Duda, I Love You

Duda, I Love You
Pilihan Yang Sulit



Rencana makan siang yang gagal. Aquarabella tidak bisa menyesalinya lagi. Pertemuannya dengan Zack dan membuka kartu siapa dia sebenarnya membuat Aqua sedikit khawatir. Lambat laun, pria itu akan tahu identitasnya.


Sampai di rumah, Aqua langsung masuk ke kamar, tetapi dia bertemu dengan daddy dan mommynya.


"Sayang, kemarilah! Daddy ingin berbicara," panggil Callista.


"Ya, Mom." Aquarabella mendekat dan duduk di sofa. Dia khawatir kalau orang tuanya akan menyadari kepergiannya selama ini.


"Sayang, Daddy akhir-akhir ini sangat sibuk. Maaf baru sempat berbicara denganmu," ucap Sean.


"Tidak apa-apa, Dad. Aku juga tidak akan ke mana-mana."


"Oh ya, adik sepupumu sudah menikah," ucap Sean.


"Wah, Glenda sudah menikah, Dad? Dengan siapa? Apakah aku mengenal pria itu?" tanya Aquarabella antusias.


"Hemm, dia menikah dengan anak kenalan daddy. Aku akan mempertemukanmu dengan Glenda."


"Benarkah, Dad? Kita akan pergi ke negara H?" selidik Callista.


"Tidak, Mom. Kita akan pergi ke sana setelah syarat yang Daddy ajukan telah disetujui putrimu," ucap Sean.


Perasaan Aquarabella semakin tidak nyaman karena persyaratan yang akan diajukan daddynya. Sepertinya ini akan menyangkut tentang dirinya. Bisa saja daddynya memintanya untuk menjadi CEO SA Corporation.


"Syarat apa itu, Dad?" tanya Aquarabella.


"Dia harus sudah menikah. Aku butuh pria yang akan meneruskan SA Corporation," jelas Sean. Putrinya beberapa kali diminta untuk melanjutkan menjadi CEO, tetapi belum memutuskan.


"Dad, apakah ini sebuah keharusan?" tanya Callista.


"Iya, dan tidak akan ada penolakan. Kalau Aquarabella tidak bisa menemukan jodohnya sendiri, maka aku akan mencarikan untuknya," ucap Sean.


Deg!


Permintaan daddynya sangat bertolak belakang dengan kenyataannya. Dia tidak mungkin menyerahkan dirinya untuk orang lain. Apalagi Aquarabella sangat terluka dengan kejadian beberapa hari yang lalu. Dia memutuskan untuk pergi ke kamarnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dia mengunci pintu kamarnya dan meletakkan semua perlengkapannya di atas ranjang. Dia bergegas masuk ke kamar mandi. Dinyalakannya shower kemudian dia membasahi seluruh tubuhnya yang masih mengenakan baju.


Kesedihan jelas dirasakan gadis itu. Tidak mungkin dia akan menikah dengan orang lain, sementara dirinya pernah terluka.


"Aku tidak mungkin menikah dengan pria pilihan daddy," tangis Aquarabella pecah. Ingatannya kembali ke malam di mana dia harus kehilangan segalanya. Dia bimbang. Haruskah menerima perjodohan dengan pria pilihan daddynya, atau dia harus mengakui kenyataan yang sebenarnya?


Daddynya pasti akan marah besar dan mencari keberadaan Zack Leoline. Namun, pria itu tidak akan mudah mengakui kesalahannya. Apalagi malam itu kondisinya mabuk. Bisa saja pria itu mengelak tuduhan daddynya dan memojokkan Aquarabella mengarang cerita.


"Oh God, kalau aku sampai hamil bagaimana?" Aquarabella memegangi perutnya yang masih rata di bawah guyuran shower yang dingin itu. Dia tidak peduli, rasanya ingin membuat Zack bertekuk lutut padanya.


"Tidak, tidak, tidak. Ini tidak boleh terjadi. Bagaimana pun juga, aku harus yakin kalau aku tidak hamil," ucapnya.


Di luar kamar, mommynya menggedor pintu berulang kali. Putrinya tidak lekas menjawab ataupun membuka pintunya.


"Sayang, buka pintunya! Daddy tidak bermaksud untuk menyuruhmu menikah sekarang. Masih ada waktu, sayang. Buka pintunya!" teriak Callista.


Aquarabella baru saja melepas bajunya yang basah dan menggantinya dengan bathrobe. Shower yang sudah dimatikan itu membuat gedoran pintu terdengar sangat keras. Aqua beranjak menuju ke pintu dan membukanya.


Ceklek!


Callista masuk. Aquarabella menutup pintunya kembali. Dia mengambil handuk untuk mengeringkan rambutnya.


"Daddy tidak akan memaksamu, sayang. Kalau kamu punya kekasih, daddy pasti akan mempertimbangkannya untukmu. Setidaknya perkenalkan dia pada kami."


Aquarabella terdiam. Dia tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya.


"Mom, ceritakan pertemuan kalian!" pinta Aquarabella.


Callista tentu menceritakan bagaimana niatnya untuk mencari sugar daddy dan berujung pertemuannya dengan Sean, suaminya. Bahkan, pria itu menganggapnya sebagai wanita malam yang didapat dari kenalannya.


"Ehm, sebelum menikah, apakah Mommy masih gadis?" selidik Aquarabella.


"Tentu saja, sayang. Walaupun Mommy dan Aunty Kayana adalah sahabat dekat, kami saling mengingatkan. Bahkan, mantan kekasih Mommya melakukan skandal dengan selingkuhannya di apartemen. Mommy akhirnya memutuskan lelaki brengsek itu. Kenapa kamu bertanya seperti ini? Apakah kamu punya kekasih yang kurang ajar?" selidik Callista.


Aquarabella menghentikan aktivitasnya. Dia memilih memandang Mommynya. Dia tidak kuat menyimpannya sendiri, tetapi dia juga tidak yakin untuk mengatakan ini padanya.


"Tidak, Mom. Tidak ada. Aquarabella sedang tidak menjalin hubungan dengan siapa pun."


Kebohongan demi kebohongan telah diciptakan gadis itu. Dia tidak akan tahu kemarahan daddynya yang akan membuatnya terluka seumur hidup. Sayang, kali ini keluarganya tidak tahu sama sekali.


"Menikahlah seperti Glenda. Dia menemukan lelaki yang baik dan bertanggung jawab penuh pada dirinya," ucap Callista.


Tersinggung? Tentu saja, Aquarabella tidak suka hidupnya dibandingkan dengan siapa pun. Ucapan mommynya sangat menyakitkan.


"Aku dan Glenda mempunyai keinginan yang berbeda, Mom. Jangan paksa aku harus mengikutinya!"


"Mommy tidak bermaksud seperti itu, sayang. Daddymu ingin kamu ke kantor dan bekerja di sana. Ingat, kita tidak ada keturunan lelaki. Jadi, sebisa mungkin gantikan daddymu!"


"Nanti kupikirkan lagi, Mom. Sebenarnya Aqua ada masalah serius, tetapi biarlah. Cukup aku saja yang tahu." Aquarabella masuk ke walk in closet untuk mengambil bajunya.


Callista seperti melihat perubahan yang signifikan pada putrinya. Dia terlihat lebih tertutup dan tidak seceria biasanya. Seperti ada yang disembunyikan gadis itu.


Aquarabella sengaja berlama-lama untuk mengganti bajunya agar mommynya lekas keluar dari kamar. Namun, dugaannya salah. Wanita paruh baya itu tetap menunggunya di sana.


"Sayang, apa kamu menyembunyikan sesuatu?" selidik Callista.


Aquarabella sengaja menunduk. Dia tidak ingin mommynya membaca manik matanya. Dia pasti ketahuan kalau begini caranya.


"Mom, sebaiknya keluar dari kamarku. Aku akan mempertimbangkan permintaan daddy," pinta Aquarabella.


Aquarabella jelas ingin menyembunyikan fakta yang sebenarnya. Lambat laun, mommy dan daddynya pasti menyadari. Mungkin tidak sekarang, kalau sampai dia hamil. Selesai hidupnya sebagai anak dari Sean Armstrong. Pria itu pasti sangat marah sekali dengan semua kebohongan yang dibuat putrinya.


"Sayang, masalah apapun, jangan kamu pendam sendiri. Mommy siap mendengar semua keluhanmu. Jangan jadikan permintaan daddymu itu beban, ya? Mommy harap kamu memaklumi karena dalam keluarga kita, hanya ada seorang perempuan yang bisa meneruskan menjadi CEO-nya, kecuali kamu menikah," jelas Callista.


Bukan beban itu, Mom. Ada beban lain yang tidak mungkin aku ceritakan sekarang. Aku berharap, anak ini tidak akan hadir karena ulahnya. Dia tidak mencintaiku. Mana mungkin aku mengandung dari pria yang sama sekali tidak memiliki rasa cinta itu. Batin Aquarabella.


"Sayang, kenapa kamu diam?" tanya Callista lagi.


"Aku tidak apa-apa, Mom. Aku akan mempertimbangkan permintaan daddy untuk masuk ke kantor," ucapnya.


Tentu saja itu tidak mudah. Walaupun Aquarabella gadis yang cerdas, masalahnya dengan Zack membuatnya berubah. Dia ingin menutup diri dari siapa pun. Sekarang, daddynya malah memberikan dua pilihan sulit yang harus secepatnya dipilih.