Duda, I Love You

Duda, I Love You
Rencana Bulan Madu



Merasa ditinggalkan begitu lama di dalam kamar mandi, Zack berusaha mengetuk pintunya. Dia ingin melanjutkan acara pertaruhan ini karena dia yakin kalau Aquarabella akan kalah.


"Ara, apa kamu pingsan berada di sana?"


Aquarabella yang sedari tadi memikirkan dirinya kemudian lekas membuka pintu. Bukan maksudnya berada lama di kamar mandi, namun ada perasaan aneh mulai menderanya saat bersama Zack.


Kesal, iya. Rasa kehilangan, juga iya. Kecepatan irama jantungnya sudah tidak menentu. Ingin menerima taruhan dari Zack, dia takut kalah. Namun, kalau tidak diterima, pria itu akan merasa kepedean karena tidak ada yang berani melawannya.


Aquarabella keluar, namun Zack malah mendekatinya. Aqua merasa tidak nyaman.


Oh, ada apa dengan jantungku? Baru hari ini aku menikah, rasanya aku seperti mendapatkan serangan jantung. Kenapa dia semakin mendekat begitu?


"Stop, Zack! Berhenti di situ, atau aku akan memintamu untuk tidur di luar," ancam Aquarabella. Irama jantungnya sudah tidak menentu. Dia mulai salah tingkah. Semenjak kejadian malam itu, Aquarabella memang memiliki perasaan yang aneh kepada Zack. Terkadang perasaan itu timbul tenggelam seperti sebuah gelombang. Terkadang besar, tetapi bisa juga biasa saja.


"Kenapa, Ara? Apa ada yang salah denganku? Bukankah ini hari pertama pernikahan kita? Dan, malam ini aku memintanya darimu." Zack sengaja menggodanya. Dia tahu bahwa Aquarabella tidak mudah menjalani kehidupannya. Apalagi dia baru saja keguguran.


Aquarabella kembali ke ranjang. Dia tidak peduli dengan ucapan Zack. Bagaimana pun, dia belum mau melakukan apapun. Dokter berpesan kepadanya untuk menundanya minimal tiga bulan. Bayangan malam itu mulai menghantuinya ketika dengan jelas Zack memaksanya untuk melakukan itu.


Aquarabella menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sepertinya dia berada di dalam suasana hati yang tidak menentu. Zack yang melihat perubahan itu lantas mendekatinya. Dia takut terjadi sesuatu pada Ara.


"Ara, kamu kenapa?" Zack duduk tepat di sampingnya.


Respon Aquarabella sungguh mengejutkan. Istrinya itu mendadak mendorongnya sampai Zack bergeser beberapa centimeter dari tempat duduknya.


"Kamu kenapa, Ara?"


"Menjauhlah dariku! Aku takut padamu." Aquarabella mulai terisak. Ingatannya tentang malam itu. Malam di mana dia dipaksa untuk kehilangan apa yang dijaganya selama ini.


Zack merasa kalau istrinya sedang mengalami sesuatu yang menyedihkan. Dia berinisiatif untuk memeluk dan memberikan kekuatan padanya. Anehnya, perasaan dan tubuhnya merespon dengan berbeda.


"Ara, maafkan aku. Aku akan memperbaiki semuanya. Kamu mau memaafkanku, kan?" Pelukan itu berlangsung cukup lumayan. Zack merasa damai berada di samping gadis itu. Hanya saja, Zack masih meninggikan egonya untuk menyukai istrinya.


"Aku tidak tahu, Zack."


Zack merasa berada dengan Aquarabella seperti ini seakan dia seperti menjadi sugar daddy yang sedang merayu pasangannya.


Zack melepaskan pelukannya. Dia harus mengubah mindset istrinya agar bisa menerimanya. Kehidupannya bukan akhir dari segalanya. Mengenai masa lalunya, Zack juga berjanji akan melupakan segalanya dan memulai kehidupan barunya.


"Kamu tidak akan menoleh ke masa lalu kita, kan? Aku berjanji padamu akan membahagiakanmu. Percayalah padaku!" Ini semacam trik cantik agar Ara mau menerimanya dengan baik. Setidaknya ini tidak akan mengganggu pekerjaan Zack karena terlalu memikirkan istrinya.


...🍃🍃🍃...


Di tempat lain, Elvis membanting semua barangnya. Dia kesal pada Scarlett. Pasalnya, sudah segala cara yang diupayakan untuk memiliki wanita itu. Namun, usahanya sia-sia.


Menurut orang suruhannya, bahwa Zack telah menikahi Aquarabella hari ini. Elvis semakin pusing karena Zack selalu mendapatkan semua yang terbaik. Sementara dirinya, jangankan mendapatkan Scarlett, bahkan merayu wanita itu saja berulang kali gagal. Menidurinya kala itu rupanya hal yang salah.


"Sial! Kenapa Zack bisa menikahi gadis itu? Bukankah dia sudah melamar Honey. Lalu, apa semua ini? Apakah dia sengaja mengalihkan rencana agar aku tidak bisa menghancurkannya lagi? Tunggu, ini tidak masalah. Itu artinya, saham 30 persenku aman."


Elvis hanya belum tahu saja jika Zack sedang menyusun rencana penting untuk menghancurkannya kala itu juga. Elvis juga tidak tahu jika Honey dan Aquarabella adalah orang yang sama.


...🍃🍃🍃...


Tidak mendapatkan kesepakatan, akhirnya Zack mengalah. Kini, keduanya berada di restoran hotel untuk menikmati makan siang bersama. Keduanya terlihat belum bisa bersikap romantis sebagai sepasang suami istri.


"Ara, di mana-mana kalau suami sedang makan, biasanya istri itu bisa bersikap romantis untuk menyuapi. Namun, kenapa kamu tidak?" sindir Zack.


"Tanganmu sakit?" tanya Aquarabella dengan suara dibuat selembut mungkin.


"Tidak."


"Lalu, kenapa kamu minta aku menyuapimu?"


"Ara, setidaknya berbuat baiklah padaku. Jadilah istri yang baik."


"Tidak sebelum kamu mencintaiku."


Deg!


Cinta? Rasanya Zack hampir melupakan satu kata itu. Mengenai hubungan baru yang dibuat dengan gadis ini tidaklah mudah, namun bagaimana pun juga rasa tanggung jawab besar harus dipikul di pundaknya sekarang. Apalagi papa mertuanya sudah mewanti-wanti agar tidak membuat putrinya bersedih.


"Baiklah, aku minta maaf," ucap Zack akhirnya.


"Baguslah kalau kamu sadar!" seru Aquarabella. Dia melanjutkan makan siangnya dengan sangat nikmat. Tak ada kata peduli untuk memandang wajah suaminya sekarang. Pikirannya kacau, namun Zack lagi-lagi membuyarkan lamunannya.


"Ara, bagaimana kalau kita pergi berbulan madu?"


"Tidak, Zack. Sebelum kamu bisa mencintaiku!"


"Apakah itu artinya kamu sudah mencintaiku?" selidik Zack.


Uhuk!


Aquarabella terbatuk. Zack mengambilkan minumannya supaya gadis itu baik-baik saja.


"Pelan-pelan makannya!"


"Ucapanmu yang membuatku terbatuk. Mana mau aku jatuh cinta pada pria yang sudah merenggut kesucianku," ucap Aquarabella berbohong. Padahal, dia sebenarnya sudah memiliki rasa suka terlebih dahulu pada pria itu.


Deg!


Seketika Zack merasa bersalah pada Aquarabella. Namun, apapun itu semua sudah terjadi. Dia terdiam sampai makan siangnya selesai. Zack masih berada di sana, sementara Aquarabella masuk ke kamarnya lebih dulu. Ini sudah cukup menyita waktunya harus berurusan dengan Zack.


Menikah dengan Zack bukan perkara mudah. Sama-sama keras kepala dan sulit dimengerti. Begitu juga dengan Zack. Aquarabella memikirkan ucapan Zack barusan. Sebenarnya tidak ada yang salah. Mungkin dengan pergi berbulan madu, keduanya akan memperbaiki hubungan dengan baik.


"Aku akan memutuskannya ketika dia sampai di sini." Aquarabella naik ke ranjang. Tak lama, suaminya masuk dan merebahkan dirinya di sofa. Zack tidak berbicara apapun kepada Aquarabella.


"Zack," panggil Aquarabella.


"Hemm."


"Aku setuju kalau kita pergi berbulan madu," ucap Aquarabella.


"Kamu tidak sedang mempermainkanku, kan?"


Oh, ya ampun. Susah sekali bisa mengerti dirinya. Apapun yang kulakukan sepertinya juga salah di matanya.


"Tidak, Zack. Aku sudah memikirkannya dengan matang. Mungkin dengan kita membuat kenangan baru, maka kita bisa melupakan kenangan lama kita."