Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]

Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]
Chapter 53 : Souji Sekarat dan Sebuah Sihir Tingkat Tertinggi



Setelah melihat Souji pingsan. Niji kemudian mulai turun dengan perlahan sambil mulai menciptakan sebuah meja kayu halus dari sihir nya. Lalu dia langsung menaruh nya di atas meja itu dengan sangat hati-hati.


Beberapa saat kemudian, mulai muncul sosok Miyuki yang sedang berlari dengan air mata yang menghiasi wajah nya menuju ke arah Souji. Di ikuti oleh Charlene di belakang nya yang juga memiliki mata yang mulai memerah dan mulai muncul beberapa air di kedua sudut mata nya.


Miyuki yang melihat kondisi dari Souji. Dia langsung mempercepat langkah kaki nya. Kemudian, ketika dia sampai di dekat Souji. Miyuki langsung menjadi sangat gemetaran, ketika dia melihat ada beberapa lubang berada di tubuh Souji.


Melihat hal itu, air mata yang di miliki oleh Miyuki langsung menjadi semakin deras. Kemudian, dia berkata. “Papa!! Bangunlah Papa!! Jangan mati terlebih dahulu!! Papa berjanji untuk mengajak Miyuki berkeliling dunia bukan?! Jika Papa mati terlebih dahulu sebelum memenuhi janji itu, maka Miyuki akan membenci Papa!!” Ucap Miyuki dengan nada sedih sambil mulai mengguncang tubuh Souji.


*Plakk*


Niji langsung menampar Miyuki, ketika dia melihat Miyuki yang terus-menerus mengguncang kan tubuh dari Souji. Kemudian, Niji langsung berkata kepada Miyuki dengan nada yang dipenuhi oleh kemarahan yang bercampur dengan kesedihan.


“Berhentilah mengguncang nya!! Apakah kamu ingin Papa mu mati?! Darling sekarang sedang kekurangan banyak sekali darah!! Jika kamu terus mengguncang nya seperti itu, Darling akan langsung mati!!” Ucap Niji sambil mulai mengaktifkan sihir Es milik nya untuk membekukan seluruh luka yang dimiliki oleh Souji.


Mendengar hal itu, Miyuki langsung berhenti bergerak dan mulai menatap ke arah bawah, sambil mulai menggigit bibir bawah nya, dan mulai menggenggam ujung baju nya dengan erat.


Melihat hal itu, Niji menjadi sangat jengkel. Kemudian, dia mulai menulis sesuatu di atas sebuah kertas. Lalu, dia berjalan ke arah Miyuki dan mengulurkan kertas itu untuk memberikan nya kepada Miyuki sambil berkata.


“Dari pada kamu hanya menangis seperti itu. Lebih baik kamu dan Charlen-kun pergi mencari tanaman obat ini di sekitar sini. Karena, sebelum nya aku melihat jika ada banyak sekali tanaman obat langka yang tumbuh di sekitar sini” Ucap Niji dengan nada jengkel sambil mulai menatap Miyuki dengan tegas.


Mendengar perkataan dari Niji, Miyuki langsung mendongak kan kepala nya dan mulai menatap balik Niji dengan penuh kebingungan. Akan tetapi, dia masih mengambil nya dan mulai berjalan ke arah Charlene.


Niji yang melihat hal itu, lalu mulai muncul sebuah senyum kecil yang terpampang di wajah nya. Kemudian, dia mulai kembali membuka mulut nya lagi dan berkata. “Lebih baik kamu mencari nya dengan serius. Tanaman obat ini untuk ayah mu” Gumam Niji dengan nada pelan sambil mulai berjalan kembali menuju Souji.


Sesampainya di sana, tanpa basa-basi Niji mulai mengedarkan mana milik nya ke seluruh tubuh dari Souji. Ketika dia mulai melakukan hal itu, tiba-tiba muncul sebuah siluet dari seekor monster yang sedang mengarahkan cakar nya ke leher nya.


Akan tetapi, sebelum cakar itu bisa menyentuh leher dari Niji, tiba-tiba muncul sebuah tangan yang berukuran sangat besar, yang keluar dari bayangan milik Niji. Tangan tersebut tanpa ragu langsung menggenggam erat cakar itu dan tanpa basa-basi langsung meremukkan nya.


*Krakk!!*


Monster yang cakar nya hancur itu langsung berteriak dengan penuh kesakitan. “Argghh!!” Teriak monster itu yang tidak lain adalah Dramebit yang Souji lawan sebelum nya.


Melihat monster yang mulai menggeliat di tanah itu dari sudut mata nya. Niji langsung mendengus dan berkata dengan nada suara yang sangat dingin. “Aku tahu kamu ini memiliki akal bukan? Karena hal itulah, lebih baik sekarang kamu duduk diam dengan manis saja di sana dan jangan mengganggu ku” Ucap Niji sambil terus membekukan darah yang keluar dari tubuh Souji.


“Jika tidak, aku tidak akan ragu untuk menghancurkan jiwa mu secara perlahan-lahan, agar aku bisa menikmati teriakan keputusasaan dari mu” Lanjut Niji sambil mulai menumbuhkan sepasang sayap di punggung nya dan sepasang tanduk di kepala nya.


Bukan hanya itu saja, aura yang dimiliki oleh Niji pun mulai berubah, hingga membuat apa pun yang berada dalam jarak 5 kilometer di sekitar nya bergetar.


Di sisi lain, monster ini mulai terdiam, ketika dia melihat sayap dan tanduk yang dimiliki oleh Niji dan perlahan-lahan dia mulai menjauh dari nya.


Melihat monster itu mulai diam. Niji mulai menghela nafas dengan lega, sebelum dia mulai mengerutkan kening nya sambil berkata di dalam hati.


Apa yang kamu lakukan sebenarnya... dasar Darling baka!! Bagaimana bisa kamu masih bertahan dengan luka yang separah ini?! Apakah kamu seorang masokis?!


Tapi tetap saja, bukankah ini sangat mengerikan. Darling, kamu bukan hanya kehilangan lengan mu saja. Akan tetapi, hampir seluruh pembuluh darah milik mu pecah dan semua organ dalam mu, selain jantung dan hati mu hancur berkeping-keping.


Bagaimana bisa kamu masih hidup dalam kondisi seperti ini? Apakah kamu memang benar-benar seorang masokis Darling, karena kamu membiarkan tubuh mu terluka separah ini dan tidak kesakitan sama sekali. Tapi aku masih bersyukur kamu selamat.


Walaupun begitu, jurus apa yang sebelum nya Darling gunakan itu? Kalau tidak salah, nama jurus nya itu ‘Shimodzuki no geijutsu: Dai san no keitai:’ ‘Ken kaminoikari’ bukan? Jurus ini seperti nya sangat berbahaya. Aku tidak akan membiarkan Darling menggunakan nya lagi di masa depan.


Sambil memikirkan hal-hal tersebut, Niji mulai membuat ulang seluruh organ dalam yang rusak dan semua pembuluh darah yang dimiliki oleh Souji dengan menggunakan sihir milik nya.


Beberapa saat kemudian, dia mulai melebarkan mata nya karena terkejut, sebelum dia mulai mengerutkan kening nya dan berkata.


“Jangan main-main dengan ku, aku tidak akan membiarkan mu mati Darling. Bahkan jika Sang Raja Underworld Hades sendiri yang menginginkan kematian mu. Aku tetap tidak akan membiarkan hal itu terjadi” Ucap Niji dengan nada sedih, sambil mulai menciptakan satu juta lebih lingkaran sihir pemulihan di sekitar tubuh Souji.


“Malahan... Aku mungkin saja akan menghancurkan Underworld dan Celestial hanya untuk membawa mu kembali ke sisi ku. Karena hal itulah.... tolong jangan mati lagi” Lanjut Niji dengan senyum percaya diri yang terpampang di wajah nya sambil mulai mengeluarkan aura berwarna pelangi di sekitar tubuh nya.


Setelah itu, tubuh Niji perlahan-lahan mulai berubah. Dari telinga milik nya yang mulai menjadi runcing dan pupil mata nya mulai berubah menjadi berwarna emas dengan sebuah celah berwarna merah marun. Serta, gigi milik nya yang mulai menjadi semakin runcing.


Di saat penampilan Niji mulai berubah. Tiba-tiba langit yang tadi nya berwarna biru mulai berubah menjadi hanya dipenuhi oleh warna hitam saja, dan tidak terlihat ada satu pun cahaya yang terlihat di langit tersebut. Seakan-akan ada sesuatu yang sedang menutupi seluruh cahaya tersebut.


Tidak berhenti hanya di situ saja, kemudian, mulai terlihat juga, beberapa rekat berwarna merah darah yang mulai bersinar dengan sangat terang di atas langit. Seperti sedang menyambut kedatangan dari suatu entitas yang sangat mengerikan ke dunia ini.


Semua orang yang ada di dunia saat ini sedang dalam kehebohan. Tidak peduli itu Manusia atau pun Iblis, Bangsawan atau pun Rakyat Jelata dan Demon Lord atau pun Pahlawan. Mereka semua hanya bisa menatap langit dengan penuh kebingungan yang bercampur dengan ketakutan.


Saat ini, mereka semua hanya bisa memikirkan satu hal saja di dalam benak mereka. Yaitu, apa yang sedang terjadi dengan Dunia ini?!


Tidak mempedulikan apa yang terjadi di sekitar nya. Kemudian, tanpa basa-basi sedikit pun, Niji langsung membuka mulut nya dan berkata.


<< Original Dragon Soul Magic : Soul Restoration >>


Setelah Niji mengucapkan hal itu, perlahan-lahan mulai muncul ribuan tangan dari balik bayangan-bayang. Tangan-tangan itu secara perlahan mulai menutupi seluruh tubuh dari Souji.


Beberapa saat kemudian, seluruh tubuh dari Souji sudah tertutupi oleh semua tangan yang keluar dari bayangan sebelum nya. Melihat hal itu, Niji mulai terjatuh, sebelum dia menghela nafas dengan lega.


Tubuh nya pun mulai kembali seperti sebelum nya lagi, dan langit yang ada di sana pun mulai kembali ke warna asli nya. Seakan-akan kejadian beberapa saat yang lalu hanya merupakan sebuah kebohongan saja.


Mendongak kan kepala nya sedikit, Niji mulai tersenyum dengan sangat tulus ke arah Souji yang sedang terbungkus di dalam sebuah benda berwarna hitam itu. Kemudian, dia mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Syukurlah.... aku berhasil tepat waktu.... Jika saja aku terlambat satu milidetik untuk menyadari nya.... Mungkin saja.... aku akan kehilangan mu.... untuk selama nya Darling....” Ucap Niji dengan lelah, sambil dengan perlahan-lahan mulai pingsan akibat terlalu banyak menggunakan mana.


Tidak lupa juga, sebelum Niji pingsan. Dia sudah mempersiapkan sebuah Barier khusus yang mampu menahan serangan dari Sihir tingkat atas berulang kali dan hanya bisa di masuki oleh orang-orang yang dia izinkan saja.