Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]

Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]
Interlude : Kebenaran Tentang Rumor



Di waktu yang bersamaan pada saat Makhluk yang memiliki rambut hitam pekat dan dua warna mata yang berbeda itu sedang menatap bulan, terdapat seorang gadis yang juga sedang menatap bulan di tempat lain.


Gadis tersebut sedang menatap bulan dari jendela kamar nya yang berada di dalam Kastil. Gadis itu memiliki rambut berwarna putih yang di ikat ke samping dan memiliki warna mata yang berwarna biru.


Jika di lihat baik-baik, gadis itu terlihat seperti seorang putri yang sedang terkurung di dalam sebuah Kastil, dan sedang menunggu seorang pangeran untuk menyelamatkannya.


Tapi sayangnya gadis tersebut bukanlah seorang putri, melainkan seorang mahasiswa Jepang yang bersekolah di SMA Ryuuji Academy dan merupakan Ketua Osis di sekolah tersebut, nama dari gadis itu adalah Aizawa Saki.


Dia adalah putri tunggal dari keluarga Aizawa yang sangat jenius, dia memiliki nilai yang sangat tinggi dalam pelajaran maupun olahraga, dia bahkan sangat baik kepada semua orang, dan selalu di panggil Putri oleh


semua orang yang ada di sekolah tersebut.


Berbanding terbalik dengan teman masa kecil nya yaitu Shimotsuki Souji. Saki adalah seseorang yang di berikan julukan Putri oleh orang-orang, sedangkan Souji adalah orang yang di berikan julukan sebagai siswa putus sekolah, dan tidak ada seorang pun yang memperlakukan dia dengan baik di sekolah itu, dia selalu di perlakukan seperti sampah oleh semua siswa, bahkan semua guru pun ikut memperlakukan dia seperti seorang sampah juga.


Dan orang yang membuat Souji mengalami semua hal itu adalah Saki sendiri. Dia sakit hati karena melihat Souji berjalan berduaan dengan seorang gadis dan berpikir bahwa Souji selingkuh waktu itu, walaupun mereka berdua sebenarnya belum berpacaran sama sekali waktu itu.


Karena hal itulah, Saki mempermalukannya di depan semua orang dan membuat reputasi nya hancur di saat Penyambutan Murid baru, pada waktu itu dia berpikir jika dia berpura-pura tidak mengenal nya dan membuat reputasi nya hancur di depan semua orang, itu akan membuat gadis yang berjalan dengan nya waktu itu akan membenci nya, setelah itu Saki akan membuat Souji berpikir bahwa Saki adalah gadis terbaik dan membuat Souji menjadi miliknya.


Semua nya berjalan dengan lancar sesuai rencana, gadis yang waktu itu berjalan dengan nya kini mulai mengabaikan nya, lalu satu sekolah mulai memperlakukan nya seperti seorang sampah. Saat Saki melihat hal itu, dia mengira ini sudah waktu nya untuk membuat Souji menjadi milik nya.


Walaupun semua berjalan sesuai rencana, tapi ada satu hal yang dia lupakan. Dia lupa bahwa apa yang dia lakukan itu menyakiti hati dari Souji.


Lalu pada saat dia ingin berbicara dengan Souji, dan membuat Souji hanya bergantung kepada nya saja, pada saat itu juga dia terkejut, karena Souji malah menjadi semakin menjauh dari nya.


Yang bisa dia lakukan hanya melihat Souji di perlakukan dengan sangat tidak adil di depan mata nya sendiri, dan pada saat dia ingin membantu nya, Souji malah mengabaikan uluran tangan nya dan berjalan seperti mereka tidak mengenal satu sama lain.


Dia masih berpikir, bahwa itu perlu waktu sampai Souji mulai bergantung kepada nya.


Tetapi betapa terkejut nya dia, pada saat melihat ada seorang gadis yang mulai memperlakukan Souji dengan baik. Gadis itu memiliki rambut panjang dan mata yang sama-sama berwarna merah. Gadis tersebut adalah seorang Idol baru yang sedang naik daun dan memiliki nama Miyouji Nagisa.


Pada saat itu Saki masih berpikir, jika Nagisa hanya memperlakukan Souji dengan baik karena dia masih belum mengetahui rumor tentang Souji sama sekali, Saki mencoba memberitahukan rumor itu kepada nya agar dia membenci Souji, akan tetapi, betapa terkejut nya dia mendengar jawaban dari Nagisa waktu itu.


Waktu itu pada saat Nagisa mendengar apa yang di katakan oleh Saki, Nagisa langsung menampar nya dan berkata bahwa Saki tidak memiliki hati nurani sama sekali. Dia sangat terkejut saat Nagisa menampar nya, dan mengatakan hal tersebut. Karena semua orang yang mendengar hal itu biasa nya akan langsung mempercayainya, jadi kenapa dia tidak mempercayai rumor itu?.


Waktu itu Saki masih belum menyadari apa yang di maksud oleh Nagisa, dan masih menganggap bahwa apa yang di lakukan oleh nya itu tidak salah sama sekali. Hari demi hari dia mencoba memisahkan Nagisa dari Souji, tapi, tidak peduli seperti apa dia mencoba untuk memisahkan mereka berdua, Nagisa masih tetap saja akan menemui Souji.


Tapi dia masih optimis bahwa Souji akan datang kepadanya dan menjadi miliknya suatu hari nanti, akan tetapi, semakin lama dia menunggu, semakin banyak pula gadis yang mulai berbicara kepada Souji.


Di mulai dari seorang murid perempuan bernama Hiro Sanada, gadis ini memiliki rambut berwarna pink dengan gaya twintal dan merupakan siswi kelas 10. Gadis ini juga selalu terlihat berangkat ke sekolah bareng dengan Souji, dan itu membuat rasa sakit di dada nya semakin menjadi-jadi.


jenius sama seperti Saki. Dia juga sangat baik dan selalu membantu orang lain, karena hal itulah dia biasa di panggil Dewi oleh semua orang di sekolah.


Walaupun begitu, entah kenapa dia tiba-tiba membangunkan Souji pada saat jam istirahat dan mengajak nya makan siang bersama dengan nya, Saki bingung waktu itu, kenapa bisa gadis yang populer seperti dia mengajak orang yang memiliki reputasi terburuk di sekolah ini makan siang bersama.


Waktu itu Saki masih berpikir bahwa itu hanya kebetulan saja. Akan tetapi, setelah hari itu, dia terus-menerus membangunkannya dan mengajaknya makan siang bersama.


Pada saat jam istirahat, Saki selalu melihat gadis itu berusaha membangunkan Souji dan mengajak nya makan siang bersama dengan nya.


Tentu saja bukan hanya tiga gadis itu saja, semenjak saat itu, semakin hari semakin banyak juga gadis populer di sekolah mulai bergaul dengan Souji, dan hal itu membuat Saki semakin merasa kesal.


Walaupun begitu, dia masih tidak bisa melakukan apa pun selain melihat hal itu terjadi dari kejauhan saja.


Hingga hari itu tiba, hari di mana garis aneh tiba-tiba muncul di lantai sekolah.


Waktu itu Saki sedang memperhatikan Souji seperti biasa dari kejauhan, dia melihat bahwa Souji tiba-tiba bertingkah aneh pada saat ingin menaiki tangga menuju ke atap. Entah kenapa, waktu itu Saki melihat Souji seperti sedang mencari seseorang.


Lalu pada saat Saki sedang ingin mencari tahu siapa orang yang sedang di cari oleh Souji. Tapi tiba-tiba, muncul sebuah garis aneh di bawah kaki nya. Saki menjadi penasaran dengan garis itu dan mulai memperhatikan nya, pada saat dia sedang memperhatikan garis itu, tiba-tiba garis itu mulai menyala dengan sangat terang, dan membuat dia secara refleks menutup mata nya serta melindungi penglihatannya dengan lengannya.


Setelah mendengar suara gemersik, dia mulai membuka mata nya, dan pemandangan yang pertama kali dia lihat adalah sebuah ruangan megah yang terlihat seperti ruang tahta pada abad pertengahan.


Dia langsung memalingkan wajah nya dari hal-hal itu dan mulai mencari Souji, walaupun pada akhir nya dia melihat Souji sedang mengobrol dengan Shinomiya. Pada saat dia melihat hal itu, entah kenapa dia menjadi sangat marah terhadap Shinomiya yang merebut Souji darinya.


Pada saat Saki sedang berusaha menahan amarahnya terhadap Shinomiya, tiba-tiba dia mendengar sebuah kalimat yang tidak pernah ingin dia dengar selama nya.


“Menjauhlah Shinomiya-senpai!! Souji-senpai dan Sanada sudah mulai berpacaran!!, jadi menjauhlah!!”


Pada saat Saki mendengar hal itu, Saki langsung di tutupi dengan api amarah dan kebencian yang meluap-luap dari dadanya.


Tapi pada saat dia ingin pergi ke sana, tiba-tiba ada seseorang yang menggunakan zirah yang terlihat terbuat dari besi mulai berbicara.


“Di mohon untuk tenang karena Yang Mulia ingin berbicara”


Yang Mulia? Apakah mereka sedang bercanda?


Lalu orang yang dari tadi duduk di kursi yang mirip seperti kursi tahta abad pertengahan mulai berbicara.


“Wahai para pahlawan dari dunia lain, aku Raja Kerajaan Groxia, Denis Groxia menyambut kalian di kerajaanku ini”