Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]

Finding Your Way Home In Another World With The Gender Change Skill/Shadow & The Jester [Remake]
Chapter 42 : Tersebar nya Informasi Tentang Souji



“Kalau begitu, bisakah Anda memberitahu saya dimana Souji berada?” Tanya Saki dengan nada serius, sambil menatap Kayle dengan sangat tajam.


Kayle yang mendengar pertanyaan itu, suasana yang dia miliki langsung berubah menjadi sangat serius, lalu dia mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Kalau begitu, jawab pertanyaan ku terlebih dahulu, Anda ini sebenarnya siapa nya Shimotsuki-dono?” Tanya Kayle dengan nada serius, sambil menatap balik ke arah Saki dengan sangat tajam.


Saki yang mendengar pertanyaan nya tidak di jawab dan malah di beri pertanyaan lain, dia menjadi sangat kesal, akan tetapi, dia masih menjawab pertanyaan itu.


“Aku adalah teman masa kecil nya Souji... dan juga Tunangan nya” Jawab Saki dengan senang sambil tersenyum dengan sangat indah.


Semua orang yang ada di sana menjadi sangat terkejut pada saat mendengar jawaban dari Saki. Asahi pun tidak luput dari hal itu, lalu dia secara tidak sengaja langsung menyemburkan air yang sedang dia minum dan menjatuhkan cangkir yang sedang dia pegang.


Ketika Kayle mendengar apa yang di katakan oleh Saki, dia langsung terdiam dan mencoba mengingat seluruh percakapan di antara dia dan anak laki-laki berambut hitam kemarin.


Kayle berusaha untuk mencari tahu apakah anak laki-laki itu sempat mengatakan soal apa yang di katakan oleh Saki sekarang ini, akan tetapi, seperti nya anak laki-laki berambut hitam itu tidak mengatakan apa pun yang berhubungan dengan masalah pribadi nya.


Di sisi lain, Iris yang mendengar hal itu langsung menatap Saki dengan mata kosong, seakan-akan dia sedang mencerna jawaban dari Saki. Walaupun begitu, Iris masih berusaha untuk menolak kenyataan yang barusan dia dengar.


Iris memang tahu kalau anak laki-laki berambut hitam itu adalah salah satu dari orang-orang yang di panggil oleh Raja dari Kerajaan ini. Akan tetapi, Iris masih tidak bisa menerima kenyataan kalau orang yang berhasil membuat jantung nya berdebar-debar ini di miliki oleh orang lain, karena hal itulah dia langsung membuka mulut nya dan berkata.


“Tu-tunggu sebentar!! Apakah Anda bisa mengulangi apa yang barusan Anda katakan? Karena mungkin aku salah dengar tentang bagian dimana Anda mengaku sebagai ‘Tunangan’ dari nya” Ucap Iris dengan nada khawatir sambil menoleh ke arah Saki.


Saki yang mendengar hal itu langsung mengernyit, karena dia sangat kesal melihat ada seorang wanita yang mengatakan hal itu, seakan-akan wanita berambut pirang keemasan yang ada di depan nya ini, ingin merebut Souji dari nya.


Setelah jeda beberapa saat, lalu Saki mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Itu memang suatu kebenaran, aku dan Souji memang sudah bertunangan ketika kami masih kecil, dan juga, kenapa Anda menanyakan hal itu kepada ku Kapten Komandan Ksatria Kerajaan Iris Wollfrod” Ucap Saki dengan nada jengkel sambil menatap Iris dengan sangat tajam.


Iris yang mendengar hal itu langsung terdiam, karena dia tidak tahu harus bagaimana menjawab nya. Iris memang sedikit kesal dengan kebenaran yang dia dengar ini, walaupun begitu, dia masih harus menjaga kehormatan yang di miliki nya.


Iris merupakan Kepala Keluarga dari Keluarga Bangsawan WollFrod yang sangat terkenal, karena selalu menghasilkan pendekar pedang yang sangat berbakat, dan karena dia adalah Kepala Keluarga di Keluarga itu saat ini, karena hal itulah dia harus mengemban kehormatan yang di miliki oleh keluarga tersebut.


Iris bahkan sudah di latih dengan sangat keras oleh Ayah nya sendiri dari saat dia masih berumur 4 tahun. Di saat anak-anak yang seusia nya hanya sibuk bermain saja, di sisi lain dia harus terus-menerus mengayunkan sebuah pedang kayu sambil terus di pukul dengan sangat keras jika dia membuat sedikit saja kesalahan.


Ketika Iris mengingat semua hal itu, dia mau tidak mau menjadi semakin kesal dan hanya bisa mengepalkan tangan nya saja hingga berdarah.


Di sisi lain, Saki yang melihat tingkah laku dari Iris menjadi sangat kesal, karena dia tahu kalau berdebat sekarang hanya akan membuat nya kehilangan kesempatan untuk mengetahui keberadaan dari Souji.


Saki hanya bisa mendecak lidah nya dengan kesal dan mulai mengalihkan pandangan nya ke arah Kayle, lalu dia mulai membuka mulut nya dan berkata.


 “Jadi bisakah kamu sekarang memberitahu ku dimana Souji berada?” Ucap Saki dengan nada kesal sambil menatap Kayle dengan sangat tajam.


Pertanyaan dari Saki membuat Asahi dan Kayle terbangun dari lamunan nya. Asahi mulai menangkan diri nya, lalu dia memutuskan untuk bertanya soal sesuatu hal yang dikatakan oleh Saki sebelum nya nanti dan mulai fokus untuk mendengarkan kabar murid-murid nya dari Kayle.


Di sisi lain, Kayle menjadi sangat terkejut ketika mendengar pertanyaan yang tiba-tiba dari Saki dan ingin membicarakan sesuatu hal yang lain kepada nya. Akan tetapi, ketika Kayle melihat tatapan dari Saki, entah kenapa dia langsung bergidik dan secara refleks langsung menceritakan semua nya kepada Saki.


“Kalau begitu, begini cerita nya.....”


.....


Setelah Kayle menceritakan semua nya kepada mereka, Asahi dan Iris yang mendengar hal itu langsung memiliki ekspresi yang sangat rumit di wajah mereka berdua. Karena mereka berdua masih tidak bisa mempercayai tentang apa yang baru saja mereka berdua dengar.


Di sisi lain, ketika Saki mendengar cerita dari Kayle, entah kenapa dia langsung menjadi sangat gembira dan mulai memiliki senyum cerah di wajah nya.


Semua orang yang melihat tingkah laku dari Saki saat ini, mereka langsung menatap nya dengan mata aneh, dan mau tidak mau mereka semua mulai bertanya-tanya apakah orang ini masih waras.


Jika ada orang yang bertanya tentang apa saja yang di ceritakan oleh Kayle kepada mereka semua, maka jawaban nya adalah dia hanya menceritakan semua nya tanpa berbohong sedikit pun.


Cerita dari Kayle di mulai dari saat ketika dia melihat ribuan monster Rank C yaitu [RockBird], berada di sekitar hutan yang terletak di dekat jalan raya.


Lalu Kayle juga menceritakan bagaimana dia bertemu dengan dua monster Rank A dan +A yaitu [DeathBear] dan [FlameVer], ketika dia ingin pergi untuk melapor tentang apa yang dia lihat sebelum nya.


Akan tetapi, karena kecerobohan nya, dia harus melawan kedua monster itu sendirian. Kayle juga menceritakan tentang pemanggilan Roh yang di lakukan oleh nya, dan bagaimana dia berhasil memanggil Roh berbentuk humanoid bertipe Api.


Kayle juga menceritakan bagaimana pertarungan nya dengan monster [DeathBear], dan berhasil membuat nya menggunakan Skill Unik milik monster itu, dia juga mengatakan kalau dia berhasil membuat Monster Rank –S yaitu [HellBear] sedikit kewalahan.


Walaupun ketiga orang yang mendengar cerita itu sebenarnya mengabaikan bagian itu, dan menunggu Kayle menceritakan tentang anak laki-laki berambut hitam yang dia temui.


Dan akhir nya Kayle mulai menceritakan tentang bagaimana dia dan Souji bisa bertemu, dan tentang bagaimana Souji dengan sangat mudah nya membuat Monster Rank –S seperti [HellBear] di jadikan sebuah tempat tidur, walaupun monster tersebut sebenarnya masih hidup.


Asahi dan Iris yang mendengar hal itu langsung bergidik, karena mereka berdua sangat mengerti seberapa berbahaya nya monster Rank S ini, walaupun monster ini hanya berada di Rank –S saja, akan tetapi, monster itu masih mendapatkan keuntungan yang biasa nya di miliki oleh monster Rank S ke atas, yaitu Skill Unik [Fast Regeneration].


Di tambah lagi ketika mereka berdua mendengar kalau Souji mengalahkan monster itu hanya menggunakan pedang kayu saja.


Hal itu membuat akal sehat Asahi tentang kekuatan yang ada di dunia ini menjadi hancur, sedangkan bagi Iris, hal tersebut membuat kepala nya berhenti bekerja karena tidak bisa menerima kenyataan yang baru dia dengar ini.


Sebenarnya alasan mereka berdua menjadi sangat terkejut adalah karena mereka berdua tahu ke spesialan dari monster ini, mereka berdua tahu kalau selain memiliki regenesasi yang sangat cepat, [HellBear] juga memiliki ketahanan serangan yang sangat kuat, dan monster ini juga merupakan salah satu dari beberapa monster yang memiliki kulit yang sangat keras.


Di tambah lagi sangat mustahil untuk menembus kulit dari [HellBear], kecuali menggunakan sebuah senjata yang paling tidak berada di kelas [Unique], dan sangat tidak mungkin untuk menembus kulit dari [HellBear] menggunakan sebuah kayu.


Di sisi lain, Saki hanya menjadi semakin senang ketika dia mendengar cerita tentang Souji dari Kayle dan dia tidak memperdulikan tentang hal lain selain Souji. Karena hal itulah Asahi dan Iris hanya bisa menatap nya dengan mata kosong.


Kayle lalu melanjutkan cerita nya, dan ketika dia mengatakan kalau dia menyerang Souji, pada saat Saki mendengar hal itu, dia secara refleks langsung menyerang titik vital dari Kayle dengan niat untuk membunuh nya.


Untung nya Iris dan Asahi menyadari hal itu, dan karena hal itulah mereka berdua berhasil menghentikan nya agar tidak menghancurkan kepala Kayle. Setelah 30 menit lebih Asahi menceramahi Saki, Saki lalu menyuruh Kayle untuk melanjutkan cerita nya.


(A/N: Mulai dari sini, bakal masuk ke bagian yang di skip sebelum nya)


Akan tetapi, Kayle mulai melanjutkan cerita nya di bagian dimana dia kembali ke tempat Souji dan menyuruh nya untuk menunjuk kan mayat dari monster-monster yang dia kalah kan.


Lalu Kayle dan Souji mulai berjalan ke berbagai tempat, dan semua tempat itu di penuhi oleh lebih dari 42k monster.


Lalu Kayle mulai bercerita tentang 3 teknik pedang Souji yang dia lihat, ketika mendengar hal itu, ketiga gadis yang ada di depan nya ini langsung menjadi sangat bersemangat dengan alasan yang berbeda-beda.


Saki menjadi sangat bersemangat untuk mendengar cerita keren tentang Souji. Asahi menjadi bersemangat karena dia bisa melihat teknik pedang yang di miliki oleh murid nya ini, walaupun dia pada awal nya menjadi sedikit terkejut ketika mendengar kalau Souji bisa menggunakan sebuah pedang.


Akan tetapi, Asahi mengambil hal itu begitu saja, setelah dia mendengar ocehan Saki yang membuat kepala nya menjadi semakin sakit. Sedangkan Iris menjadi begitu bersemangat karena dia bisa mengetahui sekaligus belajar tentang teknik berpedang dari seorang monster seperti Souji.


Kayle yang melihat antusiasme dari ketiga gadis yang ada di depan nya ini langsung mengangguk dengan penuh pengertian, karena dia sendiri pernah berada di posisi yang sama dari ketiga gadis ini.


Tanpa basa-basi Kayle langsung mulai menjelaskan 3 teknik berpedang dari Souji tersebut.


Teknik pedang yang pertama memiliki nama [Shimodzuki āto : Dai roku keitai : Sen no hayai surasshu].


Teknik pedang ini adalah sebuah teknik pedang yang sangat cocok di masuk kan ke dalam kategori AOE. Alasan kenapa Kayle mengatakan hal tersebut adalah karena dengan teknik pedang ini, Souji sanggup membunuh lebih dari 10k monster dengan sekali tebas saja.


Kayle pun mulai menjelaskan tentang teknik pedang itu sesuai dari apa yang di jelaskan oleh Souji kepada nya.


Teknik pedang ini di mulai dari mengalirkan seluruh QI yang ada di dalam tubuh mu menuju ke bagian kedua kaki dan tangan mu, di saat yang bersamaan ketika kamu mengalirkan QI mu menuju ke bagian kaki dan tangan mu, kamu juga harus bisa mempertahankan sirkulasi dari QI tersebut atau kamu secara tidak sengaja akan meledak kan tangan dan kaki yang kamu miliki.


Dan karena hal itulah juga, yang terpenting dari teknik ini adalah kontrol yang kamu miliki terhadap QI yang ada di dalam tubuh. Karena QI tersebut memiliki fungsi untuk meningkatkan kecepatan, refleks dan sensitifitas pada bagian tubuh itu sampai batas nya.


Setelah kamu bisa melakukan hal itu, yang perlu kamu lakukan hanya mulai berlari dengan sekuat tenaga sambil menebas semua hal yang kamu lewati.


Teknik pedang yang kedua memiliki nama [Shimodzuki āto : Dai kyū keitai : Ryūsei rakka].


Teknik pedang ini juga termasuk ke dalam kategori serangan AOE yang memiliki skala kehancuran yang sangat besar. Alasan kenapa Kayle memasukkan nya ke dalam kategori tersebut adalah karena serangan ini dapat menciptakan sebuah kawah besar yang memiliki ke dalaman lebih dari 500 meter.


Kayle pun mulai menjelaskan tentang teknik pedang itu sesuai dari apa yang di jelaskan oleh Souji kepada nya.


Teknik pedang ini di mulai dengan menyalurkan QI ke bagian ujung dari pedang, dan juga, jangan menganggap enteng hal tersebut, karena Anda harus menjaga sirkulasi dari QI yang masuk menuju ke bagian ujung pedang.


Lalu Anda juga harus bisa menjaga keseimbangan dari aliran QI yang ada di bagian ujung dari pedang agar tidak lepas kendali dan meledak. Setelah itu, Anda hanya perlu melompat setinggi mungkin.


Lalu yang terakhir Anda hanya perlu melepaskan aliran dari QI yang sebelum nya anda simpan dan menyalurkan semua QI tersebut menuju ke tempat yang ingin kamu arah kan, sisa nya anda hanya perlu mendorong nya saja.


Lalu Kayle menjelaskan kalau Souji tidak memberitahukan kepada nya tentang teknik pedang ketiga yang di gunakan oleh nya.


Walaupun begitu, Kayle tetap memberitahukan seperti apa teknik pedang ketiga yang di gunakan oleh Souji. Kayle menjelaskan kalau teknik ini di gunakan oleh Souji untuk membunuh seekor monster tanpa merusak tubuh nya sama sekali, dan dia berkesimpulan kalau teknik ini lebih menyerang ke arah bagian internal dari tubuh.


Setelah itu akhir nya Kayle menyelesaikan cerita nya itu dengan sebuah perpisahan antara dia dan Souji.


.....


Jadi seperti itulah cerita yang di ceritakan oleh Kayle kepada ketiga gadis yang ada di depan nya ini.


Setelah Kayle menyelesaikan cerita nya, lalu Saki mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Sudah aku duga, kalau Souji itu adalah yang terbaik, dan tidak mungkin ada yang bisa mengalahkan nya dalam hal berpedang” Ucap Saki dengan nada gembira sambil tersenyum dengan gembira juga.


Iris dan Asahi pun mengangguk untuk mengiyakan hal tersebut, karena mereka berdua bisa tahu hanya dari mendengar dari cerita Kayle saja kalau Souji itu sangat jago sekali dalam hal berpedang.


Akan tetapi, sayang nya Kayle tidak menyetujui hal itu dan langsung menjawab perkataan dari Saki dengan nada tegas.


“Tidak, itu sebenarnya salah besar, karena Shimotsuki-dono bukan lah pengguna pedang terkuat” Ucap Kayle dengan nada tegas sambil menatap ketiga nya dengan mata serius.


Mereka bertiga yang mendengar hal itu mau tidak mau menjadi sangat terkejut, karena mereka bertiga tidak menyangka kalau Kayle akan mengatakan hal itu.


Lalu pada saat Saki ingin membuka mulut nya untuk membantah klaim dari Kayle, akan tetapi, Kayle langsung memotong nya dan mulai menjelaskan apa maksud nya.


“Aku mengatakan hal itu bukan main asal menilai nya sendiri, pada awal nya aku juga seperti kalian, menganggap bahwa Shimotsuki-dono ini adalah seorang pendekar pedang terkuat” Ucap Kayle dengan nada serius sambil menatap ketiga gadis yang ada di depan nya ini dengan serius.


“Akan tetapi, Shimotsuki-dono langsung membantah klaim tersebut dan langsung menjelaskan kenapa dia mengatakan kepada ku kalau dia bukan lah pendekar pedang terkuat” Lanjut Kayle dengan nada yang masih sama seperti sebelum nya sambil menatap ketiga nya dengan senyum kecut.


Ketiga orang yang ada di depan Kayle saat ini mau tidak mau menjadi sangat terkejut kembali, ketika mereka bertiga mendengar hal itu.


Lalu Asahi akhir nya mulai membuka mulut nya dan berkata.


“Kalau begitu, apakah Anda bisa memberikan penjelasan dari Shimotsuki-kun kepada kami?” Tanya Asahi dengan nada serius sambil menatap tajam ke arah Kayle.


Kayle hanya mengangguk kan kepala nya saja untuk mengiyakan hal tersebut. Ketiga orang yang melihat hal itu mulai kembali menjadi serius ketika Kayle mulai membuka mulut nya untuk berbicara.


“Shimotsuki-dono waktu itu menjelaskan, kalau dia itu bukan pengguna pedang terkuat yang ada di dunia, orang yang pantas menyandang gelar tersebut adalah Guru yang mengajarkan dia cara menggunakan pedang" Ucap Kayle dengan nada serius sambil masih menatap ketiga orang yang ada di depan nya ini dengan serius.


“Shimotsuki-dono juga menjelaskan, kalau alasan sebenarnya dia mengatakan hal itu adalah karena Shimotsuki-dono pun tidak dapat menyentuh guru nya sekali pun, ketika mereka berdua sedang melakukan sparing” Lanjut Kayle dengan nada kagum sambil mulai memiliki senyum senang di wajah nya.


Setelah itu mereka berempat terus melanjutkan obrolan mereka hingga langit mulai diwarnai dengan warna orange.