Duda, I Love You

Duda, I Love You
Saham 30%



Beberapa hari yang lalu, Honey diajak Beatrix ke butik. Kali ini, Beatrix mengajak Honey ke pusat perbelanjaan untuk memenuhi belanja bulanan. Biasanya Beatrix meminta pelayan rumahnya, tetapi untuk kali ini, wanita itu sengaja ingin mengajak Honey untuk sekadar menikmati jalanan yang ramai dan pusat perbelanjaan yang belum pernah dikunjunginya.


"Kamu merasa terhibur, Honey?" tanya Beatrix ketika memasuki pusat perbelanjaan. Wanita itu yang meminta Honey untuk mengambil troli belanjaan.


"Terima kasih, Nyonya. Setidaknya sedikit mengurangi rasa penat karena terus berada di dalam rumah," jawabnya.


Honey hanya kebagian mendorong troli. Biasanya kalau menjadi Aquarabella, dia mendorong troli sekaligus mengisinya dengan barang belanjaannya. Namun, dia tidak pernah kalap untuk berbelanja.


Berkeliling menemani majikannya bukanlah hal yang sulit untuk seorang Honey. Setelah troli itu berisi penuh belanjaan, mulai dari sayur-mayur, buah-buahan, aneka macam ikan dan daging, serta beberapa kebutuhan bulanan lainnya, maka Beatrix menyuruhnya ke kasir.


"Ayo bawa ke kasir. Aku sudah selesai belanjanya," perintah Beatrix.


Selesai membawa troli itu ke kasir, Honey diminta Beatrix untuk membawanya ke mobil. Sementara Beatrix akan melanjutkan rencananya untuk berkeliling ke Mal itu.


"Bawa semua kantung belanjaan ini ke mobil. Setelah itu kamu masuk lagi dan cari aku di beberapa tempat. Kalau di butik tidak ada, bisa jadi aku mampir ke restoran lantai paling atas."


"Baik, Nyonya," balas Honey. Dia bergegas menuju ke mobil yang terparkir di basemen dan sedang ditunggu oleh sopir keluarga Leoline.


Baru saja meletakkan beberapa kantung belanja ke bagasi mobil majikannya, Honey kembali lagi ke dalam. Dia harus secepatnya menyusul majikannya sebelum kehilangan jejak. Menyusuri Mal seluas ini tidak akan mudah hanya untuk mencari keberadaan majikannya. Walaupun wanita itu sudah memberitahukan di mana tempat yang harus dikunjunginya.


Setelah dari Basemen dan hampir memasuki pintu Mal, seseorang menarik tangannya. Tentu saja hal itu membuat Honey merasa tidak nyaman. Dia tidak mengenal siapa pun di Mal ini, tiba-tiba dikejutkan oleh kehadiran seorang pria.


"Eh, kamu siapa? Main tarik-tarik tangan orang sembarangan!" bentak Honey.


"Ck, dasar pelayan kampungan. Aku tahu siapa kamu sebenarnya," ucap pria itu.


Deg!


Tentu saja hal itu membuat Honey mulai ketakutan. Dia khawatir kalau penyamarannya selama ini telah diketahui oleh orang lain. Mungkin saja Zack telah mengirim orang untuk memata-matainya. Itu sungguh membuat Honey merasa ketakutan yang luar biasa, tetapi dia berusaha nampak tenang.


"Kamu seperti orang yang ketakutan setelah ketahuan mencuri, yah. Aku tak perlu banyak bicara lagi. Perkenalkan namaku Elvis Milo. Kalau kamu ingin tahu siapa aku, kamu bisa tanya pada majikanmu," jelas Elvis.


Elvis tentu saja tidak mau membawa pelayan itu ke dalam Mal. Dia mengajak pelayan itu berbicara di dekat lift yang kebetulan tidak jauh dari basemen dan masih jauh dari jangkauan orang yang kebetulan lewat. Suasananya benar-benar sepi.


"Apa yang ingin Anda bicarakan denganku, Tuan Elvis? Maaf, aku tidak bisa berlama-lama di sini. Bisa saja majikanku mencarinya. Sekali lagi, aku minta maaf, Tuan," balas Honey.


"Aku ada penawaran menarik untukmu. Aku rasa ini cukup menarik untuk pelayan yang bisa dibilang tidak menarik, kampungan, jelek, dan pastinya kamu butuh uang banyak sekali," jelas Elvis.


Ck, meremehkan sekali. Dia pikir berhadapan dengan siapa?Aku penasaran, permainan apa yang akan dibuat pria itu.


"Maaf, Tuan. Kalau bisa, cepat katakan mengenai penawaran itu. Anda benar sekali, aku memang sedang butuh banyak uang untuk keluargaku di kampung."


"Bagus! Kalau begitu, aku ingin kamu menjerat cintanya Zack. Aku tahu itu tidak mungkin, tetapi kamu orang terdekat yang bisa mewujudkan itu. Aku mau kalau dia bisa jatuh cinta dengan pelayan sepertimu."


"Apa kamu bisa?" tanya Elvis.


"Maaf, Tuan. Rasanya sangat mustahil untukku mendapatkan pria sepertinya. Anda juga tahu sendiri kan kalau aku ini jelek," balasnya.


"Itu tak masalah untukku. Penawaranku ini sangat menarik. Terserah bagaimana kamu menjalankannya. Kalau kamu berhasil, aku akan memberikan 30% saham perusahaanku. Ini termasuk penawaran menarik loh. Apa kamu mau mengambilnya?" tantang Elvis.


Sayang sekali, Elvis tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa. Walaupun Aquarabella sudah kaya raya, tetapi mendapatkan tawaran menggiurkan itu, tak ada salahnya untuk diambil. Bisa saja dia yang akan membuat Elvis Milo yang bertekuk lutut padanya. Tidak untuk dalam waktu dekat. Aquarabella akan memikirkan caranya.


"Aku tidak yakin berhasil, Tuan. Apakah ini tipuan atau benar? Kalau memang benar, bukti apa yang bisa kutunjukkan pada Anda untuk menagih saham yang Anda janjikan?" tanya Honey. Tentu saja dia bukan gadis bodoh mengenai hal ini.


Elvis melihat ada sesuatu yang aneh dari pelayan Zack. Elvis merasa kalau karyawan itu berbanding terbalik dengan penampilannya. Namun, Elvis yakin kalau pelayan itu tidak akan pernah berhasil untuk menaklukkan Zack. Dia hanya ingin membuat Zack sibuk dengan pelayannya dan semua klien dari perusahaannya akan diambil satu per satu.


Pelayan ini sangat unik. Kupikir dengan penawaran nekatku ini, dia mengiyakan dan tak mempedulikan apapun. Nyatanya aku salah, rupanya pelayan Zack ini seperti orang terpelajar dan mengerti dunia bisnis. Entah hanya perasaanku saja atau memang dia mengerti tentang saham?


"Apa kamu tahu mengenai saham 30% itu?" selidik Elvis.


"Tentu saja aku tahu, Tuan. Itu tentang uang bayaran yang Anda janjikan kepadaku kan kalau aku berhasil merayu Tuan Zack. Maaf, aku juga masih bingung Tuan. Bentuk saham, aku belum pernah melihatnya. Lebih baik Anda bayar pakai uang tunai saja," ucap Honey berpura-pura bodoh. Dia tidak ingin Elvis mengetahui penyamarannya.


Elvis merasa lega. Rupanya pelayan itu tidak mengerti mengenai saham yang dimaksud. Baguslah, karena Elvis akan memberikannya uang saja. Dia memberikan pelayan itu kartu nama untuk menagihnya dikemudian hari.


"Terima kasih, Tuan," balas Honey.


Honey bergegas meninggalkan pria itu, tetapi masih saja suaranya menghalanginya untuk pergi.


"Tunggu! Aku yakin kalau kamu butuh modal untuk membuat majikanmu itu tertarik. Ini aku ada uang untuk make over atau bagaimana lah, buat semenarik mungkin. Pergilah ke salon yang bagus. Aku yakin, wajah jelekmu itu bisa diperbaiki di sana!" ucap Elvis.


Hampir saja Honey pergi, tetapi ini kesempatan bagus untuk mendapatkan uang itu. Anggap saja dia juga bekerja dengan Elvis. Lagi pula, dia tidak mungkin menunjukkan wajah aslinya di depan Zack. Bisa semakin gila pria itu.


"Terima kasih, Tuan Elvis," ucap Honey menerima uang ratusan ribu dari tangan pria itu. Honey tidak berani menatap matanya.


Sepertinya rencana untuk keluar dari rumah keluarga Leoline bisa berjalan dengan cepat. Tinggal bagaimana Honey mengatur strateginya saja.


...🍒🍒🍒...


Halo kakak readers semuanya. Emak hadir lagi merekomendasikan karya keren. Cus kepoin


Aku Di Antara Mereka by Author Asyfa


Terima kasih. Miss you all 😍😍😍