Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]

Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]
Interlude : Penantian Seseorang



Di sebuah hutan yang gelap, terdapat seseorang yang sedang duduk di atas sebuah batu besar.


Orang itu memiliki rambut berwarna hitam pekat dan memiliki warna mata yang berbeda satu sama lain, mata kiri orang itu berwarna merah sedangkan mata kanan nya memiliki warna biru.


Dia sekarang sedang di kelilingi oleh lebih dari 100 ekor [Hyena Wolf], walaupun begitu dia masih menatap bulan tanpa bergerak sedikit pun dari tempat dia sedang duduk.


Pada saat salah satu [Hyena Wolf] ingin menyerang orang itu, dia hanya menoleh ke arah nya sebentar dan seketika tubuh dari [Hyena Wolf] itu terbelah menjadi dua.


Pemimpin dari para [Hyena Wolf] tersebut kaget, saat melihat tubuh dari [Hyena Wolf] itu terbelah secara misterius, walaupun begitu dia masih tetap optimis bahwa makhluk hidup yang berada di depan nya lebih lemah dari mereka, karena hal itulah dia mengirim sekitar 10 [Hyena Wolf] untuk menyerang orang itu dari segala sisi.


Akan tetapi, pada saat orang itu menutup mata dan menghembuskan nafas nya, secara misterius kepala dari ke 10 [Hyena Wolf] tersebut terbang ke langit dan menciptakan sebuah hujan darah yang menakuti para [Hyena Wolf] yang tersisa.


Walaupun telah melihat 10 rekan nya mati secara misterius, pemimpin dari para [Hyena Wolf] ini masih tidak ingin mempercayai bahwa makhluk hidup yang ada di depan nya lah yang telah melakukan hal tersebut, dia masih berpikir bahwa pasti itu adalah sebuah jebakan yang tidak dia sadari, dan mencoba menakuti makhluk yang ada di depan nya ini dengan para [Hyena Wolf] yang tersisa.


Mereka semua maju secara perlahan sambil melepas intimidasi untuk membuat makhluk tersebut ketakutan. Akan tetapi, tiba-tiba sudut bibir dari makhluk tersebut mulai naik dan pada akhirnya suara tawa dari makhluk itu menggema di seluruh hutan, dan tentu saja para [Hyena Wolf] yang mendengar hal tersebut langsung berlari terbirit-birit ketakutan.


Tapi sayang sekali, mereka telah menginjak ranjau kematian mereka sendiri dengan memprovokasi makhluk misterius itu. Pada saat mereka semua ingin berlari untuk menyelamatkan diri, tiba-tiba kepala mereka semua terbang tanpa alasan sama sekali, dan hanya menyisakan pemimpin para [Hyena Wolf] tersebut.


Pemimpin itu langsung menciut ketakutan, saat melihat adegan pembantaian itu di depan mata nya sendiri, dan pada saat dia ingin berbalik untuk melarikan diri, tiba-tiba makhluk yang dari tadi hanya duduk memandangi bulan saja sudah berada tepat di depan nya.


Makhluk itu tersenyum kepada pemimpin [Hyena Wolf] tersebut, tetapi makhluk yang tadi nya dia anggap sebagai makhluk yang lebih lemah dari diri nya, kini makhluk tersebut mengeluarkan aura yang sangat mengerikan dan juga, makhluk tersebut sekarang terlihat seperti perwujudan dari apa yang di maksud dengan keputusasaan.


Dia sangat menyesal telah mengganggu makhluk itu, yang bisa dia lakukan sekarang hanya berlari sekuat tenaga untuk melarikan diri dari makhluk mengerikan itu.


Akan tetapi, sangat di sayangkan sekali, tidak peduli sekeras apa pun pemimpin [Hyena Wolf] ini berusaha melarikan diri, dia tidak akan dapat kabur dari genggaman makhluk itu, karena takdir nya sudah di tentukan pada saat dia mengarahkan taring nya kepada makhluk itu.


Pada saat pemimpin [Hyena Wolf] ini berpikir bahwa dia sudah melarikan diri dari makhluk itu, tiba-tiba kepala dari pemimpin [Hyena Wolf] tersebut terbang, dan darah dari tubuh nya mengalir ke atas serta menciptakan hujan darah di dalam hutan tersebut.


Pada saat kepala pemimpin [Hyena Wolf] tersebut ingin jatuh ke tanah, tiba-tiba kepala nya tersebut di tangkap oleh seseorang, orang tersebut memegang sebuah Katana berwarna hitam pekat di tangan kiri nya dan memakai sebuah baju yang jarang terlihat di dunia ini, serta menutupi baju tersebut dengan sebuah jubah hitam pekat yang seakan-akan menyatu dengan kegelapan hutan tersebut dan memiliki sebuah syal berwarna putih yang menggantung di leher nya.


Makhluk tersebut tersenyum saat melihat ekspresi putus asa dari mayat pemimpin [Hyena Wolf] tersebut, lalu akhirnya dia membuka mulut nya dan mulai berbicara.


[Inilah hasil yang akan kamu dapatkan, jika kamu ingin melukai tubuh Master yang indah ini]


Dia mengatakan hal itu sambil menginjak kepala dari mayat [Hyena Wolf] tersebut hingga hancur berkeping-keping.


Dan lagi, walaupun suara makhluk itu terdengar sangat indah, akan tetapi, makhluk tersebut tidak memiliki ekspresi sama sekali yang terlihat di wajah nya.


Makhluk itu mulai berjalan kembali menuju ke tempat dia duduk sebelum nya, dan mulai berbicara dengan nada yang sangat lembut sambil melihat ke arah bulan.


Makhluk itu mengatakan hal tersebut sambil memeluk tubuh nya sendiri, walaupun begitu, suara dari makhluk tersebut terdengar agak kesepian.


[Walaupun begitu... karena makhluk rendahan sebelum nya, makhluk rendahan itu membuat Master kehilangan ciuman pertama mu, seharusnya ciuman pertama Master itu adalah milikku... jika saja aku memiliki tubuh ku,


aku pasti akan kembali ke masa lalu dan melindungi ciuman pertama Master...]


Makhluk itu mengatakan hal tersebut sambil mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat, dan menyebabkan Monster-monster yang berada di dalam hutan tersebut, berlarian keluar dari hutan untuk menyelamatkan diri.


Mereka berlari menuju ke arah Ibu Kota kerajaan Groxia, walaupun begitu, Makhluk itu membiarkan nya begitu saja, dan malah memperkuat aura membunuh nya hingga membuat  pepohonan di sekitar nya menjadi layu.


Pawai Monster tersebut nanti nya akan membuat Kerajaan Groxia kehilangan sebagian dari Ibu Kota mereka, cerita ini nanti akan terjadi bertepatan dengan hilang nya simbol kekuatan dari Kerajaan Groxia ini, yaitu... Sang Raja Api Fuoco Rosso.


[Kalau begitu untuk menebus kegagalan ku ini, aku akan mengirim sebuah Pawai Monster menuju Kerajaan yang telah menghina Master sebelum nya]


Makhluk tersebut mengatakan hal itu sambil tersenyum dan akhirnya tertawa terbahak-bahak.


pada saat makhluk itu tertawa, hutan yang luas ini mulai bergetar dengan sangat hebat, seakan-akan seperti sedang menjerit ketakutan, dan membuat semua makhluk hidup yang ada di dalam nya berlarian keluar dari


hutan ini.


Makhluk itu akhirnya berhenti tertawa dan mulai kembali menatap bulan.


[Master!!]


Makhluk itu mulai memeluk tubuhnya dengan lebih erat.


[Aku masih tidak percaya... bahwa aku sekarang sedang menggunakan tubuh Master!!]


Dia mengatakan hal itu dengan nada suara yang sangat gembira.


[Ini seperti sebuah mimpi!!]


Dia mengatakan hal itu dengan nada suara yang masih seperti sebelumnya, dan makhluk itu mulai menggeliat seperti cacing kepanasan. Makhluk itu tiba-tiba berhenti menggeliat dan mulai berdiri.


[Seperti nya aku sudah hampir mencapai batas ku, aku berharap kita akan bisa bertemu lagi suatu hari nanti, tidak, pasti kita akan bertemu lagi suatu hari nanti... My Master]


Makhluk itu mengatakan hal tersebut sambil berjalan pergi dari tempat itu.