Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]

Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]
Chapter 48 : Sebuah Mimpi dan Malam Sebelum Badai Bagian Pertama



Setelah aku terbangun dari pingsan ku. Tiba-tiba aku berdiri di sebuah ruangan yang sangat gelap.


Melihat ruangan yang sangat gelap ini. Aku hanya bisa mengerutkan kening ku saja dan mulai melihat-lihat sekeliling sambil berkata dalam hati.


Di mana aku sekarang? Bukankah sebelumnya aku sedang makan bersama dengan Niji, Miyuki dan seorang gadis Dark Elf bernama Charlene? Jangan bilang aku dipindahkan lagi ke tempat a-.


Pikiran ku langsung terhenti, ketika aku melihat ada seorang anak laki-laki yang sedang di ikat oleh puluhan rantai dengan kondisi yang terlihat begitu mengenaskan. Dia menundukkan kepala nya ke bawah dan terlihat seperti tidak memiliki keinginan untuk hidup sama sekali.


Anak laki-laki ini terlihat memiliki umur sekitar 17 tahun dengan rambut panjang selutut yang berwarna seputih salju dengan ujung yang berwarna biru azure dan merah darah. Dia juga mengenakan sebuah jubah putih yang berlumuran darah dan terdapat sebuah tato berbentuk api yang berwarna hitam di tangan kiri nya.


Melihat pemandangan yang begitu mengerikan di depan ku ini, aku secara tidak sadar mundur beberapa langkah ke belakang.


Setelah beberapa saat berkonflik dengan diri ku sendiri secara internal. Aku memutuskan untuk mendekati anak laki-laki yang memiliki berambut seputih salju ini. Karena, aku merasa, jika aku harus mendekat ke arah nya atau aku akan menyesali nya seumur hidup ku.


Mengikuti kata hati ku. Aku perlahan-lahan mulai melangkah maju ke arah anak laki-laki berambut putih ini dengan sangat hati-hati.


Dag dig dug


Aku dapat dengan jelas mendengar suara detak jantung ku sendiri yang menjadi begitu cepat, akibat naluri bertahan hidup ku yang berteriak menyuruh ku untuk lari. Akan tetapi, aku mengabaikan nya dan terus melangkah maju dengan lebih hati-hati.


Setelah sampai sekitar 15 meter dari tempat dimana anak laki-laki itu berada. Langkah kaki ku tiba-tiba langsung terhenti, ketika aku mendengar sebuah suara yang terdengar sangat indah tapi terasa hampa yang berasal dari anak laki-laki berambut seputih salju yang ada di depan ku ini.


“Siapa...?”


Mendengar hal itu, aku secara refleks langsung berhenti bergerak dan berusaha untuk menahan nafas ku agar tidak di ketahui oleh anak laki-laki yang ada di depan ku ini.


Beberapa saat hening. Anak laki-laki berambut putih salju ini perlahan-lahan mulai membuka kelopak mata nya dan mendongak untuk melihat siapa orang yang datang ke arah nya.


Aku yang melihat wajah yang dimiliki oleh anak laki-laki yang ada di depan ku ini langsung terjatuh ke tanah sambil berusaha untuk memproses apa yang baru saja aku lihat.


Karena aku melihat wajah yang di miliki oleh anak laki-laki yang ada di depan ku saat ini, terlihat sangat mirip dengan wajah ku sendiri. Dengan hanya berbeda di bagian rambut nya saja. Jika rambut milik ku berwarna hitam dan memiliki panjang sebahu, sedangkan dia memiliki rambut seputih salju dengan panjang selutut.


Di saat aku masih tenggelam dalam proses mencerna apa yang sedang aku lihat saat ini. Anak laki-laki berambut putih salju yang ada di depan ku ini mulai kembali berbicara dan membuat ku terbangun dari lamunan ku.


“Ohhh.... Jadi itu kamu ya....” Ucap anak laki-laki yang ada di depan ku ini dengan nada suara yang terdengar hampa sambil mulai menatap ku dengan mata kosong.


Aku yang di tatap oleh nya langsung bergidik dan secara refleks langsung mundur beberapa langkah ke belakang. Beberapa saat kemudian, aku baru menyadari nya. Jika yang ditatap oleh anak laki-laki berambut putih ini bukan aku. Akan tetapi, sesuatu yang ada di belakang ku.


Karena penasaran, dengan sedikit ragu aku mulai menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang dilihat oleh anak laki-laki berambut putih ini.


Di saat aku berbalik. Hal pertama yang muncul dalam pikiran ku hanyalah satu kata saja, yaitu.


Cantik sekali...


Hanya pemikiran seperti itu saja yang aku miliki, ketika aku melihat orang yang ada di belakang ku ini.


Orang yang ada di belakang ku ini merupakan seorang gadis muda yang terlihat berumur sekitar 17 tahunan dengan rambut panjang berwarna emas yang di gerai kemana-mana dan memiliki mata berwarna biru azure yang terlihat sangat indah.


Dia juga mengenakan sebuah baju sekolah menengah atas berwarna putih dengan rompi abu-abu dan rok pendek berwarna hitam. Serta, gadis muda ini juga menggunakan sebuah stoking hitam sepanjang paha.


Air.. mata?... Kenapa... aku menangis?


Tanpa bisa menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu, aku memutuskan untuk berhenti memikirkan nya dan mencoba untuk mulai menenangkan diri ku sendiri. Akan tetapi, air mata yang mengalir keluar dari kedua mata ku ini tidak mau berhenti, tidak peduli sekeras apa pun aku mencoba nya, itu tidak berhasil sama sekali, tapi malah bertambah deras.


Mencoba untuk memahami apa yang sedang terjadi pada diri ku sendiri. Aku mulai menggunakan seluruh kemampuan berpikir ku untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang terus keluar di dalam kepala ku ini.


Di saat aku sedang mencoba untuk mencari jawaban dari apa yang sedang terjadi kepada ku. Tanpa aku sadari, gadis muda berambut emas yang dari tadi berdiri diam di tempat saja, dia mulai berjalan menuju ke arah ku.


Sesampainya di dekat ku, tanpa ragu gadis ini langsung membelai pipi ku dan menghapus air mata yang mengalir begitu deras dari mata ku sambil mulai berkata dengan nada suara yang terdengar sangat lembut dan menenangkan.


“Tidak apa-apa. Jangan terlalu memaksakan diri mu sendiri jika kamu tidak dapat mengingat nya. Karena, suatu hari nanti.... Di saat kita berdua bertemu kembali. Aku berharap kamu dapat mengingat ku”


Setelah gadis ini menyelesaikan kalimat nya, tanpa bisa bertanya apa pun kepada nya. Aku tiba-tiba terbangun di suatu tempat yang terlihat seperti sebuah gua.


Melihat pergantian peristiwa mendadak yang begitu menjengkelkan ini, aku buru-buru mulai melihat-lihat sekeliling untuk mencari keberadaan dari gadis muda berambut emas sebelum nya. Karena aku paling benci dengan apa yang barusan dia katakan kepada ku. Aku merasa, dia seakan-akan sedang menaikkan sebuah bendera menjengkelkan di atas kepala ku dan aku membenci hal itu.


Beberapa saat kemudian, aku mulai menyadari nya. Jika sekarang aku sudah tidak berada di tempat gelap sebelum nya dan sekarang aku sedang berada di gua yang aku dan yang lainnya tempati untuk beristirahat.


Melihat hal itu, aku mulai menghela nafas dengan berat dan mulai mengesampingkan hal itu terlebih dahulu.


Ketika aku ingin mulai berdiri, tiba-tiba aku merasakan sebuah sensasi lembut yang ada di tangan kiri ku, yang entah kenapa terasa begitu familiar. Beda nya jika yang aku rasakan sebelum nya lebih kecil dari pada yang saat ini aku pegang.


Mengalihkan pandangan ku ke arah kiri untuk melihat benda apa yang sedang aku pegang. Aku langsung dikejutkan oleh sebuah pemandangan yang akan para pria sebut sebagai surga.


Ya, kalian tidak salah. Yang aku lihat saat ini adalah pemandangan dari Nij yang sedang tertidur lelap tanpa sehelai pakaian apa pun yang menutupi tubuh nya, membuat dua buah surgawi miliknya yang begitu besar terlihat kemana-mana. Serta, aku memegang salah satu dari dua buah surgawi tersebut.


Melihat pemandangan tersebut, aku hanya bisa kembali menghela nafas dengan lelah saja dan mulai kembali bangkit.


Kembali melihat-lihat sekeliling selama beberapa saat. Aku langsung menjadi sangat terkejut, karena aku tidak bisa menemukan gadis Dark Elf itu sama sekali di sekitar sini.


Memutuskan untuk mencari nya, aku mulai berjalan keluar dari gua dan mulai mencari keberadaan dari Charlene.


.


.


.


Beberapa menit berjalan ke arah utara, aku mulai melihat siluet dari seseorang yang sedang duduk di salah satu batu besar yang ada di pinggiran sungai.


Jika di perhatikan dengan lebih baik, orang yang sedang duduk di atas batu tersebut adalah seorang perempuan berkulit cokelat dengan rambut panjang berwarna perak dan mata yang berwarna merah. Serta, dia juga memiliki sebuah telinga runcing yang terlihat seperti telinga milik seorang peri.


Aku sangat mengenal wanita yang sedang duduk di atas batu ini. Ya, dia adalah Charlene Mediocris. Wanita Dark Elf yang ikut dengan kami sebelum nya.


Walaupun begitu, entah kenapa dia terlihat sedang bersedih akan sesuatu. Karena penasaran, aku mulai berjalan secara perlahan ke arah Charlene sambil mulai mengaktifkan Skill Unik [Hiding] milik ku.