Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]

Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]
Chapter 32 : Roh Api Peringkat Tertinggi



Di sebuah hutan gelap yang hanya di terangi oleh beberapa cahaya yang masuk melalui celah-celah dari dedaunan. Di tempat itu terdengar sebuah suara dentuman dari sebuah logam yang terus-menerus menggema di sana.


Desing!! Desing!! Desing!!


Di tempat suara itu berasal. Terdapat seorang pemuda yang sedang bertarung dengan dua ekor monster. Pemuda tersebut terlihat sedang terpojok dan berusaha mati-matian untuk menangkis serangan dari kedua monster tersebut.


“Tch!! Sudah aku duga, menangani dua monster peringkat tinggi seperti ini benar-benar sangat menyusahkan” Ucap pemuda tersebut sambil berusaha menghindari sihir api yang di tembakan ke arah nya oleh salah satu dari


monster tersebut, dan sambil menangkis serangan cakar dari monster yang lainnya.


Ketika dia sedang fokus menghindari rentetan api yang di tembakan ke arah nya oleh salah satu dari dua monster tersebut. Tiba-tiba salah satu dari bola api yang berhasil dia hindari tadi mulai berbelok arah dan langsung mengenai lengan kiri dari pemuda tersebut.


“Argh!!!” Erang pemuda tersebut dengan penuh kesakitan.


Tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Setelah pemuda tersebut terkena bola api yang berbelok arah sebelumnya. Tiba-tiba monster yang satunya lagi yang terlihat seperti seekor beruang, mengambil kesempatan


tersebut dan monster itu mulai berlari ke arah samping untuk memutar menuju ke bagian belakang pemuda tersebut dengan menggunakan kecepatan penuhnya.


Di sisi lain. Setelah sekitar 1 menitan, pemuda tersebut akhirnya berhasil mendapatkan kembali pikirannya dan dia mulai kembali memfokuskan pemikirannya menuju ke arah dua monster sebelumnya.


Pada saat dia mulai menoleh untuk melihat posisi kedua monster tersebut. Dia langsung tersentak kaget, karena dia hanya bisa melihat monster humanoid yang memiliki warna kulit cokelat dengan beberapa bagian tubuhnya yang tercipta dari api saja disana, dan tidak melihat monster yang satunya lagi di sana.


Ketika dia ingin melihat sekeliling untuk mencari keberadaan monster yang satunya lagi. Tiba-tiba dia merasakan sebuah hawa dingin yang langsung menjalar di tulang punggung nya.


Pada saat merasakan hawa dingin tersebut. Pemuda itu secara naluri langsung segera berbalik dan mengangkat Claymore nya dalam posisi bertahan.


Tapi sayangnya pemuda tersebut terlambat. Ketika pemuda itu ingin mengangkat pedangnya dan mengambil posisi bertahan.


Tiba-tiba dia merasakan sebuah hantaman keras yang mengarah ke bagian perutnya. Lalu sedetik kemudian, tubuhnya langsung terlempar sejauh 50 meter ke belakang, dan menumbangkan pohon-pohon yang dia lewati.


Brukk!!


Setelah tubuhnya berhenti terlempar, pemuda tersebut langsung mengambil sebuah [Potion] dari saku baju nya dan mulai meminumnya. Serta, dia juga tidak lupa untuk menuangkan setengah dari [Potion] tersebut ke arah luka yang dia miliki.


Setelah dia selesai menuangkan [Potion] di seluruh lukanya. Tiba-tiba mulai muncul sebuah cahaya redup berwarna hijau di sekitar tubuhnya. Setelah sekitar 30 detik, cahaya tersebut berangsur-angsur menghilang dan semua luka yang sebelumnya dimiliki oleh pemuda tersebut langsung sembuh.


Ketika dia melihat luka-lukanya sudah sembuh. Dia mulai kembali menoleh ke arah depan dan mulai kembali menatap kedua monster yang ada di depannya dengan tajam, sambil menggertak kan giginya.


Sial!! Aku harus segera pergi dari tempat ini atau situasi nya akan menjadi semakin buruk...


Pikir pemuda tersebut sambil mengencangkan genggaman nya pada gagang Claymore miliknya.


Lalu pemuda itu mulai berdiri dan dia langsung melompat ke arah kanan dengan sekuat tenaga untuk menjauh dari tempat yang dia injak sebelumnya. Beberapa detik setelah pemuda tersebut melompat, tiba-tiba keluar sebuah pusaran api besar dari tempat yang tadi dia pijak sebelumnya.


Ketika pemuda itu melihat hal tersebut, alis pemuda tersebut langsung berkedut dan dia mulai kembali mengambil posisi bertarung.


Ya, tentu saja. Pemuda yang sedang berusaha menghindari serangan kedua monster tersebut adalah Kayle. Dia sekarang sedang berusaha mati-matian untuk mencari celah, agar dia bisa melarikan diri dari kedua monster yang sedang dia hadapi ini.


Dua monster yang sedang Kayle hadapi ini adalah seekor monster kelas atas yang memiliki nama [DeathBear] dan [FlameVir]. Kedua monster yang sedang dia hadapi ini, adalah seekor monster yang salah satu nya saja, bahkan dapat menghancurkan sebuah kota besar.


[DeathBear] adalah seekor monster Rank A, dengan perawakan yang terlihat seperti seekor beruang dengan warna bulu yang berwarna lebih gelap. Monster itu juga, memiliki sebuah luka yang berbentuk ‘X’ di bagian mata kirinya dan cakar dari monster tersebut terlihat lebih runcing dari pada cakar beruang pada umumnya.


Serta, monster tersebut juga, memiliki dua buah taring yang menjulang ke bagian belakang dan terlihat seperti sebuah gading. Dan juga, monster tersebut biasa nya tinggal di bagian dalam dari hutan [Groen Forest].


Sedangkan monster yang satunya lagi memiliki nama [FlameVir].


[FlameVir] adalah seekor monster yang memiliki Rank +A, dengan perawakan yang terlihat seperti seorang manusia dengan warna kulit yang berwarna cokelat. Monster itu juga, memiliki sebuah rambut panjang sepinggang


yang terbuat dari kobaran api.


Di tubuh monster itu juga, terdapat sebuah tato yang terlihat seperti terbuat dari sebuah lava. Dan monster itu juga, mengenakan sebuah celana panjang yang memiliki warna yang sama dengan kulitnya. Serta, monster tersebut memiliki sebuah ekor yang terbuat dari api.


Monster itu biasanya tinggal di daerah lereng dari Gunung Berapi [Vulkan] yang terletak di bagian Timur dari Benua Hopheilig. Dan monster itu juga, biasanya tidak pernah sama sekali keluar dari lereng gunung berapi itu.


Karena hal itulah, Kayle sekarang sedang bingung. Bagaimana bisa monster yang dikenal tidak pernah meninggalkan teritori nya sendiri, sekarang malah berada di bagian hutan ini.


Semakin Kayle memikirkan hal tersebut, itu malah membuat kepalanya menjadi semakin sakit. Dan dia memutuskan untuk berhenti memikirkan hal tersebut dan mulai fokus untuk melarikan diri dari kedua monster yang


sekarang ada di hadapannya ini.


Dari pada menunggu celah seperti ini, lebih baik aku menyerang habis-habisan saja. Mungkin hal tersebut dapat memberi ku waktu yang cukup untuk melarikan diri dari tempat ini.


Dengan pemikiran yang seperti itu. Kayle mulai mengencangkan genggaman kedua tangannya pada gagang Claymore tersebut. Setelah kesunyian yang mencekam selama kurang lebih 1 menit. Kayle mulai berjongkok dan meletakkan tangan kirinya di tanah. Lalu dia mulai menutup matanya, sambil mulai membuka mulutnya dan mulai melantunkan sebuah mantra.


“Wahai Roh Ibu Bumi yang telah menciptakan tanah yang subur, tanah yang layak untuk di tinggali semua makhluk hidup, aku meminta izin kepadamu untuk meminjam kekuatan darimu, kekuatan untuk menciptakan sebuah dinding yang dapat menahan semua serangan dari musuhku, datanglah...”


Dia berhenti dan mulai menutup mata dan mulutnya selama beberapa detik. Setelah jeda singkat tersebut, dia langsung membuka matanya lagi dan melantunkan kata terakhir dari mantra nya dengan nada tinggi.


<< Earth Magic : Castle Wall >>


Setelah Kayle mengatakan hal tersebut. Tiba-tiba muncul sebuah lingkaran sihir yang berwarna cokelat yang memiliki ukuran yang lumayan besar.


Lalu setelah lingkaran sihir tersebut mulai bersinar, tanah yang berada di depan kaki Kayle, tiba-tiba secara perlahan mulai naik dan menciptakan sebuah tembok besar yang terbuat dari tanah dengan tinggi sekitar 15


meter tepat di depan Kayle.


Ketika melihat dinding tanah tersebut. Kayle sedikit tersenyum dan mulai kembali memegang Claymore miliknya dengan erat. Lalu dia mulai mengucapkan sebuah mantra dengan nada suara yang sangat kecil.


“Wahai Roh-roh Api yang memerintah atas segala sesuatu yang panas dan menyala, yang telah memberikan kehangatan bagi semua makhluk hidup di dunia ini, aku meminta izin kepadamu untuk meminjamkan aku kekuatan milikmu, kekuatan untuk menciptakan sebuah api yang memiliki kekuatan untuk membakar semua musuhku....”


“Datang dan muncullah di hadapan ku, Wahai Roh Api yang memiliki kekuatan terbesar di antara Roh Api lainnya, Roh Api Tingkat Tertinggi.....”


“...Ifrit!!!”


Setelah Kayle membaca mantra tersebut. Tiba-tiba mulai muncul sebuah lingkaran sihir besar berwarna merah tepat di bawah kakinya.


Setelah jeda beberapa detik, lingkaran sihir berwarna merah tersebut, secara perlahan mulai bersinar dengan warna Crimson.


Cahaya yang keluar dari lingkaran sihir tersebut, secara perlahan-lahan mulai menjadi sangat terang. Sehingga membuat hutan yang tadinya gelap menjadi sangat terang dan membuat hutan di bagian itu, ditutupi oleh cahaya merah crimson yang keluar dari lingkaran tersebut.


Setelah sekitar 1 menit. Cahaya berwarna Crimson yang keluar dari lingkaran sihir tersebut, secara perlahan mulai menjadi redup dan menghilang.


Ketika cahaya berwarna crimson tersebut berhenti bersinar. Di tengah lingkaran sihir yang berwarna merah sebelumnya. Muncul seorang makhluk humanoid yang terlihat mirip dengan salah satu monster yang sekarang sedang Kayle lawan, yaitu [FlameVir].


Walaupun makhluk humanoid tersebut terlihat mirip dengan [FlameVir]. Tetapi warna api,kulit,rambut dan pakaian yang dia kenakan terlihat sangat berbeda sekali dengan [FlameVir].


Makhluk humanoid tersebut, memiliki warna kulit yang lebih cerah di bandingkan [FlameVir]. Warna kulit dari makhluk humanoid tersebut berwarna Cokelat Caramel, sedangkan warna kulit dari [FlameVir] adalah warna Cokelat Walnut.


Lalu makhluk humanoid tersebut juga, memiliki rambut yang berwarna merah dengan sedikit warna hitam yang berada di ujung rambutnya. Sedangkan [FlameVir] memiliki rambut yang terbuat dari api yang berwarna orange.


Dan makhluk humanoid itu juga tidak memiliki sebuah topeng yang terbuat dari api di wajahnya, seperti yang dimiliki oleh [FlameVir].


Serta, mata milik makhluk humanoid tersebut juga, mempunyai mata yang berwarna merah marun dengan satu titik berwarna emas yang berada di tengahnya. Sedangkan [FlameVire] memiliki warna mata yang sama, akan tetapi, dengan warna merah yang terlihat lebih gelap dari mata milik makhluk humanoid tersebut.


Ketika makhluk humanoid itu perlahan-lahan mulai membuka kedua matanya. Sudut bibir Kayle secara tidak sadar mulai naik dan membentuk sebuah senyum yang seakan-akan dia telah memenangkan pertempuran tersebut.


Setelah melihat makhluk humanoid di depan nya sudah selesai membuka mata nya. Senyuman yang dimiliki Kayle menjadi semakin dalam dan mulai menatap makhluk humanoid yang ada di depan nya dengan tatapan kekaguman yang bercampur dengan kebahagian dan kesyukuran.


Setelah beberapa detik keheningan di antara mereka berdua. Orang pertama yang mulai berbicara adalah Kayle, dia mulai membuka mulut nya dan mulai berbicara dengan nada suara yang penuh dengan semangat.


“Tunduk dan Layanilah aku dengan segenap kekuatan yang kamu miliki, Wahai Roh Api Peringkat Tertinggi..... Ifrit!!!”


☆-----___-----___-----☆


Catatan Author:


Hai kembali lagi dengan saya Panagakos_Void, Author dari novel ini.


bagaimana scene action dari novel ini? maaf aja kalau scene action ini jelek. karena ini baru pertama kali thor nulis scene action yang kaya gini, biasanya mah cuma pembantaian sepihak doank:V.


ngomong-ngomong bagi kalian yang masih bertanya-tanya kapan gender bender si MC di mulai, maka jawaban nya nanti bakal muncul di akhir Arc pertama/Prolog dari novel ini.


dan juga thor ingin mengingatkan kepada kalian, bahwa gender bender si MC ini BUKAN jadi cewe selamanya, akan tetapi, nanti bakal ada satu Arc yang dimana si MC gonta-ganti gendernya terus menerus antara laki-laki dan perempuan.


balik kembali ke topik pembicaraan. disini thor mau ngasih kabar baik dan kabar buruk. biar seru mari kita denger kabar buruk nya terlebih dahulu.


baiklah, kabar buruk nya itu, mungkin setelah bab ini di up thor bakal jarang sekali up kedepan nya. tapi sebelum itu tenang saja thor gk bakal ngejatuhin novel ini kok. thor cuma gak up gara-gara tugas sekolah thor yang udah semakin numpuk.


di tambah lagi kemarin thor abis vaksin, waktu itu benar-benar mengerikan sekali. thor di suruh ngantri selama 3 jam lebih di tengah-tengah kerumunan yang dimana bagi author yang seorang NOLEP sejati dan TIDAK mempunyai teman sama sekali,


sendirian di TENGAH-TENGAH kerumunan dan melihat semua orang yang saling mengobrol dengan senang ria di sekitar thor, seakan-akan mereka semua sedang meledek thor yang GAK punya temen sama sekali, hal tersebut sama saja menyuruh author bunuh diri.


yang bikin nambah jengkel lagi, ketika thor udah ingin daftar dan menyerahkan berkas punya thor, ehhh tuh orang bener-bener ngeledek thor cuy, dia bilang thor harus ngambil nomor dulu baru dateng kesono. pas denger nih orang bilang gitu, thor langsung mengambil wajah serius dan mulai menunjuk ke arah orang itu dan berkata...


...


...


...


...


...


...


...


...


...


...


... "Omae Wa Moo Shindeiruu!!!"


Boom!!!


gk gk yang tadi cuma canda kok, ya gak semua nya sih....


yahh yang penting kawan bayangin aja dh di posisi author, dimana kalian dh bersyukur udh hampir selesai ngantri, ehhh malah di suruh ngambil kartu dulu dan ngantri ulang, dh mana jadi makin panjang dari sebelumnya lagi antrian nya.


karena hal itulah thor ingin ngambil beberapa hari rehat buat kesehatan batin thor setelah melewati cobaan tersebut, tapi kalau thor dah dapet mood lagi thor bakal lanjut up seperti biasa. jadi doain aja semoga thor cepet dapet mood nya biar cepet up bab barunya.


baiklah kalau begitu, sekarang kita bakal pindah ke kabar baiknya.


kabar baiknya disini adalah bahwa novel ini sudah lulus kontrak!! Yeyy!!! Terima kasih banyak para Readers sekalian!!🙇🏻‍♂️


yahh cuma itu aja sih, kalau begitu sampai jumpa lagi nanti Bye!!