
Sepertinya Beatrix belum berbicara dengan Zack ataupun Ernest. Kedua pria itu membuat Honey selalu dalam kesulitan. Bukan masalah apa-apa, sih. Keduanya itu minta pelayanan sama dan di jam yang sama. Hal itu membuat Honey kewalahan menghadapi sikap keduanya.
Kelakuan keduanya terhenti manakala pelayan senior mengatakan kalau ada tamu penting yang mencari Tuan Zack.
"Siapa, Bi?" tanya Zack. Pria itu tidak sedang membuat janji dengan siapapun.
"Ehm, dia bilang kalau namanya Fergie, Tuan," ucap pelayan itu.
Zack langsung ingat. Dia memang mempunyai seorang teman yang bernama Fergie Gladwin. Usianya memang dibawahnya Zack, tetapi pertemanan mereka tidak melulu memandang usia.
"Suruh dia masuk! Ernest, urusan kita belum selesai," ucap Zack dengan suara baritonnya yang menggema di ruang tengah rumahnya.
Zack kembali ke kamarnya. Dia meminta tolong Honey untuk mengambilkan baju santai yang ada di lemari paling atas. Kebetulan pelayan itu sedang membereskan kekacauan di kamar majikannya.
"Honey, ambilkan baju casual-ku di lemari itu. Oh ya, setelah selesai, siapkan minuman dan cemilan untuk tamuku. Bawa segera ke ruang tamu!" ucap Zack.
"Baik, Tuan."
Honey bergegas mengambilkan baju itu dan menyerahkannya. Setelah itu, dia melanjutkan pekerjaannya dan Zack masuk ke kamar mandi. Tak lama, pria itu keluar lagi untuk menemui tamunya. Sebelum itu, dia berpesan lagi kepada Honey.
"Ingat, jangan lama-lama! Nanti tamuku keburu kabur," ucapnya.
"Kenapa Tuan tidak memakai pelayan senior saja," usul Honey.
"Majikannya di sini siapa? Kenapa kamu malah mengatur urusanku? Aku memintamu jadi jangan ada penolakan. Kalau kamu berani berulah sedikit saja, besok kamu akan kulemparkan dari rumahku!" ancamnya.
Honey tidak mampu berkutik lagi. Salah harus berhadapan dengan Zack seperti itu. Zack meninggalkan pelayan Honey tanpa berdebat lagi. Sudah lama memang Fergie tidak pernah muncul. Lebih tepatnya setelah Zack bercerai dengan istrinya.
"Hai, Brother. Apa kabar?" sapa Zack.
Fergie yang sudah dipersilakan duduk oleh pelayan kemudian berdiri menyambut pelukan temannya itu. Lama mereka berpelukan, setelah itu Zack duduk di ruang tamu bersama dengan Fergie.
"Kamu kelihatannya semakin berhasil, Zack. Oh ya, anakmu sekarang berapa? Istrimu di mana? Kok tidak kelihatan," ucap Fergie.
Fergie memang tahu pernikahannya dengan Scarlett Alfie. Namun, pria itu tidak tahu kalau Zack sudah menduda.
"Iya, perkembangan perusahaan semakin menjanjikan. Aku fokus mengurusnya," balas Zack.
"Wah, kamu gila, Zack. Kenapa tidak fokus pada istrimu yang cantik itu? Di mana dia?" selidik Fergie. Sepertinya ada hal yang disembunyikan oleh Zack padanya.
"Aku sudah bercerai, Fergie. Kami tidak ada kecocokan," pungkasnya.
Fergie menatap tajam mata Zack. Bagaimana mungkin seorang Scarlett rela melepaskan begitu saja pria seperti Zack? Ya, bisa dikatakan sempurna untuk ukuran pria. Ini ada sesuatu yang janggal menurut Fergie.
"Sudahlah, aku ke sini bukan untuk membahas masa lalumu. Lupakan saja kalau itu memang keputusan terbaik yang sudah kalian buat. Oh ya, apa kamu tidak rindu Club malam? Kapan kita bisa pergi lagi ke sana seperti dulu?" tanya Fergie.
Sudah lama memang, Zack tidak lagi berkunjung ke tempat itu. Dia malas sekali untuk meladeni wanita-wanita penggoda yang ingin menjeratnya. Apalagi sekarang statusnya sudah menjadi duda. Tentu mereka akan semakin gencar memperebutkannya.
Baru saja Zack akan menjawab pertanyaan Fergie, keburu Honey masuk untuk mengantarkan camilan dan minuman yang diminta Zack sebelumnya. Honey meletakkan beberapa soft drink dan air mineral di sana. Camilan khusus yang biasanya dimakan Zack juga disediakan di meja itu.
"Silakan dicicipi dan ini minumannya, Tuan," ucap Honey.
Sejak Honey meletakkan minuman sampai camilannya di meja, Fergie terus saja mengamati pelayan itu. Ada yang menarik perhatiannya mungkin. Zack juga tidak tahu.
"Wah, kamu siapa, Brother?" tanya Fergie pada Ernest.
"Aku sepupunya Zack. Namaku Ernest, kamu siapa?"
Sebenarnya Zack sangat tidak suka kalau Ernest bergabung dengannya, tetapi nampaknya tak menjadi masalah untuk Fergie. Jadi, Zack membiarkan saja sepupunya untuk berada di sana.
"Oh, aku Fergie, temannya Zack. Bisa dibilang teman lama yang baru muncul, sih. Oh ya, pelayan tadi itu siapa?" tanya Fergie.
"Yang mana, sih?" Ernest bertanya balik pada Fergie. Karena dirinya tidak tahu siapa yang baru saja menyuguhkan minuman di ruang tamu itu.
"Dia pelayan pribadiku, Fergie. Namanya Honey. Dia sudah bekerja lumayan lama di sini. Memangnya kenapa?" selidik Zack. Tidak biasanya pelayan pribadinya itu jadi magnet tersendiri untuk orang lain.
"Keren sih pelayan sepertinya bisa bertahan lama denganmu. Aku rasa kamu tidak menyadari sesuatu darinya," ucap Fergie.
Zack menatap tidak percaya pada ucapan Fergie. Begitu juga dengan Ernest. Keduanya melongo mendengar penuturan Fergie.
"Memangnya kenapa?" selidik Zack.
"Pelayanmu itu cantik, loh," ucap Fergie.
Jelas saja Zack dan Ernest tidak bisa menahan tawanya. Sepertinya Fergie perlu dibawa ke dokter mata dan di cek kondisi matanya. Apakah mines atau malah silinder?
Fergie malah melihat kedua orang di hadapannya itu terlihat sangat aneh. Sepertinya ucapan Fergie dianggap angin lalu saja. Bukan tanpa alasan dia melihat kecantikan alamiah di balik kacamata Honey. Justru, sepertinya pelayan itu sengaja menyembunyikan kecantikannya. Entah tujuannya untuk apa?
"Wah, Zack, kamu sekarang tidak percaya dengan ucapan temanmu ini ya?"
"Sepertinya kamu harus periksa ke dokter mata. Ada yang tidak beres dari penglihatanmu. Pelayan jeleknya nggak beraturan kok dibilang cantik," balas Zack.
Lagi-lagi Zack dan Ernest tertawa lagi. Sepertinya Honey memang patut untuk ditertawakan.
"Stop! Jangan tertawa terus. Oke fine, anggap saja aku rabun atau apa terserah kalian. Tapi ingat Zack, kelak kalau kamu mulai jatuh cinta pada pelayanmu itu, orang pertama yang akan kamu cari adalah aku. Ingat itu!"
Zack tidak menanggapi ocehan konyol temannya itu. Fergie semakin kesal dibuatnya. Dia mengambil minuman kemudian meminumnya sampai tandas.
"Zack, aku langsung pamit, ya?" ucap Fergie. Omongannya barusan tentang Honey tidak ditanggapi oleh Zack maupun Ernest.
"Rupanya teman Kak Zack seperti anak gadis, ya? Gampang baper tuh," canda Ernest.
Tentu saja dia bisa mengatakannya karena memang kenyataannya Honey pelayan paling jelek di rumah kakak sepupunya itu. Jangankan terlihat cantik, pakai bedak pun akan tetap jelek dan bulukan. Benar-benar level nol untuk seorang pelayan wanita. Kalau untuk ukuran postur tubuh, memang Honey terlihat perfect. Namun mengenai wajah, pria normal pun juga enggan untuk memilihnya. Selain jelek, Honey juga terlihat membosankan. Entah karena kacamatanya itu atau memang wajahnya yang sangat jelek.
...🍈🍈🍈...
Hai hai hai akak reader di mana pun berada. Jangan lupa bahagia 😍
Emak hadir lagi untuk merekomendasikan karya keren. Cus kepoin. Jangan lupa masukkan fav dulu ya,
Ternyata Itu Cinta by Author Aveeiiii
Terima kasih dan tetap semangat. Miss you All... 😍😍😍