hal itu sambil mengelus kepala Niji.


Ketika Niji melihat aku mengelus kepalanya, dia mengambil nafas dalam-dalam dan mulai membuka mulutnya lagi untuk berbicara.


“Tapi mereka berdua langsung membentakku dan menanyakan bagaimana aku bisa mendapatkan kekuatan itu. Setelah aku menjelaskan kepada mereka berdua tentang bagaimana aku bisa mendapatkan kekuatan ini. Entah kenapa, wajah mereka berdua langsung berubah menjadi sangat menakutkan dan langsung menyuruhku untuk kembali ke kamar”


“Setelah kejadian itu, entah kenapa kedua orang tuaku mulai memperlakukanku seperti orang asing. Mereka bahkan tidak memperbolehkan aku untuk makan di meja makan bersama mereka, dan malah menyuruhku untuk makan di dalam kamar saja. Mereka berdua menjadi sangat berubah semenjak aku bisa berbicara dengan roh dan arwah, mereka juga bahkan tidak pernah memuji ku lagi semenjak saat itu”


“Pada waktu itu aku masih sangat naif. Aku kira, jika aku berusaha menjadi lebih kuat, mereka akan memujiku lagi. Akan tetapi, ketika aku sudah dapat mengalahkan seekor monster bernama [Wald Baum]. Mereka berdua tidak


memujiku sama sekali, ayahku malah menamparku dan mengatakan aku adalah anak terkutuk”


”Ketika ayahku menamparku, aku kira ibuku akan membantu ku, akan tetapi, dia malah menatapku dengan mata jijik dan berkata ‘Kenapa aku bisa melahirkan seorang monster seperti dirimu’, setelah ibuku mengatakan hal itu,


kedua orang tuaku mulai menyerangku dengan niat untuk membunuhku”


“Akan tetapi, tidak peduli seberapa banyak serangan mereka mengenaiku. Aku akan terus beregenerasi dan sembuh seperti semula. Semenjak saat itu, mulai beredar rumor jika aku merupakan reinkarnasi dari Evil Dragon [Dunkelheit], dan semua orang di kota mulai memperlakukan aku seperti seorang monster”


”Waktu itu aku masih belum mengerti, kenapa mereka semua memperlakukanku seperti itu. Aku yang dulunya di panggil jenius, cuma karena aku bisa berbicara dengan arwah dan roh saja, tiba-tiba satu kota mulai memperlakukanku seperti seorang monster”


Niji berhenti berbicara dan mulai meminum teh yang ada di gelas yang sedang dia pegang. Ketika melihat hal itu, aku juga mulai meminum teh milikku.


Glup glup glup


Niji meminum teh tersebut hingga habis, setelah itu dia menaruh gelas tersebut dan mulai membuka mulutnya lagi untuk berbicara.


“Hingga pada suatu malam, di mana gerhana bulan merah sedang terjadi. Aku secara tidak sengaja mendengar pembicaraan kedua orang tuaku dengan beberapa orang yang tidak aku kenal....”


 ----------


Di sebuah tempat yang terlihat seperti dapur, terdapat seorang gadis yang terlihat memiliki usia sekitar 17 tahun sedang meminum sesuatu. Gadis tersebut memiliki rambut sepanjang lutut yang memiliki warna putih, dengan mata berwarna emas yang sangat indah. Tentu saja gadis tersebut adalah Niji.


Setelah minum, Niji mulai menatap ke arah langit dan mulai membuka mulutnya.


“Kenapa mereka semua tiba-tiba menjadi sangat kejam padaku... sebenarnya apa salahku...” Gumam Niji dengan air mata yang mulai mengalir dari matanya.


Setelah Niji mengatakan hal tersebut, Niji berbalik dan mulai berjalan menuju kamarnya. Pada saat Niji ingin menaiki anak tangga, tiba-tiba Niji mendengar suara dari kedua orang tuanya yang sedang mengobrol dengan


seseorang.


“Sudah aku bilang bukan, lebih baik kita bunuh saja anak terkutuk itu!!” Kata seorang pria dengan nada marah.


“Itu benar, Anda adalah Raja Naga. Anda harus mengambil keputusan dengan bijak” Ucap seorang pria dengan nada kesal.


“Itu benar, dia itu bukan anak kita!! Dia hanya seorang monster saja, lebih baik kita segera membunuhnya sayang!!” Ucap seorang wanita dengan nada marah.


Ketika mendengar apa yang di katakan oleh wanita itu, Niji tiba-tiba langsung menjadi gemetaran.


Ba-bagaimana mungkin mama mengatakan kalau aku ini bukan anaknya? Bu-bukankah dulu mama selalu


mengatakan kalau dia sangat menyayangiku? Apa salahku?! Kenapa mama ingin aku mati?!


Niji hanya bisa bertanya di dalam hatinya saja, bertanya kenapa ibu nya ingin sekali dia mati. Dia menjadi sangat bingung karena tidak menemukan jawaban dari pertanyaan yang terus muncul di dalam kepalanya.


Sampai dia mendengar apa yang di katakan oleh ayahnya . “Baiklah, kalau begitu, mari kita bunuh dia besok” kata seorang pria dengan nada santai.


Ketika mendengar hal tersebut, tubuh Niji menjadi sangat gemetaran. Lalu secara tidak sengaja, Niji mendorong pintu tersebut, yang membuatnya terbuka sedikit, dan membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu terkejut.


“Ka-kau kenapa kamu ada di sini!?” tanya seorang pria yang memiliki rambut hitam dengan mata berwarna emas, yang merupakan ayah dari Niji.


Pada saat mendengar pertanyaan dari ayahnya tersebut, Niji langsung berbalik dan berlari menuju keluar rumah.


Ketika melihat Niji berlari keluar, ayahnya pun mulai membuka mulutnya untuk berbicara.


“Kalian semua!! Cepat tangkap anak ini!!” teriak pria tersebut dengan nada marah.


Pada saat mendengar suara tersebut, Niji langsung mempercepat langkah kakinya dan mulai berlari menuju hutan tanpa memikirkan apa pun.


Setelah Niji terus berlari selama 1 jam, dia akhirnya mulai berhenti ketika suara orang-orang yang tadi mengejarnya menghilang.


“Apa salahku?! Kenapa mereka semua ingin membunuhku?!” Ucap Niji dengan nada marah.


Niji terus menerus berteriak di dalam hutan tersebut selama 30 menit lebih. Air mata mulai keluar dari matanya, dan pada akhirnya dia mulai menangis sendirian di dalam hutan tersebut.


Ketika Niji sedang menangis sendirian, tiba-tiba dia mendengar suara seseorang di dalam kepalanya.


[Apa yang terjadi denganmu gadis kecil?] tanya suara misterius tersebut.


Pada saat mendengar hal itu, Niji langsung terkejut dan mulai mengambil posisi bertarung. Ketika melihat Niji mengambil posisi bertarung, pemilik suara tersebut menghela nafasnya dan mulai berbicara.


[Gadis kecil, jika kamu tidak punya tempat untuk kembali, bagaimana jika kamu tinggal di dimensiku?] tanya suara misterius itu dengan nada serius.


Ketika mendengar pernyataan itu, Niji langsung membeku sebentar dan mulai membuka mulutnya dengan ragu-ragu untuk berbicara.


“Si-siapa kamu sebenarnya?! Dan kenapa kamu menawarkan hal itu kepadaku?!” tanya Niji dengan nada yang bingung.


[Huhh... aku Cuma ingin kamu membantu Master di masa depan nanti] jawab suara misterius itu.


“Kalau begitu, siapa itu [Master]?” tanya Niji


[Master adalah tuan yang aku layani] jawab suara misterius itu dengan nada bangga.


Ketika mendengar hal tersebut, dia langsung terkejut dan mulai membuka mulutnya dengan ragu-ragu.


“Bukan itu yang aku maksud, yang aku maksud itu siapa sebenarnya [Master] ini? Lalu kenapa kamu memintaku untuk membantu orang yang di panggil [Master] ini? Dan juga, jika itu orang yang di panggil [Master] ini adalah tuanmu, kenapa tidak kamu saja yang membantunya dan kenapa malah menyuruhku untuk membantunya?” tanya Niji dengan nada heran.


Ketika mendengar pertanyaan-pertanyaan tersebut, suara misterius itu terdiam selama beberapa detik, lalu mulai berbicara lagi.


[Jika aku bisa, maka aku akan melakukannya sendiri. Aku sekarang tidak memiliki tubuhku sama sekali dan hanya berupa sebuah skill saja] jawab suara misterius itu dengan nada suara yang agak sedih.


Ketika mendengar jawaban tersebut, Niji mulai membuka mulutnya untuk berbicara. Akan tetapi, suara misterius itu langsung memotongnya dan mulai kembali berbicara.


[Tidak ada waktu lagi, aku akan memindahkan kamu ke dimensi ku. Dan juga, jangan lupa untuk membantu Master oke] ucap suara misterius itu dengan nada datar.


Ketika mendengar hal tersebut, Niji langsung membuka mulutnya dan mulai berbicara. “Tunggu sebentar, Ak-" Tapi sebelum Niji bisa mengatakan sesuatu, Suara tersebut langsung berbicara dan sebuah cahaya mulai menyelimuti tubuhnya, lalu membawanya ke suatu tempat yang asing.


[Selamat datang di salah satu dunia yang di ciptakan oleh Master, mantan Putri Naga .....]