Duda, I Love You

Duda, I Love You
Karya Baru (Kuy, mampir )



Abbey terkejut sehingga membuat orang-orang mengetuk kaca mobilnya. Meminta keluar untuk bertanggung jawab. Abbey gugup, tetapi dia tetap keluar.


"Apakah kamu sedang mabuk? Lihatlah laki-laki itu hampir kamu tabrak!"


"Tanggung jawab, Nona!" sahut yang lainnya.


"Aku minta maaf. Aku akan bertanggung jawab. Ayo, ikutlah denganku!" pinta Abbey pada laki-laki itu.


Laki-laki yang menurut Abbey sangat muda itu segera naik ke dalam mobil tanpa perlawanan. Sementara reaksi orang-orang sudah kembali tenang.


"Aku akan membawanya ke klinik," pamit Abbey.


Dia segera masuk ke mobil lalu meninggalkan jalan itu. Awalnya, Abbey diam sampai laki-laki itu berbicara.


"Kamu hampir saja menabrakku, Tante!" ucap laki-laki itu.


"Jangan panggil Tante! Aku belum menikah," balas Abbey.


Melihat ke jok belakang, sepertinya wanita itu baru saja resign dari perusahaan. Ada beberapa box buku, dokumen, dan laptop.


"Apa kamu dipecat?"


"Tidak perlu! Aku hanya butuh uang untuk membelikan hadiah kekasihku yang sedang ulang tahun hari ini," jawab laki-laki itu asal.


"Apa? Jadi, kamu sengaja melakukan itu demi uang?" Abbey segera sadar bahwa laki-laki itu ternyata berpura-pura ditabrak hanya untuk mendapatkan uang.


"Iya."


Abbey menepikan mobilnya. Cukup sial rasanya karena hampir saja dia dihajar massa karena lalai dalam mengemudi. Namun, dia tidak menyangka bahwa laki-laki itu ternyata hanya berniat untuk menipunya.


"Turun!" bentak Abbey.


"Tidak, sebelum aku mendapatkan uang!" tolak laki-laki itu.


"Aku tidak akan memberikan sepeser pun uang untukmu. Jadi, jangan harap kamu akan mendapatkannya dengan hasil menipu."


"Kalau begitu aku akan berteriak! Tidak sulit bagiku, Tante. Sepanjang jalan ini ada CCTV yang terhubung dengan kepolisian. Jadi, itu akan lebih mudah untuk memerasmu." Laki-laki itu membuat Abbey berada dalam posisi sulit.


Spontan Abbey membekap mulut laki-laki itu yang sudah siap berteriak untuk melemahkan mangsanya.