Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]

Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]
Chapter 36 : Kayle dan Anak Laki-laki Berambut Hitam



“Umu~ sudah aku duga~ seperti nya aku kecanduan dengan buah-buahan ini~ “ Ucap anak laki-laki itu dengan nada yang main-main sambil menjilati tangan nya.


Ketika melihat hal tersebut, mau tidak mau semua orang yang ada di sana menjadi sangat tercengang dan membuat semua orang yang ada di sana, hanya memiliki satu buah pertanyaan yang sama di dalam benak mereka.


Apakah dia memiliki kepribadian ganda?


Pertanyaan tersebut terus terngiang-ngiang di benak semua orang. Apalagi Kayle yang sudah melihat hal itu terjadi sebanyak dua kali. Dan, karena hal itulah Kayle tidak bisa menahan diri nya untuk tidak bertanya.


“Permisi, bolehkah aku bertanya sesuatu hal kepadamu?” Tanya Kayle dengan nada yang sangat sopan sambil menonaktifkan semua skill dan Sihir Unik yang dia aktifkan.


Ketika mendengar pertanyaan yang tiba-tiba itu, anak laki-laki tersebut sedikit terkejut dan mencoba untuk membuat diri nya terlihat tenang di luar. Lalu anak laki-laki itu mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Boleh, silahkan, aku tidak keberatan dengan hal itu, dan juga, tolong berhenti menggunakan nada formal jika kamu berbicara denganku, karena hal itu benar-benar menjengkelkan” Ucap Anak laki-laki itu sambil masih menjilati jari-jari nya.


Kayle langsung terkejut, ketika dia mendengar hal tersebut. Kayle sebenarnya tidak mengira anak laki-laki berambut hitam yang ada di depan nya ini akan mengatakan hal tersebut. Dia sebenarnya sudah merumuskan berbagai macam kemungkinan jawaban yang akan di berikan oleh monster yang ada di depan mata nya ini.


Akan tetapi, Kayle tidak mengira, kalau monster ini akan mengatakan sesuatu hal yang di luar imajinasi terliar nya. Lalu Kayle mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Kalau begitu, aku harus memanggilmu apa?” Tanya Kayle dengan nada yang masih sama seperti sebelum nya.


Ketika anak laki-laki berambut hitam itu melihat Kayle masih menggunakan nada formal, dia mulai menghela nafas panjang, lalu anak laki-laki itu mulai membuka mulut nya lagi dan berkata.


“Aku sudah bilang kepada mu untuk tidak menggunakan


formalitas jika berbicara denganku, dan juga, kamu bisa memanggil ku Shimotsuki atau Souji, terserah mau yang mana” Ucap anak laki-laki itu kepada Kayle dengan nada suara yang jengkel, sambil mengambil beberapa buah lagi dari kantong baju nya.


Pada saat Kayle mendengar hal itu, Kayle langsung ketakutan hingga membuat nya tidak berani bergerak. Kayle sangat ketakutan sekarang, karena dia mulai mengingat kejadian yang terjadi di Guild Petualang antara dia dan anak laki-laki berambut hitam yang ada di depan nya ini.


Setelah mengingat kejadian itu, Kayle mulai mencoba untuk menenangkan diri nya, sambil berharap jika dia tidak membuat kesal monster yang ada dihadapan nya lagi.


Sebenarnya, setelah Kayle sudah siuman, dia langsung di beritahu oleh Guild Master, tentang apa yang terjadi setelah dia pingsan akibat aura mengerikan yang dipancarkan oleh anak laki-laki berambut hitam ini.


Ketika Kayle mendengar keseluruhan cerita tersebut, dia mau tidak mau di buat ngeri mendengar hal tersebut. Gimana Kayle tidak ngeri coba, coba bayangkan saja monster macam apa yang dapat membuat seluruh ibu kota Kerajaan Groxia yang memiliki luas 529 km², bergetar dengan sangat hebat, seakan-akan tanah-tanah di sana takut akan murka dari anak laki-laki berambut hitam ini.


Walaupun begitu, bagian yang paling mengejutkan Kayle adalah hal ketiga yang dikatakan oleh anak laki-laki berambut hitam ini kepada Guild Master. Ketika diberitahukan hal tersebut, Kayle langsung menjadi semakin gemetaran.


Kayle sampai saat ini masih tidak menyangka, dia tidak menyangka ada seseorang yang berani menghina seorang Dewa secara terang-terangan. Kayle saat itu bahkan diberitahu, bahwa anak laki-laki berambut hitam ini dengan mudah nya mengatakan bahwa dia akan membunuh seorang Dewa.


Setelah mendengar hal tersebut, Kayle bahkan sempat berpikir, kalau anak laki-laki berambut hitam ini pasti akan di incar oleh Kekaisaran Suci dan anak laki-laki berambut hitam ini juga, akan di cap sebagai seorang bidat oleh mereka.


Ketika hal itu benar-benar terjadi, Kayle hanya bisa berpikir tentang satu kemungkinan saja yaitu, mungkin Kekaisaran Suci bakal lenyap dari peta.


Jika ada orang yang bertanya, kenapa bisa Kayle sampai pada kesimpulan seperti itu. Hal itu dikarenakan pada saat Kayle di tatap oleh mata dari anak laki-laki berambut hitam ini di Guild, waktu itu, hanya ada satu hal saja yang terngiang-ngiang di benak Kayle, yaitu Kematian.


Kesimpulan tersebut semakin diperkuat oleh hal yang selanjutnya ditunjukkan oleh Guild Master kepada nya. Ketika Kayle melihat hal tersebut, dia mau tidak mau menjadikan kesimpulan tersebut menjadi sebuah kenyataan. Karena hal yang ditunjukkan oleh Guild Master adalah sebuah papan status yang sangat tidak masuk akal sama sekali bagi Kayle.


Jika ada orang yang bertanya kenapa Kayle mengatakan kalau papan status itu benar-benar tidak masuk akal. Itu karena papan status yang diberikan oleh Guild Master, semua statistik nya berada di atas 1 miliyar. Bukan hanya itu saja, bahkan Guild Master mengatakan, kalu dia tidak dapat melihat skill apa saja yang di miliki oleh anak laki=laki berambut hitam itu.


Lalu Kayle menjadi semakin terkejut, pada saat Guild Master mengatakan kalau papan status itu adalah status dari anak laki-laki berambut hitam yang sebelum nya dia lihat selama beberapa detik saja.


Waktu itu, Guild Master hanya bisa melihat papan status anak laki-laki itu selama beberapa detik saja, karena setelah Guild Master mengintip papan status milik anak laki-laki berambut hitam tersebut. Guild Master langsung merasakan bahwa detak jantung nya berhenti berdetak, ketika anak laki-laki berambut hitam itu mulai membuka mulut nya.


Pada saat Guild Master menceritakan hal tersebut, wajah nya langsung berubah menjadi seperti seorang anak kecil yang sangat menyedihkan. Kayle saat itu mulai tidak mempercayai apa yang dia lihat. Karena Kayle sangat terkejut melihat Guild Master yang biasa nya terlihat seperti seorang jendral yang sangat tegas dan berwibawa, tiba-tiba langsung berubah menjadi seorang anak kecil yang begitu menyedihkan.


Setelah melihat apa yang terjadi kepada Guild Master, Kayle langsung menanyakan kemana pergi nya anak laki-laki itu. Pada saat Guild Master mendengar Kayle menanyakan hal itu, dia tadi nya ingn menghentikan nya dan menyuruhnya agar tidak terlibat dengan anak itu lagi.


Akan tetapi, pada saat Guild Master melihat tekad yang ada di mata Kayle. Guild Master langsung menghela nafas berat dan mulai menanyakan kepada Kayle kenapa dia ingin bertemu dengan anak laki-laki itu lagi.


Ketika mendengar pertanyaan dari Guild Master, Kayle sedikit terkejut karena Guild Master tidak mencoba menghentikannya. Karena biasa nya Guild Master pasti akan selalu mencoba untuk menghentikan Kayle, jika dia ingin melakukan sesuatu hal yang ceroboh seperti saat ini.


Sebenarnya ada sebuah alasan, kenapa Guild Master selalu mencoba untuk menghentikan Kayle, ketika dia ingin melakukan sebuah tindakan yang sangat ceroboh, yang berpotensi menyebabkan kematian baginya.


Alasan tersebut, sebenarnya saling bersangkutan dengan alasan kenapa Guild Master keluar dari bagian prajurit dan memilih untuk bekerja sebagai Guild Master di Guild Petualang Cabang Kota Feuer, atau bisa di sebut juga sebagai cabang Ibu Kota Groxia.


Kayle sebenarnya ingin sekali menanyakan hal itu kepada Guild Master, akan tetapi, Kayle lebih mengutamakan untuk bertemu kembali dengan anak laki-laki berambut hitam itu dan mulai mengesampingkan permasalahan tentang Guild Master.


Ketika Kayle mendengar nama Kapten Komandan Ksatria, dia sedikit terkejut dan mulai membayangkan hal-hal yang romantis dengan nya. Karena sebenarnya Kayle menyimpan perasaan kepada Iris, setelah dia di selamatkan oleh nya, pada saat dia hampir terbunuh oleh sekawanan [Hyena Wolf].


Kayle mungkin akan sangat kecewa jika dia tahu, kalau Iris sebenarnya tidak berniat membantu nya dan hanya menggunakan nya sebagai umpan untuk menarik beberapa moster kelas atas untuk di jadikan pelampiasan kekesalan nya saja.


(A/N: Tenang saja sobat, saya tidak akan membiarkan Kamu mendapatkan Iris:V)


Ketika Kayle sedang memikirkan beberapa hal romantis antara dia dan Iris. Tiba-tiba pikiran nya di tarik kembali ke dalam kenyataan, oleh Guild Master yang meninju kepala Kayle dengan sangat kesal, karena dia melihat bahwa Kayle tidak mendengarkan penjelasannya.


Setelah mendapatkan sebuah benjolan di kepalanya akibat pukulan keras dari Guild Master. Kayle langsung mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh Guild Master dengan seksama.


Lalu, setelah Guild Master menyelesaikan penjelasan nya. Kayle langsung menyuruhnya keluar dari ruangan nya dan Kayle mulai bersiap-siap untuk pergi.


Setelah menyiapkan segala yang dia butuhkan. Kayle mulai berjalan pergi keluar dari Ibu Kota Kerajaan.


.....


Kembali ke tempat dimana Kayle berada sekarang. Sekarang sudah lebih 30 menit lebih Kayle mencoba untuk menekan ketakutan nya untuk menanyakan beberapa hal kepada anak laki-laki berambut hitam yang ada di depan nya.


Akan tetapi, tidak peduli seberapa keras Kayle mencoba untuk menekan rasa takut nya itu, dia sama sekali tidak dapat menghentikan tubuh nya yang gemetaran. Kayle masih terus-menerus ketakutan, pada saat dia mengingat apa yang dia rasakan di guild petualang.


Di sisi lain, anak laki-laki berambut hitam ini menjadi semakin kesal, karena melihat petualang yang ada di depan nya ini, masih belum membuka mulut nya sama sekali.


Karena anak laki-laki berambut hitam ini tidak kuat menunggu lebih lama lagi, dia akhirnya mulai membuka mulutnya dan berkata.


“Seriusan dah, jika kamu ingin menanyakan sesuatu hal, maka cepat tanyakan, karena aku harus segera kembali atau para gadis itu akan kelaparan” Ucap Anak laki-laki berambut hitam itu sambil mulai memainkan pedang kayu yang dia tancapkan di tanah sebelum nya.


Ketika mendengar hal tersebut, Kayle langsung terkejut dan secara refleks langsung mulai membuka mulut nya dan berbicara.


“Ka-ka-kalau begitu Shimotsuki... dono?” Kayle mengatakan hal tersebut dengan nada sesopan mungkin sambil masih berusaha mencoba untuk menghentikan tubuh nya yang gemetaran.


Ketika mendengar nada Kayle yang masih sopa seperti sebelum nya, anak laki-laki berambut hitam yang memiliki nama Shimotsuki Souji ini menjadi sedikit kesal dan dia mulai mencoba untuk mengabaikan nya.


Lalu Souji mulai mengubah posisi nya dari duduk menjadi tiduran di atas monster yang berbentuk seperti beruang. Monster beruang yang sedang di jadikan sebagai tempat tidur oleh Souji sebenarnya masih hidup.


Walaupun monster beruang ini selalu merasakan rasa sakit, ketika Souji merubah posisi nya. Monster ini masih tetap diam dan tidak berani bersuara atau pun bergerak. Karena dia tidak berani untuk berurusan dengan makhluk mengerikan yang ada di atas tubuh nya ini.


Di sisi lain, Kayle yang melihat monster yang tadi dia lawan dengan mati-matian di perlakukan seperti sebuah tempat tidur oleh anak laki-laki di depan mata nya ini, mau tidak mau rasa takut yang ada di dalam diri nya menjadi semakin parah dan Kayle bahkan bersumpah, jika dia tidak akan pernah mengganggu anak laki-laki berambut hitam ini di masa depan.


Setelah Souji berhasil menemukan posisi yang enak untuk tiduran, dia langsung kembali mengalihkan pandangan nya ke arah Kayle dan menatap nya dengan mata heterochromia nya yang terlihat sangat indah.


Lalu Souji mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Terserah, kamu mau memanggil ku apa, aku sudah tidak peduli lagi” Ucap Souji dengan nada yang sangat acuh.


“Jadi, apa yang ingin kamu tanyakan?” Tanya Souji dengan nada yang sedikit serius sambil menatap ke arah pedang kayu milik nya.


Ketika Kayle mendengar pertanyaan itu, dia langsung tersadar dari lamunan nya, lalu dia mulai membuka mulut nya lagi dan berkata.


“Ka-ka-kalau begitu, bi-bis-bisakah Shimotsuki-dono menjelaskan kenapa kamu memukuli Roh Kontrak milik ku? ” Tanya Kayle dengan nada suara yang gemetaran.


Setelah Souji mendengar pertanyaan dari Kayle, entah kenapa aura yang ada di sekeliling nya seketika mulai berubah.


Ketika Kayle melihat hal tersebut, dia langsung terkejut dan mulai buru-buru untuk memikirkan sesuatu hal agar monster yang memiliki wujud anak laki-laki di depan mata nya ini tidak mengamuk. Akan tetapi, sebelum dia bisa memikirkan apa pun.


Kayle langsung dikejutkan dengan hal yang dilakukan oleh anak laki-laki berambut hitam yang ada di depan mata nya ini.


Di sisi lain, setelah aura yang ada di sekeliling nya berubah secara tiba-tiba. Souji mulai turun dari tubuh [HellBear] dan dia mulai berjalan mendekati Roh Api milik Kayle.


Setelah Souji tiba di dekat [Ifrit], dia langsung menggumamkan sesuatu hal. Lalu secara tiba-tiba mulai muncul sebuah cahaya yang berwarna ungu kemerahan di telapak tangan kanan nya. Ketika Souji melihat cahaya tersebut, dia langsung mengangguk dan mulai mengalihkan pandangan nya ke arah [Ifrit].


Lalu Souji mulai memegang kepala [Ifrit] dengan menggunakan tangan kanan nya dan mengangkat nya. Lalu Souji mulai membuka mulut nya dan berkata dengan suara yang sangat pelan.


<< Spirit Magic : Restraint >>